Chapter 4

Berawal dari sebuah "Comment War". Apa yang akan terjadi selanjutnya?

"Hidan?"

"Kyuubi?"

"Hidan? Kenapa kau disini?"

"Memang salah, jika Dosen datang ke Universitas tempat ia bekerja?"

"APAAA?"

Disclaimer : Ok deh, Nyerah! Naruto itu punya dia *Nunjuk Om Masashi Kishimoto* dan Sang Pemilik Facebook, Om Mark Zuckerberg. *Tapi tetep aja, mereka itu Om saya *Author digantung di pohon toge

Rated : M *Huuuaaaaa.. Nistanyaaaa dirikuuu.. Baru junior udah bikin yang Rate M segala.. u,u*

Genre : Romance/Humor.. Dan mungkin sedikit Drama

Warning : OOC, Gaje, Typo *Buanyakk?*, BoyXBoy, Yaoi, Alur Gak Jelas, EYD yang patut dipertanyakan *Sudah pasti*. Like it? Read It. Hate it? Udahlah Read it Aja! *Masih Maksa

Pairing : SasuNaru, ItaKyuu, ItaDei, HidanKyuu

A/N : Huffftt.. Sedikit kecewa karena Chapter sebelumnya, Viewsnya cuma sedikit.. cuma mentok nyampe 400+ views.. Padahal chapter 1 viewsnya tuh nyampe 1000+ trus chapter 2 turun jadi 600+.. Sekali lagi maaf jika Fic ini benar-benar mengecewakan dan gak jelas buat kalian.. Sekali lagi maaf.. u,u Ya sudahlah.. Sebelum kita lanjutin Ficnya lebih baik kita bales Review dari para Readers yang Mind cintai yuk.. *Readers muntah darah

Subaru Abe : Mamaaaa.. Aku dikatain mesumm.. Aku kan bukan mesum, cuma nista tingkat akut aja.. wkwkwk.. Iya, ini udah naik rate kok.. Terima kasih atas sarannya. Emang Chapter kemaren masih ada yang salah dengan huruf besar kecil yah? Author akan coba memperbaikinya di Chapter ini.. n,n

Ika : Iya, ini udah dinaikin Ratenya.. silahkan dinikmati

lavenderchan : Emang masih kurang panjang? hehehe

jieichiai : hihihi.. Kyuubi OOC sekali disini ya? Maaf ya! Kalo gak lemah nanti gak jadi diperkosa dong ama orang ituu.. Terus kapan ketemu Hidannya? hehehe

Uzumaki Prince Dobe-Nii : hehehe.. ini udah naik rating kok, silahkan dinikmati.. terimakasih sudah jadi Reader setiaku.. *kecup basah *ditampol uzumaki

Arum Junnie : Di chapter ini Sasunaru muncul lagi kok..

7D : Udah nunggu2 momen ItaKyuunya ya? hehehe.. Disini dibahas sedikit tentang ItaKyuu, ItaDei sama HidanKyuu kok.. *borong hehehe

puchan : Di chapter ini, Sasunarunya muncul lagi, silahkan dinikmati.. n,n

kkhukhukhukhudattebayo : Iya, sudah naik rating nih.. hehehe.. Maaf chapter kemaren gak ada Sasunarunya, disini ada lagi kok.. hehehe Kyuubi sangat OOC ya? Maaf *Nunduk

TheBrownEyes'129 : sippp.. n,n

NekoTama-1110 : Tepatnya sih wordnya 2.971 .. tapi itu udah hampir 3k kan? *ngeles* Masih banyak kesalahan ya? Maaf *Nunduk* Kayaknya jari saya gatel kalo gak neken tombol Capslock *alesan gak nyambung*.. Keep reading and review n,n

yunaucii : sippp.. Update kilat? Kalo author mampu ya..

Kirika No Karin : Disini Hidan jadi Seme.. di chapter ini Sasunarunya ada lagi kok.. Itachi? OOC? emang iya? hehehe

kagurra amaya : Kyuubi OOC ya? Maaf ya *Nunduk* kayaknya otak kita berdua deh yang pervert (?) BTW.. Brother complex itu apa sih?

sylenaria : terima kasih sudah mengatakan kalo fic ini keren.. Mind jadi seneng kalo ada yang suka ama Fic ini.. Kurang panjang? Author usahain deh di Fic selanjutnya.. n,n

Achiez : Gak suka yah? Maaf.. Mind emang suka iseng dan mencoba sesuatu yang baru.. Pairnya gak jelas? Maaf *Nunduk* .. di chapter ini Sasunarunya muncul lagi kok.. silahkan dibaca

ViP69 : Aihhh.. *gubrak* baru dateng udah minta update cepet.. Author usahain deh ya.. NC itu apa ya?

Cuma segini yang nge-review? KURANG BANYAKKKK.. *banting laptop* Ya udahlah.. Silahkan dinikmati chapter ini.. *tebar bunga*

Enjoy It~~~~~~~

Comment War!

By : In My Bla-Bla Mind


Matahari memang baru terbit. Tetapi itu tak menyurutkan semangat seseorang laki-laki yang berjalan membelah kabut yang masih bertebaran disana-sini. Dia berjalan dengan langkah yang menunjukan kegembiraan dan lompatan-lomapatan kecil yang dilakukan sesekali. Sepertinya Orang itu sedang sangat bahagia saat ini. Ia menghentikan langkahnya disebuah Rumah lalu membuka Pintu Pagar dan masuk kedalamnya.

"Aku Pulang!"

