I Don't Want to be Like This
Cast: Ryeowook, Kyuhyun, Yesung, Sungmin
Pairing: KyuWook/YeWook/YeMin
Genre: Romance, Angst
Rated: T
Disclaimer: Super Junior adalah milik SMEnt, sedangkan FF dan member-membernya milik author, hohoho… #plak! Plak!
Hal yang disukai: Reader yang meriview
Hal yang dibenci: Silent reader, bashing (author tidak melarang sih hehe)
Hal yang ditakutkan: Typo dan FF ini tidak disukai
Hal yang diterapkan: DLDR atau yang kita sebut Don't Like Don't Read! Yeah! Wuhuu! #plak! Gak jelas -_-
Kayaknya author kebanyakan ngomong ya? Kalau begitu langsung saja kita mulai ceritanya :D
'''''''''
Pemberitahuan sebelum membaca!
Makasih banget buat para reader yang ngingetin kalau seharusnya Wook panggil Umin 'Eonni' bukan 'noona'. Makhlum, author koreanya masih abal-abal dan kebiasaanku kalau tulis FF gayanya kayak orang mabok, jadi mabok beneran deh hehehe… Sekali lagi Gomawo dan maaf atas kepaboan author :D Jadi untuk di chap ini dan seterusnya bakal author ganti. *bow
~~Selamat membaca dan menikmati!~~
'''''''''
Kyuhyun's POV~
Apa yang kulakukan barusan? Menciumnya? Cho Kyuhyun, kau gila! Pabo!
"Hahh.. Hahh… Kenapa?" tanya Ryeowook dengan nada suara yang lemah, kulihat tubuhnya bergetar. Apa yang harus kukatakan padanya? Apa aku menyukainya?
::Chapter 4::
Still Kyuhyun's POV…
Tap! Tap! Tap!
Aku dan Ryeowook segera berjalan meninggalkan rumah Sungmin noona, sepertinya Ryeowook melupakan rencananya dan aku memutuskan untuk membiarkan kami berjalan kaki. Suasana sunyi sekejab mengelilingi kami berdua. Aku berpikir keras, mencoba menguras otakku sekeras yang aku bisa untuk mencari jawaban. Aishhh, dasar malaikat mesum! Eh, tapi kayak begitu kan gak mesum juga… Atau mesum ya?
"Kyu!" Ryeowook memanggilku kencang, membuatku tersadar dari lamunanku yang bertemakan 'mesum atau tidak'. "Ah ya! Hahaha…" responku linglung, entah kenapa aku manjadi sangat gugup. Aku hanya bisa berharap semoga saja leherku tidak dipites setelah ini.
"Kenapa tadi kau menciumku Kyu?" tanya Ryeowook mengintrogasiku. Untung saja kami hantu, kalau saja Sungmin noona melihat kami pasti dia juga akan mengintrogasiku haha -_-. Tapi sekarang aku harus menjawab apa? Berpikir Cho Kyuhyun! Masa pemenang mendali emas olimpiade matematika tidak bisa mencari jalan keluar sih?!
"Ah, oh, i-itu… Aku hanya ingin membuatmu berhenti menangis saja. Aku sangat benci dengan suaramu yang super cempreng saat menangis itu," jawabku berbohong, tiba-tiba saja otakku kembali berfungsi. Huft…
"Tapi mana ada orang yang sepertimu, mencium orang sembarangan untuk membuatnya berhenti menangis?"
"Ada-ada saja kok! Setiap orang itu kan berbeda-beda caranya, jadi gak masalah kan?!"
"Maksudmu?"
"Misalnya kalau orang mau menghentikan tangis bayi kan berbeda-beda, ada yang gendongin bayinya, ada yang joget, ada yang… Ah! Pokokya banyak deh!"
"Yasudahlah! Tapi caramu mesum!"
Hahaha! akhirnya kau terbukti mesum Cho Kyuhyun! Setidaknya lebih baik begitu, daripada dipites -_-
"Kyu, sekali-sekali lari yuk?" tawar Ryeowook sambil memandangku dengan pandangan berbinar. Aku menjawab tawarannya dengan anggukan kecil, ia tersenyum lalu berlari meninggalkanku.
