Title : Janus (Chapter 2)
Pairing : Jo Twins, No Minwoo, dan Kim Donghyun
Genre : Hurt, Romance
Rating : T
Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.
Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..
Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*
Selamat Membaca!
Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.
Kwangmin dan Minwoo berjalan bergandengan tangan. Sesekali meraka tertawa dan bercanda garau. Namun seorang namja memandangi Kwangmin dan Miwoo yang sedang bercanda gurau. Namja itu jo Youngmin.
Chapter 2 Let's go...
Youngmin POV
Aku berjalan menyusuri kota seoul. Aku memandangi sebuah toko buku. Tadi Kwangmin mengajakku ketoko buku itu. Dan aku menolaknya. Sepertinya aku akan membelikan komik kesukaannya, ya sesekali baik padanya tidak masalah kan. Saat aku ingin mendekati toko buku itu, aku melihat pemandangan yang membuatku sakit. Dia, Kwangmin bergandengan tangan dengan namja yang Kusukai. Dia bersama Minwoo. Aku sedih sekali, Minwoo terlihat bahagia bersama Kwangmin. Aku iri kenapa bukan aku yang berada di samping Minwoo saat ini. Kenapa bukan aku yang membuat Minwoo bahagia.
Sesampainya di rumah, aku mendiamkan Kwangmin. Aku bosan melihat tampang sok polosnya itu.
"Young, dari mana saja kau.?" Tanya Kwangmin padaku. Aku hanya diam, malas menjawab pertanyaannya.
"Young, aku tahu kau marah padaku atas kejadian tadi pagi. Maafkan aku young, aku menyesal. Sebagai permintaan maafku aku membelikanmu komik kesukaanmu dan aku juga membelikan novel, ceritanya bagus loh Young." Aku masih terdiam mendengar ucapan Kwangmin.
"Young terimalah komik dan novel ini." Kwangmin menarik-narik tanganku, aku jadi geram saat itu. Aku hempaskan tangannya.
"Aku tidak butuh Komik dan novel itu, aku muak padamu Kwang. Aku benci padamu, kenapa aku terlahir sebagai saudara kembarmu. Aku benciiii!".
Kwangmin POV
"Aku tidak butuh Komik dan novel itu, aku muak padamu Kwang. Aku benci padamu, kenapa aku terlahir sebagai saudara kembarmu. Aku benciiii!" ucap Youngmin padaku. Aku terkejut mendengar ucapannya, ada perasaan sakit di dada sebelah kiriku. Ku tahan air mataku supaya tidak jatuh, aku takut dia melihatku menangis.
"tapi Young, aku membelikannya khusus buatmu. Tolong terimalah."lirihku.
Dia tidak berkata apapun, tapi di hempaskannya novel dan komik yang ada di tanganku. Aku melihat buku-buku itu jatuh ke lantai.
"Sudah aku bilang, aku tak butuh semua itu." Teriak Youngmin setelah berhasil membuat buku yang aku beli berserakan di lantai.
"lalu apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku Young, aku akan melakukan apa saja agar kau memaafkanku."lirihku pada Youngmin.
"benarkah kau akan melakukan apa saja."Youngmin tersenyum licik kepadaku.
"benar Young, apapun itu asal kau mau memaafkanku."
"baiklah kalau begitu, jauhi Minwoo, karena aku menyukai Minwoo. Kau mengerti." Ucap Youngmin yang seketika membuat hampir kehabisan nafas. Air mata yang sedari tadi ku tahan perlahan jatuh membasahi pipiku.
"Baiklah kalau itu maumu, aku akan menjauhi Minwoo."
"dan satu lagi, buat aku dan Minwoo berpacaran, bagaimana kau sanggup?"
"aku akan melakukannya Young, kau tenang saja, aku pasti akan membantumu." Aku pergi meninggalkan Youngmin, tidak lupa ku ambil buku yang terjatuh di lantai tadi dan pergi menuju ke kamar mandi. Ku hidupkan shower, kubiarkan air dari shower membasahi tubuhku, aku menangis sejadi-jadinya. Aku sungguh tidak menyangka jika Youngmin selama ini menyukai Minwoo. Apakah dia tidak menyadari bahwa selama ini aku begitu menyukainya, aku yang sedari kecil tak mau berpisah dengan Youngmin. Sungguh aku tidak rela jika dia bersama dengan Minwoo suatu saat nanti, tapi bukankah setiap kisah harus ada yang di korbankan agar bahagia pada akhirnya.
