Chapter 2
"AAARGGGGHHHHMMMPHHH!" lolongan kesakitan sunngmin dibungkam bibir Siwon. sungmin menangis dalam diam saat merasa tangan kanannya mungkin patah.
Astaga! Sakit sekali, sungmin sangat ingin menangis histeris saat ini.
'Siapa pun…' sungmin membatin dalam hati saat lagilagi
Siwon meninju perutnya karena terus saja berusaha berontak dari setiap sentuhan Choi bungsu, 'Kumohon
tolong aku…'
Ceklek!
Tibatiba
ada seseorang dari luar yang membuka kunci pintu kamar Siwon. Membuat Wonmin yang tengah berciuman –paksamelirik
pintu bersamaan. Mata sungmin
membulat dan berbinar penuh harap, ia melihat Seunghyun yang berdiri mematung di depan pintu.
"Ups! Sepertinya aku mengganggu kalian yang sedang bercinta, ya? silahkan dilanjutkan ehmehmnya!
Aku akan bilang pada Kaasan
nanti kalian menyusul."
Seunghyun nyengir lalu kembali menutup dan mengunci pintu. Membuat sungmin menggelengkan kepalanya kuatkuat
sampai ciuman mereka terlepas.
"SEUNGHYUN BIADAB! SIAPA YANG SEDANG BERCINTA?! ADIKMU INI HENDAK MEMPERKOSAKU, GUOBLOOOOOK!" teriak sungmin brutal. Kesal pada Seunghyun
yang sama sekali tidak menolongnya. Siwon yang sedikit menjauhkan kepalanya agar tidak conge mendengar teriakan sungmin kembali menyeringai.
"Sssst… tidak baik uke berkata kasar!" desis Siwon, ia menggigit bibir bawah sungmin tanpa ampun.
"AARRRGGH!" teriak sungmin kesakitan. Bibirnya berdarah, Siwon menjilati darah sungmin membuat yang punya bibir itu meringis kesakitan.
"Lepaskan aku, biadab! Kau tidak malu berkelakuan tidak gentle seperti ini, hah?" sungmin semakin kesal pada Siwon. Ia menatap Siwon sengit dan terus
menggerakgerakkan
tubuhnya agar Siwon menyingkir dari atasnya.
"Oh, gentle, ya?" Siwon memiringkan kepalanya sambil berpikir. "Yah, kurasa soft sex itu adalah hal yang tidak gentle. Bagaimana kalau hard sex? Mmph… Kita
sehati, Sayaaang…"
Mendengar itu sungmin langsung merinding disko? Hard sex? sungmin meringis memikirkan keselamatan anusnya yang akan dianiaya psikopat di atas tubuhnya itu.
Bagaimana kalau Siwon memasukkan gunting yang di bawanya tadi ke anusnya? Astaga! sungmin memang akan mati hari ini.
'Eomma, ampuni aku yang selalu mencuri apelmu, Appa ampuni aku karena selalu membuatmu menjadi tertuduh atas pencurian apelku, wookie, maafkan aku karena
selalu mengajakmu mencuri apel, Seunghyun…' sungmin membatin dalam hati. 'Maafkan aku karena selalu memaksamu membawa apel setiap pergi bersamaku,
Yesung'
"Apa yang kau pikirkan Sayang? Kau tidak berpikir aku akan membunuhmu, kan? Tenang saja… aku masih terlalu mencintaimu untuk mengakhiri hidupmu sekarangsekarang
ini!" Siwon tersenyum geli saat melihat wajah sungmin memucat dan bibirnya sibuk menggumam seperti melantunkan do'ado'a.
entah apa yang dipikirkan
sungmin ? yang jelas Siwon sangat menikmati setiap ekspresi ketakutan si sulung Cho itu.
"Biarkan aku pulang Siwon, aku minta maaf… sungguh aku tidak akan muncul lagi di depan wajahmu, tapi biarkan aku pergi. Tidak cukup kah kau memukuliku dan
mematahkan tanganku?" sungmin meringis saat berusaha mengangkat tangannya, tidak ada tulang yang menonjol, ternyata hanya keseleo.
"Kau tahu… ini pertama kalinya aku merasa benarbenar
hidup setelah 16 tahun hidup di dunia ini, karenamu…" Siwon menempelkan dahinya di dahi sungmin,
menatap coklat yang membola itu intens dan penuh sayang. "Dan kau menyakitiku…"
Buk!
