Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
Cast : KYUMIN and Friends ^^
~ FIRST KISS ~
oOo
Donghae memutar kedua bola matanya malas, entah ini keberapa kalinya Sungmin nampak seperti orang autis. Untuk kasus kali ini, sahabatnya itu sepanjang istirahat pertama terus menatap ponsel flip berwarna merah mudanya tanpa menyentuh, hanya menatap dalam diam. Sampai sekarang mereka berdua tengah menikmati istirahat kedua dan Sungmin masih menatap ponselnya itu.
"Sebenarnya kau ini kenapa?"
Sungmin menatap Donghae. "Hae, apa tidak apa-apa kalau aku mengirim pesan pada Kyuhyun?"
"Dia kan kekasihmu sekarang" Donghae cemberut. "Aku kapan?" ratap Donghae mengingat Eunhyuk belum memberikan jawaban atas pernyataan cintanya.
"Eum.. kalau aku mengirim pesan pada Kyuhyun dan memintanya untuk menjemputku. Apa boleh?" tanya Sungmin lagi.
Donghae menghembuskan nafasnya. Sungmin memang baru pertama kali mempunyai kekasih, jadi wajar jika sahabatnya itu tidak tahu menahu tentang 'pacaran'.
"Kirim saja, itu wajar kok"
"Tapi aku malu..." Sungmin menutup wajahnya dengan buku paket yang sedari tadi dipeluknya.
"Kalau malu, ya tidak usah saja"
"Tapi aku mau Kyuhyun menjemputku" Sungmin menampakkan wajahnya. "Aku kan ingin seperti yang lain" kini tampak rona merah memenuhi kedua pipi Sungmin.
"Kalau begitu, kirim pesan padanya"
"Tapi aku malu~"
"Ya sudah tidak usah"
"Tapi aku ingin"
"Ya kau kirim pesan"
"Tapi malu"
"AISHHH. Terserahlah" Donghae berteriak frustasi. "Lama-lama aku bisa autis seperti mu. Aku pergi" Donghae berdiri dan melangkah keluar kelas Sungmin.
"Mau kemana?" teriak Sungmin.
"Ke kelasku"
Sungmin mengercutkan bibirnya. "Dasar ikan nemo" gerutu Sungmin ketika Donghae tetap keluar kelas.
Drrt drrt drrt
Sungmin membuka ponselnya sedetik kemudian senyum merekah dibibir plumnya. Sebuah pesan dari Kyuhyun.
Aku akan menjemputmu
oOo
Donghae mendengus kesal ketika Sungmin datang kekelasnya, menghampirinya lalu berteriak jika Kyuhyun akan menjemputnya pulang. Sontak saja semua penggemar Sungmin yang sekelas dengan Donghae ikut mengerubungi mereka.
mereka berteriak, bertanya siapa Kyuhyun? Apa hubungan Sungmin dan Kyuhyun? bla bla bla..
Dan terpaksa Donghae menyelamatkan sahabatnya dengan merelakan lengannya yang terkena cakaran para fans Sungmin -_-
Bukanya berterima kasih atau meminta maaf, Sungmin malah tersenyum lima jari menampilkan gigi kelinci berwarna putihnya. Sampai sekarang mereka berdua ada di samping pintu gerbang menunggu kedatangan Kyuhyun, Sungmin masih tersenyum lebar. Donghae menatap malas pada fans-fans Sungmin yang berpencar bersembunyi, misi mereka kali ini yaitu 'ingin melihat pacar Sungmin'.
"Aku pulang duluan ya"
"Kenapa?"
Donghae ingin sekali menjitak kepala sahabat polosnya itu. 'Kenapa?'. Tentu saja jika Kyuhyun datang, maka Sungmin sudah pasti pulang bersama kekasihnya itu lalu dirinya akan berakhir pulang sendiri. Dari pada menunggu nanti lebih baik dia pulang sekarang, menyusun rencana agar Eunhyuk cepat memberi jawaban dan tidak menggantungkan cintanya itu.
"Sudah ah, aku pulang" Donghae melambai lalu benar-benar meninggalkan Sungmin.
Baru 5 menit kepergian Donghae, Sungmin mendengar ada yang memanggil namanya. Suara yang ia hapal dengan jelas, pemuda manis itu menoleh. Tersenyum ketika perkiraanya tepat. Kyuhyun sudah datang.
"Kyuhyun-ah" ucapnya riang.
Para fans Sungmin yang mengintip, membelakan matanya. Itukah sosok kekasih Sungmin?
"Pulang sekarang?" tanya Kyuhyun. Sungmin menganguk malu-malu.
oOo
Kyuhyun dan Sungmin berjalan beriringan. Tidak ada pembicaraan yang berarti, hanya pertanyaan standar seperti 'bagaimana disekolah tadi?', 'pelajaran apa' dan lainnya.
