I Don't Want to be Like This

Cast: Ryeowook, Kyuhyun, Yesung, Sungmin

Pairing: KyuWook/YeWook/YeMin

Genre: Romance, Angst

Rated: T

Disclaimer: Super Junior adalah milik SMEnt, sedangkan FF dan member-membernya milik author, hohoho… #plak! Plak!

Hal yang disukai: Reader yang meriview

Hal yang dibenci: Silent reader, bashing (author tidak melarang sih hehe)

Hal yang ditakutkan: Typo dan FF ini tidak disukai

Hal yang diterapkan: DLDR atau yang kita sebut Don't Like Don't Read! Yeah! Wuhuu! #plak! Gak jelas -_-

Kayaknya author kebanyakan ngomong ya? Kalau begitu langsung saja kita mulai ceritanya :D

~~Selamat membaca dan menikmati!~~

'''''''''

Deg! Deg! Deg!

Kyuhyun merasa jantungnya akan berhenti berdetak sekarang, pikirannya menjadi campur aduk. Sedangkan Ryeowook tidak mengetahui yang ia lakukan dan terus memeluk Kyuhyun sambil tertidur.

"Wo-Wook?"

::Chapter 5::

Kyuhyun membatu, sekarang ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia masih punya hati nurani untuk tidak membangunkan yeoja bernama Ryeowook itu, tapi di sisi lain ia sudah tidak kuat menahan cobaan yang diberikan Ryeowook dan Tuhan padanya.

"Ughhh…" Ryeowook menggeliat dan mengerjapkan matanya. Matanya menangkap sosok Kyuhyun, namun otaknya masih belum dapat memproses apa yang terjadi.

"Kyu?" Ryeowook memanggil Kyuhyun dengan nada bingung, tautan tangannya masih belum ia lepaskan dari pinggang namja itu.

1 detik, 2 detik, 3 detik…

"KYU?!" Ryeowook langsung terkaget-kaget, sekarang ia dapat memproses semua yang ia lihat. Kekagetan Ryeowook masih bertambah saat ia melihat tangannya yang melingkar di pinggang Kyuhyun dengan mata membulat seperti bola.

"HIII!" teriak Ryeowook horror, buru-buru ia menjauh dari malaikat bersayap hitam itu. "Yak! Memangnya aku kotoran apa?!" protes Kyuhyun terhadap reaksi Ryeowook yang baginya berlebihan, sedangkan Ryeowook hanya bisa melotot ke arah Kyuhyun sambil memikirkan tentang banyak hal.

'

'

Ryeowook's POV~

Kenapa gulingnya berubah jadi Kyuhyun? Kenapa aku bisa memeluk Kyuhyun? Dan kenapa Kyuhyun bisa ada DI SITU?!

"Jangan menatapku horror!" suara Kyuhyun yang membentak membuyarkan semua pertanyaanku. Ughh… Sekarang aku benar-benar pusing dengan semuanya.

"Mian udah main meluk-meluk! Aku bener-bener gak sengaja! Tolong dimaafkan!" seruku sambil membungkuk dengan susunan dan pemilihan kata yang sedikit aneh, Cuma ini yang bisa terpikir dalam waktu 5 detik.

"Gak usah minta maaf, aku gak keberatan kok…" Kyuhyun berkata dengan nada yang memanjang di 'kok'.

Dia bilang gak keberatan?

Ryeowook POV's END~

'

'

Kyuhyun's POV~

Andwaeee! Kenapa aku bilang gak keberatan?! Kyuhyun paboya! Lebih baik kau mati saja Cho Kyuhyun!

"Bener gak keberatan?" tanya Ryeowook padaku yang langsung kubalas dengan anggukan gelagapan. Dapat kulihat Ryeowook seperti memikirkan sesuatu dengan tatapan ragu-ragunya. "Umm… Ka-Kalau begitu boleh kita berdua tidur satu ranjang malam ini?"

GLEGARR!

Sa-Satu ranjang?!

"Kenapa harus satu ranjang?" tanyaku balik dengan ekspresi yang kupaksakan santai padahal jiwaku sudah menjerit-jerit sekarang. #Kyu norak deh -_- *ditabok Kyuppa

"Entahlah, hanya saja aku lagi merasa tidak enak," jawab Ryeowook dengan raut sedih. Apa lebih baik kuturuti?