Brukkk!
Baru saja ia berlari, ia sudah jatuh ke aspal jalan dengan tidak elitnya. Aku lupa kalau kita berdua tidak boleh terpisah hahaha...
"KYUUU! Kau kan sudah mengangguk, semestinya kau juga ikut berlari!" Ryeowook memarahiku dengan sangar dan justru aku menyukai wajah imutnya yang sedang marah, sangat menarik untuk dilihat. Aku menyeingai sekilas lalu berlari menyusulnya, setelah itu kami berdua berlari bersama-sama pulang kerumah tanpa penerbangan. Rasanya aku ingin segera tidur. Hoamm…
Kyuhyun POV's END~
'
'
###
'
'
Pagi ini adalah pagi yang cerah dengan panas matahari yang tidak terlalu menusuk kulit, sangat enak untuk tidur seharian. Namun tampaknya Kyuhyun tidak dapat melaksanakan keinginannya itu karena Ryeowook berlutut di sampingnya sambil mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun dengan kasar. Lihat saja jam yang yang tergantung di dinding, pukul 5 pagi, bahkan ayampun masih tertidur di kandangnya.
"Kyu, ayo bangun!" seru Ryeowook, tangannya tak berhenti mengungcang tubuh namja bersayap hitam itu. Merasa ada yang mengganggu tidurnya, Kyuhyun terbangun dengan posisi duduk sembilan puluh derajat. Ia dapat merasakan punggungnya yang sakit akibat alas tidur yang berupa lantai dingin dan keras.
"Ada ap…" belum selesai menyelesaikan kalimatnya, mulut Kyuhyun sudah dibungkam dengan nasi goreng kimchi. Mau tak mau Kyuhyun harus menelannya agar ia dapat berbicara.
"Enak… Kau yang buat?" tanya Kyuhyun dengan senyum mengembang seperti anak kecil yang mendapat permen lolipop.
Ryeowook mengangguk, "Tentu saja, lagian pagi-pagi begini tidak mungkin aku keluar untuk membali makanan," ujarnya sambil tersenyum-tersenyum bangga karena masakannya disukai oleh namja evil itu.
"Ngomong-ngomong, tumben kau jadi baik begini? Mencurigakan…" tutur Kyuhyun dan wajah tampannya ia dekatkan ke wajah yeoja mungil di depannya itu. "Pasti karena aku tampan kan? Ah… Kalau dipikir-pikir ketika aku hidup dulu juga banyak yeoja yang mengejarku dengan cara memberiku makanan, mulai dari coklat sampai bekal. Kalau saja aku menerima semua pemberian yeoja-yeoja itu, pasti aku sudah segendut Shindong," kenang Kyuhyun seperti kakek-kakek dengan narsisnya.
"Shindong? Siapa tuh?" tanya Ryeowook bingung sekaligus penasaran karena Kyuhyun menyebutkan nama orang yang tidak ia kenal.
"Temanku di sekolah dulu, gendut banget! Bwahahaha!" tawa Kyuhyun kencang sambil memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa. 'Namja yang tidak sopan' batin Ryeowook, menatap namja yang sedang ber-bwahaharia(?) itu dengan pandangan sinis. #Author dan Kyu dibakar sama Shinfriends
"Pasti kau meninggal karena kualat sama Shindong ya?" Ryeowook mulai menuduh Kyuhyun macam-macam dan sukses membuat Kyuhyun melotot.
"Kualat? Ya enggak lah! Aku kan meninggal kar…" ucapan Kyuhyun terputus, tiba-tiba wajahnya menjadi sendu, tidak seperti Kyuhyun yang biasanya. Ryeowook yang melihat Kyuhyun pun hanya menatap namja di depannya penuh harap agar ia mau melanjutkan kalimatnya.
"Sudahlah! Pokoknya bukan karena kualat, mengerti?!"
"Iya, iya."
"Hmmm… Kembali ke topik awal, kenapa kau membuatkanku makan eoh?"