"Hm, Kak Kyuu? Kau sudah pulang?" Ujar seseorang Berambut Pirang dari dalam Dapur

"Iya, Naruto" Kata Kyuubi sambil meletakan sepatunya ke rak sepatu dan melangkahkan kakinya yang masih berbalut kaus kaki ke dapur dimana Naruto berada.

"Kak Kyuu, Darimana saja kau? Pagi-pagi gini baru pulang." Ujar Naruto sambil memasukan beberapa sendok bubuk kopi kedalam sebuah cangkir. Sedangkan yang dijadikan objek pertanyaannya sedang membongkar Isi Kulkas dan mengeluarkan beberapa butir telur dan sayur-sayuran

"Tentu saja dari Universitas Konoha, Bodoh. Darimana lagi?" Ujar Kyuubi sambil menata telur dan sayur-sayurannya di atas meja makan.

"Kau baru pulang Pagi ini? Bukankah kau bilang bahwa kau akan berangkat Kemarin Sore?" Kata Naruto sambil mengaduk-aduk Cangkirnya yang mengeluarkan uap panas.

"Yap. Aku memang berangkat kemarin sore. Tetapi, Kau kira masuk Universitas itu mudah? Aku kan harus mengurus ini, mengurus itu. Ya, akhirnya aku selesai saat tengah malam. Daripada aku pulang malam-malam. Lebih baik aku minta izin menginap saja di sana." Kata Kyuubi sambil mencuci sayur-sayuran dan memecahkan telur dan mengeluarkan isinya pada sebuah mangkok. Dalam hati Kyuubi melanjutkan "Aku kan gak mau kejadian Penge-rape-an itu terulang"

"Oh.." Kata Naruto sambil membulatkan bibirnya. Ia menyesap sedikit seduhan Kopi dari cangkirnya. Kyuubi memperhatikan Adiknya. Beda sekali dengannya yang ceria ini, Naruto seperti terlihat kelelahan dan lingkaran hitam bertengger di bawah mata birunya yang terlihat agak redup.

"Kau sakit, Naruto?" Tanya Kyuubi sambil memotong-motong sayuran dan mencampurkan potongan sayuran tersebut kedalam adonan telur.

"Emm, Tidak. Aku hanya kurang tidur." Kata Naruto sambil melanjutkan meminum kopinya.

"Kau mimpi buruk?"

"Emm.. Tidak, Aku hanya memikirkan sesuatu." Naruto memperhatikan Kopinya yang tinggal setengah. Dia ingin sekali bercerita kepada Kakaknya tentang 'Tantangan OnyxNight Eyes' yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman itu. Tapi... Rasanya aneh saja.. Tidak mungkin kau Berteriak didepan Kakakmu sambil Berkata 'Kakak, Ada seseorang yang meminta foto Kemaluanku! Apa kakak tidak mau membantuku? Minimal membantuku memfotonya mungkin?'. Naruto sedikit mengerang sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah sangat berantakan itu. Naruto memang belum mengirim foto Kejantanannya ke Si Onyx itu. Lagian siapa yang mau mengirim foto Kejantanannya kepada orang yang Tidak Normal seperti dia.

"Pantas saja kau bangun lebih awal. Ternyata kau memang tidak tidur. Biasanya kan kau selalu Terlambat dan susah untuk bangun." Kata Kyuubi sambil menuangkan sedikit adonan telur kedalam wajan. Naruto hanya memanyunkan bibirnya sedikit mendengar perkataan kakaknya.

"Kakak sendiri kenapa semangat sekali hari ini?" Kata Naruto sambil menghabiskan sisa kopinya.

"Karena aku diterima di Universitas itu, Naruto. Setelah mereka melihat-lihat Berkasku dan Tahu bahwa aku dari Harvard University. Mereka langsung menerimaku, Naruto." Kata Kyuubi sambil membalikan Adonan telur diwajannya.

"Ternyata hanya karena itu" Kata Naruto sambil meletakan cangkir kosongnya di meja makan lalu berjalan ke kamar mandi. Kyuubi meletakan Telur yang sudah matang ke piring dan mengalihkan pandanganya ke punggung Naruto yang mulai menjauh.

"Selain itu.. Ada Dosen yang lumayan keren disana, Naruto"

.

.

.

Naruto keluar dari Kamar Mandi dengan lilitan Bathrobe di tubuhnya. Menutupi kulit tan yang basah karena terkena air dan mengeluarkan uap yang beraroma lemon ke seluruh pelosok ruangan. Tiba-Tiba Kyuubi sudah berada di depan pintu kamar mandi dan menatapnya tajam.

"Kau mandi atau tidur sih, Naruto? Aku itu harus ke Konoha University sekarang, Bodoh!"

"Kau sudah mulai belajar, Kak Kyuu? Cepat sekali!"

"Tanya saja sama Dosen-dosen disana.. Minggir!" Kata Kyuubi kepada Naruto yang masih menghalangi pintu masuk Kamar Mandi.

Naruto hanya Minggir dan Mengeleng-gelengkan Kepalanya


*Tap, Tap Tap*

"Hosh, hoshh.."

"Maaf, Iruka-sensei.. Aku terlambat.. Aku akan mengulanginya lagi.."

"Naruto, Naruto.. Mungkin saat Kiamat baru kau tak akan terlambat" Kata Guru Iruka yang sekarang sedang menatap Naruto yang sedang membungkukan badannya berulang-ulang. Sebenarnya Naruto berangkat kesekolah cukup pagi, Tapi karena ia mengantuk *tentu saja karena tidak tidur semalaman* ia ketiduran di Bis dan akhirnya bus tersebut melewati sekolahnya begitu saja.. Jadilah Naruto harus berlari menuju kesekolahnya lagi..

