Rise Of Bangtan
Title : Rise Of Bangtan
Author : Risma & Rizka
Genre : Action, Brothership, Comedy, School of life
Lenght : Chapter 3
Cast : All of BTS member
Note : It's my first time to FF BTS. So I hope you be enjoy to read this Fanfic.. If you not like don't be read Okey..
Happy reading!
************** BANGTAN****************
"H-HAH? A-ANDWEE!".
"Bwahahahahaha". Secara bersamaan tawa mereka membahana saat melihat wajah Myungsoo dengan ekspresi tekejut, takut, serta shock secara bersamaan.
"j-jadi kalian i-itu ...? Maldo andwe!". Elak Myungsoo, ia tidak menyangka ini akan terjadi, ini semua di luar naskahnya, di luar pikirannya.
"terserah kau menganggap kami apa, tapi yang ada di pikiranmu itu sekarang benar, tidak usah mengelaknya". Ujar V .
"ya, itu benar". Jimin berjalan mendekat kearah Myungsoo, tak tanggung-tanggung ia menaruh tangannya di bahu Myungsoo.
"Park S-seongsaenim". Ujar Myungsoo menatap dengan pandangan tak percaya kepada gurunya ini – mantan guru lebih tepatnya – .
"apa setelah ini kau berniat melaporkan kami eoh? Dengarkan baik-baik, kau tidak akan bisa menangkap kami, dan kami pasti kan hidupmu tak akan tenang lagi ". Ujar Jimin setengah berbisik di telinga Myungsoo. Setelah mengatakan itu ia langsung melepaskan rangkulannya dan BUG ... ia sedikit memukul dada Myungsoo hingga ia terjatuh duduk.
"Kajja". Ajak Jimin berjalan meninggalkan Myungsoo.
"Annyeong~". Ucap suga sebelum mereka benar-benar pergi dari tempat itu, sampai mereka hilang di balik tikungan koridor meninggalkan Myungsoo yang masih mematung tak tau harus berbuat apa.
"Oh, Shit!". Sesalnya.
************** BANGTAN****************
"OH SHIT! SHIT! SHIT! DAMN! DAMN!" segela sumpah serapah sudah ia keluarkan semuanya setelah ia beranjak dan lebih memilih pulang dan melaporkan kejadian ini. Selain kata-kata kasar itu, ia tidak tahu harus mengatakan apalagi, betapa bodohnya ia tidak memprediksikan hal ini akan terjadi. Bahkan rencana yang sudah ia susun rapi bahkan belum dimulai seujung jari pun sudah hancur berantakan.
Myungsoo menjambak rambutnya kuat. 'apa yang harus aku lakukan?' kata yang terus terngiang diotaknya. Dia harus mengatakan apa keatasannya? Apakah ia harus jujur? Mengatakan bahwa identitasnya yang asli sudah ketahuan? Atau dia yang telah disudut dan diancam oleh 'BANGTAN'?
.
.
.
"APA?". Suara melengking terdengar keseluruh ruangan bercat dinding biru. Myungsoo menundukkan kepalanya dalam. Ya, ia sudah mengambil langkah untuk melaporkan yang terjadi ke atasannya ini.
"berani sekali mereka meremehkan bawahanku". Ujar Suara itu lagi.
"tapi mereka tidak bisa dianggap enteng, pak!". Ucap Myungsoo lemas. Ia tidak tahu berbuat apa lagi selain pasrah. Tapi ... jujur ia sangat ingin balas dendam kepada mereka.
Sang atasan yang bernama Kris itu tampak berfikir, dan untuk selanjutnya ia berkata. "mereka akan menang kali ini, namun tidak untuk keselanjutnya". Ucapan Kris membuat kening Myungsoo bersatu—bingung.
"menurut berita yang saya dengar dari para penggemar BANGTAN. Mereka akan menyerang 'pejabat Kim Him Chan' dikediamannya di Vila Hutan Tropis. Siapkan 1000 pasukan untuk berjaga-jaga disekeliling kediamannya". Perintah Kris antusias.
"SIAP PAK!". Ucap Myungsoo tak kalah antusiasnya.
************** BANGTAN****************
"wooohh ... sepertinya mereka melacak keberadaan kita kali ini". Ucap Rap Monster yang sedang melihat keadaan tempat 'target' mereka dengan teropong hitamnya.
BANGTAN sudah siap untuk menjalankan aksi mereka dengan berpakaian ala BANGTAN. Dan siap untuk menyerang. Namun saat melihat tempat 'target' dipenuhi dengan beribu 'anjing penjaga' mereka urungkan niat mereka. Menyerah? Tentu tidak, tidak ada dalam kamus BANGTAN kata Menyerah.