"Hehehe… Karena…"
"Karena apa?"
"Karena aku ingin memintamu untuk mengantarku ke sekolah Yesung oppa sekarang."
"Hah?!"
'
'
###
'
'
Ryeowook's POV~
Akhirnya sampai juga…
Aku dan Kyuhyun baru saja mendarat di depan sekolah Yesung oppa. Seperti biasa sesampainya di sana, kami langsung berlari mererobos orang-orang yang ada di sana.
"Hei, itu Sungmin noona!" seru Kyuhyun sambil menunjuk ke arah jam 3 dan tepat menunjuk ke arah Sungmin eonnie. Terlihat ia juga sedang terburu-buru masuk ke dalam sekolah dan ditangannya terlihat sebuah bungkusan berwarna pink yang sangat cocok dengan pemiliknya. Sungmin eonnie kan pecinta pink -_- Buktinya? Lihat saja dari ujung kaki hingga ujung kepalanya yang serba pink. Dan... Buat apa aku membahas soal itu? Ada yang lebih penting!
"Sip Kyu!" aku mengarahkan jempolku ke arah Kyuhyun sambil berkedip layaknya film agen mata-mata.
Drap! Drap! Drap!
"TUNGGUUU!" teriakku menghentikan seluruh gerakan yang dilakukan kami berdua. "Kita kan hantu, ngapain kita lari-lari naik tangga begini? Kau kan bisa terbang."
"Bukannya kamu takut ketinggian?"
"Tapi kan sekarang cetek dan ini keadaan darurat!"
"Baiklah, kajja!" ujarnya dan dengan segera menggendongku lalu terbang dengan sayapnya, untung bukan sayap mainan -_- huft…
Ah! Aku melihat Yesung oppa yang sedang bersama… Lagi-lagi Sungmin eonnie. Jangan dekati yesung oppaku!
"Kyu, turunkan aku!" perintahku sedikit kasar, dapat kulihat wajah Kyuhyun yang sedikit kesal karena diperlakukan seperti itu olehku.
"Lalu bagaimana sekarang nona kim?" tanya Kyuhyun, menunjukkan seringainya yang menusuk padaku. "Entahlah Kyu," jawabku sambil memerhatikan mereka berdua.
Apa yang harus kulakukan sekarang? Ayo berpikir Kim Ryeowook!
Ryeowook POV's END~
'
'
Sungmin's POV~
"Ada apa kau memanggilku kesini?" tanya Yesung yang baru saja menginjakkan kakinya di tempat yang kuberitahukan, lorong kelas lantai atas yang sepi.
"Uhmm… Sebenarnya a-aku…" ujarku terputus-putus, tiba-tiba saja semua kalimat yang kususun sedemikian rupa kemarin malam seketika berantakan. Ayo, kau harus bisa! Katakan semuanya dan serahkan coklatnya!
Sungmin POV's END~
'
"A-Aku… Sebenarnya… Aku…" Sungmin semakin gugup, semenjak tadi ia hanya mampu mengucapkan kata 'aku' dan 'sebenarnya' berulang kali hingga membuat Yesung menjadi bingung.
"Kau sakit?" tanya Yesung, mengarahkan tangannya untuk memegang dahi Sungmin. Dengan sigap Ryeowook berusaha menarik tangan Yesung agar tidak menyetuh dahi Sungmin. Namun usahanya tidak berhasil, berkali-kali ia mencoba tetap saja tangannya tidak sapat menggenggam tangan namja bersurai hitam itu.
"Kumohon jangan seperti ini…" ujar Ryeowook miris. Kesal… Tentu saja ia kesal. Sedih… Tentu saja ia sedih. Kenapa takdir membuatnya harus seperti ini?
Blush!
Wajah Sungmin sukses memerah saat merasakan tangan Yesung sedang meraba keningnya. Sekarang ia sangat bahagia, namun di saat yang bersamaan pula ia menyakiti hati seorang yeoja mungil yang berada di sana meskipun tidak terlihat.