Sungmin sepenuhnya tidak mendengarkan perkataan Kyuhyun, pemuda manis itu malah terfocus pada tangan nya dan Kyuhyun yang saling bersentuhan. Sungmin ingin sekali memegang tangan itu, ah! Begandengan tangan lebih tepatnya.
Kyuhyun berhenti melangkah membuat Sungmin ikut berhenti juga. Sungmin mendongak menatap Kyuhyun. "Wae?" tanyanya polos.
Kyuhyun mengacak rambut Sungmin, pemuda tampan itu tersenyum sekilas. Selanjutnya wajah Sungmin memerah ketika Kyuhyun memegang tangannya dan mereka kembali sudah berdance ria dalam hati dan berteriak. Bukankah Kyuhyun mengerti dirinya walau ia tidak mengatakan apa keinginannya.
Aigoo, Sungmin memang polos. Tidak bilang pun orang pasti sudah tahu apa yang di inginkan si pumkins imut itu, termasuk Kyuhyun. Pemuda tampan itu selalu memperhatikan Sungmin walaupun wajahnya lurus menghadap kedepan. Bagaimana caranya? Itu rahasia, hanya Kyuhyun yang tahu.
"Ternyata kekasihku populer juga ya di kalangan perempuan" Kyuhyun memasukkan tangannya yang memegang tangan Sungmin ke dalam mantelnya.
"Eh? Kau tahu dari mana?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menatap Sungmin takjub. "Kau tidak menyadarinya?" Kyuhyun balik bertanya.
Sungmin mengerutkan dahinya, berpikir tentang maksud ucapan Kyuhyun. "Menyadari apa?" tanya Sungmin polos.
Kyuhyun terkekeh. Lalu membawa Sungmin untuk kembali berjalan. "Para fansmu mengikuti kita sejak kita meninggalkan sekolahmu"
"Eh? Benarkah?"
Sungmin menoleh kebelakang dan benar saja beberapa fans Sungmin langsung kelabakan mencari tempat bersembunyi tapi Sungmin telah lebih dulu melihat mereka dengan bantuan Kyuhyun yang memberitahunya.
"Apa itu mengganggumu?" cicit Sungmin menatap Kyuhyun.
Kyuhyun menggeleng. "Ani. Gwenchana. Aku yang harusnya bilang seperti itu padamu"
"Aku tidak terganggu sama sekali" sahut Sungmin.
Kyuhyun tersenyum, ia memainkan jemarinya yang memegang tangan Sungmin di balik saku mantelnya. "Hubungan seperti ini, yang kita jalani saat ini. Walau pun ada banyak orang yang mendukung, pasti ada orang-orang yang masih tidak bisa menerimanya" Kyuhyun menatap Sungmin. "Kau tidak keberatan dengan itu?"
Sungmin menggeleng. "Tidak sama sekali. Aku ambil resiko" Sungmin tersenyum dan senyuman itu berhasil menenangkan hati Kyuhyun. "Aku tidak mengharapkan semua orang menerimanya. Cukup beberapa orang yang mengerti akan hubungan yang kita jalani ini. Aku berterima kasih pada orang yang mengerti akan hal itu heheheh"
"Aku baru pertama kali mendengar kata-kata luar biasa keluar dari bibir mungilmu itu" ujar Kyuhyun dengan wajah pernuh keterkujutan yang berlebihan dan di buat-buat, membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya imut.
"Aku tidak terlalu bodoh" Sungmin tersenyum manis.
"Sudahkah aku mengatakannya?" Kyuhyun menatap Sungmin.
"Mengatakan apa?"
"Senyummu, aku sangat menyukai senyummu itu. Sungmin-ah"
Kyuhyun tertawa keras ketika wajah Sungmin memerah sempurna bak kepiting rebus. Sungmin yang terus digoda oleh Kyuhyun sesekali memukul kecil bahu kekasihnya itu.
Ah! Satu sore lagi yang menyenangkan bagi Sungmin.
Sedangkan para fans Sungmin sudah menjerit dan sibuk mengabadikan moment sepasang kekasih itu dengan memfoto dan juga memvideo.
oOo
Kyuhyun membungkukan badannya dan tersenyum sopan pada wanita paruh baya di depannya. "Annyeong haseyo Ahjumma, joneun Cho Kyuhyun imnida"
"Ayo masuk. Diluar dingin sekali" Ny Lee, wanita paruh baya itu mempersilahkan Kyuhyun untuk memasuki rumahnya.
"Nah, Kyuhyun-ah kau mau minum apa?"
