Title : Janus (Chapter 7)

Pairing : Jo Twins, No Minwoo, Lee Jeong Min, Hyun Seong, Kim Donghyun dan lain-lain yang mendukung jalannya FF nie.

Genre : Hurt, Romance

Rating : T

Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.

Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..

Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*

Selamat Membaca!

Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.

"jadi kau tidak mau bangun, baiklah kalau begitu aku akan menciummu sekarang" kudekatkan bibirku ke bibirnya. Ku tempelkan sebentar kemudian ku lepaskan lagi ciumanku. Dia tetap tak mau bangun, padahal aku berharap dia akan terbangun dengan ciumanku. Bukankah di cerita sleeping beauty sang putri akan terbangun saat pangeran tampan menciumnya.

"Kwang, apa kau marah padaku, hingga kau menghukumku begini. Kau tega sekali Kwang. Cepatlah bangun Kwang, aku janji akan mencintaimu sepenuh hatiku Kwang."

Aku menangis lagi, entah kenapa aku cengeng sekali sekarang, Kwang aku mencintaimu. Bangunlah aku mohon. Aku janji tidak akan jahat lagi padamu. Maafkan aku Kwang.

Chapter 7

Di rumah sakit

Author POV

Minwoo, Donghyun, Hyunseong dan Jeongmin telah sampai di rumah sakit, mereka langsung pergi ke rumah sakit setelah jam sekolah berakhir. Mereka segera mencari kamar tempat Kwangmin dirawat. Diketuknya pintu ruangan itu, Youngmin yang mendengar pintu ruangan tempat dia dan Kwangmin berada saat ini langsung membuka pintu itu. Terlihat jelas senyum dari wajah Youngmin melihat sahabatnya datang menjenguk Kwangmin.

"Ah Donghyun hyung, Minwoo, Jeongmin, Hyun Seong, kalian datang kesini." Ucap Youngmin pada Donghyun, Minwoo, Jeongmin, dan Hyun Seong.

"kami ke sini untuk melihat keadaan Kwangmin." Ucap Donghyun sambil menunjuk ke arah Kwangmin.

"ayo masuk dulu, kalian pasti lelah."ajak Youngmin pada sahabat-sahabatnya.

"bagaimana keadaannya Young, kami mengkhawatirkannya." Ucap Minwoo pada Youngmin sambil meletakkan buah-buahan dan beberapa makanan serta minuman di lemari pendingin di ruangan itu.

"masih sama seperti tadi malam Woo, dia belum sadar." Youngmin menghela napas panjang dan menyandarkan tubuhnya di sofa.

"kau sendiri bagaimana Young?"tanya Hyung Seong yang duduk di samping Donghyun.

"aku baik-baik saja, bagiku sekarang ini tidak peduli bagaimana keadaanku, yang terpenting bagiku adalah Kwangmin."uacap Youngmin sambil melihat ke arah Kwangmin yang masih terbaring lemah dan tertidur entah sampai kapan.

"errggghhh Young, ada yang ingin ku bicarakan padamu, ini mengenai pertandingan basket team kami. Black Wolf, kau tahu kan bahwa Kwangmin itu Kapten team basket kami."Jeongmin ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

"lalu kenapa Jeong?"tanya Youngmin yang melihat keraguan dari wajah Jeongmin.

"aku mau minta tolong padamu Young untuk menggantikan Kwangmin menjadi kapten team Black Wolf."ucap Jeongmin pada Youngmin.

"Tapi Jeong, bukankah Youngmin juga akan mengikuti kompetisi Dance, team kami White Fox juga dipimpin oleh Youngmin, jadi tidak mungkin Youngmin mengikuti pertandingan Basket kalian." Ucap Donghyun pada Jeongmin..

"Ah, jadi kapan pertandingan basket itu?"tanya Youngmin mengejutkan Jeongmin dan Donghyun. "Tidak apa-apa Hyung, aku pasti bisa memenangkan dua pertandingan itu, ini semua aku lakukan untuk Kwangmin. Karena selama ini aku sudah berbuat jahat kepadanya, aku ingin membalas semua perlakuanku padanya Hyung." Ucap Youngmin lagi, dia berusaha meyakinkan Donghyun.

"wah, bagus berarti Team Kwangmin tetap punya Kapten, tapi Young bukankah kau tidak bisa bermain basket." Ucap Minwoo yang telah menyelesaikan aktivitas menyusun makanan di lemari pendingin dan sekarang telah duduk di samping Youngmin.

