Title : Janus (Chapter 6)

Pairing : Jo Twins, No Minwoo, Lee Jeong Min dan Kim Donghyun

Genre : Hurt, Romance

Rating : T

Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.

Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..

Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*

Selamat Membaca!

Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.

"bagaimana keadaan adik saya Dok.?"tanya Youngmin dengan cepat, sperti tidak sabar menunggu penjelasan dari dokter.

"adik anda mengalami benturan yang sangat keras dibagian kepala, sehingga terjadi pendarahan diotaknya. Hal itu membuat adik anda koma, kami sendiri tidak tahu kapan Kwangmin akan sadarkan diri. Tapi dia masih bisa mendengar selama dia koma"ucap dokter tersebut dengan penuh hati-hati.

"apa dok,koma?

Chapter 6 Let's Go...

Author POV

Youngmin berjalan gontai keluar dari ruangan dokter tersebut. Tangisnya kembali pecah, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Bagaimana jika orang tuanya tahu, pasti orang tuanya kecewa karena Youngmin tidak bisa menjaga Kwangmin dengan baik.

Minwoo yang melihat Youngmin segera menghampiri Youngmin. Youngmin kembali memeluk Minwoo, tangisnya tidak berhenti. Minwoo benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi.

"Young, tenanglah. Apa yang terjadi, katakan padaku." Ucap Minwoo sambil mengelus punggung Youngmin.

"hiks, Woo, Kwangmin.. dia, dia koma Woo."

Minwoo terkejut mendengar ucapan Youngmin, tanpa sadar airmata Minwoo menetes di pipinya. Dia terkejut sekaligus terpukul mendengar sahabat baiknya terbaring tak berdaya saat ini. Koma, satu kata itu membuat Minwoo dan Youngmin begitu terluka.

Saat ini Youngmin dan Minwoo berada di sebuah ruangan tempat Kwangmin terbaring lemah dan tak berdaya. Hari sudah menunjukkan pukul 22.00 WKS, Minwoo pergi membelikan Youngmin makanan dan minuman hangat. Sedangkan youngmin masih berada di dekat Kwangmin. Digenggamnya tangan Kwangmin, tak henti-hentinya Youngmin menangisi Kwangmin.

"Kwang, bangunlah. Aku mohon Kwang. Bukankah katamu kau mencintaiku, menyayangiku. Kenapa kau tega membiarkan orang yang kau sayangi ini sendirian." Youngmin berbicara seolah-olah dia akan di tinggal Kwangmin untuk selamanya. Minwoo yang sudah kembali merasa miris melihat keadaan dua sahabatnya ini.

"Young, sebaiknya kau pulang terlebih dahulu untuk berganti pakaian." Ucap minwoo pada Youngmin yang masih menggenggam tangan Kwangmin.

"tapi siapa yang akan menjaga Kwangmin." Ucap Youngmin tanpa melepaskan pandangan matanya pada Kwangmin.

"kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga dia untukmu." Minwoo tersenyum pada Youngmin.

"baiklah, tolong jaga dia sebentar saja, aku akan segera kembali kesini." Ucap Youngmin seraya pergi meninggalkan Kwangmin dan Minwoo.

Di rumah

Youngmin POV

Aku cepat-cepat mengambil beberapa pakaianku yang berada di lemari kamarku dan memasukkannya kedalam tasku. Aku sangat tergesah-gesah saat ini. Kuambil handuk berwarna biru di dekat pintu kamarku, aku langsung berlari menuju ke kamar mandi. Kuguyur tubuhku dengan air hangat, rasanya segar sekali mengingat tubuhku tadi penuh dengan keringat. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan aktivitas mandiku. Aku segera berpakaian, ku ambil tas berisi pakaian tadi. Tapi tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah benda yang berada di atas meja belajar Kwangmin. Ku dekati benda itu, ku lihat sebuah tulisan di sampul berwarna kuning yang bergambar Pikachu. "Kwangmin's Diary". Aku tertawa membaca tulisan itu. Kwangmin menulis diary, dia kan namja. Kumasukkan buku itu ke dalam tasku dan segera pergi menuju kerumah sakit.

Di rumah sakit

Author POV

Minwoo masih berada di rumah sakit. Dia terus menjaga Kwangmin, sahabatnya yang selama ini selalu berada di sampingnya. Di genggamnya tangan Kwangmin, di ajaknya Kwangmin berbicara. Dia tahu Kwangmin masih bisa mendengarnya berbicara.

"hey Kwang, kenapa kau masih saja menutup matamu. Kau tidak mau berbicara padaku, biasanya kau selalu bercerita tentang Youngmin kan. Ayo sekarang berceritalah kepadaku. Kau jahat Kwang, jahat sekali. Ayo buka lah matamu Kwang, kita akan pergi ke taman bermain. Bukankah kau senang naik bianglala. Ayo Kwang bukalah matamu, jangan buat aku bersedih seperti ini." Ucap Minwoo sambil menangis. Dia tidak tahan melihat sahabat baiknya terbaring lemah seperti itu.