"Crap!" sungmin menjerit saat sebuah pukulan menghantam kembali perutnya. Ia terbatukbatuk
dan meringis nyeri. Sepertinya Siwon mulai serius dengan
ucapannya. Dia akan melakukan hard sex?
"Tuhan, jika besok aku masih bisa hidup aku janji akan jadi anak baik," desah sungmin diselasela
rintihannya. Membuat Siwon tersenyum tipis dan kembali
mengulum bibir yang sibuk berdoa itu.
Siwon menjilati bibir sungmin yang tertutup rapat dengan telaten, ujung lidahnya menusuknusuk
celah bibir sang uke agar mau terbuka. Merasa sungmin tidak
merespon keinginannya, Siwon membuka matanya dan menatap sungmin sengit, "Kau mau membukanya sendiri, atau aku saja yang menggunting kedua sudut
bibirmu agar terbuka?" Tanya Siwon dingin. Refleks sungmmin membuka mulutnya lebarlebar,
membuat Siwon nyaris menyembunyikan senyumnya saat melihat
sungmin yang begitu ketakutan.
"Ngh…" sungmin kembali menormalkan ukuran lubang mulutnya saat Siwon memasukan lidahnya ke dalam mulutnya, mengabsen setiap giginya dengan lidah
panjang yang telaten. Siwon membelaibelai
rambut basah sang uke dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya berusaha membuka kaos yang dikenakan
sungmin. Membuat sungmin meronta dan berusaha menepis tangan Siwon dengan tangan kirinya.
Ingin menangis?
Hal itulah yang kini sungmin rasakan. Bagaimana mungkin ia tidak bisa melawan saat hampir diperkosa seseorang yang lebih muda darinya? Astaga! Di mana harga
dirinya sebagai penyandang nama lee?
"mph…" Siwon menggeram saat lidah sungmin yang mengusir lidahnya bergerakgerak
mendorong. Membuat Siwon membelitkan lidah mereka kemudian
memiringkan kepalanya agar ciuman mereka lebih dalam. Ciuman sepihak itu sama sekali tidak membuat Siwon mundur, ia yakin akan ada saatnya sungmin
menyerah dan ikut menikmati sentuhannya.
Srek!
Pada akhirnya karena kesal dengan perlawanan sungmin yang tidak mau membuka kaosnya Siwon merobeknya sekuat tenaga. Membuat kaos itu terbelah dua dan
memamerkan setengah bagiannya yang kini tak tertutup apa pun. Siwon melepaskan ciumannya dengan napas terengah, sungmin mengalami hal yang sama, kulit
putihnya bahkan kini tampak begitu merah.
Siwon menduduki perut sungmin sambil memperhatikan perut yang sedikit lebam itu karena sudah beberapa kali mendapat tinjunya. Matanya menyayu tertutup
kabut nafsu. sungmin masih berusaha menggeliat dan menutupi setengah tubuh telanjangnya dengan tangan kirinya. Semakin takut pada Siwon yang kini
menyeringai iblis. Seolah seekor elang yang sudah menaklukan mangsanya, Siwon mengangkat dagunya angkuh.
"Ayo kita samasama
telanjang!" kata Siwon dingin. Membuat sungmin menatapnya horror dan berusaha menggeliat sekalipun hasilnya percuma. Siwon melepas
kamejanya lalu melemparnya sembarang, berjongkok lalu menjambak rambut basah sungmin dan menariknya, memaksa sungmin duduk.
sungmin memegangi pergelangan tangan Siwon, berusaha melepaskan cengkeraman Siwon yang menyakitkan itu dari rambutnya, "Sasakit,
Siwon…" rintih sungmin
kesakitan. Seolah ingin mencopot kepala sungmin dari lehernya, Siwon justru semakin mempererat jambakannya. Ia menggesekkan bibir mereka sambil
memejamkan mata, menikmati setiap deru napas panas sungmin yang menerpa wajahnya.
"Kau membuatku semakin gila. Pasrahlah! Dan aku tidak akan memotong kedua kakimu agar kau tidak pergi dariku!" Siwon mendesah erotis, menggesekkan
hidungnya yang mancung ke telinga kanan sungmin.
sungmin menelan ludah gugup.