"bukankah ada Jeongmin dan Hyun Seong yang nanti akan mengajariku. Benar kan Jeong, Hyun Seong."ucap Youngmin menunjuk pada Jeongmin dan Hyun Seong. Yang di tunjuk hanya diam saja masih kaget dengan pernyataan Youngmin.

"baiklah, kalau begitu kita bagi jadwal untuk latihanmu Young, pagi kau ke sekolah, setiap jam istirahat kita berlatih di atap sekolah lalu siang nya setelah jam sekolah berakhir kau latihan dengan Jeongmin dan Hyun Seong dan pukul 18.00 kita latihan selama satu jam, jadi pukul 19.00 kau baru bisa kembali menjaga Kwangmin. Karena kau belum menguasai basket maka untuk latihan basket kita perbanyak waktunya, dan karena kita sudah sering latihan Dance, maka kita hanya memperhalus gerakan kita agar tidak ada cacat dari gerakan kita, mengerti Young." Ucap Donghyun panjang lebar kepada Youngmin.

"mengerti Hyung, kau tenang saja aku pasti bisa. Mulai besok kita latihan, dan kau Minwoo aku mohon selama aku aku latihan kau jaga Kwangmin hanya saat jam pulang sekolah sampai aku menyelesaikan latihanku. Bisa kan Woo."Youngmin kini melihat ke arah Minwoo.

"kau bisa mengandalkanku Young."ucap Minwoo sambil tersenyum pada sahabat-sahabatnya.

Hari semakin gelap, matahari telah meninggalkan peraduannya dan di gantikan oleh cahaya bulan, Donghyun, Minwoo, Hyun Seong dan Jeongmin berpamitan kepada Youngmin untuk pulang. Youngmin kembali duduk di dekat Kwangmin, di genggamnya tangan Kwangmin. Dikecupnya tangan Kwangmin, diperhatikannya wajah Kwangmin.

Youngmin POV

Kugenggam tangan Kwangmin, ku kecup sebentar tangan halusnya itu, ku perhatikan setiap lekuk wajahnya.

"Kwang, aku sudah memperhatikanmu sekarang, sama seperti saat kau memperhatikanku. Kau tadi pasti mendengar Kwang, aku akan menggantikanmu bermain Basket. Apa kau tidak keberatan Kwang jika aku menggantikanmu, kalau kau diam berarti kau tidak keberatan hehehe" aku bermonolog ria tanpa mempedulikan Kwangmin mendengarku atau tidak.

"Kwang, cepatlah bangun dan temani aku ke taman bermain, temani aku mencari siput, dan temani aku melewati hari-hariku. Aku mencintaimu Kwang, aku tahu ini terlambat buatku, tapi aku yakin kau masih memiliki rasa itu. Jadi bangunlah Kwang." aku menangis lagi, kulihat Kwangmin juga mengeluarkan air mata. Aku terkejut segera ku panggil dokter.

Dokter masih sibuk memeriksa Kwangmin, aku berharap ini adalah tanda-tanda kesadaran Kwangmin, semoga dia cepat sadarkan diri.

"ini tanda yang bagus, sering-seringlah mengajak dia berbicara. Dia bisa mendengar ucapan-ucapan orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi karena batang otaknya yang mengendalikan kesadarannya terganggu maka dia masih belum sadarkan diri." ucap dokter padaku setelah memeriksa keadaan Kwangmin. Aku tersenyum, aku tahu ini merupakan awal yang baik bagi Kwangmin, dia pasti akan segera pulih kembali.

Keesokan harinya..

Di sekolah.

Author POV

Youngmin berjalan sendirian di koridor sekolah, hari ini dia masuk sekolah. Sedangkan Kwangmin, dia berada di rumah sakit sendiri. Youngmin yakin pihak rumah sakit akan menjaga Kwangmin dengan baik.

"Young,,Youngmin." Panggil seseorang pada Youngmin.

Youngmin mencari sumber suara yang memanggilnya tadi. Di lihatnya Donghyun yang berada di belakangnya.

" hai Hyung." Ucap Kwangmin sambil melambaikan tangannya.

"kau siap hari ini Young, seminggu ini akan jadi hari terberat buatmu, arraso."kata Donghyun pada Youngmin sambil memegang pundak Youngmin.

"Arra Hyung, aku sudah siap." Youngmin berjalan ke arah kelas diikuti oleh Donghyun.