"Oh tidak usah Ahjumma, seben-"
"Kyuhyun-ah"
Kyuhyun dan Ny Lee menoleh pada Sungmin yang tengah menuruni tangga. "Kau sudah datang?" tanya Sungmin. Kyuhyun tersenyum tipis pada Sungmin.
"Umma, aku berangkat sekarang ya" pamit Sungmin. "Kajja Kyu"
Kyuhyun membungkukan badannya pada Ny Lee. "Kami pamit pergi Ahjumma"
Ny Lee tersenyum hangat. "Ne, Hati-hati ya" ucapnya. Sungmin dan Kyuhyun menganguk lalu kedua pemuda itu keluar rumah dengan Ny Lee yang mengantar sampai pintu rumah. Ny Lee terus memandang punggung putranya dan Kyuhyun dalam diam. Sorot matanya menyiratkan sebuah arti yang hanya dirinya yang tahu.
oOo
Sungmin dengan riang menekan tut tut piano yang tengah ia mainkan. Kyuhyun dan Sungmin kini sedang berada di game center. Dan Sungmin kembali asyik bermain game piano tanpa menghiraukan Kyuhyun.
Satu pelajaran yang Kyuhyun terima. Jika berkencan, dia tidak akan mengajak Sungmin ke game center lagi, karena kekasihnya itu akan langsung memilih game piano dan mengacuhkannya.
"Berhenti bermainnya" larang Kyuhyun ketika Sungmin hendak memainkan lagu berikutnya. Sungmin menoleh pada Kyuhyun.
"Kenapa? Asyik tahu" kata Sungmin. "Aku main lagi ya"
"Dan mengacuhkanku?" sahut Kyuhyun.
Sungmin yang tahu salah, ia tersenyum lebar. "Satu lagu lagi ne. Janji" kata Sungmin sembari mengacungkan jarinya berbentu v. Kyuhyun mencebikkan bibirnya ketika Sungmin sungguh memainkan satu lagu.
Satu lagu pun berakhir.
Kyuhyun langsung menjauhkan Sungmin dari game piano itu sedangkan Sungmin terkikik melihat kelakukan kekasihnya itu.
Sungmin menyeret Kyuhyun ke tempat fotobox. Dengan antusias Sungmin mengarahkan Kyuhyun untuk berpose sedemikian rupa.
Baru juga 2 foto, tirai fotobox terbuka dengan kasar. Sungmin sempat kaget, namun ketika melihat siapa pelaku pembuka tirai wajah kagetnya menguar dan terganti dengan wajah garang.
"Kalian mengganggu" kata Sungmin sedangkan Kyuhyun memutar kedua bola matanya malas.
Pelaku yang tak lain Eunhyuk dan Donghae, kedua pemuda itu tersenyum tanpa dosa. "Kami tadi melihat kalian masuk ke sini, jadi kami menyusul" Eunhyuk dan Donghae menerobos masuk ke kotak photobox.
"Aish, kalian sedang apa kemari? kalian berdua?" tanya Kyuhyun ketika menyadari sesuatu.
Eunhyuk dan Donghae saling berpandangan. Sedetik kemudian, Donghae menggengam tangan Eunhyuk lalu mengacungkannya di hadapan Kyuhyun dan Sungmin. "Kami sudah resmi berpacaran mulai sekarang" teriak Donghae sedangkan Eunhyuk tersenyum malu-malu, Sungmin langsung memberi selamat pada kedua pasangan baru itu.
oOo
Sungmin tersenyum melihat wajah pulas Kyuhyun yang berada di hadapannya. Kemarin malam ketika di game centar, Ny Lee menelpon putranya memberitahu jika malam ini wanita single itu harus pergi keluar kota lagi dan akan kembali besok siang. Karena tahu Sungmin tidak mau sendiri, Kyuhyun meminta izin pada Ny Lee untuk menemani Sungmin.
Ny Lee mengizinkannya. 'terserah kalian saja, mau Kyuhyun yang menginap di rumah Ahjumma, atau Sungmin yang menginap di rumah Kyuhyun. Asal kalian jangan macam-macam saja' itulah ucapan Ny Lee. Dan di putuskan, Sungmin menginap di rumah Kyuhyun.
Mereka berdua pun tidur bersama dalam satu ranjang. Catat, just sleep no more okey.
Sungmin bangun dan bersandar di kepala ranjang. Ia hendak menyelimuti Kyuhyun yang sejak kemarin selimut pemuda tampan itu di ambil alih sepenuhnya oleh Sungmin hingga Kyuhyun tidur tampak selimut, namun itu bukan masalah karena di kamar pemuda itu begitu hangat.
Gerakannya terhenti saat Kyuhyun mengeliatkan badannya dan Sungmin merasa matanya akan lepas dari tempatnya ketika melihat sesuatu yang menonjol di daerah selangkaan Kyuhyun. Menonjol dan perlahan tegang berdiri.