"Duduk"

"Terima kasih, Iruka-sensei" Ujar Naruto sambil berlalu mendekati tempat duduknya di sebelah Sasuke yang sedang membaca buku tebal berjudul 'FISIKA KUANTUM'. Naruto langsung duduk di tempat duduknya dan langsung melipat tangannya di meja dan meletakan kepalanya di atasnya. Entah kenapa, Kepalanya terasa sedikit berat. Mungkin karena menahan kantuk yang menyerangnya secara membabi buta.

"Mungkin memejamkan mata sebentar bisa membuatku lebih baik." Kata Naruto.

Sedangkan Sasuke melihat orang berambut pirang disebelahnya dengan tatapan bingung.

"Biasanya ia selalu bersemangat dan cerewet. Kenapa dia berubah jadi lemas dan pendiam begitu yah?" Pikir Sasuke. Ia mengoyangkan Tangan Naruto sedikit. Tetapi makhluk pirang ini malah makin mengeraskan dengkurannya. Untung saja tidak terlalu keras untuk terdengar oleh Iruka-sensei. Sasuke makin bingung, Sedangkan Iruka-sensei mulai menyadari bahwa ada suara dengkuran dikelas tersebut. Sasuke takut kalau Iruak-sensei tahu kalau Naruto tidur, Dia akan menyuruh Naruto keluar kelas, Kan Sasuke jadi tidak bisa melihat Dobenya.. *Eh apa? Dobenya?* Tetapi akhirnya Sasuke punya ide. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto.

"Dobe, Bangun.. Hufttt" Bisik Sasuke sambil meniupkan Udara hangat ke Telinga Naruto. Naruto membuka Matanya sedikit dan mendapati Sasuke berada didepan mukanya. Naruto pun terlonjak kaget dan berdiri dari kursinya sambil menunjukan telunjuknya ke arah Sasuke dengan Horor.

"T-TEME, A-Apa Yang K-Kau Lakukan?"

Iruka dan seluruh siswa yang berada di kelas tersebut menoleh ke arah Naruto yang berdiri di tengah kelas *LAGI?*

"Naruto.." Ujar Iruka dengan lembut

"Iya, Iruka-sensei" Naruto sepertinya sudah tahu apa kelanjutannya..

"BISAKAH KAU DIAM SAAT PELAJARANKU BERLANGSUNGGG?"

*Gulp* Naruto menelan ludahnya sendiri.. Entah kenapa ia seperti pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya.


"Ayo, Dobe. Sekarang pelajaran Guy-sensei.. Kau harus ganti baju olahraga." Ujar Sasuke kepada Naruto yang masih Tertidur di mejanya.

"Huhhh.. Aku lelah, Teme. Kau kira mengepel koridor itu tidak melelahkan, Hah?" Kata Naruto masih dengan kepala yang diletakkan di atas meja.

"Terserah kau saja" Kata Sasuke sambil berjalan menuju pintu kelas, Tetapi sebelum Sasuke keluar kelas Guru Guy sudah berada didepan kelas.

"Mana Naruto?" Kata Guru Guy sambil menunjukan cengiran khasnya. Sasuke hanya menolehkan mukanya ke Naruto yang mungkin sekarang sudah tertidur lelap lalu melanjutkan perjalanannya ke Ruang ganti pakaian. Dari luar kelas sayup-sayup Sasuke mendengar.

"NARUTOOOO...! MANAAA SEMANGATT MASA MUDAMUUUUU?" dan bunyi 'GUBRAK' yang lumayan keras

.

.

.

Naruto berjalan dikoridor sambil menenteng seragam olahraganya dengan lemas.

"Hufftt.. Ingin tidur sebentar aja susah banget sih!" Kata Naruto sambil menghela nafasnya. Naruto terus melangkah sambil menepuk-nepuk pipinya agar tidak tertidur. Lalu Naruto memasuki sebuah ruangan bertuliskan 'KAMAR GANTI PRIA'.. Pemandangan didalamnya sungguh biasa, Loker-loker yang biasa digunakan untuk menyimpan sepatu olahraga dan peralatan lainnya, Lalu ditengahnya terdapat dua buah bangku panjang dan di sudut ruangan terdapat bilik kecil untuk membersihkan diri setelah olahraga. Naruto mendudukan dirinya ke bangku panjang tersebut, Lalu membaringkan dirinya. Tiba-tiba sebuah suara baritone menginstrupsikannya

"Dobe?" Naruto menoleh ke asal suara tersebut dan sedikit terkejut akan pemandangan yang ditangkap matanya. Sasuke yang sedang berganti baju, dengan santainya bertop-less ria di depan matanya. Tanpa sadar, Naruto memandangi Sasuke dengan mulut ternganga.

"Kau sampai lupa berkedip, Dobe" Kata Sasuke sambil mendekati Naruto yang masih berbaring dibangku panjang tersebut.

"Men-menjauh, Te-teme" Kata Naruto tergagap sambil berusaha bangun. Tapi Sasuke dengan cepat menahannya dan mendorongnya agar berbaring kembali. Sekarang Naruto berada di bawah Sasuke dengan posisi yang benar-benar membuat Author curiga dan mempersiapkan kamera.

"Kau suka tubuhku, Dobe?"

"Ti-tidak, Baka Teme! Le-lepaskan aku!"

