Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
Cast : KYUMIN and Friends ^^
A/N : Sebagai permintaan maafku karena terlalu lama update dan sekali update cuman dikit jadi dari mulai chapter 4 ini tiap chapter terdiri dari dua judul. Bisa di pahami wkwkwkwk #ditimpuk
Lets Enjoyyy :D
~ CONFUSE ~
oOo
Musim dingin sudah menyapa. Suhu udara pun sudah mendingin sejak pertama berganti musim. Sungmin, Pemuda itu sudah berpakaian lengkap dengan mantelnya. Ia bersiap untuk pergi ke sekolah.
Hari ini tepat 1 bulan sejak bertemu dengan Kyuhyun dan Eunhyuk. Selama itu, Sungmin sudah bisa di bilang akrab dengan Kyuhyun maupun Eunhyuk. Selama 1 bulan itu pun Sungmin gencar menyerang Kyuhyun untuk membuat dirinya di perhitungkan menjadi calon pacar Kyuhyun.
Namun tampaknya usahanya belum 100% karena Kyuhyun masih bertingkah biasa saja. Sedangkan Donghae, pemuda itu untuk sekian kalinya menyatakan cinta dan kali ini Eunhyuk bersedia mempertimbangkan. Ya! Setidaknya Donghae satu langkah didepannya.
Sungmin merapatkan mantelnya ketika ia mulai turun dari bus. Di pintu gerbang Donghae sudah menunggu. Mereka pun masuk ke sekolah bersama.
"Dingin sekali" Sungmin meniup kedua tangannya berusaha menyalurkan rasa hangat.
"Mau aku peluk?" celetuk Donghae, Sungmin langsung memasang wajah datar. "Terima kasih, aku masih setia dengan KyuhyunKu" tolak Sungmin.
"Setidaknya kau masih percaya diri untuk mendapatkan Kyuhyun"
"Aku kan berlajar darimu. Pantang menyerah" Sungmin tersenyum lebar. Sedangkan Donghae menyombongkan dirinya dengan membusungkan dada.
"Sungminnie~"
Sungmin dan Donghae berhenti ketika mereka di jegal oleh beberapa yeoja dari mulai junior, seangkatan dan juga para senior.
"Oh Annyeong~" sapa Sungmin.
Donghae terlempar kesisi tembok sekaligus ketika pada Pumkins -sebutan fansclub yang mengidolakan Sungmin- mengerubungi sahabatnya itu.
"Sungmin~ Sungmin, ini sarung tangan rajutan buatan Noona. Pakai ya" seorang senior langsung memasangkan saputangan berwarna pink pada Sungmin.
"Ini juga pakai ya Oppa" seorang junior memasangkan penutup telinga berwarna pink dengan berboneka kelinci.
"Go-gomawo"
"Sungmin~ ini syal rajutanku juga pakai ya" kini seorang gadis seangkatan dengannya berbeda kelas, mengalungkan sebuah syal berwarna hitam dan melilitkannya di leher Sungmin.
"Kyaaa~ Sungmin imut"
"Lucunya"
"Aku kalah~"
"Aish eottoke? Sungmin Oppa kau lebih manis dan cantik dari pada aku"
"Aku mencintaimu Sungmin"
Sungmin hanya tersenyum lebar. Ya! Pengeroyokan (?) dirinya bukan kali ini saja. "Ne.. ne gomawo Noona, chingudeul, hobee-yah" Sungmin pun melemparkan senyum sejuta voltnya pada para penggemarnya itu.
"Aku mau foto dengan Sungmin"
"Aku juga"
Para yeoja itu langsung mengeluarkan ponsel mereka masing-masing dan bergilir untuk berfoto dengan Sungmin. Donghae hanya menguap melihat pemandangan di depannya.
oOo
Donghae menatap datar sosok manis di hadapannya yang kini tengah berdiri dengan di temani sebuah koper. "Sedang apa kau di rumahku?" Donghae mengangkat sebelah alisnya. "Lalu koper itu untuk apa?" tanyanya lagi.