'Dia serius akan memotong kakiku?' batinnya panik. Semakin berusaha berontak dari Siwon sebelum kakinya buntung. Astaga! Siwon tidak berniat membunuhnya sungguh berniat membuatnya cacat. Apa yang harus ia lakukan sekarang coba?
Duk! sungmin membenturkan kepalanya ke kepala Siwon membuat bungsu Choi itu melepaskan jambakannya, sedikit terdorong mundur. Bukan karena sakit, Siwon
sudah kebal dengan sakit fisik, tapi karena kaget sungmin masih sanggup melawannya.
Merasa ada kesempatan sungmin segera berdiri sambil mengusap kepalanya yang kleyeng. Kepala Siwon keras sekali, sungmin malah meringis sendiri. Tiba di depan
pintu, sungmin kembali berusaha membuka pintu, berharap Seunghyun tadi tidak menguncinya.
Crap! Sialnya si biadab Choi sulung itu benarbenar
menguncinya, sungmin mengutuk Seunghyun yang benarbenar
tidak setia kawan.
"BUKA!" teriak sungmin sambil menggedorgedor
pintu. Benarbenar
memelas berharap ada yang mau menolongnya dari kebiadaban yang akan dilakukan Choi
muda. "BUAAAARRRRGGGGH!"
sungmin tidak menahan jeritannya saat Siwon menendang tulang keringnya cukup keras. Membuatnya membiru bahkan mungkin
tulangnya retak. Siwon berdiri di samping sungmin yang berjongkok sambil mengaduh itu menjambak rambut sungmin dan menyeretnya paksa. Persis seperti domba
lemah yang hendak disembelih, sungmin hanya bisa menangis sesenggukan menahan perih di sekujur tubuhnya.
"Lepaskan aku, Siwon!" pinta sungmin lirih.
Tuli!
Siwon sudah seperti orang tuli, ia justru menghempaskan tubuh sungmin ke ranjangnya. Membuat kepala sungmin lagilagi
membentur headpost kasur keras.
Sudah tidak tahan, sungmin sudah tidak sanggup melawan. Kepalanya berdenyut sakit. Ia yang hanya manusia biasa memiliki kapasitas stamina yang terbatas. Siwon
menarik tangan kanan sungmin yang keseleo, hal itu sukses membuat sang lee kembali menjerit pilu. Sakit! Benarbenar
sakit. Kini sungmin telentang dengan Siwon
di atasnya, menatap buruannya dingin seolah hendak menelannya detik itu juga.
Uhuk! sungmin sedikit terbatuk saat Siwon mengikat lehernya terlalu kuat?
Eh?
Mengikat leher?
Yah! Saat ini Siwon tengah mengikat leher sungmin dengan kalung anjing peliharannya, entah apa yang dipikirkannya? namun saat sungmin terbatuk Siwon sedikit
melonggarkan ikatannya. Ia tersenyum lalu mengambil gunting di atas laci, membuat sungmin membolakan matanya saat gunting itu ada di depan wajahnya.
"Kau cantik Sayang, aku suka rambut merahmu yang mulai panjang, bolehkah aku menggunduli kepalamu?" Tanya Siwon sambil tersenyum manis. Membuat sungmin
semakin terbelalak dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Jangan…"
"Kalau begitu sedikit saja!" Siwon mulai menggunting rambut sebahu model emo sungmin menjadi pendek, hanya dipotong sekitar 3cm. ia juga tidak mau membuat
sungmin terlihat terlalu jelek apalagi terlalu mirip lakilaki.
Itu akan membuat sungmin terlihat seperti seme. Dan Siwon benci itu.
sungmin hanya meringis meratapi rambutnya yang selalu dirawat sepenuh hati itu kini terbuang karena kesintingan Choi muda, tapi ia tidak berani melawan apalagi
membantah perintah Siwon. Masih mending rambutnya yang dipotong, kalau jarijarinya
yang dipotong kan ngeri?
"Kau manis sekali, aku ingin menelanjangimu…" Siwon mundur dan duduk di atas lutut sungmin , mulai menggunting celana panjang sungmin dengan hatihati.
"Jangan melawan, atau kakimu yang aku potong!" perintah Siwon saat sungmin mulai bergerak keberatan.
Mendengar ancaman Siwon, sungmin langsung membatu, ia yang masih mencintai dua kaki panjangnya akhirnya hanya diam membiarkan Siwon memotong habis
celananya.