Wajah Sungmin memerah. "Oh my god, milikku tidak sebesar itu jika bangun tidur di pagi hari" gumam Sungmin
"Pagi" Kyuhyun dengan wajah masih mengantuk, bangun dan mendudukan dirinya. Ia memiringkan kepalanya ketika Sungmin tidak menjawab sapaannya malah terfocus melihat sesuatu.
Penasaran, Kyuhyun mengikuti arah pandangan kekasihnya dan..
"Yah! Nappun! apa yang kau lihat" Kyuhyun langsung tersadar, ia mengambil bantal lalu menutup daerah selangkaanya.
"I-itu.."
"Jangan berkomentar apapun" sahut Kyuhyun dengan wajah memerah.
"Ta-tapi.."
"Ini wajarkan. Aku belum pernah berhubungan badan jadi milikku masih suka terbangun di pagi hari"
Sungmin menutup mulutnya. Wajah memerah, salah tingkah plus ekpresi panik yang Kyuhyun tunjukan sekarang benar-benar lucu. Sungmin tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan hal tentang 'berhubungan badan'. Tapi ia bersyukur, nyatanya Kyuhyun belum pernah ke tahap itu. Kkkkk Sungmin tertawa nista di dalam hati.
"HAHAHAHAHAH" Sungmin tertawa terpingkal-pingkal.
Wajah Kyuhyun memerah total. "Ya. Kau menertawakanku"
"Aigoo, Kyuhyun-ah kau lucu sekali" Sungmin mencubit pipi Kyuhyun gemas.
"Berhenti. Atau aku akan melakukan sesuatu"
Sungmin berhenti tertawa, ia menatap Kyuhyun sedetik kemudian tawanya kembali pecah dan pemuda manis itu malah semakin keras tertawa.
"Jangan menyesal" desis Kyuhyun.
Pemuda tampan itu memegang lengan Sungmin, dengan cepat membuat pemuda manis itu tertidur dengan dirinya yang berada diatas. Tanpa aba-aba Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir plum milik Sungmin.
Tawa Sungmin kali ini benar-benar terhenti. Matanya membulat. Kyuhyun tersenyum dalam hati, tanpa mempedulikan Sungmin ia menggerakan bibirnya. Sedangkan Sungmin, ia terkejut namun tak lama pemuda manis itu menutup matanya, meresapi gerakan bibir sang kekasih.
'My first kiss'
oOo
~ VACATION ~
oOo
2 bulan kemudian
"Silahkan masuk" Eunhyuk mempersilahkan Sungmin, Kyuhyun dan Donghae untuk masuk kedalam villa miliknya didaerah Busan yang bergaya rumah tradisional Korea jaman dulu.
Rumah itu tidak terlalu besar, terkesan minimalis. Walau rumah itu bergaya tradisional namun perabotan disana sungguh modern.
Eunhyuk mengajak liburan bersama untuk menghabiskan liburan musim semi. Sungmin, Donghae dan Kyuhyun pun tidak menolak. Eunhyuk menunjukan masing-masing kamar untuk mereka tempati. Setelah berbenah, mereka berempat berkumpul di ruang tengah yang merangkap ruang tamu.
"Eunhyuk-ah. Apa ada makanan? Aku lapar sekali" Sungmin menatap penuh harap pada Eunhyuk. Pemuda kurus itu tersenyum maklum.
Sebelum Eunhyuk menjawab, Kyuhyun berdiri. "Kyu mau kemana?" tanya Sungmin. Kyuhyun berlaga tuli dan pergi menuju dapur.
"Dia masih marah?" tanya Donghae yang diangguki oleh Sungmin sembari mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa tidak di turuti saja?" usul Eunhyuk.
Sungmin memegang kedua kupingnya, ah lebih tepatnya memegang anting-antingnya. 2 hari yang lalu Kyuhyun meminta Sungmin untuk melepas anting-anting yang pemuda manis itu pakai. Alasannya, Kyuhyun risih melihat anting-anting itu selalu bergoyang ketika Sungmin menggerakan kepalanya.
Namun Sungmin menolak. Berdalih dia nyaman dengan anting-anting yang tersemat di kedua telinganya. Oke orang yang tidak menerima penolakan vs orang yang memegang teguh kata hatinya. Siapa kira-kira pemenangnya? Lihat saja nanti.
"Haruskah aku melepasnya?" gumam Sungmin. "Tapi aku masih ingin memakainya" lanjutnya lagi.
"Sudah sudah. Itu bisa di pikirkan nanti. Sekarang lebih baik kau membantu Kyuhyun" ujar Eunhyuk.
"Eh?"