"Menginap" jawab sosok itu.
"Mwo? Dimana?"
Sosok itu Sungmin menunjuk pada Donghae. "Dirumahku?" tanya Donghae.
"Tentu saja, kau pikir aku berani untuk datang kerumah pemuda tampan di sebelah rumahmu dan mengatakan 'Aku akan menginap dirumahmu' begitu?"
Donghae memutar kedua matanya malas. "Tadi di sekolah kau tidak mengatakan apa-apa"
"Dadakan. Ummaku mendapat telpon dan dia harus pergi beberapa hari keluar kota. Aku tidak suka sendiri dirumah . Jadi? Aku boleh menginap?" Sungmin mengeluarkan puppy eyesnya membuat Donghae menghembuskan nafasnya.
"Kau sudah disini kan? Masuklah" Donghae membuka pintunya lebar-lebar.
"Aigoo, kenapa tidak dari tadi, aku sudah kedinginan setengah mati" gerutu Sungmin.
Sungmin mengikuti Donghae dari belakang. Pemuda manis itu menyapa kedua orang tua Donghae. Dan meminta izin untuk tinggal disini beberapa hari dan di sambut hangat oleh ayah dan ibu Donghae.
"Ah! Hangatnya" Sungmin merebahkan diri di kasur empuk Donghae. Dan menggulung tubuhnya dengan selimut.
"Apa kau tidak kepanasan? Kau sudah memakai baju, jaket dan mantel. Lalu sekarang kau menggulung tubuhmu dengan selimut tebal itu"
"Tidak" Sungmin berguling kesana kemari. "Ini hangat Hae-yah"
Sungmin membangunkan tubuhnya masih dengan bergelung dengan selimut. "Kau punya selimut lagi kan?" Sungmin menatap Donghae yang tengah bermain komputer.
"Tentu saja, wae?"
"Keluarkan satu"
"Hm. Kau ambil saja di lemari"
"Bukan untukku"
Donghae menatap Sungmin tidak mengerti. "Lalu?"
"Untukmu. Selimut ini akan aku pakai selama menginap di sini" Dan Donghae merasa sebal dengan ucapan sahabatnya itu.
"Ah!" Sungmin membuka selimut yang membungkus tubuhnya lalu berlari kecil kearah jendela. Ia membuka gorden berwarna biru laut yang menutupi jendela. "Donghae-yah. Kamar Kyuhyun yang mana?"
"Mau apa?" tanya Donghae.
"Hanya ingin tahu" Sungmin berlari kembali mendekat pada Donghae, dia memijit pelan bahu sahabatnya itu. Sedangkan Donghae sudah waspada dengan apa yang akan Sungmin ucapkan padanya.
"Apa?" sinis Donghae sembari menoleh kebelakang melihat pada Sungmin yang sudah tersenyum lebar.
oOo
Donghae cemberut. Kenapa dia tidak bisa menolak keinginan sahabat bantetnya itu. Hum! Dia sendiri juga tidak tahu. Yang pasti sekarang ini dia sedang berdiri di depan pintu sebuah rumah di samping rumahnya.
Ceklek
Pintu itu terbuka dan tampak sosok pemuda tampan berkulit pucat yang membuka pintu. "Sungmin?"
"Hai Kyuhyun-ah" sapa Sungmin dengan senyum manisnya membuat Donghae mencebikkan bibirnya sebal.
Yup! Rumah Kyuhyun.
"Masuklah. Sungmin-ah, Hae-yah"
"Kau tinggal sendiri?" tanya Sungmin. Pemuda manis itu mendudukan dirinya di sofa bersama Donghae.
"Ne" jawab Kyuhyun singkat.
"Orang tuamu dimana?" Donghae menatap Kyuhyun sekilas melihat ekpresi dari tetangganya itu lalu melirik Sungmin yang tampak penasaran dengan jawaban Kyuhyun.
"Jepang" jawab Kyuhyun singkat. "Sebentar ya aku buatkan minum" Kyuhyun pun melangkah menuju dapur.