Sementara itu Youngmin yang berada di depan pintu ruangan hanya diam terpaku. Dia mendengar semua pembicaraan Minwoo dengan Kwangmin. Tentu saja Youngmin kembali menangis. Dia tidak tahu kalau selama ini Kwangmin selalu bercerita tentang dirinya pada Minwoo. Di bukanya pintu ruangan itu, di letakkannya tas kuning yang berisi pakaian di atas sofa di samping tempat tidur Kwangmin. Dilihatnya Minwoo yang masih menangis.

"Woo, kau boleh pulang sekarang, bukankah besok kau harus ke sekolah. Biar aku yang menjaga Kwangmin malam ini." Ucap Youngmin pada Minwoo, di ikuti oleh anggukan dari Minwoo.

"baiklah aku akan pulang terlebih dahulu, besok setelah jam sekolah aku akan kembali kesini. Kau jangan lupa makan, aku sudah membelikan beberapa roti dan minuman untukmu." Minwoo menunjuk makanan yang dia letakkan di lemari rumah sakit.

"Gomawo Woo."hanya kata-kata itu yang mampu Youngmin ucapkan pada Minwoo. Minwoo hanya tersenyum, Kemudian Minwoo pergi meninggalkan dua saudara kembar itu berada dalam satu ruangan yang sama.

Youngmin mengambil tas kuningnya dan membukanya, dicarinya buku kuning bersampul pikachu milik Kwangmin. Dibukanya buku itu dengan penuh hati-hati.

Youngmin POV

Kuambil buku milik Kwangmin yang ku temukan di atas meja belajar tadi sewaktu aku pulang kerumah. Kubuka lembar pertama.

10 oktober 2012

Aku tak tahu perasaan apa ini, aku merasa berdebar saat berada di dekatnya, saat dia menatapku aku jadi salah tingkah. Tapi aku tak berani mengatakan ini cinta, tidak mungkin aku menyukai saudaraku sendiri. Ya, Youngmin adalah saudaraku sendiri. Ini tidak boleh terjadi Kwangmin.

Aku tersenyum membaca tulisan di halaman pertama itu. Kulanjutkan dengan membuka tulisan di halaman kedua, kubaca lagi tulisan Kwangmin itu.

15 oktober 2012

Sepertinya ini benar-benar cinta, aku terus merasakan hal itu. Aku merasa jantungku seperti mau copot saat berada di dekat Youngmin. Aku sering sekali memperhatikannya akhir-akhir ini. Dia sangat cool saat menari. Aku jadi tambah suka. Apalagi saat dia mulai berkeringat, hmmmm benar-benar cool.

26 oktober 2012

Haaaa, sudah lama aku tidak menulis. Aku ingin menceritakan satu hal diary. Aku merasa sedih saat ini, aku jarang sekali berbicara padanya sekarang. Dia juga sepertinya menghindariku terus. Saat jam sekolah, dia lebih banyak menyendiri di atap sekolah. Saat di rumah aku jarang sekali bertemu dengannya, mungkinkah dia sibuk dengan ekskul dancenya sehingga dia tidak lagi mempedulikanku. Aku kan ingin diperhatikan juga. Youngmin kapan kau akan memperhatikanku?

30 oktober 2012

Semakin hari aku dan dia semakin jauh, kami hanya bertemu saat jam sekolah saja. Saat berangkat kesekolah dia selalu bersama donghyun hyung, sedangkan saat pulang sekolah aku dan dia sibuk dengan ekskul kami masing-masing. Saat malam hari aku tidak pernah menemukannya di rumah. Dia selalu pulang larut malam, sekarang saja sudah pukul 11.00 tapi dia belum pulang. Youngmin, aku rindu saat-saat bersamamu. Bogoshipo Youngmin-ah...

8 desember 2012

Malam ini dia pulang terlambat lagi, aku semakin jarang bertemu dengannya. Aku benar-benar merindukannya. Aku tadi melihat komik favoritnya sudah terbit, aku akan mengajaknya membeli komik itu. Semoga saja dia mau menerima ajakanku. Youngmin terimalah niat baikku Ne.

15 desember 2012

Aku tadi membelikannya sebuah novel kisah cinta dan komik favoritnya. Aku kira dia akan menyukainya, tapi ternyata aku salah. Dia menolaknya, dia malah menyuruhku menjauhi Minwoo. Oh Tuhan, sungguh sakit sekali dadaku, saat dia mengatakan bahwa dia menyukai Minwoo. Dia kejam sekali, bukankah selama ini aku yang selalu memperhatikannya, selalu berusaha melakukan yang terbaik meskipun di matanya aku selalu salah. Kenapa harus Minwoo yang dia sukai, kenapa bukan aku? Salahkah aku bila aku mencintai saudaraku sendiri. Youngmin aku mencintaimu. Jeongmal Sarangheyo...

Ku tutup buku itu, aku menangisi kebodohanku. Kenapa aku tidak pernah menyadari bahwa selama ini Kwangmin mencintaiku, selalu memperhatikanku, selalu menyayangiku. Bodoh sekali aku ini. Mianhae Kwangmin, aku selama ini buta. Aku terlalu bodoh. Maafkan aku Kwangmin. Aku sekarang baru sadar bahwa aku merasa bahwa aku benar-benar mencintai orang yang sedang terbaring lemah dihadapanku ini.

