Tittle : Janus (Chapter 8)

Pairing : Jo Twins, No Minwoo, Lee Jeong Min, Hyun Seong dan Kim Donghyun

Genre : Hurt, Romance

Rating : T

Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.

Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..

Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*

Selamat Membaca!

Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.

Young,, kau jangan seperti ini." Tahan Donghyun melihat tindakan Youngmin.

Namun tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi, tangan Kwangmin bergerak, matanya mulai terbuka. Youngmin, Minwoo, Donghyun, Jeongmin, dan Hyun Seong terkejut melihat hal itu. Seakan tidak percaya, Youngmin mendekati Kwangmin.

"Kwang, kau sudah sadar. Kwang akhirnya kau sadar juga, aku mencintaimu Kwang, mulai saat ini berjanjilah jangan tinggalkan aku lagi."ucap Youngmin sambil memeluk tubuh Kwangmin.

"kau, siapa?"

Chapter 8 Let's Go...

Youngmin POV

Aku tidak percaya, kwangmin akhirnya sadar juga. Kupeluk tubuhnya saat ini, tapi ada satu pertanyaan Kwangmin yang membuat aku tercengang.

"kau siapa?" ah pertanyaan macam apa itu. Kenapa dia tidak mengenaliku, pasti dia sedang mengerjaiku saat ini.

"Hey Kwang, kau tidak mengenaliku? Aku saudara kembarmu, Youngmin. Aku juga orang yang kau cintai Kwang." Ucapku pada Kwangmin yang sepertinya asing dengan kehadiranku.

"tapi aku benar-benar tidak mengenalmu, dan siapa juga mereka. Ah kepala sakit."ucap Kwangmin yang terus memegangi kepalanya.

"cepat panggil dokter Jeong."perintah donghyun hyung pada Jeongmin yang kemudian berlari memanggil dokter.

"kau kenapa Kwang,"teriakku panik ketika melihat Kwangmin merasa kesakitan dan memegangi kepalanya, kusentuh kepalanya.

"aku tidak bisa mengingat apapun, siapa aku, siapa kalian. Aahhh! Apa yang terjadi padaku."teriak Kwangmin yang masih memegang kepalanya yang sakit. Jujur aku merasa iba padanya. Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa.

Dokter datang untuk memeriksa Kwangmin, aku, Donghyun hyung, Jeongmin, Hyunseong dan Minwoo disuruh keluar. Kami semua panik karena dokter memeriksa Kwangmin dengan waktu yang cukup lama. Hampir 20 menit kami menunggu di luar, dokter tidak juga keluar, hingga akhirnya pintu ruangan Kwangmin terbuka.

"Youngmin, aku ingin berbicara padamu." Ucap dokter sambil berjalan menuju ruangannya dan aku mengikutinya dari tubuhku pada kursi di hadapan dokter itu. Menunggu dia berbicara.

"aku berat untuk mengatakan hal ini, aku harap kau kuat untuk mendengar berita tentang Kwangmin." Ujar dokter padaku yang berada tepat didepannya.

"katakan saja dok, aku siap mendengarnya." Kataku mantap, karena apapun yang terjadi pada Kwangmin aku harus tegar dan kuat.

"Kwangmin, dia mengalami amnesia. Kami tidak tahu kapan ingatannya akan pulih kembali, tapi ingatannya bisa timbul secara perlahan jika otaknya merespon setiap memory yang muncul" Ucap dokter itu padaku.

"apa, amnesia dok." Aku terkejut sekali, karena aku tidak pernah membayangkan hal yang terjadi pada Kwangmin adalah amnesia.

"yang harus kalian lakukan adalah membantu mengembalikan ingatannya secara perlahan, jangan memaksa karena akan membuat kepalanya sakit."

Mendengar ucapan dokter membuat airmataku jatuh. Aku sedih, apa belum cukup ujian untukku setelah aku mencintai Kwangmin saat ini. Tuhan, aku tahu aku bersalah selama ini. Tapi aku mohon, hukum aku saja. Jangan libatkan Kwangmin Tuhan.

Sementara itu...

Kwangmin POV

Apa yang terjadi padaku, aku benar-benar tidak mengerti. Aku tidak bisa mengingat apapun, bahkan namaku sendiripun aku tidak ingat. Siapa aku, dan siapa namja yang memelukku tadi. Tapi dia bilang dia itu saudara kembarku, jadi aku punya saudara kembar. Kuakui wajahnya mirip denganku. Dia, jika dia saudaraku berarti dia sangat mengenalku. Lebih baik aku tanyakan semuanya padanya.