Sungmin berdiri dan melihat pajangan foto yang berada diruang tengah rumah Kyuhyun. Ada sebuah foto keluarga yang di cetak besar dan di pasangkan didinding. Ada pula foto Kyuhyun kecil yang membuat Sungmin terkikik geli.
"Kawaii" ucapnya gemas.
"Eh?" Sungmin membawa sebuah figura kecil lalu memperlihatkanya pada Donghae. "Hae-yah ini siapa?" tunjuk Sungmin pada sosok yeoja yang berfoto dengan Kyuhyun.
"Itu Ahra Noona, Noona Kyuhyun" jawab Donghae.
Sungmin mengangukan kepalanya lalu meletakkan kembali figura itu pada tempatnya yang semula. Bersamaan itu Kyuhyun datang dengan 3 gelas coklat hangat. Karena tidak tahu harus melakukan apa. Donghae mengusulkan untuk menonton film saja.
oOo
"Kau takut hantu?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin. Pemuda manis itu tidak menjawab malah sibuk menutup wajahnya sebatas hidung dengan selimut sejak film horor dimulai, membuat Kyuhyun terkekeh.
Posisi 3 pemuda itu adalah, Kyuhyun yang duduk di single sofa menghadap televisi, Donghae dan Sungmin berada di kiri dan kanan Kyuhyun, masing-masing di sofa panjang.
"Asal kau tahu saja, Sungmin hampir saja kencing di celana" celetuk Donghae.
"Benarkah? Bagaimana bisa?" tanya Kyuhyun penasaraan.
"Waktu itu aku dan Sungmin di hukum karena terlambat masuk sekolah dan harus menyusun buku di perpustakan. Kami berhasil menyelesaikannya tepat jam 7 malam. Kau tahu? Sepanjang koridor Sungmin memegang lenganku dan menutup matanya erat. Aku gemas, lalu dengan hentakan cukup keras aku meninggalkannya lalu dia berteriak. 'Hae-yah tunggu aku', 'Hae-yah jangan tinggalkan aku', 'Hae-yah kubunuh kau' hahahah sampai di pintu gerbang aku melihat wajah Sungmin sudah pucat pasi hahahahah"
Donghae dan Kyuhyun tertawa terpingkal tidak memperdulikan perasaan namja manis yang menjadi bahan tertawaan mereka. "Terus saja tertawa, aku doakan agar kalian sakit perut selama kalian menertawakanku" kutuk Sungmin.
"Haahahahahahah" bukannya takut, Donghae dan Kyuhyun malah semakin keras tertawa.
45 menit kemudian, ruang tengah itu sudah sangat sepi. Sungmin dan Donghae sudah melanglang buana ke alam mimpi meninggalkan Kyuhyun sendiri dengan film horor yang masih menyala.
Kyuhyun mematikan film tersebut dan mengganti dengan siaran televisi. Menuruti kata hatinya. Kyuhyun melangkah mendekat pada Sungmin dan berjongkok di depan pemuda manis itu yang sudah terlelap tidur.
Beberapa menit Kyuhyun hanya terdiam dan hanya memandang wajah cantik Sungmin sembari terus memikirkan sesuatu.
Tangannya terulur menyentuh pipi Sungmin. Pipi itu begitu putih, lembut dan juga..
"Dingin" lirih Kyuhyun. Ia beranjak menuju kamarnya dan mengambil dua selimut. Pemuda tampan itu pun kembali keruang tengah.
Ia menyelimuti Sungmin yang sudah terbungkus selimut sebelumnya. Ia mengusap pipi mulus itu sekali lagi sebelum beranjak dan mendudukan dirinya di single sofa, menonton drama kolosal favoritenya sampai akhirnya Kyuhyun pun jatuh tertidur.
oOo
Donghae membimbing Sungmin untuk duduk di bangku bis yang akan membawa mereka pulang, kerumah Donghae tentunya.