"Benarkah?"

"Huhh.. Tubuh kurus kering seperti itu mana ada yang mau!" Kata Naruto sambil mengarahkan pandangannya ke objek lain. Setidaknya tidak menatap mata Onyx dan seringaiannya itu. Tapi Sasuke malah terus mendekatkan Dadanya ke tubuh Naruto dan mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto

"Benarkahhh?" Kata Sasuke sambil menghembuskan nafasnya ke telinga Naruto. Naruto mengeliat kegelian Karenanya.

"Te-Teme, MINGGIR!" Kata Sasuke sambil memberontak dan berusaha untuk melayangkan pukulannya ke arah wajah Sasuke. Tetapi Sasuke berhasil menangkap lengan Naruto dan mencengkram erat tangan Naruto sehingga Naruto tidak bisa bergerak Karenanya. Naruto terus memberonta hingga suara langkah terdengar mendekati Ruangan itu. Sasuke langsung bangkit dari atas tubuh Naruto. Lalu seseorang laki-laki dengan tatto ai di dahinya berkata

"Kalian ini, berganti baju aja lama banget. Guy-sensei sudah menunggu kalian, Cepat!" Katanya.

"Baiklah, Gaara. Aku akan cepat berganti bajunya." Kata Naruto sambil memicingkan matanya ke Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya menggerutu didalam hatinya.

"Gagal sudah untuk menikmati Dobeku ini"

.

.

.

*Drap, Drap, Drap*

Bunyi derap kaki dan pantulan bola basket memenuhi lapangan Konoha High School saat ini. Hingga akhirnya seseorang berpakaian serba hijau meniup peluit.

*Prittttttttt*

"Baiklah Anak-anak, sekarang kita akan bertanding bola basket. Kita bagi menjadi dua kelompok" Kata guru tersebut.

"Baik, Guy-sensei" Kata Murid-murid serempak. Beberapa menit kemudian terbentuklah dua kelompok dengan Naruto dan Sasuke berada di kelompok satu.

"Baiklah kita mulai!"

*Prittttttttt*

Sasuke sebagai kapten tim dengan mudah menguasai bola. Tetapi Kapten tim musuh yaitu Neji dan Rock lee tidak tinggal diam, Ia maju dan menghadang Sasuke yang sudah berhasil masuk ke Area tim lawan. Neji dan Rock lee tidak memberikan kesempatan sedikit pun untuk Sasuke bergerak.

"Bagaimana ini! Aku bisa terkena pelanggaran jika begini terus." Pikir Sasuke. Tiba-tiba ia melihat Naruto dari kejauhan. Sasuke sedikit menyeringai, dengan sedikit gerakan shooting ia mengecoh Neji dan Rock lee. Sasuke langsung melakukan over head passing ke Naruto.

"Dobeee.. ambil.."

"Hah? Apa?" Kata Naruto dengan tampang bodohnya plus ngantuknya*Emang bener-bener Dobe nih orang* *Ditumpuk shuriken ama Naru*, Tidak sadar bahwa bola basket sedang mengarah padanya

*BUKKKK*

"Naruto?"

"Naru..."

"Na..."

"..."


Kyuubi menyerahkan Kertas yang diberi oleh Kepala Universitas Konoha yang Ia bahkan sudah lupa namanya itu kepada Hidan, Eh.. Maksudnya Hidan-sensei

"Silahkan kenalkan dirimu didepan kelas, Kyuubi" Kata Hidan. Kyuubi hanya mengangguk mantap sambil memasuki ruang kelas.

"Namaku Namikaze Kyuubi. Mohon bantuannya" Kata Kyuubi sambil mengedarkan pandangannya ke Ruang yang akan ia tempati untuk belajar nanti.

"Baiklah, Kyuubi.. Silahkan duduk" Kata Hidan sambil melanjutkan Pelajaran yang sempat tertunda itu. Kyuubi mendudukan dirinya ke Sebuah bangku paling depan yang kosong. Ia mengeluarkan beberapa buku tulis dan meletakkannya di atas meja lalu menatap papan tulis didepannya. Atau bisa di katakan Kyuubi menatap Hidan yang ada didepannya? Kyuubi benar-benar tidak konsentrasi dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Pandangannya benar-benar teralihkan dengan guru didepannya. Rasanya mulut Hidan yang berbusa menerangkan materi pelajaran menjadi merdu mendayu-dayu di telingannya. *ini lebay banget* Dan tentu saja ciri khas Hidan yang selalu membuka dua kancing teratas jasnya sehingga menampakkan dada bidang dan putih halusnya yang membuat Kyuubi selalu ngiler pengen menyentuhnya.

"Ah, sudahlah, Kyuubi" Kata Kyuubi kepada dirinya sendiri, sambil melanjutkan memandang ''keajaiban dunia ke-8' yang berada didepannya


Itachi berjalan di lorong Harvard University dengan santai. Terkadang ia menoleh kekanan dan kekiri untuk memastikan bahwa tidak ada...

"Itachi sayangg~" Suara cempreng plus suara derap langkah mendekatinya.

"Hn?" Kata Itachi tanpa menoleh, Ia sudah tahu siapa yang memiliki suara tersebut.

"Aku duduk bersamamu lagi ya?" Kata Orang tersebut sambil merangkul lengan Itachi.

"Terserah kau, Deidara" Kata Itachi datar. Sedangkan Orang berambut pirang panjang disebelahnya hanya mengelayut manja di lengannya.

.

.

.