" baiklah, aku akan ke kelas dulu, nanti jam istirahat kau langsung ke atap sekolah." Ucap donghyun seraya meninggalkan Youngmin yang sudah berada di depan kelasnya.

Youngmin membuka pintu kelasnya, Minwoo yang melihat Youngmin datang menyambutnya dengan senyuman. Beberapa siswa di kelas itu pun menyambutnya dan mengucapkan turut bersedih atas kejadian yang menimpah Kwangmin. Dilihatnya bangku Kwangmin yang kosong, dia mendudukan tubuhnya di bangku itu.

"hey, kau duduk di bangku Kwangmin, Young." Ucap Minwoo yang melihat bangku sahabatnya diduduki oleh Youngmin.

"apa tidak boleh, aku hanya ingin merasakan Kwangmin hadir di sini. Kau tahu Woo, aku mulai mencintainya sekarang ini, dia rela mengorbankan dirinya demi aku, aku yang selalu membencinya. Kau tahu aku ingin menebus semua perbuatanku itu. Aku ingin membuat dia bahagia Woo." Ujar Youngmin sambil memperhatikan meja tempat Kwangmin menghabiskan waktu belajarnya di sekolah.

"hahaha, akhirnya kau menyadarinya juga. Aku senang kau sekarang sudah mencintainya, tapi tunggu dulu. Kenapa dulu kau mengejarku, apa kau benar menyukaiku.?"tanya Minwoo mengingatkan Youngmin saat dirinya dulu di sukai oleh Youngmin.

"hmm, mungkin aku sedikit menyukaimu, aku iri melihat kedekatan kalian, mungkin juga ada rasa cemburu saat kau bersama Kwangmin. Tapi sekarang aku sadar bahwa aku sebenarnya mencemburui kau yang selalu bersama Kwangmin." Jelas Youngmin pada Minwoo yang duduk disebelahnya.

Bel sekolah berbunyi, saatnya pelajaran dimulai. Park sonsengnim memulai pelajaran matematika. Setelah memberikan beberapa penjelasan tentang Logaritma, akhirnya tiba saatnya Park Sonsengnim memberikan soal-soal kepada siswa-siswa di kelas itu. Youngmin dan Minwoo dengan teliti mengerjakan soal-soal yang di berikan Park Sonsengnim.

Bel kembali berbunyi, kini saatnya jam istirahat, para siswa keluar dari kelasnya, ada yang ke kantin, ke perpustakaan, dan ada yang sekedar bermain-main di sekitar taman di sekolah tersebut. Tapi tidak untuk Donghyun, Youngmin, Minwoo, Jeongmin, dan Hyun Seong. Mereka sudah berada di atap sekolah, Donghyun dan Youngmin berlatih Dance yang akan mereka bawakan saat Kompetisi nanti, sedangkan Minwoo, Jeongmin, dan Hyun Seong hanya melihat latihan mereka. Di atap sekolah juga ada Kibum dan Taemin yang termasuk dalam Team Dance White Fox.

Youngmin, Donghyun, Key dan Taemin menari dengan gerakan yang sangat energic, di mulai dari gerakan Popping, lalu ditambah dengan gerakan gerakan lain yang selalu dipelajari oleh Team White Fox. Hampir 15 menit mereka berlatih, hingga jam istirahat berakhir, kini saatnya mereka kembali kekelas untuk malanjutkan pelajaran dan nanti pada saat jam istirahat mereka berlatih lagi.

Ketika jam sekolah berakhir, Youngmin yang di temani oleh Donghyun, Jeongmin dan Hyun Seong kini berada di lapangan basket, sedangkan Minwoo berada di rumah sakit untuk menjaga Kwangmin. Jeongmin dan Hyun Seong mengajari Youngmin cara Men-Drible bola, Teknik Dasar Passing, shooting dan teknik-teknik lain. Jeongmin dan Hyun Seong sangat senang karena Youngmin sangat cepat mempelajari teknik basket. Begitu juga dengan Donghyun, dia sangat bangga pada Youngmin yang rela membagi waktunya untuk team Kwangmin. Pukul 18.00 Youngmin melanjutkan latihan Dance bersama team White Fox.

Matahari sudah terbenam, waktu menunjukkan pukul 19.00 WKS. Youngmin kembali ke rumah sakit, tubuhnya berkeringat. Sesampainya di rumah sakit di temuinya Minwoo yang sejak pulang sekolah menemani Kwangmin yang belum juga sadarkan diri.

" hey Woo, terima kasih sudah menjaga Kwangmin, sekarang kau bisa pulang." Ucap Youngmin setibanya di kamar Kwangmin.