"Kau mau tidur? Tidur lah nanti aku bangunkan" kata Donghae sembari merapatkan mantel yang Sungmin pakai.
Ketika akan menemui Sungmin untuk pulang bersama, Donghae di beri tahu oleh teman Sungmin jika sahabatnya itu dari setelah makan siang berada di UKS karena tidak enak badan. Maklum saja, suhu udara saat ini benar-benar rendah.
Beberapa menit kemudian, bis yang di tumpangi Sungmin dan Donghae telah sampai di daerah rumah Donghae. Kedua pemuda itu pun turun.
Sepanjang perjalanan dari halte menuju rumah, Donghae menuntun sahabatnya itu yang berjalan limbung. Sungmin harus segera berbaring di tempat tidur ujarnya dalam hati.
Merasa namanya di panggil, Donghae menoleh kebelakang. Ia tersenyum ketika melihat Eunhyuk yang tengah berjalan bersama Kyuhyun. Belum sempat Donghae menjawab sapaan Kyuhyun. Tubuh Sungmin sudah ambruk dan implus membuat tubuhnya pun sedikit oleng karena reaksi Sungmin yang tiba-tiba.
"Sungmin" Kyuhyun berlari mendekat. Tanpa banyak bicara, pemuda tampan itu mengangkat tubuh Sungmin ala bridal style dan langsung berlari menuju rumah Donghae.
Sesampainya di rumah Donghae. Kyuhyun langsung membaringkan Sungmin di tempat tidur Donghae. Eunhyuk membantu melepas kedua sepatu yang Sungmin pakai lalu menyelimuti Sungmin.
"Apa yang kau lakukan?" Kyuhyun bertanya pada Donghae yang tengah mengobrak-abrik tas Sungmin. Pertanyaan nya terjawab ketika Donghae mengeluarkan kotak p3k dari tas Sungmin.
Donghae lalu membuka kotak p3k itu lalu mengeluarkan sebuah termometer dan beberapa obat yang terbungkus plastik berwarna biru. Kyuhyun mengambil termometer itu lalu memasangkanya pada lubang telinga Sungmin. Menunggu beberapa menit dan hasilnya 38.7 c.
"Apa kita harus membawanya kerumah sakit?" Kyuhyun mengusulkan.
"Tidak apa-apa" jawab Donghae.
"Dia deman Donghae" kata Eunhyuk merasa sebal dengan intonasi Donghae yang biasa saja.
"Sungmin tidak kuat dingin. Sungmin juga pernah seperti ini sebelumnya hanya gara-gara kehujanan sedikit. Tapi kata Sungmin tidak apa-apa. Dia cukup beristirahat dan memakan obat ini. Dan lagi Sungmin tidak suka rumah sakit" Donghae mengambil bungkus obat berplastik biru. "Sungmin baik-baik saja. Aku yakin"
"Semoga apa yang kau katakan benar. Jika masih demam, aku sendiri yang akan membawanya ke rumah sakit. Sana, ambilkan sebaskom air hangat dan sebuah handuk. Setidaknya kita juga harus mengompres Sungmin kan?" kata Kyuhyun
"Baiklah-baiklah tuan Cho" Donghae berdiri dan keluar kamar. Eunhyuk tersenyum tipis melihat tingkah Donghae. Pandangannya beralih menatap Kyuhyun yang tampak mengsap kepala namja manis yang tengah tak sadarkan diri itu.
"Masih 'pusing'?" Eunhyuk tersenyum geli.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya. "Ani. Aku tidak pusing lagi" jawab Kyuhyun mantap sembari mengusap pipi Sungmin.
oOo
~ SO HOW? ~
oOo
Sungmin sama sekali tidak bisa menutup matanya sedikitpun. Pikirannya terus saja berputar tentang kejadian beberapa jam lalu. Sungmin tersenyum. Ia bangun dari rebahannya lalu memandang sekitar.
Sungguh tidak bisa di percaya.