'Mungkin pulang nanti aku bisa meminjam celana Seunghyun.' sungmin membatin stress. Yakin banget tuh bisa pulang padahal keadaan dia lagi gentinggentingnya.
"Arrrgh!" sungmin menjerit kesakitan saat Siwon menggigiti lehernya kuatkuat.
Yah! Benarbenar
menggigit, tidak diawali jilatan apalagi hisapan. Ia hanya bisa
meringis perih saat yakin lehernya yang terluka itu pasti mengeluarkan darah. "Tidak, kumohon jangan di sana juga, SAAAKIIIIIT!" jeritnya saat bibir Siwon turun putingnya dan menggigitnya kuatkuat.
Membuatnya nyaris putus mungkin? Entahlah! sungmin tidak sanggup untuk melihat.
sungmin hanya bisa menangis terisak, tangan kanannya sulit bergerak sedangkan tangan kirinya terikat. Baru saja Siwon mengikatnya ke tali yang tersambung ke
kalung di leher sungmin . Jika sungmin menurunkan tangan kirinya, otomatis lehernya akan tercekik kan? Jaraknya hanya dua jengkal sih.
"Bunuh aku saja Siwon, tapi jangan menyiksaku seperti ini!" pinta sungmin tidak tahan. Disaat Siwon menjepit putingnya yang lain dengan jepitan pakaian. Ia yang
sudah telanjang bulat dengan tubuh penuh memar dan bercak darah itu hanya bisa merintih memohon belas kasih. Biarlah dia mati, tapi jangan dibuat tersiksa dulu
seperti ini.
"Aku mencintaimu, aku tidak ingin kau mati, miiiin." Kata Siwon sambil menjilati lebamlebam
di perut sungmin , membuat sang uke itu meringis perih. Air mata
sungmiin mengalir semakin deras.
Siwon mengangkat kepalanya dan mensejajarkannya dengan wajah sungmin, tersenyum hangat saat melihat air mata yang mengalir deras dari sudut mata si sulung
lee. Coklat terang itu menunjukkan sorot kesakitan. Yah! sungmin sangat kesakitan. Dijilatnya pipi sungmin yang lebam itu hatihati,
seolah air liurnya akan menjadi
obat dan mengurangi rasa sakit sungmin.
sungmin memejamkan matanya rapat menahan perih. Benarbenar
perih. Ia merasa harga dirinya hancur lebur saat diperlakukan layaknya binatang seperti ini.
Kenapa? Kenapa harus ia yang mengalaminya? Kenapa bukan orang lain saja?
"Kau menyakitiku lagi, Siwon…" sungmin berucap dengan bibir gemetar. Suaranya amat parau karena sejak tadi ia terus menjerit kesakitan. Tenggorokannya perih.
Siwon mengulum bibir yang luka itu lembut, sangat lembut. Berbeda dengan perlakuan kasarnya tadi, Siwon lebih terkontrol saat sungmin pasrah dalam kendalinya.
Ia terus menjilati bibir sungmin sampai setengah terbuka, lalu menyusupkan lidahnya masuk ke rongga mulut orang yang amat dicintainya.
Nikmat sekali…
Bibir sungin sangat manis dan nikmat, lidah Siwon kembali bermain lincah di dalam mulut sungmin, menyenggolnyenggol
lidah sungmin agar turut serta dalam
permainan yang amat mengasyikan untuknya itu.
"Nghhhh…" sungmin melenguh tanpa sadar saat tangan Siwon mengurut miliknya lembut. Mengocoknya pelan memberikan sensasi asing yang baru kali ini
dirasakannya. Ia memejamkan matanya rapat menikmati setiap sentuhan Siwon di tubuhnya. Yah! Meronta pun percuma bukan? Siwon tidak akan melepaskannya.
Lebih baik ia pasrah saja, siapa tahu Siwon akan mengasihaninya?
Siwon menyeringai senang saat lidah sungmin mulai ikut bermain dengan lidahnya, sungmin bahkan tanpa sadar menarik kepala Siwon agar memperdalam ciuman
mereka. Hanya bisa meremas rambut bagian kanan Siwon karena gerakan tangan kirinya itu terbatas.