Author POV

Youngmin berjalan gontai ketika keluar dari ruangan dokter yang memeriksa Kwangmin tadi. Donghyun, Minwoo, Jeongmin, dan Hyunseong yang melihatnya segera mendekati Youngmin. Airmata Youngmin yang dari tadi jatuh semakin bertambah deras membasahi pipinya.

"ada apa Young, ceritakan pada kami."ucap Hyunseoang pada Youngmin.

"Kwangmin, dia dia Amnesia."tangis Youngmin yang telah mendudukan tubuhnya di lantai koridor sambil memeluk lututnya. Sahabat-sahabatnya segera menenangkan Youngmin, terlihat donghyun memeluk Youngmin.

"tenanglah Young, yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Kwangmin cepat pulih, kita bisa kan membantu dia untuk mengembalikan ingatannya." Ucap Donghyun yang telah melepaskan pelukannya pada Youngmin.

"baiklah Hyung, hmmm teman-teman sebaiknya kalian pulang karena ini sudah malam. Aku akan akan menjaga Kwangmin." Ucap Youngmin sambil menegakkan tubuhnya yang tadi duduk dilantai.

"baiklah Young, kami pulang dulu ne. Kau jaga diri ya, ingan semua akan indah pada waktunya." Ujar donghyun pada Youngmin dan setelah itu Donghyun, Minwoo, Hyunseong, dan Jeongmin pergi meninggalkan Youngmin di rumah sakit.

Youngmin hanya tersenyum mendengar ucapan Donghyun, dihapunya airmata yang tadi membasahi pipinya dan di temuinya Kwangmin yang masih terbaring lemah, walaupun dia sudah sadar tapi dia masih harus dirawat dirumah sakit.

"Kwangmin." Panggil Youngmin ketika melihat Kwangmin yang sedang melamun di tempat tidur.

"Hemmmm jadi namaku Kwangmin, dan kau?"tanya Kwangmin pada Youngmin yang telah duduk didekatnya.

"Ne, namamu Kwangmin, jo Kwangmin dan aku jo Youngmin saudara kembarmu. Kau benar tidak mengingatku?" ucap Youngmin kembali bertanya pada Kwangmin.

"hmmm tidak, jujur tidak satupun yang aku ingat." Ucap Kwangmin menggelengkan kepalanya sambil menatap Youngmin di depannya.

"baiklah, aku akan membantumu mengingat semuanya secara perlahan-lahan." Kata Youngmin sambil tersenyum pada Kwangmin.

"benarkah, coba kau ceritakan tentang diriku." Antusias Kwangmin.

"kau, hmm kau itu orang yang ceria, hiperaktif, suka mengerjaiku, dan kau adalah orang yang mudah bergaul. Buktinya waktu disekolah, kau selalu bisa dekat dengan semua orang, kau juga mempunyai sahabat dekat bernama No Minwoo. Kau adalah orang yang suka bermain basket, dan kau adalah ketua team basket, team Black Wolf. Dan kau lihat itu, itu adalah piala teammu Kwang. Kau itu orang yang suka menyembunyikan perasaanmu Kwang. Buktinya kau pernah menyukai seseorang, tapi kau tidak mau mengatakannya." Jelas Youngmin panjang lebar pada Kwangmin

"Menyukai seseorang, siapa?" tanya Kwangmin penasaran

"kau tidak ingat, kau menyukaiku." Ucap Youngmin sambil menatap mata Kwangmin.

"hah, hahaha aku menyukaimu, jangan bercanda. Mana mungkin aku menyukai saudara kembarku sendiri."Kwangmin tertawa sedangkan diam-diam dalam hati Youngmin menyimpan perasaan sakit mendengar apa yang diucapkan Kwangmin.

"benar, aku hanya bercanda Kwang, ya hanya bercanda. Tidak mungkin kau menyukaiku." Ucap Youngmin sedih.

"sebaiknya kau tidur, ini sudah malam, aku mau mandi dulu dan kemudian tidur." Ucap Youngmin lagi sambil masuk kekamar mandi.

Dikamar mandi tanpa ada yang mengetahui, Youngmin menangis. Baginya semua terlalu kejam, saat ini dia mencintai Kwangmin, tapi Kwangmin tidak mengingatnya bahkan sudah melupakannya. Jika ini hukuman untuknya, maka dia harus menerima hukuman itu dan berusaha untuk membuat Kwangmin kembali seperti dulu.

Sementara itu Kwangmin yang tadi disuruh tidur oleh youngmin belum bisa memejamkan matanya, rasa kantuk belum juga datang. Dia berusaha untuk tidur tapi tetap saja matanya enggan untuk dipejamkan.

