Title : Janus (Chapter 3)
Pairing : Jo Twins, No Minwoo, dan Kim Donghyun
Genre : Hurt, Romance
Rating : T
Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.
Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..
Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*
Selamat Membaca!
Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.
"aku benar-benar tidak mengerti Kwang. Apa aku terlalu buruk dan tidak pantas untuk menjadi sahabatmu?"tanya Minwoo pada Kwangmin, sangat terlihat jelas matanya kini berlinang air mata.
"tapi aku melakukannya karena Youngmin menyukaimu."teriak Kwangmin pada Minwoo.
"A-apa ma-maksudmu Kwang, apa Youngmin yang menyuruhmu untuk menjauhiku. Aku akan memberi dia pelajaran." Geram Minwoo ketika mendengar ucapan sahabat baiknya itu.
"aku mohon jangan lakukan itu Woo." Kwangmin menahan tangan Minwoo.
"Aku mohon demi persaudaraanku dan Youngmin."
Chapter 3 Let's go...
Disekolah...
Kwangmin tidak lagi duduk disebelah Minwoo, dia memilih untuk duduk di belakang mencoba menjauh dari youngmin dan Minwoo. Banyak teman-teman yang bertanya kenapa Kwangmin duduk di belakang, karena selama ini Kwangmin sangat anti duduk di belakang. Tapi demi persaudaraan dan rasa cintanya pada Youngmin dia harus melakukan hal itu. Demi perasaannya pada Youngmin dia harus berkorban. Minwoo yang melihat hal itu menjadi sangat geram. Dia tidak pernah mencintai atau bahkan menyukai Youngmin lebih dari teman, begitu juga dengan Kwangmin, dia hanya menganggapnya sebagai sahabat baik. Ingin rasanya Minwoo menampar Jo Twins saat ini juga.
"Hey Woo, mau menemaniku ke kantin?" ujar Youngmin membuyarkan lamunan Minwoo.
"ah, baiklah aku akan menemanimu, tapi ajak kwangmin juga ne." Minwoo melihat ke arah belakang lalu menghadap ke Youngmin.
"kenapa harus mengajaknya?" tanya Youngmin kemudian dia menghadap ke arah Kwangmin yang sedang asyik memainkan ponselnya.
"apa ada yang salah, kalian kan bersaudara apa salahnya jika kita pergi bersama." Minwoo mencoba meyakinkan Youngmin.
"hmm baiklah asal kau mau pergi bersamaku."ucap Youngmin yang langsung berdiri dari tempat duduknya saat ini. Begitu juga dengan Minwoo, dia berdiri dari tempat duduknya saat ini dan langsung menghampiri Kwangmin.
"Kwang ayo ikut kami kekantin."ucap Minwoo sambil menarik tangan Kwangmin. Yang di tarik hanya diam saja, masih bingung dengan sahabatnya itu. Apa lagi Youngmin juga ikut.
"Tapi Woo, aku.."
"sudah jangan banyak protes ayo ikut saja."ucap Minwoo yang masih menarik tangan Kwangmin. Youngmin yang melihat hal itu hanya bisa diam dan sesekali mendengus kesal.
Akhirnya Youngmin dan Minwoo pergi kekantin dengan mengajak Kwangmin. Ada rasa canggung antara Kwangmin dan Youngmin begitupun dengan Minwoo. Di kantin Youngmin duduk disebelah Minwoo, sedangkan Kwangmin duduk berhadapan dengan Minwoo.
"hey, kalian berdua mau makan apa?" kata Minwoo memecahkan keheningan yang baru saja terjadi.
"Hmmm, aku sama denganmu saja Woo, karena aku yakin apapun pilihanmu aku akan menyukainya."ucap Youngmin pada Minwoo. Kwangmin yang mendengarnya merasakan sakit yang luar biasa pada dada sebelah kirinya tapi dia mencoba mengalihkannya denagn memainkan ponselnya. Sementara Minwoo merasa muak mendengar ucapan Youngmin.
"baiklah, kalau kau Kwang, kau mau pesan apa." Kini pertanyaan itu beralih kepada Kwangmin yang asyik memainkan ponselnya.
"aku pesan jus jeruk saja, aku tidak selera makan." Jawab Kwangmin tanpa menoleh dan terus memainkan ponselnya. Dia terlalu takut jika dia melihat Yougmin bersikap baik pada Minwoo dia akan bertambah sakit.
"ok, Ahjusi kami pesan 2 porsi roti isi dan 3 jus jeruk."teriak Minwoo pada penjaga kantin.