"Siwonh…" sungminmenghempaskan kepalanya ke bantal saat kocokan tangan Siwon semakin cepat. Siwon yang kini membungkuk di antara kedua kaki sungmin
melepaskan ciumannya dan menatap ekspresi sungmin yang terus mendesah di bawahnya, wajah sungmin yang memerah dengan napas terengah itu benarbenar
membuat Siwon menatapnya berlamalama
penuh minat.
"Ahhh…" sungmin menjerit saat mendapatkan orgasme pertamanya. Cairannya belepotan membasahi tangan besar Siwon. Siwon menjilati cairan itu sambil
memperhatikan ekspresi wajah lelah sungmin, ia mengambil vibrator di atas laci lalu melumurinya dengan cairan sungmin. Menyeringai saat sang lee membuka
matanya dan menatap benda panjang seperti timun di tangan Siwon penuh rasa ingin tahu.
"Apa itu?" Tanya sungmin dengan wajah polos.
"Vibrator!" Siwon tersenyum geli. sungimn hanya ber'oh ria masih tidak menyadari ia dalam bahaya. Nama itu amat sangat tidak asing di telinganya, tapi ia lupa
pernah mendengarnya di mana? Dan fungsinya itu… sungmin berpikir keras memikirkannya.
"Untuk apa benda itu?" Tanya sungmin akhirnya. Siwon menurunkan tangannya dan balas menatap sungmin intens.
"Untuk ini!"
"DAMN IT! BRENGSEK SAAAKIIIIIIITTT!" teriak sungmin parau saat tanpa abaaba
atau pun forplay Siwon langsung memasukannya ke dalam lubang sungmin .
Langsung sekaligus, membuat sungmin yakin anusnya itu pasti sobek karena tingkah manusia biadab yang malah menyeringai di atasnya itu.
"Kau sangat manis saat kesakitan begini, min!" Siwon tersenyum miring. Memaju mundurkan alat yang tengah tenggelam di lubang sungmin itu pelan membuat
sungmin terus meringis kesakitan. Sesekali sungmin melontarkan segala sumpah serapahnya pada Siwon yang benarbenar
tidak berperikesetanan.
Siwon mengambil remote kontrolnya di atas laci lalu mulai mengotakatiknya,
menekan tomboltombolnya
membuat vibrator itu bergetar. sungmmin melenguh
kesakitan saat getarannya itu semakin cepat, membuat orang yang sedang fokus menatapnya itu malah menyeringai puas.
""Suddah
brengsek,
ittuh
sakkit!"
pinta sungmin lirih. ia tahu memohon pada Siwon itu percuma, tapi apa salahnya jika ia mencoba bukan?
"Seperti aku mau tahu saja!" jawab Siwon cepat, ia malah semakin mempercepat getaran vibrator itu. Terkikik saat sungmin kembali merintih menahan perih.
"Terkutuklah kalian para Choi! Hhh… " sungmin hendak menggeliat dengan napasnya yang hanya tinggal setengah. Siwon tak ambil pusing, ia terus memaju
mundurkan vibrator itu dengan tempo yang semakin cepat.
"Shit!" jerit sungmin saat merasa ujung benda tumpul itu mengenai titik intinya. Membuatnya melenguh nikmat dan blank sesaat. Melihat itu Siwon semakin
bersemangat memasukkan benda laknat itu, ia mulai membungkukkan tubuhnya dan menciumi leher jenjang sungmin. Menikmati setiap inchi kulit mulus itu yang
membuatnya semakin panas.
"Engh…" sungmin kembali melenguh saat Siwon menjilati kedua putingnya yang mulai menegang bergantian. Tadi ia sudah melepaskan jepitan pakaian itu karena
tidak tega. Walau bagaimana pun, hatinya tetap tidak suka melihat sungmin tersiksa.
.
.
"Shit!" sungmin mengerang kesakitan saat Siwon membalikkan tubuhnya paksa, membuat ia tengkurap di kasur dengan tangan kirinya yang tadi keseleo tanpa
sengaja tertindih tubuhnya sendiri. Siwon yang kasihan membantu sungmin mengeluarkan tangan itu. Ia kembali merunduk lalu menciumi tengkuk sungmin,
menghembuskan napasnya yang panas ke leher sang sulung Cho. Membuat tawanannya itu lagilagi
melenguh geli.