Itachi melihat bayangan dirinya di Kaca Jendela disebelahnya. Tak menghiraukan Dosen yang berada di depan kelas yang sedang menjelaskan materinya. Ia terus menatap keluar hingga pikirannya melayang mengingat seseorang. Kyuubi mengerakkan bibirnya yang sedikit bergetar.

"Sedang apa kau disana, Kyuubi? Tunggu aku ya.. Jangan pernah kau berpaling dariku, Kyuu. Jangan pernah..."

"Kau dari tidak mencatat materi ini, Itachi? Apa kau sedang tidak sehat?" Kata Deidara dengan cemas

"Hn.." Kata itachi dengan malas. Ia paling tidak suka jika diganggu saat-saat pribadinya.

"Kau tidak sedang memikirkan orang itu kan?" Kata Deidara sambil mengangkat alisnya heran. Tetapi yang dijadikan objek pertanyaannya hanya diam dan kembali melanjutkan menatap keluar jendela. Deidara tidak sabar dengan Itachi yang selalu mengabaikannya. Ia menarik lengan Itachi sehingga Itachi menoleh dan menatap matanya.

"Dia sudah pergi, Itachi. Dia sudah tidak menyayangimu lagi. Dia bukan kekasihmu lagi. Aku, Itachi.. Aku yang sekarang menjadi kekasihmu" Ujar Deidara dengan volume yang lumayan keras. Bahkan Dosen didepannya sempat menghentikan kegiatannya untuk menulis materi di papan tulis. Itachi menatap Deidara dengan pandangan tajam. Ia meluncurkan sebuah kalimat dengan suara yang menusuk.

"Kaulah yang membuat Kyuubi pergi, Deidara!"

~FlashBack~

"Itachiii~"

"Hn?"

"Mau ke rumahku tidak?"

"Untuk apa?"

"Mmm.. Membantuku mengerjakan tugas"

Itachi menatap Kyuubi yang duduk disebelahnya dengan tatapan bertanya. Kyuubi hanya melemparkan senyumannya dan mengangguk

"Baiklah, Deidara. Aku akan ke rumahmu bersama Rubah manisku" Kata Itachi sambil menepuk-nepuk kepala Kyuubi. Sedangkan Deidara hanya menatap mereka berdua dengan tatapan tidak senang.

"Tetapi aku harus memasak makanan untuk Naruto dulu.. Jadi Itachi pergi saja dulu ke rumah Deidara nanti aku menyusul" Kata Kyuubi yang sekarang membuat Deidara menyeringai.

.

.

.

"Silahkan duduk saja dulu, Itachi. Anggap saja rumah sendiri. Tapi ini tetep rumah saya! Aku akan mengambil beberapa buku" Kata Deidara sambil masuk kekamarnya. Itachi mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang tamu ini. Terlihat sekali bahwa Arsitekturnya ingin menyisipkan gaya Eropa Kuno di ruangannya. Lukisan bergaya Dinamis yang disominasi warna hitam dan emas tersemat di sudut dinding kanan. Sedangkan lemari penuh dengan miniatur-miniatur bangunan di Eropa, ada di sisi lainnya. Sofa-sofanya yang di penuhi dengan warna coklat terletak ditengahnya.

"Lumayan" Kata Itachi sambil terus mengamati setiap sudut ruangan.

"Ini dia" Kata Deidara meletakan setumpuk buku di atas meja.

"Ini tidak kurang banyak?" Kata Itachi sambil menatap buku yang mengunung didepannya.

"Kalau mau, Masih ada beberapa tugas yang belum ku kerjakan. Mau ku ambil?"

"Oh, Tidak.. Terima kasih" Kata Itachi sambil berusaha menyembunyikan perempatan di dahinya. Semoga saja Kyuubi cepat menyusulnya.

"Itachi, mau minum apa?" Kata Deidara sambil tersenyum penuh kelicikan.

"Terserah"

"Baiklah, Tunggu disini"

Deidara melangkahkan kakinya ke Dapur. Ia mengambil gelas dan berjalan menuju kulkas. Ia menuangkan sedikit sirup dan mencampurkan dengan air dan memberi beberapa es BALOK.. Eh, maksud author.. es batu (u,u).. Ia menaruhnya di nampan. Tetapi sebelum ia membawa sirup tersebut keluar dapur. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya. Ia meneteskan sedikit ke Minuman tersebut dan mengaduknya. Ia lalu membawa minumannya ke ruang tamu dan meletaknya di atas meja.

"Silahkan diminum" Kata Deidara sambil tersenyum. Itachi lalu meraih gelasnya dan meneguknya sedikit.

"Bagaimana?" Tanya Deidara antusias

"Bagaimana apanya..." Sebelum Itachi sempat menyelesaikan perkataannya. Ia memegang dadanya sesak, Entah kenapa Jantungnya bekerja lebih keras dari sebelumnya, Bahkan mungkin mukanya sudah memerah karena aliran darah.. Ia merasa pandangannya berkabut dan kabur.

"Ahhh.. Ada apa ini?" Kata Itachi sambil terus memegangi dadanya

"Kau tidak tahu, Itachi ku sayang?" Kata Deidara mendekati Itachi. Ia mengeluarkan botol kecil dari sakunya dan melambaikannya di depan muka Itachi.

"Ini Obat Perangsang sayang" Kata Deidara sambil berlutut di depan muka Itachi. Ia mendekatkan Mukanya ke Muka Itachi yang sudah sangat merah. Ia dapat merasakan hembusan nafas Itachi yang bertambah cepat. Ia mencium Itachi dengan lembut, sedangkan Itachi hanya berdiam sambil berusaha menahan dirinya.