Perlahan Yesung melepaskan tangannya dari dahi Sungmin. "Kepalamu tidak panas kok," ujarnya sambil memperlihatkan senyum yang sangat menawan, membuat dada Ryeowook semakin sakit karena melihat adegan tersebut.
"Yesung, ini!" seru Sungmin sambil menyodorkan bungkusan berwarna pink yang ia siapkan dari kemarin malam. Yesung memandangi bungkusan itu dengan tatapan bingung. Sungmin menarik napasnya, mencoba mengumpulkan semua keberanian yang ada, "Aku tahu ini mendadak, tapi aku harap kau mau membaca surat ini," disodorkannya sebuah surat yang terselih di bingkisan tersebut.
"Oppa, jangan… Kumohon…" rengek Ryeowook yang mulai kehabisan akal, ia tahu kemungkinan besar Yesung akan menerima pernyataan Sungmin. Ia takut Yesungnya direbut oleh Sungmin. Ia sangat ingin Yesung dapat mendengarnya. Sementara Kyuhyun yang berdiri di belakang Ryeowook juga merasakan sakit melihat yeoja mungil di depannya itu memohon-mohon pada namja yang jelas-jelas tidak akan mendengar permohonannya. Kyuhyun ingin melakukan sesuatu tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.
'
'
Kyuhyun's POV~
Arggg, kenapa semuanya harus seperti ini sih? Ryeowook menangis dan aku harus apa sekarang? Menciumnya lagi agar nantinya dibilang mesum lagi? Tidak mungkin!
Hoy kau kepala besar! Jangan terima surat itu, kau tak melihat Ryeowook yang sudah seperti itu? Menyebalkan -_-
Kulihat namja berkepala besar itu mengambil surat yang diberikan oleh Sungmin noona. Aishh… Sudah kubilang jangan diambil! Ia segera membaca surat itu, dapat kulihat berkali-kali ia mengkerutkan dahinya seperti kakek-kakek. Sebenarnya kau tidak pantas untuk dikagumi wanita -_-
"Hiks… Hiks… Sudah kubilang jangan Oppa…" Ryeowook terus saja memohon dengan posisinya yang terduduk di lantai. Aku tidak kuat melihatnya seperti itu.
Hup!
Aku menggendongnya tiba-tiba hingga membuatnya kaget. "A-Apa yang kau, hiks… Lakukan?" tanyanya dengan nada bergetar dan masih dengan tangisan. Aku membalasnya dengan senyuman.
"Bukankah lebih baik kita pergi eoh?"
Kyuhyun POV's END~
'
'
"Woahhh… Hiks… Ini dimana?" tanya Ryeowook yang masih bisa terkagum-kagum di sela tangis, membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Sekarang mereka sedang berada di tempat gelap, namun banyak cahaya berwarna-warni yang memberi penerangan.
"Ini di kedai es krim, kau suka es krim kan?" ujar Kyuhyun yang segera direspon dengan anggukan dari Ryeowook, meskipun dalam keadaan masih menangis. Namja bersayap hitam itu memberikan daftar es krim yang berisikan gambar hidangan-hidangan es krim yang menggiurkan.
"Hiks… Me-Memangnya aku bisa p-pesan?"
"Tentu saja, karena sekarang kita ada di dimensi arwah."
"Dimensi arwah?" tanya Ryeowook bingung ketika mendengar kata 'dimensi arwah' dari bibir Kyuhyun.
"Hei Kyu!" panggil seorang namja dengan suara kerasnya yang sukses membuat Ryeowook dan Kyuhyun kaget. "Sudah lama ya kita tidak bertemu!" sapa namja itu dengan wajah riang.
"Eunhyuk? Kau Eunhyuk kan?" tanya Kyuhyun memastikan apakah namja itu adalah sehabatnya atau bukan.
"Ne, ini aku Kyu! Hmmm… Siapa dia?" Eunhyuk berkata sambil mengarahkan pandangannya ke Ryeowook. Merasa diperhatikan, Ryeowook segera menghapus air matanya karena malu.
"Perkenalkan, dia Ryeowook dan Ryeowook… Dia Eunhyuk, kau bisa memanggilnya Hyukkie," jelas Kyuhyun kepada 2 manusia yang baru saling kenal itu. Eunhyuk tersenyum ke arah Ryeowook, begitu pula dengan Ryeowook.
