Lost Memories
Chapter 2
A/N : Haloo.. ketemu lagi di Chapter 2 ^^ yak langsung saja, selamat menikmati
Disclaimer : Persona Series owned by Atlus
4 February, 2010
Minako merapikan catatannya ketika Junpei menghampiri mejanya.
"Mina – tan, mau makan ramen dulu sebelum pulang?"
"mauu.. tapi kau yang bayar" sambut Minako menyeringai
"hei, aku tidak bilang akan mentraktirmu"
"kenapa tidak? Kau tega sekali Junpei membiarkan seorang gadis membayar makanannya sendiri" rengek Minako, Junpei mengerang kalah
"baiklah..tapi kali ini saja"
"kau memang sahabat baikku Junpei - kun" ucap Minako riang, Junpei menyeringai
"kurasa dompetku semakin tipis kalau terus mengajakmu"
"sejak awal memang tidak banyak isinya"
"hei, itu menyinggungku" sergah Junpei, Minako tertawa kecil. Junpei diam – diam merasa lega, beberapa hari ini Minako seperti kurang bersemangat dan kelelahan, ia sering melihat gadis itu mati – matian menjaga matanya tetap terbuka sepanjang pelajaran.
Di restoran Hagakure, Minako dan Junpei memesan ramen special, ditambah gyoza untuk Minako.
"kalau kau makan sebanyak itu, kau bisa tambah gendut saat umurmu 30 tahun nanti" goda Junpei, Minako merenggut kecil
"tutup mulut, Stupei"
"hohoho.. jadi kau pernah memikirkannya?" goda Junpei, Minako menatapnya dengan muka polos
"apa boleh buat, ramen di sini enak sekali lagipula kau akan menyesal kalau tidak mencicipi gyoza ini seumur hidupmu" ucap Minako menyeringai, Junpei memutar bola matanya, sekilas ia mendengar suara Minako bergetar tapi langsung ditepisnya.
"karena kau menawariku, jangan marah kalau kuambil satu"
"pesan untuk dirimu sendiri, stupei"
"sudah kukatakan berkali – kali, jangan buat nama panggilan itu permanen... sial, Yuka-tan..." keluh Junpei, Minako tersenyum lalu kembali menyantap ramennya.
Junpei's POV
Aku memperhatikan gadis di sampingku sambil menikmati ramen, wajahnya lebih pucat dari biasanya meski ia sendiri mengatakan kalau ia tidak sakit. Menurut Yuka – tan, Minako jarang turun untuk makan malam, biasanya ia langsung ke kamarnya dan turun paginya untuk pergi ke sekolah.
"hei, kalau kau ada masalah, kau bisa mengatakannya padaku" Minako menatapku heran
"ada apa tiba – tiba? Semua baik – baik saja" jawabnya ringan
"uhm, yah... maksudku, aku hanya ingin kau tahu kalau kau bisa menceritakan apapun padaku, bukankah itu yang namanya sahabat?" aku tertawa gugup, sial, apa sih yang kukatakan? Seperti kalimat konyol dari drama murahan. Minako tertawa kecil.
"Junpei-kun, kau ingat waktu ada yang diam – diam memotretku di Gym?" tanya Minako, aku mengangguk, bukan kenangan yang menyenangkan sebenarnya mengingat aku mendapat satu pukulan dari pelakunya.
"kau tahu, sejak itu aku selalu mengandalkanmu...kau orang yang menyenangkan meski sedikit kekanakan" ucap Minako dengan senyuman khasnya. Aku bisa merasakan pipiku memanas
"hehehe.. itulah aku, tapi kekanakannya tidak perlu disebut" Minako tertawa kecil lagi lalu menyeruput kuah ramennya.
"ahh... sudah, hentikan pembicaraan ini...membuatku depresi" ucapku menyudahi percakapan yang memalukan itu
"kau yang memulainya bukan?"
"ya,ya... aku yang memulai, aku yang salah.. kenapa rasanya seperti keluar kandang singa lalu masuk ke kandang buaya" keluhku, Minako hanya tersenyum.
"kau mau menghabiskan itu atau tidak? Aku masih bisa kalau kau bertanya" Minako menunjuk mangkuk ramenku
"akan kuhabiskan...akan kuhabiskan..." balasku menyeruput kuah ramen
Minako memandangku lekat, mata merah rubynya seperti ingin menembus pikiranku, aku nyaris tersedak kuah ramen ketika ingin bertanya, Minako hanya menyeringai lalu mengajakku kembali ke asrama.
End of POV
Fuuka mengangkat wajahnya dari laptop ketika mendengar pintu dibuka.
"selamat datang, Minako-chan, Iori-kun"
"kami pulang~" balas Junpei, Minako mengangguk sambil melepas sepatunya.
"ah..um.. Minako-chan..." Fuuka mengigit bibirnya gugup, Minako menghampirinya setelah menulis daftar hadir asrama.
"ada apa Fuuka?"
"aku menemukan resep ini di internet, kalau kau tidak keberatan mungkin kita bisa membuatnya di klub memasak... tapi aku tidak mau memaksa..." Minako memperhatikan resep di layar laptop Fuuka.
"tentu saja, kurasa kita bisa membuatnya bersama" ucap Minako, Fuuka mengangguk
"kurasa kita bisa membuatnya sabtu ini, kalau kau tidak keberatan"
"tentu saja.." Minako menutup mulutnya, menyembunyikan kuapan
"sepertinya kau kelelahan, Minako – chan... aku juga akan kembali ke kamarku" ucap Fuuka menutup laptopnya, di lounge memang hanya ada mereka berdua. Junpei sudah kembali ke kamarnya sejak tadi. Mereka naik ke lantai 3 bersama.
"baiklah, selamat malam Fuuka "
"selamat malam Minako – chan" balas Fuuka sebelum menutup pintu kamarnya.
A/N : Chapter 2 finish.. ada hint sedikit buat chapter 3 hehe.. Read and Review Please :D