Sungmin melihat pada figura yang berada di atas nakas. Ia mengambil figura itu lalu mengelus wajah potret tersebut seakan ia memang sedang mengelus wajah potret tersebut secara nyata.
"Terima kasih Kyuhyun-ah" Sungmin mengecup figura tersebut, menyimpannya kembali keatas nakas lalu membaringkan tubuhnya lagi.
Sungmin menghirup dalam-dalam. Tercium parfum yang selalu di pakai oleh sosok pemilik kamar. Sungmin tampaknya tak lelah untuk terus tersenyum.
"Aku tidur di kamar dan ranjang Kyuhyun" Sungmin terkekeh merasa hatinya sangat senang. "Ya tuhan terima kasih" ucapnya kemudian pemuda manis itu mulai menutup matanya bersiap mengarungi alam mimpi.
oOo
3 hari yang lalu
"Sahabatku jangan di apa-apakan. Awas kalau kau macam-macam" Kyuhyun menatap Donghae malas. Donghae menatap Eunhyuk. "Eunhyukkie. Aku pergi dulu ya. Tidak lama kok" Eunhyuk hanya melambaikan tangannya.
Donghae tersenyum lalu berlari menuju mobil. Donghae akan mengatar ibunya ke bandara. Mendadak ibunya mendapat kabar jika halmoninya sakit dan harus di rawat jadinya ia mengantar sang ibu pergi ke bandara untuk terbang ke Daegu. Sedangkan sang ayah tengah bekerja keluar kota.
Selepas kepergian Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun memutuskan untuk kembali kekamar Donghae, menemani Sungmin.
Eunhyuk merebahkan tubuhnya di ranjang. Sedari tadi ia tidak berhenti tersenyum. "Aku tidak percaya ini" gumamnya.
Eunhyuk mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap lurus pada Kyuhyun yang sedang duduk di sofa. "Mulutmu harimaumu"
"Apa?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.
Eunhyuk mengendikan kedua bahunya. "Tidak banyak tingkah, tidak cerewet. Ah satu lagi. Tidak punya tindik di telinganya apalagi sampai memakai anting. Aku tidak suka yang seperti itu" Eunhyuk tertawa keras ketika selesai meniru ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun menarik nafas lalu membuangnya. Tidak berniat menjawab dan itu cukup membuat Eunhyuk tertawa lagi.
"Ah apa Sungmin mampu membuat jantungmu berdegup ketika dia tersenyum?" tanya Eunhyuk.
'Tentu saja. Aku hampir gila karena nya' batin Kyuhyun.
"Kau dan Sungmin sama-sama berisik" Kyuhyun menatap pemuda manis yang tak terganggu sama sekali oleh pembicaraannya dengan Eunhyuk walau sahabatnya itu tertawa keras.
"Kapan kau berencana mengatakannya?"
"Mengatakan apa?"
"Perasaaanmu bodoh"
Kyuhyun termenung sebentar. "Entahlah"
"Kau jangan menunggu bola datang padamu tapi kau yang harus menghampiri bola tersebut. Kau tahu kan maksudku?" Eunhyuk berdiri dan melangkah mendekat Kyuhyun, pemuda kurus itu pun duduk di samping sahabatnya.
"Cho Kyuhyun, seorang same terkenal di buat tidak berkutik oleh sosok pemuda manis bernama Lee Sungmin. Aku salut pada Sungmin"
"Aku bukan orang yang sembarangan menyukai orang"
"Tapi kekasihmu yang dulu menyebalkan. Ck"
"Mantan Hyuk"
Eunhyuk tampak tidak peduli. "Aku sungguh merestui hubunganmu dengan Sungmin kkkk~. Karna Sungmin, kau rela pulang terlebih dahulu dari sekolah dan dengan alasan 'dari rumah Eunhyuk' hanya untuk pulang bersama. Yahhh kau modus sekali Cho Kyu" Eunhyuk tersenyum lebar ketika Kyuhyun tidak membalas ucapannya.