"AAARRRGGGHH...AAKKKH AHHH AH AH AH AH...AAAHHH...SSSAAAKIIIT!" jerit sungmin sekuat tenaga saat Siwon mulai berusaha memasukkan miliknya ke dalam lubang sungmin. Membuat sungmin erteriak kesakitan karena
ukurannya jauh lebih besar dari vibrator yang tadi Siwon gunakan.
"Arkh!" Siwon mendesah saat miliknya memasuki lubang sungmin sepenuhnya, tidak peduli pada sungmin yang menjerit kesakitan, tidak peduli pada anus sungmin
yang robek itu mengalirkan darah. Siwon mengecupi pundak putih sungmin, merasa melayang karena akhirnya tubuh itu bisa sepenuhnya ia mlikikku.
"Aku mencintaimu… miinn…" Siwon mulai menggerakkan tubuhnya. Bergerak maju mundur membuat sungmin semakin merintih. Merintih pelan karena ia sudah
kehilangan tenaga.
"Milikkuh…" Siwon semakin mempercepat gerakannya, memejamkan matanya rapat dengan napas terengahengah,
menikmati setiap rintihan kesakitan sungmin
yang hanya bisa menangis terisak di bawahnya.
"Hentihkan,
Wonie…" pinta sungmin memohon. Ia benarbenar
sudah tidak kuat lagi, seperti bagian tubuhnya di bagi dua, ia benarbenar
sudah diambang batas
kesadaran tubuhnya. "Ahh!" tibatiba
ia melenguh saat Siwon lagilagi
menyentuh titik intinya. Membuatnya kembali blank dan mencengkeram sprei di setiap sisinya
kuatkuat.
"Nikmath
kan? Ahhh…" Siwon semakin gencar menabrak titik itu. Membuat sungmin yang tadi meringis kesakitan kini berbalik mendesah nikmat. Bahkan tanpa sadar
sungmin mulai mau membalas ciuman Siwon saat Siwon menarik kepalanya pelan.
"Mph… mph…"
"Kau sempurnah…ohh…" Siwon mengakhiri ciumannya dan semakin mempercepat gerakannya, membuat tubuh besar sungmin terhentakhentak
dan sang empunya
mendesah keras.
"More… Wonie… ngh…"
Mendengar permintaan sungmin tentu saja Siwon menyeringai senang. Ia melakukan semua yang diinginkan ukenya. Tidak peduli pada tubuh mereka yang sudah
banjir keringat, desahan nikmat sungimin semakin menghipnotis kesadarannya, ia ingin mencapai puncak bersamaan dengan orang yang amat dicintainya.
Siwon memiringkan tubuh sungmin , berganti posisi tanpa harus mengeluarkan miliknya lebih dulu. Merasa posisinya cukup nyaman, Siwon kembali menggerakkan
pinggulnya, membuat kamar bernuansa serba hitam itu kembali dipenuhi gema desahan dari dua orang pemuda yang sedang menikmati persetubuhan mereka.
Siwon menggapai milik sungmin lalu mengocoknya cepat, membuat sungmin semakin mengerang frustasi dengan mata terpejam.
Sialan!
sungmin benarbenar
mengutuk tubuhnya yang berkhianat akan tingkah Siwon saat ini. Kenapa ia justru tampak menikmati dan mendesah heboh saat diperkosa
seperti ini?
"Wonniih…"
"miinnnhhh..."
Siwon terus memompa miliknya dengan tempo yang semakin cepat, membuat sungmin semakin meracau tidak jelas dan melupakan fakta bahwa ia tadi menolak
perlakukan pemuda di belakangnya.
"Woniiih… ahkuh… arrrghh…" akhirnya sungmin mendapatkan orgasme keduanya. Ia terengah dengan wajah memerah. Membiarkan saja Siwon yang semakin
mempercepat gerakannya mencari kepuasannya sendiri. Mata sungmin semakin lelah dan ia mulai kehilangan kesadarannya.
"minniieehh… aahhh…" akhirnya setelah satu menit Siwon mendapatkan apa yang ia cari?
Ia langsung ambruk di samping sungmin , tangannya memeluk pinggang sungmin yang napasnya mulai teratur. Sepertinya sungmin pingsan. Mengecupi rambut
blonde sungmin penuh sayang lalu tersenyum tipis.
"Mulai hari ini… kau istriku…" Siwon mempererat pelukannya.
The end