Youngmin POV
Aku tidak tahu apa maksud minwoo mengajak Kwangmin ke kantin, apa dia juga menyukai Kwangmin. Ah, ini tidak boleh terjadi. Aku harus bisa merebut hati Minwoo. Ada rasa canggung antara aku dan Kwangmin. Tentu saja karena kejadian tadi malam ketika aku memaksanya untuk menjauhi Minwoo. Jujur sebenarnya aku merasa bersalah pada Kwangmin. Tidak seharusnya aku jahat padanya dan berusaha memisahkannya dengan Minwoo, tapi aku harus egois kali ini. Aku juga ingin bersama dengan Minwoo.
Kami bertiga kembali dalam keadaan canggung. Kami hanya berdiam diri tanpa ada yang mau memulai pembicaraan.
"Woo, nanti pulang sekolah ada acara tidak?" tanyaku pada Minwoo yang dari tadi memperhatikan seisi kantin. Aku berinisiatif untuk memulai pembicaraan.
"Tidak, wae?"minwoo kembali memperhatikan seisi kantin, seperti sedang mencari seseorang.
"hmm aku ingin mengajakmu pergi ketoko buku."ucapku padanya dengan harap-harap cemas.
Namun belum sempat Minwoo menjawab tawaran ajakanku datang Donghyun mengacaukan semuanya. Tapi tidak untuk Minwoo, dia terlihat sangat senang dengan kedatangan Donghyun.
"hey Youngmin, Kwangmin, dan eh Minwoo, tumben kalian bertiga ada di kantin."sapa Donghyun pada kami bertiga dan langsung duduk di sebelah Kwangmin.
"Iya hyung, soalnya kami lapar" jawabku seadanya.
"Oh. hai Woo, hmm nanti pulang sekolah ada acara tidak?"tanya Donghyun pada Minwoo. Aku mulai menatap Donghyun dengan perasaan was-was. Jangan-jangan dia mau mengajak Minwoo pergi. Oh ini tidak boleh terjadi.
"Tidak Hyung, tapi aku nanti ingin pergi ke toko baju untuk membelikan kado untuk Umma, hyung mau menemaniku."ucap Minwoo tersenyum kearah Donghyun. Betapa terkejutnya aku mendengar apa yang di ucapkan Minwoo. Kini dia bukan diajak oleh Donghyun, tapi dia malah mengajak Donghyun. Aku benar-benar tidak percaya.
"wah baiklah kalau begitu, nanti pulang sekolah aku akan menunggumu di gerbang. Dan Young, nanti malam kita latihan Dance di tempat biasa. Ingat sebentar lagi kita akan mengikuti kompetisi. Jangan sampai telat eoh." Ucap Donghyun seraya pergi meninggalkan kami bertiga.
Kwangmin POV
Minwoo mengajak Donghyun Hyung untuk pergi bersamanya. Aku tidak menyangka, padahal tadi Youngmin mengajaknya duluan. Tapi dia malah mengajak Donghyun hyung pergi, Itu artinya dia tidak menerima ajakan Youngmin. Yess, hatiku bersorak-sorak gembira. Tunggu, sebenarnya apa yang di rencanakan oleh Minwoo saat ini.
"Woo, apa maksudmu tadi dengan mengjak Donghyun hyung pergi bersamamu." Tanya Youngmin tiba-tiba setelah Donghyun hyung pergi. Aku hanya bisa diam, takut salah bicara atau bertindak yang berlebihan.
"wae, ada yang salah." Jawab Minwoo dengan santai dan memandang ke arah ku. Aku masih diam, yang ada aku malah menundukkan kepala.
"tentu saja, bukankah aku yang mengajakmu pergi duluan."
"dengar ya Jo Youngmin, aku belum menerima ajakanmu, lagi pula aku yang mengajak Donghyun hyung pergi, jadi jangan salahkan dia."jelas Minwoo, hal itu membuat Youngmin terkejut, begitu juga denganku. Aku bahkan merasakan ada hal yang aneh di sini. Apa Minwoo mencoba menghindar dari Youngmin. Kalau begitu matilah aku, Youngmin pasti tambah benci denganku.
TBC
Wahhh, Chapter 3 selesai juga. Maaf ya jelek, author juga gak tau kenapa FF nich jadi kayak gini. Review please... lumayan buat ngasih masukan buat Author yang masih katrok ini. Dan terima kasih buat yang udah review love you so much dah hehehe J no bash OK.