"Terus saja kau membuka rahasia ku"
"Bagaimana ya. Aku suka sih melihat kau yang tidak berkutik sama sekali" ejek Eunhyuk.
oOo
Kyuhyun membantu Sungmin untuk duduk dan bersandar pada kepala ranjang. "Minum dulu isotonic ini agar tidak dehidrasi" Kyuhyun mengambil gelas berisi cairan isotonic lalu menyerahkannya pada Sungmin.
"Kau mau makan?. Aku panaskan buburnya dulu ya. Tunggu sebentar" sebelum Sungmin menjawab Kyuhyun sudah berlalu. Pemuda manis itu melihat ke sofa di hadapannya dan mendapatkan si empu pemilik kamar tengah tertidur, menengok kesebelah kiri ia mendapati Eunhyuk yang tertidur di ranjang bersamanya.
Tak berapa lama Kyuhyun datang dengan membawa sebuah nampan yang diatasnya ada mangkuk berisi bubur dan juga air putih hangat.
"Kau bisa makan sendiri atau perlu aku suapi?"
Blush
Wajah Sungmin memerah ketika mendengar tawaran menggiurkan yang Kyuhyun ajukan padanya, tentu saja ia memilih opsi kedua, 'disuapi Kyuhyun'.
"Aku rasa opsi kedua" Kyuhyun memegang sendok, menyiukkan bubur itu lalu menyodorkankannya tepat di hadapan mulut mungil Sungmin. "Say aaaa"
Sungmin terkekeh. Ia membuka mulutnya dan menerima suapan bubur itu. "Kau tidak tidur?" tanya Sungmin.
"Belum" jawab Kyuhyun sembari terus menyuapi Sungmin.
"Kenapa?"
"Menurutmu?"
Sungmin menatap Kyuhyun. "Untuk merawatku?" Kyuhyun menjawab dengan deheman kecil. "Wae?" tanya Sungmin lagi.
"Kau berisik"
"Aku tahu. Lalu kenapa kau mau merawatku?"
"Karena.." Kyuhyun menjeda ucapannya, ia menatap Sungmin lurus, tepat pada kedua manik foxy pemuda manis itu. "Kau sedang sakit"
Jawaban Kyuhyun langsung membuat Sungmin cemberut. Jawaban yang tidak memuaskan. "Kau mengharapkan apa?" goda Kyuhyun melihat Sungmin yang tadi banyak bicara sekarang malah diam.
"Hm ada yang marah, kurasa" Kyuhyun menyuapkan bubur namun Sungmin menolak. "Sudah. Aku kenyang" kata Sungmin.
Kyuhyun tidak memaksa. Ia menaruh mangkuk itu lalu menyerahkan air hangat pada Sungmin. "Aku tidak tahu obat mana yang harus kau minum" Kyuhyun menyerahkan plastik obat pada Sungmin. Pemuda manis itu lalu mengambil beberapa, membukanya dan meminumnya.
Tes
Tes
Kyuhyun kaget ketika darah keluar dari hidung Sungmin, ia buru-buru mengambil handuk yang tadi di pakai untuk mengompres Sungmin dan menyekanya.
"Tidurlah lagi" Kyuhyun membantu Sungmin untuk merebah kembali. Sembari membersihkan bekas darah. "Apa kau sering mimisan seperti ini?" tanya Kyuhyun.
Sungmin menggeleng. "Kalau aku kedinginan saja. Kau tidak tidur?"
Kyuhyun tersenyum kecil. "Nanti"
"Kapan? Kau juga harus tidur"
"Ne. Sebentar lagi" Sungmin berdecak mendengar perkataan Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah"
"Hm?"
"Kenapa kau melakukan ini semua?"
Kyuhyun memandangan Sungmin. Mereka saling menatap satu sama lain entahlah apa yang tersirat dari pancaran mata keduanya. Tak terbaca.
"Kau ingin tahu?" Sungmin mengangukan kepalanya. "Kalau begitu kau harus sembuh dulu. Baru aku akan mengatakannya. Oke" Kyuhyun mengacungkan jempolnya di hadapan Sungmin.