"Baiklah kalau begitu, sini!" ujarku sambil menepuk-nepuk kasur ranjang, bermaksud untuk menyuruhnya kemari. Sambil menunggunya, aku mengambil posisi tidurku di bagian kiri ranjang. Beberapa detik kemudian Ryeowook pun juga sudah naik dan berbaring di ranjang bersamaku. Mungkin ini adalah saat-saat paling membahagiakan dalam hidupku.

Kyuhyun POV's END~

'

'

"Kyu," panggil Ryeowook pelan kepada sesosok namja yang berada di sampingnya namun tidak dengan wajahnya yang menghadap ke arah lain.

"Kyu," Ryeowook kembali memanggil namja itu, akhirnya namja itu-Kyuhyun menoleh ke arah Ryeowook. "Apa lagi yang kau inginkan eoh?" tanya Kyuhyun dengan nada yang ramah.

"Boleh minta dipeluk?" tanya Ryeowook dengan wajah memelasnya yang sangat imut di mata Kyuhyun, membuat namja itu tidak sanggup menolak tawaran Ryeowook meskipun jika ia melakukan hal itu akan berdampak tidak baik pada jantungnya.

"Baiklah, sekali ini saja OK?" ujar Kyuhyun yang dibalas oleh anggukan plus senyum gembira dari Ryeowook, dengan cepat ia mendekat dan masuk ke dalam dekapan Kyuhyun. Entah kenapa Ryeowook merasakan kehangatan yang ia rindukan dari Yesung saat ia berada di dalam pelukan Kyuhyun.

"Kyu, boleh aku bertanya satu hal?"

"Hmmm?"

"Apa aku harus melepas Yesung oppa?"

"Mungkin itu lebih baik."

"Begitu ya?"

"Sudahlah, lebih baik kita tidur saja!"

Ryeowook dan Kyuhyun pun menutup matanya, namun sesaat sebelum yeoja mungil itu terlelap, ia mengucapkan terima kasih kepada Kyuhyun yang sudah masuk ke alam mimpi terlebih dahulu.

"Gomawo ya Kyu, malam ini kau baik sekali."

'

'

###

'

'

Flashback~

2 minggu yang lalu…

Drttt… Drttt…

HP berwarna ungu yang tergeletak di meja itu bargetar beberapa kali, membuat sang pemilik HP yang merupakan yeoja itu buru-buru mangambil benda tersebut. Wajahnya seketika berbinar ketika melihat nama penelepon yang tertera di layar HP, dengan cepat ia menekan tombol telepon hijau.

"Ya, ada apa Oppa?"

"Yahh, wae Oppa?"

"Hmm… Baiklah, Wookie bisa pulang sendiri kok!"

"Ne…"

"Iya, aku tahu kok! Oppa jangan khawatir!"

"Ne Oppa, bye!"

Pip!

Yeoja itu mengakhiri pembicaraan dengan menekan tombol telepon merah. Ia sedikit mempoutkan bibirnya pertanda ia kecewa.

"Huhh, Yesung oppa enggak bisa pulang bareng Wookie lagi. Memang orang pinter itu sibuk ya, ada aja urusannya," curhatnya kepada foto namja yang terpampang di layar HP sebagai wallpaper. Ya, itu adalah foto namja yang barnama Yesung tadi.

"Tapi aku bosan hari ini kalau langsung pulang, enaknya ngapain ya?" gumam Ryeowook sambil berpikir sejenak, setidaknya ia bisa melakukan hal yang ia inginkan jika sedang tidak bersama dengan namja itu karena terkadang namja itu sangat protective padanya.

"Hmmm..." Yeoja itu masih sibuk berpikir, sesekali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Kruyukkk...

Perut yeoja itu berbunyi, pertanda minta diisi.

"Baiklah, karena belum makan daritadi... Aku Kim Ryeowook memutuskan untuk pergi ke kedai es krim!" ujar yeoja yang ternyata bernama Ryeowook itu dengan mantap, segera ia meransel tasnya dan keluar dari kelas yang sepi. Tapi apa tidak salah makan es krim saat lapar? Kenapa tidak ramen atau ayam goreng?