Setelah menyelesaikan aktifitas mandinya, Youngmin kembali ke ruangan tempat Kwangmin di rawat. Dilihatnya Kwangmin yang masih belum tidur.

"hey, kau belum tidur juga. Sebaiknya kau tidur, ini sudah malam, aku juga mau tidur. "ucap Youngmin sambil mendudukan dirinya disofa rumah sakit.

"kau, kau tidur dimana?"kata Kwangmin pada Youngmin yang sudah membaringkan tubuhnya disofa.

"kau tidak lihat, aku tidur disofa. Kenapa?" ucap Youngmin sambil memejamkan matanya.

"hmmm tidurlah disampingku, tempat tidur ini masih muat untukmu. Kemarilah, pasti sangat tidak enak tidur di sofa." Youngmin hanya terbelalak mendengar ucapan Kwangmin. Youngmin beranjak dari sofa menuju ketempat tidur Kwangmin. Dibaringkan tubuhnya disebelah Kwangmin.

Youngmin POV

Kwangmin menyuruhku untuk tidur disebelahnya, tentu saja aku sangat senang. Segera aku beranjak dari sofa dan menuju ke tempat tidur Kwangmin. dia sedikit bergeser memberikan tempat untukku. Jujur kuakui aku sedikit terkejut dengan apa yang dia lakukan, tapi aku sangat bahagia saat ini.

"hmmm Young, aku ingin bertanya."ucap Kwangmin ragu-ragu.

"apa Kwang tanyakan saja, aku akan menjawab selagi aku bisa untuk menjawabnya."ucapku pada Kwangmin yang sekarang menatapku.

"apa selama aku koma kau selalu menjagaku?" tanyanya padaku, kenapa dia menanyakan hal itu.

"tentu saja Kwang, karena aku menyayangimu, makanya aku selalu menjagamu."ucapku mantap tanpa keraguan.

"apa selama itu juga kau selalu tidur disofa itu." Kata Kwangmin menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.

"hmm, kadang aku tidur disofa itu, kadang juga aku tertidur di kursi di samping tempat tidur ini. Kenapa?" tanyaku pada Kwangmin,.

"aku hanya bertanya saja, pasti kau sangat kesusahan, maafkan aku yang sudah merepotkanmu." Ucap Kwangmin sambil menatap langit-langit ruangan menunjukkan raut wajah yang sedih.

"hey kau ini bicara apa, kitakan saudara. Dan aku sangat mencintaimu." Ucapku padanya agar dia tidak merasa merepotkanku.

"mencintaiku ya aku tahu itu. Hmmm apa boleh aku memelukmu sambil tidur Young?" pinta Kwangmin padaku, jujur aku sangat senang. Karena sudah lama sekali kami tidur tidak berpelukan seperti itu. Jika diingat-ingat mungkin terakhir saat aku dan Kwangmin SMP.

"tentu saja boleh." Ujarku padanya.

Dia langsung memelukku, menganggapku seperti guling. Aku memandangi Kwangmin yang sudah memejamkan mata, begitu manis, cantik, kulihat bibirnya. Merah merona, kukecup perlahan, hanya kutempelkan saja kemudian kulepas lagi takut dia terbangun dan terkejut melihatku menciumnya.

Keesokan harinya...

Kwangmin POV

Pagi ini aku keluar dari rumah sakit, walaupun ingatanku belum kembali, tapi dokter mengizinkan aku untuk keluar dari rumah sakit dengan catatan aku harus rajin-rajin kontrol kesehatan seminggu sekali.

Kulihat Youngmin sibuk membereskan barang-barang milikku dan miliknya. Beberapa teman yang sudah kuketahui namanya dari Youngmin juga ikut membantu. Donghyun hyung, Youngmin memberitahu bahwa dia adalah teman satu team dance dengannya. Minwoo, kata Youngmin dia itu sahabat baikku, Jeongmin dan Hyunseong, mereka adalah teman satu teamku di ekskul basket.

"hey Kwang, kau ingat siapa aku?"tanya Minwoo tiba-tiba padaku. Aku hanya bisa diam, aku mengetahui namanya dari youngmin, tapi aku tidak ingat tentang dia.

"hmmm baiklah, Aku Minwoo, kita selalu duduk bersama dikelas, kau juga sering berceritaa tentang orang yang kau sukai."kata Minwoo lagi yang kini sudah duduk disampingku.