"ini gara-gara kau V! Selalu saja menggumbarkan berita dimana kita akan menyerang!". Kesal Jungkook kepada V yang kini tengah memasang cengiran cengengesan tanpa dosanya.
"kalau begini kejadiannya, kita harus merubah rencana!". Usul J-Hope dan diangguki yang lainnya.
************** BANGTAN****************
Seorang namja berbaju putih berjalan sambil mendorong keranjang yang berisi makanan yang akan diberikan kepada Bos mereka. Namun tiba-tiba ...
DUKK
Seorang memukul pelayan tersebut, membuat pelayan itu jatuh pingsan. Untuk selanjutnya namja yang memukul pelayan tersebut menyeret pelayan itu keruangan sepi.
.
.
.
Jin memutuskan dirinya menyamar sebagai pelayan. Ia berjalan sambil mendorong Trolly makanan yang bertaplak putih. Namun saat berada tepat didepan pintu sang 'target' ia dicegat oleh penjaga pintu tersebut.
"Kartu identitasmu". Pinta penjaga. Walaupun Cuma seorang pelayan, namun mereka harus berjaga-jaga siapa tau ada penyusup yang masuk.
Jin menunjukkan kartu identitasnya yang ia dapatkan dari pelayan yang ia pukul tadi. Dan selanjutnya ia dipersilahkan masuk. Jin mendorong Trollynya dan melihat sang 'target' sedang duduk dimeja Birnya dengan segelas Wine ditangan kanannya.
BLAMM
Pintu ditutup oleh penjaga, meninggalkan Jin dengan senyuman mautnya yang mengias di wajah putihnya.
"kau bawakan apa aku malam ini?". Tanya Kim Him chan sembari tangannya terus mengitari mulut gelas. Him Chan berdiri dari tempat duduknya, berjalan menghampiri Jin dan memegang bahu Jin kuat—meremasnya.
"jangan kau fikir aku ini bodoh". Bisik Him chan tepat ditelinga Jin. Membuat Jin membelalakkan matanya. Apakah gerakan mereka sudah terbaca?
************** BANGTAN****************
DOOR
"heeeyyyy mereka disebelah sini!". Teriak seorang namja berpakaian polisi terhadap rekan-rekannya. Membuat polisi berbondong-bondong datang kearahnya.
"itu ... 'mereka' lari masuk kedalam hutan". Tunjuk namja itu ke arah hutan. Dan polisi pun berlari kearah yang namja ini tunjuk. Meninggalkan sesosok berseragam lengkap polisi ini tersenyum miring.
"kau bisa mengkelabui mereka, tapi kau tak bisa mengkelabui aku—Park Songsaenim". Ternyata Myungsoo membaca pergerakan mereka. Membuat sesosok yang dipanggil Park Songsaenim—Jimin ini terkejut. Bukankah mereka sudah menyamar? Tapi ...
************** BANGTAN****************
Him chan terus berjalan memutari tubuh Jin yang menegang. "kau tau? Aku sengaja berlibur ke Vila ini hanya untuk memancing kalian, dan kalian dengan bodohnya mengikutiku dan meyebarkan gossip. Kami telah mempersiapkan semuanya—". Him chan berbicara menghadap berlawanan arah dari Jin sehingga Jin memanfaatkan situasi ini dengan membuka tudung makanan yang dibawanya tadi dan mengambil pistol yang telah ia persiapkan.
"kau kira kami semudah itu?". Jin menodongkan pistol tepat dibelakang kepala Him chan. Namun tanpa diduga-duga ternyata Him chan memiliki pisau yang ia sembunyikan dibalik tangannya dan ditusukkannya pisau tersebut di perut Jin. Membuat Jin terjatuh dan meringis kesakitan.
"haha... kau begitu lemah". Him Chan menodongkan kembali pisaunya hendak merobek tubuh Jin. Jin hanya mampu tersenyum simpul diraut wajah kesakitannya
SREKK
AH~
Him chan terjatuh dengan luka tusuk dipunggungnya. Darah segar keluar dan menyemprot ketubuh seseorang dibelakang Him chan yang telah berhasil melukai Him chan—Suga.
"Good Job Min Suga". Senyum Jin ia berikan kepada Suga yang ternyata bersembunyi dibalik kain putih Trolly tersebut.
Suga membalas senyum Jin. Dan kembali menghampiri Him chan yang masik bergerak-gerak menahan sakit dipunggungnya. Dan Suga kembali menusuk pisaunya ke dada Him chan dan menurunkan pisaunya hingga kebagian perut. Membuat terbentuknya lubang besar yang mengerikan yang diciptakan oleh Suga.