"Jangan bilang kau tidak tahu jika kekasihmu bisa memasak?" terka Donghae dan Eunhyuk bersamaan. Sedetik kemudian kedua pasang itu ingin menjitak Sungmin yang tersenyum lebar.
oOo
Sungmin perlahan mendekat pada Kyuhyun yang tengah memotong sayuran. "Boleh ku bantu?" tanya Sungmin.
Sungmin mengerucutkan bibirnya ketika Kyuhyun tidak menjawab. Tapi salah jika Kyuhyun berpikir Sungmin akan menyerah. Sungmin merebut wadah berisi potongan daging ayam yang hendak Kyuhyun cuci. "Aku saja. Mencucinya kan?" Kyuhyun masih dalam mode silentnya lalu mulai mengerjakan yang lainnya.
Sungmin mengisi wadah itu dengan air. Dengan takut-takut tangannya terulur menyentuh daging-daging itu.
"AKH"
Kyuhyun terperanjak ketika mendengar teriakan Sungmin. Ia buru-buru menghampiri kekasihnya. "Kenapa?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada Sungmin, takut kekasihnya itu terluka atau apa.
Sungmin tersenyum. "Tidak apa-apa Kyu"
"Lalu kenapa berteriak tadi?" tanya Kyuhyun yang lupa akan silent mode on nya.
"Geli heheh" kata Sungmin sembari menjapit sayap ayam yang akan ia cuci dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Kyuhyun memutar bola matanya.
10 menit kemudian
Zresss zreess
"Omo.. omo.. huwaa"
Kyuhyun menggeplak dahinya ketika melihat Sungmin tampak ketakutan dengan cipratan kecil dari minyak goreng. Malah kekasihnya itu membuat tameng dengan badan Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafasnya. "Kau" Kyuhyun menusuk hidung bangir Sungmin, membuat hidung Sungmin seperti babi. "Blender saja bumbu-bumbu itu untuk masakan selanjutnya. Ini biar aku yang teruskan. Arraseo"
Sungmin memberi pose hormat. Pemuda manis itu mulai melihat pada blender yang sudah penuh dengan rempah-rempah yang sudah siap di blender. Sungmin hanya bisa menyebutkan salah satu yang berada di blender itu 'tomat' itu saja, yang lain Sungmin tidak tahu.
"Kyuhyun-ah bagaimana cara memblendernya?"
"Tekan tombolnya" jawab Kyuhyun yang tengah serius membolak balikkan daging agar matang merata.
Sungmin beroh ria. "Tekan kan?" gumamnya.
ZREEEETTTTTTT
ZREETTTTTTTT
"HUWAAAAA.. KYAAAA..KYUUUU"
"Aishhh..." dengus Kyuhyun kesal.
Sungmin mengelus dadanya ketika Kyuhyun berhasil menjinakan blender tersebut.
"Kenapa tidak di pasang tutupnya terlebih dahulu?" desis Kyuhyun sambil mengeratkan giginya. Lihatlah dapur yang bersih kini berceceran dengan rempah-rempah yang menyembur keluar akibat Sungmin tidak memasang penutup blender tersebut ketika menekan tombol on.
"Aku lupa" cicit Sungmin.
"LEE SUNGMINNNN" geram Kyuhyun.
Sungmin langsung kabur seketika itu juga.
oOo
Tak terasa ini sudah hari ke 3 Kyu Min dan Hae Hyuk berada di busan. Mereka sudah menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan. Pagi ini, Kyuhyun meratapi nasibnya yang sial. Kenapa?
Selama 3 hari. Ia, Sungmin, Eunhyuk dan Donghae belum mencuci baju mereka yang kotor. Kebetulan di villa itu tidak ada mesin cuci, Eunhyuk bilang jika kedua orang tuanya selalu mencuci baju dengan cara manual alasannya untuk nostalgia. Sebenarnya mereka hanya perlu pergi ke tempat laundy namun permainan konyol yang Donghae ajukan dan parahnya, Kyuhyun yang kalah disini. Hukumannya, sudah bisa di tebak. No laundy dan selamat menikmati mencuci dengan cara manual. Bukan hanya baju dirinya namun baju Sungmin, Eunhyuk dan juga Donghae tanpa dalaman.
Meratapi nasib, Kyuhyun menggilas satu demi satu baju dengan sikat. Ia merutuk ketika bagian mencuci jeans yang berat.
"Sial.. sial.. sial.." gerutu Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah"
Kyuhyun menoleh dan melihat Sungmin yang tersenyum manis padanya. "Apa?" ketus Kyuhyun. Oke mereka berdua masih belum berbaikan, walau begitu setiap jalan-jalan Kyuhyun akan selalu memegang tangan Sungmin.