"Ck! Berlaga misterius" Kyuhyun terkekeh mendengar dengusan Sungmin.
"Janji ya?" Sungmin mengacungkan jari kelingkingnya.
Kyuhyun menautkan kelingkingnya dengan Sungmin. "Hm, Janji"
Sungmin tersenyum. "Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu"
"Apa?"
"Nanti saja" Kyuhyun geleng-geleng kepala ketika Sungmin menirukan gayanya. Sedangkan Sungmin tersenyum senang.
oOo
Present, in the morning
Sungmin mematut dirinya dicermin. Ia membenarkan letak syal yang melingkar di lehernya. "Kau sudah rapi" celetuk Donghae.
"Aku memastikan penampilanku sempurna"
"Tapi itu sudah bagus"
Sungmin menoleh pada Donghae lalu berlari kecil mendekat pada sahabatnya. "Doakan aku ya semoga nanti aku berani mengatakannya" ucap Sungmin.
Donghae menghembuskan nafasnya. "Lee Sungmin fighting" Donghae memasang pose menggemaskan dengan kedua tangan yang terkepal dengan senyum lebar. Sungmin tertawa melihatnya.
Sungmin mengeluarkan ponselnya yang bergetar. Sebuah pesan masuk dan pemuda manis itu membaca pesan tersebut. Seditik kemudian ia tersenyum dengan rona merah menghiasi wajahnya. "Kyuhyun sudah menunggu. Aku pergi" Sungmin melambai tangannya pada Donghae.
oOo
Kyuhyun mengajak Sungmin ke festival musik yang dibuka untuk umum, di salah satu universitas ternama di Seoul. Sungmin yang memang menyukai musik tampak asyik disana.
Siang menjelang, kedua pemuda itu pergi dari festival musik untuk makan siang dan setelah itu dilanjut berjalan-jalan.
Dan sinilah Kyuhyun dan Sungmin berada, di sungai han. Banyak orang-orang yang berada disana untuk menikmati suasana sore. Kyuhyun mengajak Sungmin untuk duduk di bawah pohon yang tampak sejuk.
"Apa kau senang hari ini?"
Sungmin menoleh pada Kyuhyun yang sudah telebih dahulu melihatnya. Pemuda manis itu tersenyum manis. "Gomawo ne, kau sungguh sangat senang" ucapnya riang.
"Baguslah kalau begitu" kata Kyuhyun sembari tersenyum.
Sungmin mengalihkan pandangannya kedepan melihat pada air sungai yang tampak bercahaya karena terpaan sinar matahari sore.
Kedua tangan Sungmin tampak dingin ketika ia mengingat tujuannya. Ia harus mengatakannya sekarang, tekad Sungmin dalam hati.
"Kyuhyun-ah"
"Hm?"
"Kau masih ingatkan, jika ada sesuatu yang ingin aku katakan"
"Ah, benar. Aku juga sudah janji akan mengatakan sesuatu padamu"
"Biar aku duluan ne" Sungmin menatap Kyuhyun dengan puppy eyesnya membuat Kyuhyun melayangkan tangannya untuk mengacak rambut Sungmin.
Sungmin tampak gugup ketika Kyuhyun memandanganya penuh perhatian. "Eumm" Sungmin mengulum bibirnya. "Aku.."
"Katakan saja" ujar Kyuhyun.
"Sebenarnya sejak bertemu denganmu pertama kali aku sudah menyukaimu dan perasaan itu setiap harinya semakin tumbuh berkembang dihatiku karena itu Kyuhyun-ah maukah kau menjadi pacarku?"
Kyuhyun mengerjap matanya, mulutnya sedikit terbuka. Tidak percaya, Sungmin berbicara seperti kereta api yang tidak mempunyai rem dan kini Sungmin malah menutup matanya erat seakan hendak akan di pukul olehnya.
"Kau.."