"ah, sebaiknya kau mandi dulu Young, kau berkeringat, biar aku menjaga Kwangmin saat kau mandi." Ucap Minwoo menyuruh Youngmin mandi.

"tidak apa-apa Woo, nanti aku bisa mandi di kamar mandi rumah sakit. Kau boleh pulang Woo." Ujar Youngmin sambil meletakkan tasnya di sofa rumah sakit.

"baiklah, aku akan pulang, jika kau membutuhkanku kau bisa menelponku nanti."ujar Minwoo seraya berjalan meninggalkan Youngmin.

"Woo, gomawo, jeongmal gomawoyo. Aku berhutang banyak padamu."

"tenang saja Young, kita kan bersahabat, aku pulang dulu ne." Minwoo meninggalkan rumah sakit.

Youngmin segera membersihkan dirinya, setelah itu di carinya beberapa makanan di lemari pendingin. Diambilnya roti dan jus jeruk, di lahapnya semua yang diambilnya tadi. Kemudian dia duduk di dekat ranjang Kwangmin, seperti biasa dia mengajak saudara kembarnya itu berbicara.

"hey Kwang, bagaimana kabarmu hari ini?"tanya Youngmin pada Kwangmin meski dia tahu bahwa Kwangmin tidak mungkin merespon ucapannya.

"Kau tahu, hari ini aku latihan basket dan latihan Dance, karena aku jenius aku mendapat pujian dari Hyun Seong dan Jeongmin saat berlatih Basket tadi. Kwang, cepatlah sadar, aku merindukanmu. Jeongmal Bogoshipo Kwang." Ucap Youngmin lagi sambil menggenggam tangan Kwangmin.

Youngmin POV

Aku masih saja berharap Kwangmin kembali bangun dan menemani aku disini. Jujur saat ini aku benar-benar mencintainya. Kapan kau sadar Kwang, aku benar-benar merindukanmu yang dulu.

Hampir seminggu aku berlatih basket dan dance, aku sudah bisa semua teknik basket. Aku juga menang ketika aku melawan Jeongmin bermain basket 1 lawan 1. Sudah seminggu juga Kwangmin di rumah sakit, masih dengan keadaan yang sama. Sebentar lagi tiba waktunya aku akan bertanding basket dan berkompetisi dance, bukan, tepatnya satu hari lagi. Sungguh aku siap dengan 2 pertandingan itu, tapi ada satu masalah untukku. Pertandingan basket dimulai pukul 16.00 sedangkan kompetisi basket dimulai pukul 18.30 di hari yang sama. Apa aku bisa sampai di kompetisi dance tepat waktu. Apapun yang terjadi aku yakin aku pasti menang, semua ini demi Kwangmin.

Seperti biasa setelah pulang dari latihan aku ke rumah sakit untuk menemani orang yang sangat kucintai ini. Entah kenapa bertambah hari aku malah semakin sayang kepadanya. Setiap hari ku aku selalu melihat dia yang terbaring lemah, setiap hari juga aku selalu mengajaknya berbicara, dan setiap hari pula aku menangis setiap kali aku menggenggam tangannya. Jika boleh aku meminta, aku ingin menggantikan dia saat ini.

" Kwang, beri aku keajaiban besok saat aku bertanding basket dan mengikuti kompetisi basket. Aku takut mengecewakanmu Kwang, cepatlah bangun agar kau bisa melihat aku bermain basket dan menari dengan energic." Aku melakukan kegiatan rutinku saat ini, mengajaknya bicara meski dia tidak pernah mau membuka matanya. Aku tidak pernah lelah menunggunya bangun.

Hari pertandingan..

Author POV

Pertandingan basket antara Black Wolf dan King Tiger dimulai 20 menit lagi. Semua anggota team bersiap-siap, termasuk Youngmin. Ini adalah pertandingan pertama baginya, terang saja dia gugup setengah mati.

"Bagaimana Young, kau sudah siap.?" Tanya Donghyun pada Youngmin yang sedang duduk di bangku menunggu teamnya bertanding.

"aku siap Hyung, doakan aku ne teman-teman."ujar Youngmin pada Donghyun, Hyun Seong dan Jeongmin.