"Ku bantu ya" Sungmin mengambil satu baju dan bersiap untuk mencucinya.
"Tidak usah" Kyuhyun merebut kembali baju yang Sungmin pegang.
"Tidak apa-apa aku bantu" Sungmin merebut kembali baju tersebut.
"Aku bilang tidak usah"
Terjadilah tarik menarik baju tersebut, tanpa ada yang mau mengalah yang di menangkan oleh Sungmin karena pada akhirnya Kyuhyun yang harus tetap mengalah.
"Kenapa sih? Aku cuman ingin membantu. Seperti ini kan" Sungmin membeberkan baju itu. Ia bersiap akan menggosok dengan sikat cuci namun tangannya menyenggol sabun cair yang terbuka hingga isinya masuk semua ke wadah berisi air dan pakaian bersih yang siap Kyuhyun bilas untuk terakhir sebelum di jemur.
Alhasil wadah itu penuh dengan sabun dan buih. Sungmin menggigit bibirnya, ia menatap takut-takut pada Kyuhyun yang tampak sedang meredam amarahnya.
"LEE SUNGMINN"
"Arraseo arraseo" secepat kilat Sungmin pun kabur dan meninggalkan Kyuhyun dengan pakaian penuh dengan sabun.
oOo
Sungmin menopang dagunya, ia sedang melihat sang kekasih yang sedang menjemur pakaian. Ah! Niatnya kan untuk membantu tapi kenapa ujung-ujungnya menjadi bencana.
"Sungmin-ah"
Sungmin membalikkan badannya dan duduk di sofa ketika Eunhyuk dan Donghae datang. Posisinya kini, Sungmin duduk dengan di apit oleh Eunhyuk dan Donghae.
"Dari pada bergalau ria. Lebih baik kau menonton video yang kami punya" Donghae mengedipkan sebelah matanya pada Eunhyuk tanpa sepengetahui Sungmin.
"Video apa?"
"Ini lihatlah" Eunhyuk menyodorkan video yang sudah ia putar.
Menit-menit pertama Sungmin belum mengerti jalan cerita itu. Hanya dua orang pemuda yang bergandengan tangan. Menit berikutnya, Sungmin tampak susah menelan ludahnya sendiri melihat dua pemuda itu yang sedang berciuman panas dengan menyertakan lidah yang saling membelit satu sama lain.
Menit selanjutnya. Sungmin tampak gelisah dalam duduknya melihat satu pemuda yang lebih tinggi sedang menindih pemuda yang lebih pendek. Sungmin tersentak ketika pemuda pendek itu menjerit ketika pusaka pemuda tinggi itu memasuki analnya.
Sumpah, pusaka pemuda itu sama besar dengan milik Kyuhyun. Eh sebentar. Sungmin tampak berpikir tentang pusaka Kyuhyun. Geez wajah Sungmin memerah ketika terbayang pusakan Kyuhyun yang tengah menegang ketika bangun tidur. Demi apa itu besar walau terbungkus celana lalu bagaimana jika terbebas dari celana? Wajah Sungmin benar-benar sudah semerah tomat busuk.
Srett
Geplak
Geplak
Eunhyuk dan Donghae sama-sama mengaduh ketika seseorang dengan teganya menggeplak kepala mereka. Hae Hyuk menoleh, mereka tersenyum innocent melihat Kyuhyun yang sudah menyita ponsel Donghae sembari berkaca pinggang. Sedangkan Sungmin masih sibuk dalam dunia khayalannya.
"Kalian meracuni otak kekasihku" desis Kyuhyun.
"Pelajaran.. itu ilmu loh" elak Eunhyuk.
"Mwo?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. "Mati kalian"
"Huwaaaa" Eunhyuk dan Donghae berlari secepat mereka bisa jangan sampai Kyuhyun menangkap mereka berdua.
oOo
Sungmin memeluk bantal gemas. Ia sudah kesal bukan main Kyuhyun masih bertingkah dingin padanya.
"Aish aish aish" Sungmin memukul-mukul bantal meluapkan kekesalannya.
"Kau kenapa lagi?" tanya Eunhyuk yang sedang memilih baju yang akan di pakai. Mereka ber4 berencana untuk pergi kefestival musim semi sebelum besok mereka pulang kembali ke Seoul karena liburan musim semi segera berakhir.
"Aku kesal, Kyuhyun masih tidak mau bicara padaku"
"Tadikan dia bicara padamu" celetuk Donghae, ia mendudukan dirinya di samping Sungmin.
"Maksudku, dia masih bertingkah dingin" Sungmin membaringkan tubuhnya. Jika bertanya di mana Kyuhyun? Pemuda itu sedang mandi.