Author POV
Dapat dilihat Youngmin tersenyum puas dengan apa yang dia lakukan. Sedangkan Kwangmin masih menangis. Malam itu tak ada pembicaraan antara Youngmin dan Kwangmin, yang ada hanya diam. Youngmin masih terpaku memandangi televisi yang dari tadi menyala, tapi tidak sedikitpun niatnya untuk menonton acara di televisi itu. Sementara Kwangmin, dia memaksakan diri untuk tidur, kepalanya terlalu sakit karena kebanyakan menangis.
Keesokan paginya
Seperti biasa pukul 6.45 pagi motor Donghyun sudah berada di depan rumah Jo Twins. Donghyun memang selalu menjemput Youngmin, Youngmin berlari menghampiri Donghyun dan kemudian pergi kesekolah tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Kwangmin. Sementara itu Kwangmin berangkat kesekolah dengan berjalan kaki sendiri. Kadang-kadang Kwangmin berangkat ke sekolah dengan menaiki bis tapi itu berlaku jika dia bersama Minwoo. Tiba-tiba terdengan sebuah teriakan memanggil namanya, Kwangmin menoleh mencari-cari sumber suara tersebut. Ternyata teriakan itu berasal dari seorang namja manis bernama Minwoo.
"Ya Kwang, kau tuli apa? Dari tadi aku memanggil-manggil dan meneriakan namamu, memangnya kau tidak dengar apa?"Minwoo kesal dengan kwangmin.
"Mianhae Woo, aku tidak mendengar panggilanmu tadi."ucap Kwangmin.
"hey, kenapa tampangmu kusut begitu, ada apa ceritakan padaku."tanya Minwoo yang melihat perubahan dari raut wajah Kwangmin yang biasanya terlihat ceria.
"tidak ada apa-apa Woo, aku hanya kurang tidur tadi malam." Kata Kwangmin berbohong.
"apa ini ada hubungannya dengan Youngmin."tebak Minwoo.
"ah, ani..bukan karena dia Woo. Hmmmm Woo sebaiknya aku pergi dulu aku tidak mau orang melihat kita dan mengira kita memiliki hubungan."
"maksudmu apa Kwang, bukankah kita berteman. Selama ini aku tidak mempermasalahkan tanggapan orang, itu semua karena aku selalu menganggapmu sahabat terbaikku." Lirih Minwoo.
"Mianhae Woo, tapi aku mohon jangan lagi dekat-dekat denganku, kau ingin melihatku bahagia kan.?" Kwangmin tertunduk tidak berani menatap Minwoo.
"Kau lucu sekali Kwang, bahagia apa yang kau maksud. Jelaskan padaku Kwang. Kau jangan membuat aku membencimu dengan perkataanmu yang tidak jelas itu."
"Tolong mengertilah Woo."
"aku benar-benar tidak mengerti Kwang. Apa aku terlalu buruk dan tidak pantas untuk menjadi sahabatmu?"tanya Minwoo pada Kwangmin, sangat terlihat jelas matanya kini berlinang air mata.
"tapi aku melakukannya karena Youngmin menyukaimu."teriak Kwangmin pada Minwoo.
"A-apa ma-maksudmu Kwang, apa Youngmin yang menyuruhmu untuk menjauhiku. Aku akan memberi dia pelajaran." Geram Minwoo ketika mendengar ucapan sahabat baiknya itu.
"aku mohon jangan lakukan itu Woo." Kwangmin menahan tangan Minwoo.
"Aku mohon demi persaudaraanku dan Youngmin."
TBC
Chapter 2 selesai...
RnR please? Tolong berikan pendapat kalian ya chingu~ Lumayan buat kasih masukan sama bisi ada yang kurang atau kurang memuaskan dari fict buatan author.. Maklum author kan masih pemula.. Jadi author butuh pendapat chingu niih... maaf ya kalau nggak bagus. J