Pertandingan di mulai, Youngmin berlari ke lapangan basket, Jeong min, Hyun seong, Onew, dan Minho juga mengikutinya. Awal pertandingan Youngmin berhasil memasukkan bola ke ring sebanyak 2 kali. Namun, team lawan juga mampu menyamai skor Black Wolf. Hingga saat ini Team lawan mampu mengungguli Black Wolf. Namun hal itu tidk berlangsung lama, karena Youngmin berhasil memasukkan bola lagi ke ring King Tiger. Babak pertama telah selesai, team Black Wolf mengungguli skor King Tiger.

Babak kedua dimulai, Youngmin kembali memasukkan bola ke ring. Lalu Jeong Min juga berhasil memasukkan bola ke ring. Skor babak kedua di menangkan oleh team Black Wolf. Donghyun yang menonton pertandingan bersorak gembira karena Youngmin dan Teamnya berhasil. Piala telah berhasil di menangkan oleh Youngmin dan teamnya.

Kini tiba saatnya untuk bersiap-siap menuju ke kompetisi Dance, Youngmin, Jeongmin, Donghyun, dan Hyun Seong pergi ke tempat Kompetisi itu. Ditempat Kompetisi ada Kibum dan Taemin yang menunggu.

"aku kira kalian tidak akan datang."ujar Kibum yang sudah kesal menunggu Youngmin dan Donghyun.

"minhae Kibum-ah, aku tadi bertanding basket, dan kau tahu aku berhasil memenangkannya." Ucap Youngmin sambil menunjukkan Piala yang ada di tangannya.

"Selamat ya, tapi aku harap kau juga bisa membuat team kita menang."ujar Taemin yang berdiri di samping Kibum.

"kau percayakan saja semua padaku. Kita pasti menang."Youngmin meyakinkan Kibum dan Taemin.

Kompetisi dimulai, Donghyun, Youngmin, Kibum, dan Taemin sudah berada di arena. Semua penonton bersorak-sorak menyerukan jagoan masing-masing. Saat ini Team White Fox menari dengan sangat energic, semua penonton terpukau dengan gerakan-gerakan yang diciptakan oleh Team White Fox. Hingga akhir kompetisi Juri menyatakan bahwa White Fox berhasil memenangkan Kompetisi.

Akhirnya Youngmin mamapu membuat dua Teamnya berhasil memenangkan Pertandingan. Senyum kemenangan terpancar dari bibir Youngmin saat para juri memberikan piala kepadanya. Setelah kompetisi selesai,Youngmin berlari ke rumah sakit, begitu juga dengan Donghyun, Jeongmin dan Hyun Seong. Sesampainya di rumah sakit Youngmin menemukan Minwoo yang menjaga Kwangmin sejak pertandingan di mulai.

"Kwang, lihat aku berhasil memenangkannya Kwang, Lihat aku membawakan piala ini untukmu Kwang. Ayo bangunlah Kwang, aku mohon." Ujar Youngmin saat memasuki ruangan tempat Kwangmin dirawat.

Tetap tidak ada respon dari Kwangmin.

"bersabarlah Young, mungkin belum waktunya bagi Kwangmin untuk bangun." Ucap Minwoo yang berdiri disamping Youngmin.

"Woo, aku hanya ingin melihat dia bangun Woo, hiks, tapi kenapa rasanya lama sekali dia bangun. Ayo Kwang, bangunlah. Kau pikir aku senang kau seperti ini! Kau pikir aku senang jika tidak ada Kau. Kau salah Kwang, ayo bangun pengecut!" teriak Youngmin sambil memegangi kerah baju Kwangmin yang masih tertidur.

"Young,, kau jangan seperti ini." Tahan Donghyun melihat tindakan Youngmin.

Namun tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi, tangan Kwangmin bergerak, matanya mulai terbuka. Youngmin, Minwoo, Donghyun, Jeongmin, dan Hyun Seong terkejut melihat hal itu. Seakan tidak percaya, Youngmin mendekati Kwangmin.

"Kwang, kau sudah sadar. Kwang akhirnya kau sadar juga, aku mencintaimu Kwang, mulai saat ini berjanjilah jangan tinggalkan aku lagi."ucap Youngmin sambil memeluk tubuh Kwangmin.

"kau, siapa?"

TBC

Andwae... jelek banget bagian ini. Soalnya author gak tahu gimana pertandingan basket dan kompetisi dance yang sebenarnya. Tolong buat reader jangan di bash ya.

Walaupun nie FF ancur bgt bgt bgt bgt. Tapi author harap jangan di bash,. Pleeeeeaaaaassseeeee. Tetep review ya.

Buat yang udah review makasih banget,. Saranghaeyo..