"Ck! Dia tidak menerimaku apa adanya" sambung Sungmin. "Harusnya Kyuhyun menerimaku juga yang suka memakai anting-anting ini" Sungmin memegang kedua anting-antingnya yang berbentuk salib.
"Eyy. Siapa bilang Kyuhyun tidak menerimamu apa adanya? Buktinya dia mau menjadi pacar dari orang yang bodoh, berisik, ceroboh-"
"Kau menyindirku?" ucap Sungmin jutek. Donghae mengangkat kedua bahunya.
'Kalau aku mengatakannya, bagaimana ya?' batin Eunhyuk. Pemuda kurus itu tidak menyadari jika tingkahnya mendapat tatapan bertanya dari Sungmin dan Donghae.
"Kenapa Eunhyuk melamun seperti itu?" bisik Sungmin yang lupa dengan Donghae yang mengejeknya. "Aku tidak tahu apa yang dia lamunkan, tapi aku yakin ada sesuatu yang dia sembunyikannya" Donghae balas berbisik.
Eunhyuk tersentak dan tersadar dari lamunannya ketika dirinya tertarik atau lebih tepatnya tangannya di tarik oleh Donghae hingga kini dirinya duduk di atas ranjang berhadapan dengan Donghae dan Sungmin.
"Apa?" Eunhyuk menatap kekasihnya dan Sungmin bergantian.
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, katakan?" desak Donghae.
Eunhyuk tampak berpikir. Ia berteriak frustrasi ketika Sungmin dan Donghae terus merengek untuk mengatakan apa yang ia sembunyinya.
"Oke aku akan mengatakannya. Dengar baik-baik ya" ucapnya. Sungmin dan Donghae saling melirik lalu mengangukan kepala.
"Eum.. sebenarnya" Eunhyuk menggigit kecil bibir bawahnya sembari menatap Sungmin. "Kau bukan type Kyuhyun untuk ia jadikan seorang kekasih"
"MWO?" Sungmin menganga hebat. Pemuda manis itu menatap Eunhyuk meminta penjelasan.
"Oke kau masuk type pacar yang di inginkan Kyuhyun dalam kategori tubuh mungil dan wajah manis tapi sebagiannya lagi tidak"
"Sebagiannya tidak? Apa saja sebagian itu?" mata Sungmin sudah memerah.
Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "itu.."
"Katakan saja Eunhyuk-ah" lirih Sungmin. Pemuda manis itu mencubit Donghae yang sempat mengejeknya 'Uljima. Dasar cengeng'.
"Sebagiannya itu, tidak banyak tingkah, tidak cerewet dan tidak bertindik apalagi sampai memakai anting-anting" cicit Eunhyuk. Donghae dan Eunhyuk kalang kabut ketika melihat Sungmin hendak menangis.
"Kenapa type pacar Kyuhyun seperti itu?" Sungmin mengusap matanya yang berair.
"Ya ya ya jangan menangis Sungmin-ah" Donghae menepuk mengusap bahu Sungmin.
"Benar Sungmin, kau jangan menangis dan jangan katakan pada Kyuhyun jika aku mengatakan ini. Kau masih ingin melihatku hidup bukan. Jadi jangan katakan apapun oke" cerocos Eunhyuk.
"Bukan kah dengan ini, kita mengetahui sesuatu" celetuk Donghae membuat Sungmin yang sedang menangis dan Eunhyuk yang sibuk menenangkan Sungmin berhenti, lalu menatap Donghae.
Donghae tersenyum. "Sungmin-ah kau sudah tahu bukan jika kau bukan type Kyuhyun. Jangan permasalahkan type Kyuhyun seperti apa, nyatanya dia kekasihmu sekarang"
"Jika Kyuhyun menyatakan cinta padaku, itu akan membenarkan ucapanmu Hae-yah. Tapi aku yang menyatakan cinta padanya. Mungkin saja Kyuhyun terpaksa menerimaku huwaaaa"
"Kau salah" sanggah Eunhyuk. "Waktu itu, Kyuhyun akan menyatakan cintanya padamu tapi kalah cepat darimu"
Melihat wajah tidak mengerti yang Sungmin tunjukan, Eunhyuk dan Donghae tersenyum. "Kau belum tahu artinya apa?" tanya Donghae.
Sungmin menggeleng. "Apa?"
Donghae menggeplak dahinya. Payah. "Itu artinya. Kyuhyun mencintaimu walau kau bukan type nya"
"Apa kata-katamu bisa di percaya?" Donghae menganguk. "Benarkah?" Sungmin melihat pada pasangan HaeHyuk yang menganggukan kepalanya. Sedetik kemudian mata Sungmin berbinar dan senyum mulai merekah di bibirnya. Namun tak lama Sungmin wajah Sungimn kembali cemberut. "Lalu kenapa Kyuhyun memintaku melepas anting-anting ini?" tanyanya.