"Jangan ditahan, Sayang.. Lepaskan saja.." Bisik Deidara di telinga Itachi. Tangan kanannya mulai membelai dada Itachi sedangkan tangan kirinya mengelus kejantanan Itachi yang sudah menegang. Itachi yang sedang terpengaruh dengan 'obat' tersebut langsung mendorong tubuh Deidara dengan kasar. Ia langsung menindih tubuhnya dan menahan tangan Deidara. Itachi langsung mencium bibir Deidara dan menghisapnya dengan keras. Lalu bibirnya turun melewati pipi dan lehernya. Ia menjilati sedikit Leher Deidara dan menghisapnya sehingga meninggalkan kissmark di leher jenjang Deidara

"Hmmm.. Itachiiiii.. Ahhhhh" Deidara mendesis sambil memegangi rambut Itachi meminta lebih. Tangan Itachi langsung menyusup ke Baju Deidara dan memilin tonjolan yang berada di dadanya. Sedangkan mulut mereka kembali beradu meninggalkan bekas saliva tercecer di sekitar mulut mereka.

"Itachiiii.. Arghhh.. Ohhh Itachii.. Do Moree.. Mmhhh" Deidara kembali mengerang saat Itachi meremas kejantanannya yang masih berbalut celana jeans. Itachi mengangkat tubuhnya dan menjilat bibirnya penuh Nafsu. Itachi melepas celana seragamnya dan mengeluarkan Kejantananya yang sudah berdiri tegak. Ia mengangkat Tubuh Deidara dan mendudukannya di sofa. Itachi mengambil posisi di depan Deidara dan menyodorkan Kejantanannya ke mulut Deidara. Tanpa di komando Deidara memegang Kejantanan Itachi dan mengocoknya sebentar, Lalu ia memasukan Kejantanannya kemulutnya sendiri. Itachi mendongakan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya, yang keluar hanya erangan dari mulutnya menandai bahwa dia sedang berusaha meresapi nikmat yang dilanda Kejantanannya di bawah sana.

"Mmmhh.. Ahhhh.. Don't Stop.. Ohhhhh.. Ahhhh.." Racauan Itachi sedikit parau karena Ia memaju-mundurkan pinggangnya meminta lebih. Hingga akhirnya Deidara merasakan bahwa Kejantanan Itachi mulai berkedut di mulutnya. Deidara pun mempercepat laju mulutnya sehingga Itachi pun mengerang

"Hnngggg... ahhhhh.."

CKLEK

"Itachi, Deidara.. Aku sudah..." Sebelum Kyuubi menyelesaikan kalimatnya. Ia sudah ternganga melihat pemandangan di depannya. Ia berbalik dengan muka merah, entah karena malu atau menahan marah, Tapi sepertinya pilihan terakhir yang benar.. Bagaimana tidak, bagaimana perasaan kalian jika kalian mempunyai seorang kekasih tapi dia malah mengkhianatimu dibelakangmu. Itachi tersadar ketika mendengar pintu dibuka. Ia melihat Kyuubi yang sedang memunggunginya dengan sedikit bergetar. Itachi melangkahkan kakinya ke Punggung Kyuubi dan memegangangnya, Tapi tangan pucatnya hanya mendapat tepisan dari tangan Kyuubi.

"Cukup, Itachi.. Kita Selesai.." Ujar Kyuubi dengan lirih, tapi cukup untuk membuat seorang Itachi membelalakan matanya kaget. Kata yang tidak pernah ingin ia dengar, akhirnya meluncur dari mulut Kyuubi.

"Tunggu Kyuubi.. Ini bukan seperti yang terlihat.."

"Kau kira aku buta, Itachi.. Aku terlalu bodoh, Itachi.. Aku terlalu bodoh hanya untuk menyerahkan semua kepercayaanku padamu" Kata Kyuubi sambil menutup mukanya untuk menahan air matanya. Ia tak mau bersedih hanya karena ini.. Ia tidak mau.. Deidara yang sedang duduk di sofa pun tersenyum picik sambil berkata

"Lalu kau ingin apa, Kyuubi? Kembali ke negaramu?" Kata Deidara membuat dua laki-laki didepannya menoleh. Kyuubi menatap Deidara dengan tatapan kesal. Mata merahnya bertambah merah karena menahan air mata.

"Setidaknya Aku nyaman disana!" Ujar Kyuubi sambil berlari meninggalkan rumah itu.

~FlashBack End~

Deidara menatap Itachi dengan tatapan penuh kemenangan.

"Yang penting aku sudah memilikimuuu~" Kata Deidara manja sambil menyenderkan kepalanya ke Bahu Itachi, tapi Itachi langsung menepisnya.

"Minggir, Deidara. Aku tak akan pernah menjadi milikmu. Aku hanya milik Kyuubi begitu pun sebaliknya. Itulah alasanya Aku akan menyusulnya nanti siang." Sekarang Itachi yang tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Deidara hanya menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

"Kau.. K-Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Itachi.. TIDAK BISAA" Sepertinya Deidara sudah lupa kalau ini masih di kelas. Dosen yang berada didepan pun menatapnya.

"Tentu saja aku bisa"

*Tringggg.. Tringggg...*

Bel pulang pun berbunyi. Itachi cepat-cepat mengemasi barangnya dan melewati Deidara yang masih terbengong. Sebelum sampai di pintu keluar, Itachi melirik dengan ekor matanya kepada Deidara sambil berkata

"Sayonara, Laki-laki muarahan"

Itachi pun melangkahkan kakinya di lorong yang mulai sepi dengan bersiul santai.