'

'

###

'

'

"Ughhh, ughhh, berapa jauh sih antriannya?" Ryeowook mencoba melihat berapa panjang antrian dari pintu sampai kasir kedai es krim itu, namun meskipun ia sudah menjinjing kakinya setinggi mungkin tetap saja ia tidak dapat melihat antrian tersebut karena tinggi badannya yang tergolong mungil sedangkan orang-orang di depannya tinggi semua. Memang Ryeowook sedang tidak beruntung, entah kenapa hari ini kedai es krim itu sangat ramai. Karena bosan, yeoja itu mengedarkan pandangan ke setiap penjuru kedai dan matanya menangkap sesuatu yang akan membuatnya lebih menghemat waktu daripada mengantri disini. Ia memandangi kasir take way yang sepi pembeli, mungkin sekarang peruntungan berbalik padanya.

Skip beberapa menit~

Terlihat kantong besar berisikan cup beserta es krimnya sudah berada dalam genggaman Ryeowook. Yeoja itu sekarang memasang wajah puas, senyum sumringah terpampang jelas di wajahnya. Namun senyum itu tak bertahan lama karena beratnya kantong es krim yang mulai terasa massanya.

Hari ini jalan raya sedang tidak ramai, membuat yeoja itu beruntung untuk kedua kalinya karena tidak usah menunggu lampu merah untuk menyeberang. Dengan segara dilangkahkannya kedua kaki mungil tersebut.

Drrttt… Drrttt…

Lagi-lagi handphone berwarna ungu milik Ryeowook bergetar dan membuat yeoja itu langsung mengambil HP-nya lagi.

"Ya? Wae oppa?"

"Aku habis beli es krim, sekarang juga lagi pulang kok!"

"Ah, oppa tak usah khawatir… Urusi urusan oppa saja sana!"

"Ne, ne, aku akan berhati-hati."

Brett!

Tiba-tiba saja kantong yang dibawa oleh Ryeowook sobek dan membuat beberapa cup es krim terjatuh dari dalam. Ryeowook yang melihat es krim rasa coklat kesukaannya jatuh pun segera mengakhiri pembicaraannya dengan oppanya tersayang-Yesung.

"Wuahh! Es krim Wookie jatuh! Udahan dulu ya oppa, bye!" seru Ryeowook panik dan pembicaraan diakhiri dengan tombol telepon merah secara sepihak oleh yeoja itu. Ryeowook dengan sigap mengambil cup-cup es krim yang bertebaran di jalan tanpa mempedulikan statusnya yang sedang berada di tengah jalan. Apa jalannya sesepi itu?

Namun tanpa Ryeowook sadari, ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah depan. Ryeowook menoleh namun sudah terlambat, mobil itu mendekat dengan capat. Yeoja itu bergetar, terpaku, dan hanya diam karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Tinn! Tinnn! Ckittt! BRUK!

Sementara itu di saat yang sama di seberang sana…

"Yak, dengarkan dulu! Wookie? Wookie? Halo?!" panggil Yesung berkali-kali namun sayang telepon tersebut telah ditutup oleh Ryeowook. Ia berdecak kesal dan sesekali menendang meja yang berada di dekatnya.

"Huh! Dia lebih mementingkan es krim daripada aku? Awas saja kau es krim kalau sampai kau melukai Ryeowookku yang manis!" gerutu Yesung, memarahi benda mati namun tak kalah manis dengan Ryeowooknya itu-es krim. Saat itu ia tidak menyadari bahwa hal yang baru saja ia ucapkan menjadi kenyataan.

Trililit! Trililit!

Handphone milik namja itu berdering. Dengan cepat diangkatnya telepon tersebut karena berpikir bahwa yang meneleponnya adalah Ryeowook. Ia sangat yakin akan hal itu, jelas saja karena nama Ryeowook sebagai penelepon terpampang di layar handphone namja itu.

"Wookie!" Sapa Yesung gembira karena akhirnya Ryeowook meneleponnya kembali.

'Permisi, apakah kau mengenal yeoja yang bernama Kim Ryeowook?' tanya suara asing yang tidak dikenal oleh Yesung. Dalam sekejab raut wajah Yesung berubah menjadi bingung.

