Title : Janus (Chapter 4)

Pairing : Jo Twins, No Minwoo.

Genre : Hurt, Romance

Rating : T

Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.

Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..

Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*

Selamat Membaca!

Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.

"Dengar ya Jo Youngmin, aku belum menerima ajakanmu, lagi pula aku yang mengajak Donghyun hyung pergi, jadi jangan salahkan dia."jelas Minwoo, hal itu membuat Youngmin terkejut, begitu juga denganku. Aku bahkan merasakan ada hal yang aneh di sini. Apa Minwoo mencoba menghindar dari Youngmin. Kalau begitu matilah aku, Youngmin pasti tambah benci denganku.

Chapter 4 Let's Read...

Di kelas pelajaran Kim sonsengnim.

Kwangmin POV

Aish, aku benar-benar stres memikirkan hal ini. Di satu sisi aku mencintai Youngmin, tapi disisi lain aku tidak tahu harus berbuat apa agar Youngmin bisa mencintaiku. Aku juga tidak ingin terus-terusan dibenci oleh Youngmin. Aku sangat terluka ketika Youngmin berada di dekat Minwoo. Apakah Youngmin juga merasakan hal yang sama ketika aku berada di dekat Minwoo. Kenapa hidupku sangat rumit begini Tuhan. Aku terluka saat ini Tuhan.

Aku tetap duduk di belakang menghindari Youngmin, sadarkah dia aku memperhatikan dia, mencoba melindungi dia walaupun dia terlihat lebih kuat dibandingkan denganku. Aku melihat Minwoo yang sering menghadap ke belakang memastikan bahwa aku baik-baik saja. Pelajaran Kim sonsengnim terasa membosankan, biasanya aku yang paling aktiv menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya. Tapi sekarang aku malah terlihat seperti anak idiot, bahkan memperhatikannya pun tidak.

"Ya! Jo Kwangmin, keluar dari kelasku. Dari tadi kau sibuk melamun saja." Ucap Kim sonsengnim sambil melemparkan penghapus yang mendarat sempurna di keningku.

Aku pun keluar dari kelas Kim sonsengnim. Haaaaa, aku menarik nafas panjang, mencoba mengeluarkan penat yang ada di otakku. Aku berjalan di sekitar koridor sekolah, berharap ada seseorang yang akan ku temui. Tapi sepertinya tidak, ini masih jam pelajaran. Hanya siswa yang di hukum saja yang akan keluar jam segini.

Grepp

Kurasakan ada satu tangan menyentuh pundakku. Aku menoleh ke belakang, ternyata aku menemukan Minwoo.

"hey, kenapa kau hari ini Kwang?" tanya Minwoo tiba-tiba. Aku tersenyum padanya.

"ternyata kau Minwoo, ku kira siapa tadi, kan jarang ada siswa yang keluar pada jam pelajaran." Kataku mengalihkan pembicaraan.

"jawab pertanyaanku Kwang."kini kedua tangannya memegang pundakku.

"aku baik-baik saja Woo, memangnya apa yang aneh padaku, kau terlalu mengkhawatirkanku Woo." Ucapku sambil melepaskan tangannya yang masih berada di pundakku. Kami melanjutkan acara berjalan di koridor sekolah.

"ini tidak lucu Kwang, aku serius."Minwoo mulai kesal padaku. Raut wajahnya terlihat serius sekali.

"jawab pertanyaanku dulu, kenapa kau keluar dari kelas."tanyaku pada Minwoo.

"ternyata pelajaran Kim sonsengnim menjadi sangat membosankan jika tidak ada kau Kwang hehehe.." Minwoo menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya.

"Sekarang jelaskan padaku, kenapa kau hari ini." Tanyanya lagi padaku.

"baiklah, akan aku jelaskan tapi tidak disini."ucapku sambil menarik tangan Minwoo menuju ke lapangan basket.

"hey kita mau kemana?"tanya Minwoo yang sepertinya tidak terima tangannya ku tarik.

"ke lapangan basket, disana akan aku jelaskan semua pertanyanmu." Kataku masih menarik tangan Minwoo. Bedanya sekarang Minwoo hanya diam saja. Mungkin sudah mengerti apa yang akan aku lakukan, karena aku tidak mau ada orang yang mendengar pembicaraanku dengan sahabat baikku ini.

Dilapangan Basket.

Author POV

Kwangmin mengambil bola basket yang berada di keranjang bola. Dia memasukkan bola ke ring basket berkali-kali, dia seakan tidak mempedulikan Minwoo yang penasaran dengan sikapnya hari ini. Minwoo mengerti apa yang dilakukan Kwangmin hanyalah untuk melepaskan penat pada dirinya. Jadi Minwoo membiarkan Kwangmin, dia hanya duduk di kursi penonton memperhatikan sahabatnya memasukkan bola ke ring basket, hingga akhirnya.

"kau tahu, aku sangat mencintai Youngmin."ucap Kwangmin yang masih terus memainkan bola basket di tangannya.

"Ne, aku tahu, bahkan sangat tahu. Lalu apa keluhanmu."tanya Minwoo pada Kwangmin.

"aku ingin dia tahu perasaanku itu saja cukup."ucap Kwangmin menghentikan aktifitasnya dan duduk di samping Minwoo.

"kenapa kau tak mengatakannya saja." Ucap Minwoo sambil sesekali menoleh pada Kwangmin.

"tidak semudah itu Woo. Aku terlalu takut jika dia tambah membenciku. Aku dekat denganmu saja dia benci setengah mati padaku. Apalagi kalau aku mengatakan kalau aku menyukainya."jelas Kwangmin. Dia mengeluarkan sapu tangan bermotif pikachu dari kantong celananya, disekanya keringat yang berada di pelipis dan lehernya.