"Aduh, Kepalaku.. Dimana ini?"

"Di UKS, Dobe"

Naruto menoleh kepada sumber suara. Ia mendapati seseorang berambut model pantat ayam sedang membaca buku dengan kaki yang naik keatas satu-satunya meja di ruang itu.

"Sialan, Kenapa orang ini lagi" Gumam Naruto sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdenyut-denyut. Ia melirik jam dinding di depannya.

"HAHHH? Sudah jam 3 sore? Kenapa kau tidak membangunkanku, Teme"

"Hn"

"Aduhhh.. Aku bisa dihajar Kyuu jika pulang terlambat. Sudah sepi lagi" Kata Naruto sambil mengacak-acak rambutnya dengan pelan, Takut jika sakit kepala menyerangnya kembali. Naruto pun membangkitkan dirinya dari matras dan berjalan menuju pintu keluar. Sampai hingga sebuah tangan putih dan pucat menghentikannya.

"Kenapa terburu-buru, Dobe?" Naruto melirik ke Sasuke yang sedang meletakkan buku yang dari tadi dibacanya dan menampakan seringaian mautnya. Sasuke berjalan mendekati Naruto, Naruto berjalan mundur sambil menatap Sasuke curiga. Ia terus berjalan hingga ia terpojok di dinding. Naruto pun menyumpah serapah kepada yang meletakkan dinding disini (?). Sasuke menahan Naruto dengan kedua tangannya yang ia letakan di kedua sisi lehernya. Naruto pun memandang horor Sasuke sambil menelan ludahnya.

"A-Apa yang kau lakukan, Sasuke?"

"Melanjutkan kegiatan di ruang ganti"

"A-A-Apa Mmmmhhhh.."

Tentu saja Naruto tidak bisa melanjutkan perkataanya jika sebuah bibir menghalangi bibirnya yang sedang berusaha menyelesaikan perkataanya..

"Mmmhh.. Temeehh.. Mhhhh" Desahan Naruto membuat suasana yang sudah panas lebih memanas. Sasuke makin gencar berusaha untuk membuka mulut Naruto. Dari Menjilati bibir Naruto hingga menghisap bibirnya. Karena tidak sabar Sasuke langsung memelintir puting di dada Naruto.

"Ahhhh.. Temee.." Naruto merasakan sedikit kejutan aliran listrik dan langsung mengalir menuju keselangkangannya. Sasuke memanfaatkan kesempatan ini dengan memasukan lidahnya kedalam mulut Naruto. Ia menjelajahi setiap penjuru mulut Naruto dan menjilati lidah Naruto mengajaknya bermain. Akhirnya Naruto menggerakan lidahnya walaupun sedikit kaku. Tangan Naruto melingkar ke leher jenjang Sasuke berusaha untuk memperdalam Ciumannya. Hingga kebutuhan akan oksigen membuat mereka menghentikan kegiatannya. Hanya jembatan Saliva ang masih menghubungkan mulut dua insan tersebut.

"Temehh.." Ujar Naruto sambil mendesah. Sasuke mengangkat mukanya unuk menatap Naruto. Ia dapat melihat muka naruto yang sudah terlihat merah dan nafasnya tersenggal-senggal. Beberapa tetes saliva menggenang di sekitar sudut mulutnya. Membuat mata Sasuke makin gelap untuk 'memakan' Makhluk pirang satu ini. Sasuke menjilat sudut bibir Naruto dan mengecup pipi Naruto. Lidah Sasuke yang lihai turun menuju leher Naruto. Ia menjilat bekas kissmark yang ia tinggalkan di ruang ganti dan menambahkan kissmark lagi di sebelahnya.

"Mmmhh.. Temeee.. Lepassss.. Nggghhh" Tapi tubuh Naruto tidak dapat menuruti perkataanya. Malah Naruto menahan kepala Sasuke untuk terus menciumi lehernya. Tangan Sasuke menyelusup ke dalam seragam olahraga Naruto dan mengelus perut dan dadanya. membuat Naruto tidak sanggup menahan erangannya lagi ketika Sasuke menekan-nekan tonjolan di dadanya sehingga membuat tonjolan tersebut makin menegan.

"Ohhhh.. Sasuu.. Enakkk.." Naruto sedikit terkejut ketika Sasuke meremas Kejantanannya dari balik celana seragamnya. Sasuke memasukan tangannya kedalam celana seragam Naruto dan meremas kejantanan Naruto yang sudah menegang.

"Sasuuuuuu.. Arghhh.. Ohhhh.." Sasuke terus meremas sambil mengocoknya pelan. Sasuke merasakan bahwa tangannya sudah lumayan basah karena cairan Naruto. Ia mengeluarkan tangannya dari dalam celana Naruto. Sebelum Naruto sempat protes Sasuke membuka Kaos olahraga Naruto dan melepas celana dan boxer orange Naruto. Sasuke juga melepas semua pakaian yang menutupi tubuhnya, Sehingga dua insan tersebut tidak tertutup sehelai benang pun. Sasuke kembali membaringkan Naruto di Matras. Sasuke mejilat bibirnya dengan bernafsu melihat kulit tan Naruto mengkilat karena keringatnya. Sasuke mendekatkan kepalanya ke dada Naruto dan menjilati puting Naruto, Ia juga menghisap puting Naruto persis seperti Anak yang menuntut ASI dari ibunya.

