Lost Memories
Chapter 4
Disclaimer : Persona Series Owned By Atlus
8 February, 2010
Minako merapikan berkas di tangannya lalu memeriksanya sekali lagi, memastikan tidak ada yang hilang atau terselip sebelum memasukannya ke dalam lemari arsip. Pintu ruang OSIS terbuka, wanita berambut merah marun masuk dengan tas di satu tangan "Arisato, kau masih di sini?"
"ah, Mitsuru – senpai, ada beberapa berkas yang harus dirapikan, aku baru saja selesai"
"terima kasih atas kerja kerasmu, aku merasa terbantu sejak kau menjadi angota OSIS" ucap Mitsuru tersenyum, Minako menyeringai
"bagaimana kalau kita pulang bersama senpai? Mungkin kita bisa makan di suatu tempat"
"ide bagus, hari lebih cepat gelap terutama di musim dingin ini, pulang bersama tentunya lebih aman" ucap Mitsuru setuju, Minako menyambar tasnya lalu mengikuti Mitsuru keluar. Mereka berjalan keluar sekolah dalam diam, Mitsuru menganggukan kepala untuk menyapa penjaga sekolah ketika mereka melewati gerbang. Minako menaikan syalnya hingga menutupi hidung, angin dingin berhembus ringan di telinganya.
"hari ini dingin sekali, mungkin akan turun salju lagi" ucap Minako
"ya, mungkin saja, itu akan menjadi salju terakhir tahun ini" lanjut Mitsuru, Minako memandang ke arah langit sesaat
"salju terakhri..." gumam Minako lalu menggelengkan kepala
"senpai, sebaiknya kita makan di mana? Hagakure? Wakatsu?" tanya Minako ceria, Mitsuru nampak ragu.
"sebenarnya aku ingin mengunjungi suatu tempat bersamamu kalau kau tidak keberatan" Minako mengangkat alisnya lalu mengikuti Mitsuru ke toko kue di Iwatodai. Satu jam berikutnya, Minako sudah berada di kamar Mitsuru, duduk di sofa dengan secangkir teh hangat di tangannya dan kue strawberry kesukaannya di atas meja. Mitsuru menuang teh ke cangkirnya sendiri lalu duduk di samping Minako.
"Senpai?"
"Salah satu kolega Kirijo Grup memberikan teh ini sebagai hadiah beberapa waktu lalu, aroma dan rasanya menarik jadi aku ingin kau juga mencobanya" Minako mengangguk menanggapi penjelasan Mitsuru, meski bukan pertama kalinya Minako mengunjungi kamar Mitsuru. Minako tertawa kecil
"tidak setiap hari aku bisa merasakan teh yang dibuat langsung oleh nona Kirijo. Hmm... aromanya memang unik" Minako menyeruput teh perlahan, menikmati aroma dan rasanya.
"aku senang kau menikmatinya, Arisato" ucap Mitsuru tersenyum kecil.
Mitsuru's POV
"apa ada yang lain, Mitsuru senpai? Kau sepertinya ingin mengatakan sesuatu" ucapan Minako sedikit mengejutkanku, dia selalu peka terhadap orang lain.
"sebenarnya aku sudah mengundang Takeba, tapi sepertinya hari ini dia sibuk dengan kegiatan klubnya"
"ya, kudengar Yukari menjadi kandidat ketua klub" ucap Minako.
"aku juga mendengar kalau kau menjadi kandidat ketua klub tenis, Iwasaki mengatakan kalau kau lebih pantas darinya"
"ah, tidak, Rio jauh lebih baik dariku lagipula sudah lama aku tidak ikut latihan" suara Minako terdengar sedih dan matanya memandang jauh.
"aku percaya kau akan menjadi pemimpin yang baik, Arisato" aku tidak tahu mengapa kalimat itu keluar dari mulutku, sekedar lebih dari menghibur, aku benar – benar mempercayainya. Minako tersenyum mendengarnya
"kurasa karena aku memiliki senpai yang tegas dan cantik untuk menjadi panutan dalam memimpin. Kau pemimpin yang hebat Mitsuru senpai, tidak ada yang meragukan kemampuanmu" Minako menatapku lekat, aku ikut tersenyum
"aku menganggap itu sebagai pujian, Arisato" aku mengingat saat aku ingin lari dari tanggungjawabku sebagai pewaris Grup Kirijo, dari diriku sendiri. Seketika aku merasa seperti melupakan sesuatu yang penting, sesuatu yang berharga tetapi aku tidak bisa mengingatnya.
"Senpai, kalau udara sudah lebih hangat, bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat dengan motor? Pasti menyenangkan" Minako menyeringai kecil ketika mengatakannya, aku mengangguk
"tentu, aku belum mencoba mengendarainya setelah diperbaiki, kurasa itu akan menjadi yang pertama"
"aku menantikannya, Senpai. Oh, ya, kurasa tidak baik mendiamkan kue – kue ini terlalu lama, bagaimana kalau kita makan sekarang?" aku tertawa kecil, salah satu hal yang membuatku iri adalah Minako selalu semangat kalau berhubungan dengan makanan dan tidak pernah mengkhawatirkan berat badannya. Aku mengambil kue Tiramisu dan menikmati setiap suapnya.
End of POV
A/N : Well.. Finally got update, enjoy reading :D