"Ya, aku kenal dengannya. Ada apa?"

'Sangat disesalkan, baru saja ia mengalami kecelakaan dan tewas ditempat' ujar suara di seberang sana yang membuat Yesung sangat syok, bahkan HP yang barusan berada di genggamannya kini sudah terjatuh ke lantai. 'Ryeowook meninggal? Dia bilang Ryeowook meninggal?!'

Mungkinkah memang saat itu mereka berdua ditadirkan untuk berpisah?

Flashback off~

'

'

###

'

'

"Dasar koala…" tutur Kyuhyun pada Ryeowook yang masih terlelap. Bagaimana tidak? Lihatlah gaya Ryeowook yang memeluk Kyuhyun seperti anak koala yang menempel pada induknya dengan kaki ikut memeluk tubuh Kyuhyun. Tapi meskipun begitu, dalam hati namja evil itu ia sangat senang dengan keadaan ini.

'

'

Kyuhyun's POV~

Diam-diam aku memperhatikan wajahnya yang tertidur damai. Ughh… Kenapa sih yeoja di hadapanku ini masih sekali? Dia membuatku gila. Ngomong-ngomong bagaimana keadaan si kepala besar dan Sungmin noona ya? Apa mereka sudah jadian? Dasar anak muda -_- Padahal aku sendiri juga anak muda ya? Hahaha… Tapi mungkin dengan begitu aku jadi punya harapan? Ah, tidak! Jangan berpikiran seperti itu Cho Kyuhyun =_= Sekarang yang terpenting adalah menunggu putri tidur terbangun.

Kyuhyun POV's END~

'

'

###

'

'

Ting, Tong! Ting, Tong!

"Kyu, ada tamu tuh!" seru Ryeowook kepada namja yang kini telah tenggelam ke dalam dunia game. Bahkan saking terobsesinya, suara Ryeowook hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. "Aishh… Dasar malaikat maniak game, biar aku saja kalau begitu. Tapi ngomong-ngomong kok ada tamu ya?"

"Siapa?" tanya Ryeowook sambil membukakan pintu untuk orang yang berada di luar sana. Yeoja itu terkejut saat mengetahui siapa tamu yang berkunjung ke rumahnya dan Kyuhyun.

"Kita ketemu lagi yeoja manis kkk."

'

'

"Buat apa kesini monyet?" tanya Kyuhyun tak sopan sembari memamerkan seringainya yang akhir-akhir ini tidak ia gunakan. Mendengar perkataan Kyuhyun yang tidak sopan membuat Eunhyuk menjadi sebal. Ryeowook sedang tidak ada disana karena sekarang ia berada di dapur yang jaraknya tentu saja dekat untuk membuat makanan. #Kyu tau aja :D *ditabok Hyukppa* perasaan author ditabok terus deh T_T

"Memangnya tidak boleh? Aku kesini mau ketemu Wookie kok, bukan kau," jawab Eunhyuk yang juga ikut menyeringai, diutak-atiknya HP milik Kyuhyun untuk mencari lagu yang barangkali adalah lagu favoritnya. Sekarang gantian Kyuhyun yang memandang sebal ke arah sahabatnya itu.

"Jangan memainkan handphoneku!"

"Kalau begitu kau juga jangan cemburu, aku kan hanya bercanda kkk."

"Siapa yang cemburu?!"

"Tentu saja kau, siapa lagi? Kau tidak bisa membohongi sahabat baikmu ini Kyu."

"Arggg, kau hari ini sangat menyebalkan!"

"Biar saja, biasanya kau juga lebih menyebalkan. Bwee…"

"Makanan siap! Ayo Kyu, Hyukkie, kita makan!" seru Ryeowook bersemangat, kedua namja yang sedang beradu mulut itu pun segera menghentikan aktifitas debat mereka dan berjalan ke ruang makan karena mereka memang sudah sangat lapar.

'

'

Hari sudah sore dan Eunhyuk memutuskan untuk menyudahi kunjungannya dan kembali ke dimensi arwah sebelum petugas patroli yang biasa berjaga di sana mengetahui bahwa Eunhyuk diam-diam kabur. Kyuhyun pun bernapas lega sementara Ryeowook mengharapkan kunjungan namja bernama 'Eunhyuk' itu lain kali.