"Aku mau pulang saja" sebelum Kyuhyun berbicara banyak, Sungmin membuka matanya lalu beranjak. Sungmin baru dua langkah berjalan langsung terhenti ketika Kyuhyun mencekal tangannya.
"Kau tidak mau mendengar jawabanku?" goda Sungmin.
Sungmin menggigit bibirnya. "Aku pulang saja" cicit Sungmin.
"Kau akan pulang tapi setelah mendengar jawabanku"
"Lupakan saja" kata Sungmin pelan. Ia malu dan takut. Bagaimana jika Kyuhyun menolaknya atau kemungkinan terburuk Kyuhyun tidak mau menemuinya lagi.
Karena tidak ada respon dari Sungmin, Kyuhyun berdiri masih dengan memegang lengan Sungmin. Ia menatap wajah Sungmin intens namun pemuda manis itu malah mengalihkan pandangannya pada apapun selain dirinya.
Cup
Sungmin membulatkan matanya ketika merasakan kepalanya di kecup oleh pemuda yang mencekal lengannya.
"Mulai sekarang, kita sepasang kekasih" Kyuhyun melepas cekalannya lalu berjalan meninggalkan Sungmin. Kyuhyun tersenyum tipis yang tidak Sungmin sadari karena pemuda itu sibuk termenung memproses rentetan kejadian yang baru saja ia alami dari mulai kecupan Kyuhyun dan sekarang kata-kata pemuda itu.
'Mulai sekarang kita sepasang kekasih'
"Itu artinya Kyuhyun menerimaku?" tanya Sungmin pada dirinya.
'Mulai sekarang kita sepasang kekasih'
"Sepasang kekasih?" lemot Sungmin, ia memiringkan kepalanya.
"Katanya kau ingin pulang, kenapa masih mematung di sana?" teriakan Kyuhyun membuat Sungmin tersadar, pemuda manis itu melihat kedepan. Kyuhyun sudah 5 meter di hadapannya.
"Kau menerimaku?" teriak Sungmin.
Kyuhyun memasukkan tangannya kesaku celana. Menatap Sungmin yang menampilkan raut penuh harap. "Menurutmu?"
"Kau menerimaku?" jawaban yang lebih condong menjadi pertanyaan.
Bukan sebuah ucapan yang Kyuhyun berikan pada Sungmin namun sebuah senyum lebar yang membuat pemuda berkulit pucat itu beribu kali lipat lebih tampan.
"Be-benarkah?"
Kyuhyun berdecak. Sepertinya senyumannya tidak cukup membuat Sungmin mengerti. "Ne. Aku kekasihmu sekarang"
"KYAAAAAAAA" pekik Sungmin, ia berlari menuju Kyuhyun lalu menubrukkan badannya, memeluk pemuda yang kini menjadi kekasihnya. "Gomawo Kyuhyun-ah" ucapnya.
Kyuhyun tersenyum, ia membalas pelukan Sungmin sesekali mengelus rambut pemuda itu. 'Ck. aku kalah cepat dengamu, Sungmin-ah' batin Kyuhyun.
"Malam ini, kau tidur dirumahku"
Sungmin melepas pelukannya, mendongak melihat Kyuhyun dengan wajah tidak mengerti. "Aku tidak mau kekasihku tidur di rumah, di kamar dan di ranjang orang lain" lanjut Kyuhyun.
Sungmin terkekeh ketika mengerti maksud dari kekasihnya. Ia pun memeluk Kyuhyun kembali. "Siap boss" kata Sungmin.
Senyum tidak pernah lepas dari kedua pemuda yang masih asyik berpelukan. Kyuhyun mengecup kepala Sungmin lagi.
TBC
Annyeonggg #lambaiTangan...
Seperti yang udah aku bilang di atas tadi jika chapter ini terdiri dari dua judul dan chapter2 kedepannya. Eotte? Eotte untuk chapter ini? Hihihi...
Maaf ya belum bisa bales review chingudeul dan telat update.
Masih berminatkan dengan FF ini? Kkkk~
So see next chapter chingudeull…
Mind to review again?