"ini balasan karena kau telah menyakiti Hyung ku". Ia menarik pisaunya kembali dan melemparkannya tepat kearah dahi Him chan dan SREET Pisau tersebut berhasil menembus tulang terngkorak Him chan, dan Him chan pun mati ditempat dengan sangat mengenaskan.
Suga menghapiri Jin yang tergeletak dilantai dengan wajah yang mulai pucat. "Hyung! Gwenchana? Ayo kita keluar dari sini". Suga hendak membopong keluar Jin namun apa daya, ia tidak kuat membawa tubuh tinggi besar Jin dengan tubuhnya yang pendek.
"J-Hope bantu aku, Jin Hyung Terluka". Suga menelepon J-hope untuk membantunya membawa Jin keluar dari tempat ini. Dan setelah selang beberapa menit, akhirnya J-hope datang dan mereka pun keluar dari Vila dan kembali ketempat persembunyian mereka.
"Jin Hyung kenapa?". Tanya Jungkook Khawatir saat melihat Wajah pucat Jin dan tubuh yang berumulan darah.
"Jin Hyung di tusuk oleh Him Chan Brengsek itu!". Kesal Suga. Dan untuk selanjutnya mereka mulai mengobati luka Jin.
"gimana? Tugas kita apakah sudah selesai? Kalian berhasil membunuh 'nya'?". Tanya Rap Monster. Dan diangguki Jin.
"Jimin kemana?". Tanya Suga saat dilihatnnya Jiminlah yang tidak ada ditempat persembunyian mereka. Pasalnya yang bertugas sebagai pengalihat yaitu Jimin.
"Gawat! Dia pasti masih bersama polisi-polisi disana". Ujar V dengan muka panik.
"APA? V kau susul dia, pastikan kalian tidak ketahuan". Perintah Rap Monster dan V pun langsung menuju ketempat Jimin berada.
************** BANGTAN****************
"dan sekarang setelah kau menangkapku, kau akan membunuhku?". Didalam hutan yang gelap Jimin memperlihatkan senyuman mengerikannya kepada Myungsoo.
Myungsoo balas dengan senyum yang tak kalah mengerikan. "hmmm ... sepertinya itu ide yang bagus". Ujar Myungsoo. Myungsoo mengangkat pistolnya tepat dihadapan Jimin. Jimin menelan silivanya berat. Gawat! Dia lupa membawa senjata!
SREK
SREK
"dan sepertinya keberuntungan lagi dipihakku, polisi sudah mendekat menuju kemari". Myungsoo yakin itu pasti suara langkah polisi yang sedang menuju kesini.
"apakah kau yakin?". Ucap Jimin kembali dengan smirk andalannya. Ia tau, Myungsoo akan kalah kali ini.
SRET
Sebuah moncong pistol bersentuhan dengan kepala belakang Myungsoo. Membuat sang empunya kepala berdiri tegang.
"haha ... bodohnya kau berfikir aku polisi". Ucap V dari arah belakang Myungsoo. Mereka berdiri dengan posisi sangatlah extrim dengan Myungsoo yang menodongkan pistolnya kearah Jimin sedangkan V berdiri dibelakang Myungsoo dengan sebuah pistol yang ia tempatkan dikepala sang polisi tampan ini.
V mengisyarakatkan dan mengasih aba-aba kepada Jimin untuk lari sekarang juga degan matanya. Dan Jimin pun lari meninggalkan V dan Myungsoo yang masih berdiri pada posisi sebelumnya, sebelumnya Jimin sempat mengatakan 'FIGHTING!' kepada V.
"dasar Bresek kalian semua ...! berani-beraninya kalian mempermainkan aku". Kesal Myungsoo, ia tak dapat bergerak sedikitpun. Ia takut sewaktu-waktu peluru akan menembus kepalanya.
"bodohnya kau telah tersudutkan oleh kami untuk yang kedua kalinya". Myungsoo mengerpalkan tangannya diantara kedua sisi badannya. Sedangkan V tersenyum penuh kemenangan.
SRING
V menekan pelatuk, bersiap untuk meluncurkan pelurunya sebelum polisi datang dan mengepungnya.
V membuang senjatanya, dan berlari sekuat tenaganya saat polisi berhasil menemukannya. Ia berlari menuju persembunyian BANGTAN.
Hhh...
Hhh..
"HYUNG! CEPAT LARI DARI SINI POLISI SEDANG MENUJU KEMARI!". Perintah V terengah-engah karena berlari.