Keesokan harinya

Di sekolah

Author POV

Minwoo berjalan dengan malas saat memasuki kelasnya. Diliriknya bangku milik Kwangmin dan Youngmin, biasanya mereka berdua selalu duduk disana. Sekarang Kwangmin terbaring di rumah sakit, dia sedang koma. Sedangkan Youngmin, dia menemani Kwangmin di sana. Tiba-tiba terlihat Donghyun masuk kedalam kelas Minwoo.

"hey Woo, ada apa pagi-pagi sekali kau sudah melamun begitu. Ceritakan padaku."ucap Donghyun sambil duduk di samping Minwoo.

"Hyung, Kwangmin, dia kecelakaan dan sekarang dia mengalami koma." Ucap Minwoo hampir menangis.

"astaga, kecelakaan. Kenapa kau baru memberitahuku sekarang, kapan dia kecelakaan."donghyun panik.

"tadi malam, waktu dia pulang dari latihan basket. Sekarang Youngmin berada di rumah sakit menemani Kwangmin. Aku benar-benar sedih Hyung, dia itu sahabat terbaikku." Minwoo menangis

"sudah jangan menangis, nanti pulang dari sekolah kita ke rumah sakit. Jangan bersedih, kita doakan supaya Kwangmin cepat sembuh ne."Donghyun menenangkan Minwoo yang masih menangis.

Tidak beberapa lama kemudian Jeongmin datang mencari Kwangmin.

"Woo, kau tahu dimana Kwangmin, aku ingin membicarakan pertandingan basket padanya."kata Jeongmin melihat seisi kelas berharap menemukan orang yang dicarinya.

"Jeongmin, mianhae Kwangmin tidak ada disini."ucap Minwoo sambil menundukkan kepalanya.

"lalu dimana dia sekarang."tanya Jeongmin lagi

"dia..dia ada di rumah sakit. Dia sedang koma karena kecelakaan kemarin."Minwoo kembali menangis.

"apa, koma? Aku tidak percaya, padahal kemarin siang dia masih sehat-sehat saja. Nanti setelah jam sekolah aku akan ke rumah sakit." Ucap Jeongmin yang masih berdiri di depan Minwoo.

" nanti kita pergi bersama-sama ne. Dan Woo, jangan sedih lagi, aku tidak suka melihat kau bersedih."ucap Donghyun seraya pergi dari kelas Minwoo. Minwoo hanya tersenyum melihat kepergian Donghyun dan Jeongmin.

Di rumah sakit.

Youngmin POV

Hari ini benar-benar hari yang membosankan, biasanya aku selalu di kesalkan dengan tingkahnya yang terlalu hiperaktif yang terkadang terlihat aneh dimataku.. Tapi sekarang, dia terbaring disini. Tadi perawat membersihkan tubuh Kwangmin dengan mengelapnya dan tadi juga dokter menyuntikan beberapa obat yang aku tidak tahu obat apa itu. Aku berharap Kwangmin cepat sadar, agar aku bisa melihat tingkahnya yang aneh itu lagi.

"hey Kwang, ini sudah siang. Bangunlah, apa kau tidak bosan tidur terus, ayo lakukan gerakan aneh itu lagi, ternyata sekarang aku merindukan sikap hiperaktifmu itu. Kwang Kau tahu, aku rasa sekarang aku mulai menyukaimu, aku mulai mencintaimu. Hahaha aku tahu, kau pasti tertawa sekarang ini, kau pasti menertawai tingkah bodohku ini. Bangunlah Kwang, kalau kau tidak bangun aku akan mencium bibirmu." Aku terdiam menagamati lekuk wajahnya. Manis sekali, kenapa aku baru menyadarinya.

"jadi kau tidak mau bangun, baiklah kalau begitu aku akan menciummu sekarang" kudekatkan bibirku ke bibirnya. Ku tempelkan sebentar kemudian ku lepaskan lagi ciumanku. Dia tetap tak mau bangun, padahal aku berharap dia akan terbangun dengan ciumanku. Bukankah di cerita sleeping beauty sang putri akan terbangun saat pangeran tampan menciumnya.

"Kwang, apa kau marah padaku, hingga kau menghukumku begini. Kau tega sekali Kwang. Cepatlah bangun Kwang, aku janji akan mencintaimu sepenuh hatiku Kwang."

Aku menangis lagi, entah kenapa aku cengeng sekali sekarang, Kwang aku mencintaimu. Bangunlah aku mohon. Aku janji tidak akan jahat lagi padamu. Maafkan aku Kwang.

TBC

Chapter 6 selesai. RnR please. Kalau dibandingkan dengan chapter sebelumnya, chapter ini hancur banget. Walaupun jelek tetep ya review, soalnya ini penting banget buat Author. Dan buat yang udah Review di Chapter sebelumnya, Author ucapkan beribu-ribu terima kasih. Jeongmal Gomawo... muuuaaaccchh *dilempar sandal jepit*