"Hyukkie itu namja yang menyenangkan ya, aku menyukainya hehehe," ujar Ryeowook sambil tersenyum riang karena mendapatkan teman setelah sekian lama tidak mempunyai teman. Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Bukan teman eoh?

"Menyenangkan? Monyet itu hari ini membuatku kesal! Lebih baik kau jangan menyebut namanya di depanku!"

"Baiklah Kyu, tapi aku berharap dia akan kesini lagi."

"Kalau aku berharap dia ditangkap petugas saja!"

"Kau jahat amat sama sahabat sendiri =_="

"Biarin =3= Lebih baik kita masuk saja, di sini dingin… Kajja!" ujar Kyuhyun sambil menarik tangan Ryeowook, terpaksa Ryeowook mengikuti jejak Kyuhyun walaupun sebenarnya ia masih ingin di luar.

'

'

Ryeowook's POV~

Aku memandang ke luar jendela, memandang bintang-bintang yang malam ini terlihat sangat indah dengan kilauannya. Namun…

'Trrttt… Bang! Bang! Trrttt… You Win!'

Suara dari PSP milik Kyuhyun mengganggu acaraku -_- Untuk itu lebih baik diabaikan saja, andai saja aku bisa bebas dan tidak terikat dengan malaikat evil ini.

Hmmm… Yesung oppa sedang apa ya? Apa sekarang ia sedang bersama Sungmin eonnie? Ughh… Menyebalkan! Namun sekarang aku harus bisa merestui mereka berdua, bukankah Sungmin eonnie sangat mencintai Yesung oppa? Memikirkan hal itu membuat mataku berkaca-kaca.

Hey, jangan menangis Kim Ryeowook! Kau harus tegar!

Ryeowook POV's END~

'

'

Sungmin's POV~

'Maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu sekarang."

Lagi-lagi ucapan Yesung terngiang di kepalaku untuk keratusan kalinya. Tidak bisa menjawab sekarang? Apa artinya aku punya harapan karena dia tidak menolakku? Kalau begitu aku harus lebih berjuang, fighting Sungmin! Banyak jalan menuju roma, berarti banyak cara untuk merebut hati Yesung ^-^v Peace!

"Kalau begitu apa lebih baik aku buatkan dia bekal saja ya?" gumamku sambil membayangkan kemungkinan yang akan terjadi. "Ah, ya! Itu ide yang bagus! Kalau begitu sekarang Sungmin akan membeli bahan masakan! Yeah!"

Sungmin POV's END~

'

'

Yesung's POV~

Saat ini aku sedang berdiri di depan cermin yang berada di kamar tidurku. Jadi Sungmin menyukaiku? Padahal kan aku biasa saja.

DEG!

"Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanyaku pada diriku sendiri sambil berjalan mondar-mandir keliling kamar. Tiba-tiba saja langkahku terhenti saat melihat sebuah frame yang menyimpan foto Ryeowook di dalamnya, aku pun mengambil frame tersebut dan memperhatikan isi di dalamnya.

Wookie, seharusnya kau masih berada di sisi oppa sekarang jika saja kecelakaan itu tidak terjadi. Arggg! Tak bisakah kau berada di sisiku sekarang? Aku sangat merindukanmu tahu!

Yesung POV's END~

'

'

Sedangkah Kyuhyun?

Entahlah, yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mengalahkan lawannya di dalam layar PSP miliknya tersebut. Malam yang membingungkan…

TBC~~~

Mian kalau misalnya chapter yang ini rada membosankan dan mungkin malah sangat membosankan. Author agak bingung mau menulis apa dan bagaimana, jadinya begini deh T_T Mian ya…

Seperti biasa author akan sangat berterima kasih bagi para readers yang mau membaca dan meriview FF super gaje ini. *bow

Gomawo dan maaf atas segala kekurangan yang ada X( Diminta sarannya ya… Karena sepertinya FF ini tidak panjang lagi atau mungkin chap depan tamat?

Sampai jumpa di chap selanjutnya hohoho! *menghilang kayak pesulap

Salam,

ReynaRena