"tapi bagaimana? Jin Hyung masih kesakitan". Ucap Jungkook dengan menatap sendu Hyung kesayangannya itu yang menutup matanya masih menahan sakit akibat tusukan diperutnya.
"tenang, mereka tidak akan menemukan kita disini! Aku telah memasang Bom di Vila ini, dan cukup untuk memusnahkan seluruh 'anjing' dan juga seluruh tempat ini". Ucapan Rap Monster membuat semuanya mengaga lebar. Kapan sang Leader memasang Bom itu semua?
"Cha! Sekarang kita ke mobil, tinggalkan tempat ini sebelum bom meledak 1 menit lagi". Ucap Rap Monster melihat jam tangannya. Dan selanjutnya mereka menuju ke mobil dan membopong Jin yang masih tampak kesakitan.
Mobil Siver Bangtan meluncur ditengahnya kegelapan malam. Meninggalkan para 'anjing' yang mengonggong mencari mereka. Dan ...
DUUAAARR
Ledakan dasyat terdengar setelah Bangtan berhasil keluar dari daerah itu. Dan terbukti dari ucapan Sang Leader, dengan ledakan secepat dan sedasyat itu seekor tikus pun tak akan bisa menghindarinya.
Bangtan pergi dengan tempat itu dengan sedikitpun tidak meninggalkan jejak. Keesokan harinya, berita bahwa Vila dan seluruh daerah sekitarnya telah hangus terbakar dan menyisakan hamparan layaknya lapangan sepak bola yang luas. Sang pembawa acara Mengatakan bahwa, seluruh yang ada disitu semuanya telah hangus terbakar termaksud Kim him chan, Dan BANGTAN.
Sekelompok orang dengan wajah yang 'ceria' duduk disofa berhadapan dengan TV yang menampilkan berita mengejutkan tersebut. Tanpa aba-aba lagi mereka langsung tertawa dan untuk selanjutnya mereka kembali merayakan pesta kemenangan.
Bangtan telah dianggap 'Skakmat' oleh seluruh masyarakat. Tidak ada yang mengenali wajah sang Bangtan. Polisi yang mengenali dan bahkan pernah melihat rupa mereka ditempat kejadian malam itu semuanya Hangus tidak ada yang tersisisa. Yang tersisa hanya nama 'BANGTAN' dalam hati sang penggemar yang tidak terima idola mereka telah terbakar hidup-hidup.
Jimin, V, dan Jungkook tersenyum melihat murid-murid disekolah dan bahkan kepala sekolah mereka semuanya menangis karena meninggalnya BANGTAN. Mereka tidak menyadari sesungguhnya 'BANGTAN' itu selalu berada didekat mereka.
************** BANGTAN****************
V duduk dibangku yang bersebrangan dengan Jungkook. Dan Jungkook duduk dibangkunya yang biasa ia duduki dengan Myungsoo. Berbicara soal Myungsoo, kemanakah dia gerangan? Haha ... dia sudah hangus dimakan amarahnya sendiri.
Jungkook baru saja akan menjatuhkan pantat ke kursinya sebelum suara V menghentikannya. Jungkook menolehkan kepalanya kearah V. "Junggie~ kau tidak berniat duduk disebelahku lagi?". Tanya V sambil menepuk-nepuk bangku kosong disebelahnya.
Jungkook nampak berfikir, dan kemudian dia berjalan menuju ke bangkunya dulu sebelum Myungsoo ada. Dan tersenyum kearah V dengan manisnya dan dibalas senyuman yang tak kalah manisnya oleh V.
"Tae Hyung!". Panggil Jungkook.
PLAKK
"YA! Kenapa kepalaku dipukul?". Kesal Jungkook sambil mengusap daerah yang dipukul V tadi dengan buku tebal.
"dasar Maknae tidak sopan! Aku lebih tua dari mu tau! Jadi panggil aku HYUNG! Jangan panggil aku seenaknya tau!". Kesal V dan pergi begitu saja meninggalkan Jungkook yang menganga lebar. Bukankah ia memanggilnya dengan Tae-'Hyung'?
Itulah alasan Jungkook enggan duduk dengan orang aneh yang keterlaluan anehnya seperti V . Jungkook hanya bisa menutup mukanya kesal, 'kenapa aku punya teman se-IDIOTnyaaaaa?' setidaknya itulah yang Jungkook teriakkan dalam hati.
END
Thank's for Reading, i hope you always be happy to read my post ...
Please, coment it...
I very need your coment and your advice...
Annyeong...^^