"Entahlah. Kyuhyun pasti punya alasannya" kata Eunhyuk. "Kyuhyun bilang alasannya padamu?
Sungmin menganguk. "Katanya dia risih karena anting-anting ini selalu bergoyang ketika aku menggerakkan kepalaku"
"Alasan yang aneh. Aku yakin bukan itu alasannya. Jangan lupakan Kyuhyun punya gengsi yang besar" timpal Donghae.
Jeblak
MinHaeHyuk terperanjat ketika pintu kamar terbuka menampakkan sosok Kyuhyun yang menatap ketiganya datar.
"Aku sudah selesai mandi sedari tadi dan menunggu kalian bertiga di ruang tengah, kita jadi pergi tidak? Kalau tidak, aku akan tidur" ketus Kyuhyun.
"Oh, oke" jawab Donghae.
Kyuhyun mengerutkan dahinya. "Aku bukan setan, jadi jangan melihatku seperti melihat setan. Apa yang kalian lakukan sedari tadi? Mengobrol? membicarakan sesuatu?"
"Kami tidak membicarakanmu kok" seru Sungmin. Membuat Donghae dan Eunhyuk ingin menjitak pumkin satu itu.
oOo
"Ini" Sungmin mendongak ketika sebuah permen kapas Kyuhyun sodorkan padanya. "Kau menyukainya kan?" tanya Kyuhyun. "Makanlah"
Sungmin menerima permen kapas itu dalam diam. Ia berasa bersalah karena sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Kyuhyun. Sungmin melihat pada genggaman tangan mereka. Rasanya ia ingin menangis sekarang jika tidak mengingat kalau dia tengah berada di festival musim semi.
Kyuhyun yang tengah melihat-lihat berbagai stand menoleh kebelakang ketika Sungmin berhenti berjalan.
"Maaf" cicit Sungmin.
"Kau bicara apa? Kajja" Kyuhyun menarik Sungmin namun kekasihnya masih betah diam di tempat. Kyuhyun hendak protes namun terpotong ketika Sungmin malah memeluk tubuhnya.
"Maaf" ucap Sungmin lagi.
Kyuhyun tersenyum tipis. Hah! Ia memang sudah keterlaluan, melarang Sungmin untuk melepas anting-antingnya. Kyuhyun berpikir untuk mengalah dan tidak mengungkit itu lagi. Berencana malam ini ia akan minta maaf pada Sungmin eh, sekali lagi Sungmin mengambil start darinya.
Kyuhyun mengusap rambut Sungmin. "Aku juga minta maaf. Cha, aku tidak suka kau yang seperti ini. Kajja, katanya akan ada kembang api menyambut musim panas. Kau suka kembang api juga kan" Kyuhyun melepas pelukan Sungmin lalu menggandeng kekasihnya itu. Sungmin menganguk sembari tersenyum.
TBC
oOo
OMAKE
"Bisa tidak kepalamu diam sebentar?"
"Maaf" cicit Sungmin.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia melirik pada seorang gadis yang tampak tersenyum senang.
Dengan perlahan pemuda tampan itu berusaha melepas anting kekasihnya yang tersangkut. Kronologisnya, Sungmin tengah berlari menghampiri kedai es krim namun sayang, namja manis itu menambrak seorang gadis yang kebetulan memakai baru rajut dan sialnya anting Sungmin tersangkut.
Bagi gadis yang tertabrak Sungmin terlihat tidak keberatan. Bagaimana tidak, gadis itu malah menikmati ketika kepala Sungmin harus bersandar pada pundaknya. Berbeda dengan Kyuhyun yang ingin langsung mencabut paksa anting Sungmin dan menjauhkanya dari gadis itu namun Kyuhyun tidak setega itu pada kekasihnya.
Setelah perjuangan yang cukup panjang (?), akhirnya Sungmin bisa terlepas juga. "Maaf agashi" ucap Sungmin.
"Tidak apa-apa" kata gadis itu sembari tersenyum manis lalu meninggalkan KyuMin.
"Aku ingin es krim" teriak Sungmin, namja manis itu berlari menuju warung es krim tujuannya, meninggalkan sang kekasih yang menatapnya tidak percaya.
"Dasar. Ku pastikan kau membuka anting-antingmu" gerutu Kyuhyun sembari menyusul kekasihnya yang sudah mengantri.
.
.
.
Holla chapter 5 is up
Eotte?
Mian aku belum bisa sebutin satu2 chingudeul yang udah bersedia ninggalin jejaknya tapi sungguh aku makasih banget, jinja..
Jongmal gomawo chingudeul..
Saranghae
Mind to review again?
See next chapter