"hmm bersabarlah Jo Kwangmin, aku yakin suatu hari nanti dia akan mengerti. Kau tahu aku tidak memiliki perasaan apapun pada Youngmin, jadi kau tak perlu takut aku merebutnya darimu. Sebenarnya aku menyukai seseorang." Kata Minwoo tersipuh malu.

"hey kau belum menceritakannya padaku. Cepat katakan siapa orangnya."tanya Kwangmin penasaran. Dimasukkan lagi sapu tangan tadi ke dalam kantongnya dan menghadap ke arah Minwoo.

"dia itu hmmm aku malu Kwang."Minwoo memegangi pipinya.

"sejak kapan kau jadi pemalu di hadapanku Woo."kata Kwangmin sambil mencolek pundak Minwoo.

"iya iya. Aku suka pada Donghyun hyung, dia itu tampan sekali. Makanya aku tadi mengajaknya pergi dan bukan menerima ajakan Youngmin."Minwoo masih memegang pipinya, takut jika rona merah dipipinya terlihat oleh Kwangmin.

"hahaha kau tahu, kau seperti yeoja yang sedang jatuh cinta, eh tapi memang kau sedang jatuh cinta kan hehe." Ucap Kwangmin sambil tersenyum pada Minwoo. Kwangmin dan Minwoo asyik bercerita tentang orang yang dicintai oleh mereka. Sementara itu.

Dikelas.

Youngmin POV

Aku melihat ke arah jendela, aku melihat dua orang yang sangat aku kenal berada di lapangan basket. Kwangmin dan Minwoo, sedang apa mereka di sana. Yang aku tahu tadi Kwangmin di suruh keluar oleh Kim sonsengnim, tapi Minwoo bukannya dia hanya izin ke toilet. Kenapa sekarang dia bersama Kwangmin. Ini tidak bisa di biarkan.

"Kim sonsengnim, boleh aku permisi ke toilet." Ucapku sambil mengacungkan tangan ke atas.

"silahkan." Jawab Kim sonsengnim menoleh padaku dan menghentikan aktifitas menulisnya.

Aku langsung keluar, berlari menghampiri Kwangmin dan Minwoo yang berada di lapangan basket. Ketika mereka sudah dekat aku langsung meninju wajah Kwangmin. Aku tidak peduli dia itu saudaraku sendiri, yang aku tahu aku benci dengannya saat ini.

Author POV

Youngmin berlari kearah Kwangmin dan Minwoo berada, tanpa pikir panjang langsung di hajarnya Kwangmin, meninju wajah Kwangmin yang masih duduk bersama Minwoo.

"apa yang kau lakukan Young." Tanya Minwoo yang terkejut dan langsung berdiri saat Youngmin meninju Kwangmin.

"aku hanya memberinya pelajaran Woo, dan kau apa yang kau lakukan dengannya di sini." Youngmin balik bertanya pada Minwoo.

"kau sudah gila Young, aku dan Kwangmin tidak melakukan apa-apa." Ucap minwoo sambil menunjuk ke arah kepala Youngmin. Sepertinya Youngmin tidak percaya pada ucapan Minwoo.

"jangan bohong Woo, apa kau dan si Br*ngs*k ini berpacaran?" tanya Youngmin menunjuk Kwangmin dengan tatapan membunuh.

"hey jaga ucapanmu, mengatai saudaramu sendiri dengan kata-kata hina seperti itu." Ucap Minwoo yang tidak terima sahabatnya dikatai br*ngs*k.

"kenapa Young, kenapa kau selalu membenciku, kenapa kau tak pernah memandangku sedikit saja. Apa aku terlalu hina untuk jadi saudaramu. Aku, aku ingin kita seperti dulu Young." Kata Kwangmin sambil menitikkan air mata, dia masih memgangi pipi yang di tinju oleh Youngmin tadi dan berdiri menatap Youngmin.

"aku tidak butuh saudara sepertimu. Aku benc.."

"aku tanya mengapa kau benci padaku Young, jawab pertanyaanku bodoh."kata Kwangmin yang geram melihat kakak kembarnya itu sehingga Youngmin tidak sempat menyelesaikan kata-katanya. Ditinjunya wajah Youngmin.

"kau tahu aku sama sekali tidak pernah membencimu Young, aku mencoba melindungimu dengan sepenuh hati. Aku tak pernah mengeluh saat kau tak pernah mempedulikanku. Aku tidak pernah menyukai Minwoo Young, aku menyukaimu. Aku mencintaimu young, cinta yang lebih dari sekedar saudara. Meski aku tahu perasaan ini salah. Tapi aku tetap mencintaimu young."jelas Kwangmin seraya pergi meninggalkan Youngmin yang terdiam mendengar ucapan saudaranya itu.

"kau dengar itu Young, dia itu mencintaimu, cinta yang lebih dari sekedar saudara. Dan asal kau tahu, aku telah mengetahui hal itu jauh sebelum kau mengetahuinya. Satu lagi, aku juga tidak pernah punya perasaan padamu atau pada Kwangmin. Aku hanya menyukai Donghyun hyung, ingat itu."jelas Minwoo sambil pergi meninggalkan Youngmin dan mengejar Kwangmin. Youngmin hanya terdiam.

TBC

Chapter 4 selesai..Maaf pasti chapter ini jelek banget ya. Tetep review please. Yang udah review Jeongmal Gomawo. No bash OK. J Maaf juga keterlambatannya karena author sibuk dengan tugas-tugas author...