"Kau yeoja yang manis," ucap Eunhyuk sambil mengedipkan sebelah matanya kepada yeoja mungil itu. "Gomawo," jawab Ryeowook sambil cengar-cengir karena senang dibilang manis.
"Sudah, sudah! Ayo kita makan es krim saja!" ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Ryeowook dan diikuti oleh Eunhyuk. Cemburu eoh?
'
'
"Tambah 1 es krim coklat triple scoops!" seru Ryeowook semangat, entah sudah berapa gelas es krim yang ia habiskan. Yang jelas sudah melebihi 5 gelas jumbo, bahkan meja yang seharusnya menjadi bagian Eunhyuk dan Kyuhyun menjadi tempat gelas kotor.
"Kau pecinta es krim ya kkk," Eunhyuk terkekeh geli melihat tingkah Ryeowook yang seperti anak kecil, sementara Kyuhyun? Sekarang namja evil itu tampak aneh, tersenyum gak jelas sambil memandangi Ryeowook.
"Habis es krim di sini enak banget hehehe…" jawab Ryeowook bahagia. Bahkan baru saja es krim pesanannya datang, dalam waktu 5 menit es krim itu akan sirna dari tempatnya. #sebenarnya Wook lebih suka Yeppa atau es krim? -_-
"Tapi kalau makan banyak-banyak bisa bahaya loh!" seru namja berwajah mirip monyet itu #plak!# memperingatkan Ryeowook.
Bruk!
Baru saja diperingatkan, Ryeowook sudah tak sadarkan diri.
"Wookie!"
'
'
###
'
'
Tap!
Kyuhyun mendaratkan kakinya di depan pintu rumahnya dan yeoja mungil yang kini berada di gendongannya. Dengan segera Kyuhyun memasuki rumah dan membawa Ryeowook menuju kamar mereka berdua. Diletakkannya Ryeowook di atas ranjang. Tetapi sepertinya Kyuhyun kurang berhati-hati, kakinya tersandung kayu ranjang sehingga ia terjatuh ke ranjang dan hampir menimpa Ryeowook kalau saja ia tidak menahan tubuhnya dengan tangan.
"Hampir saja," ujar Kyuhyun lega sekaligus bangga dengan reaksinya yang cepat.
Deg!
Jantung Kyuhyun berdetak saat menyadari bahwa ternyata jarak antara wajahnya dan wajah Ryeowook sangat dekat. Tergoda eoh? *Kyuhyun: Author sadis T_T**Author: (senyum evil)*
Karena tidak ingin seperti kemarin, Kyuhyun segera bangkit dari ranjang Ryeowook dan bergegas pergi. Sayangnya Kyuhyun sedang tidak beruntung, tangan Ryeowook menarik Kyuhyun sehingga ia kembali terjatuh dan memeluknya.
Deg! Deg! Deg!
Kyuhyun merasa jantungnya akan berhenti berdetak sekarang, pikirannya menjadi campur aduk. Sedangkan Ryeowook tidak mengetahui yang ia lakukan dan terus memeluk Kyuhyun sambil tertidur.
"Wo-Wook?"
'
Bagaimanakan nasib Kyuhyun selanjutnya?
'
TBC~~~
GYAAA! *teriak horror untuk kedua kalinya di akhir cerita*
Kayaknya author kebiasaan norak ya? Hehehe…
Tapi author memang gak kuat nulisnya, tapi author masih cukup mental sehingga chap akhirnya jadi. Huft…
Mian ya Kyu ._. *bow, dijontos Kyuppa
Author bingung sih mau kayak gimana hehehe… *dijontos Kyuppa 2 kali
Seperti biasa… *nyiapin toak
Gomawo untuk semua reader yang udah mau baca sampai sini! Author terharu deh T_T Sekali lagi gomawo.
Mian buat semua kesalahan dan kekurangan yang ada :( *bow
Dan…
Kalau suka diriview ya :D hehehe
ReynaRena