"Mmmhh Sasuu.. Apaa yang kau.. Ohhh lakukannn.. Ahhhh" Sasuke terus melanjutkan hisapannya di puting kanan Naruto sedangkan tangan kirinya memilin puting kiri Naruto. Tangan kanannya aktif memijit-mijit kejantanan Naruto. Hingga akhirnya Naruto tidak sanggup menahan cairan yang terus mendesak keluar dari kejantanannya.

"ARGGGHHHHHH.. SASUKEEEEEE.." Kejantanan Naruto terus menyemburkan Cairan ke dada dan perutnya. Hingga akhirnya ia tergeletak lemas. Sasuke tersenyum, Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Naruto.

"Cepat sekali.. Tapi aku belum keluar, Dobe" Sasuke sempat melihat muka terkejut Naruto sebelum ia membalikan tubuh Naruto. Sasuke menjulurkan lidahnya ke belahan pantat Naruto.

"Sasuhhhhh.. Apa yang Ahhhhh Kau lakukan.. Mmhh Ohhhh.." Kejantanan Naruto kembali menegang setelah menerima perlakuan Sasuke. Sasuke menggunakan cairan Naruto untuk membaluri ketiga jarinya.. Ia mulai memasukan Jarinya ke lubang Naruto..

"Ahhhh.. Sasuuu" Naruto merasakan sesuatu menorobos memasuki dirinya. Melihat Naruto yang sudah tidak terlihat kesakitan. Ia menambah satu jari lagi

"Ohhh.. Sasuu.. Keluarkannn.. Ahhhh.." Sasuke tak menghiraukan racauan Naruto ia malah menambah satu jari lagi memasuki lubang Naruto.

"Arrggghhhhhh.. Temeeee.. Sakittt... Mmmhhh.. AAAAAAAAAA" Sasuke mengerakan jarinya makin dalam sehingga menyentuh titik kenikmatan Naruto mebuat Naruto tidak kuat menahan gejolak didalam dirinya.. Ia mau lebih dari Sasuke.. Ia meminta lebih..

"Sudah siap, Dobe?" Ujar Sasuke sambil menarik jarinya dari lubang sasuke. Naruto hanya mengangguk pelan. Sasuke pun tersenyum dan menyiapkan kejantanannya di depan lubang Naruto. Ia mendorong sedikit kejantanannya ke lubang Naruto.

"Mmhhhh.. Sasukeeehh.. Sakitttt.. Ahhhh.."

"Tahan, Naruto.. Ini tak akan sakit lagi" Bahkan Sasuke tidak memanggil Naruto 'Dobe' lagi.. Ia tidak sempat memikirkan hal kecil itu lagi.. Kepalanya hanya penuh dengan bagaimana caranya memuaskan dirinya dan Naruto seorang.. Sasuke kembali mendorong Kejantanannya dan menahan teriakan Naruto dengan ciumannya.

"Mmmhh.. Sasuke.. bergeraklah.. Mmmhh" Kata Naruto di tengah-tengah ciumannya. Sasuke terus menciumi bibir Naruto dan mulai mengerakan pinggulnya pelan..Tetapi lama-lama temponya makin cepat dan menuntut

"Ahh.. Ahh.. Ohh.. Narutoo.."

"Ohh.. Ahh.. Ohh.. Mmhh.. Sasukee.. Aku akan.. Ahh"

"Kita bersama.. ahh.. ahh .. Naruto.. Ohh.." Sasuke terus menghajar prostat Naruto hingga akhirnya mereka bersama-sama mengerang keras

"AAAARRRGGGGGHHHHHHHHHH" Sasuke terus mengeluarkan cairannya didalam lubang Naruto, sedangkan Naruto terus menyemprotkan cairannya ke dada dan muka Sasuke. Sasuke pun jatuh menindih tubuh kecil Naruto. Ia mengeluarkan kejantananya dan berkata.

"Dobe.. I Love You"

"ZZZZZZZ.. Grokkkk"

Twitch.. Twitchh

"Ahh.. Biarkanlah.. mungkin dia lelah" Sasuke berbaring disamping Naruto dan menarik kepala Naruto agar kepala pirang tersebut tertidur di atas dadanya. Ia mengkecup singkat kening Naruto dan menarik selimut menutupi kedua tubuh insan yang mulai mengeluarkan dengkuran halus.

~TBC~


Akhirnyaaaa selesaiiiii jugaaa... Chapter ini chapter terpanjang dari chapter-chapter sebelumnya dibuat sebagai tanda perminta-maafan Mind karena sepertinya bakal tidak Update kilat lagi, Karena hari Senin, 19 Agustus besok, Mind akan kembali bersekolah ria.. Jadinya bakal jarang mampir ke FF ini.. *Hiks*.. Masih bilang kurang panjang? *Siapin Palu* Ini sudahh 4K+ hampir 5K.. Menurut Mind yang masih Junior.. Ini sudah puanjaaannggg bangettt.. *lebay* *digetok reader* Tapi tenang saja, Mind akan melanjutkan Fic ini jika ada waktu kok.. Tentunya dengan chapter-chapter yang makin NISTA, MENDEBARKAN dan MEMBUAT PENASARAN.. Huahahahaha *Evil Laugh*.. Sebagai salam perpisahan kepada Mind, Maukah kalian mengetik satu atau dua patah kata di kolom review? Ya? Ya? Pleaseeeeee.. *Puppy Eyes No Jutsu* *Nodongin pisau ke silent reader*

Review? YES.. Flame? NO