"orang yang ku sukai, siapa?" tanyaku penasaran, karena tadi malam waktu aku bertanya pada Youngmin dia mengatakan bahwa orang yang kusukai adalah dirinya.

"jadi kau juga tidak ingat, coba rasakan melalui hatimu, siapa yang membuatmu berdebar. Nanti kau akan tahu sendiri dan kau akan menyadarinya."ucap Minwoo padaku, dia melanjutkan pekerjaannya membantu Youngmin membereskan barang.

Ucapan Minwoo barusan sangat mengganggu pikiranku, aku jadi berpikir siapa sebenarnya orang yang aku sukai. Tadi malam, ketika aku tidur aku merasakan seseorang mencium bibirku. Apakah itu Youngmin, tapi sepertinya tidak mungkin dia. Apa aku mimpi, tapi kenapa seperti nyata.

Setelah semua selesai, aku, Youngmin dan teman-temanku keluar dari rumah sakit. Aku heran dari keluar ruangan sampai berada di pintu keluar rumah sakit, Youngmin selalu menggenggam tanganku. Apa dia terlalu khawatir padaku. Ah, mungkin saja.

"ayo semuanya naik mobilku."ujar Hyuseong pada kami semua.

"wah Hyunseong, kau membawa mobil. Tumben sekali baik pada kami" ujar Jeongmin dan langsung mendapatkan pukulan dari hyunseong dikepalanya. Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua.

"bukan aku yang membawa mobil, tapi aku menyuruh supirku untuk menjemput kita, karena aku pikir sangat merepotkan jika naik taksi."ajak Hyunseong pada kami.

"sudahlah Hyunseong kan sudah berniat baik" ujar Minwoo menghentikan pertengkaran Hyunseong dan Jeongmin.

"Minwoo benar, sekarang ayo kita masuk."ajak Donghyun hyung.

Kami semuapun langsung menaiki mobil berwarna hitam itu, setelah Youngmin memasukkan barang-barang milikku dan miliknya dibagasi, dia langsung masuk kedalam mobil dan duduk disebelahku. Dia langsung menggenggam tanganku, tapi aku membiarkannya. Aku berpikir mungkin dia hanya khawatir padaku. Jujur, ada rasa yang sangat tidak biasa, aku berdebar.

Author POV

Sesampainya dirumah Kwangmin dan Youngmin, mereka langsung menyuruh Kwangmin untuk tidur dikamar. Sedangkan Youngmin, Donghyun, Minwoo, Hyunseong, dan Jeongmin melepas lelah di sofa rumah itu. Youngmin beranjak dari tempat duduknya dan berinisiatif membuat jus jeruk. Diberikannya jus jeruk itu pada teman-temannya, juga pada Kwangmin yang sedang berada dikamar.

"hey Kwang, kau mau jus jeruk." Ucap Youngmin pada Kwangmin yang sedang tiduran di tempat tidurnya. Kwangminpun beranjak dan duduk di tepi ranjang itu.

"Jus jeruk, aku mau." Kata Kwangmin sambil mengambil jus jeruk itu dari tangan Youngmin lalu di minumnya jus itu. Youngmin yang melihat Kwangmin minum hanya tersenyum, ketika Youngmin inginmeninggalkan Kwangmin, Kwangmin menarik tangan Youngmin.

"Tunggu, jus jeruk ini, apa aku punya kenangan dengan jus jeruk ini. Kenapa aku seperti mengingat sesuatu, kantin ya kantin sekolah. Aku ingat tempat itu."ucap Kwangmin pada Youngmin.

"kantin, tunggu jangan-jangan ingatan saat aku, minwoo dan Kwangmin duduk bersama, saat itu aku dan Minwoo sedang bertengkar karena dia mengajak Donghyun hyung." Batin Youngmin.

"ya aku ingat sekarang, saat kau dan Minwoo sedang bertengkar, tapi kalian bertengkar karena apa ya.?"ucap Kwangmin sambil terus mengingat.

"sudahlah Kwang, aku dan Minwoo tidak bertengkar karena apa-apa. Sekarang kau kembali istirahat ya." Ujar Youngmin seraya meninggalkan Kwangmin sendirian di kamar.

Kwangmin POV

Ingatan itu tiba-tiba muncul, aku senang walaupun hanya sedikit kenangan yang bisa ku ingat tapi itu berarti banyak buatku. Setelah Youngmin meninggalkanku, aku kembali sendiri di kamar ini. Aku melihat setumpuk buku di meja belajar, ku dekati dan ku ambil buku itu. Komik dan novel yang berjudul janus.

"Young terimalah komik dan novel ini."

"Aku tidak butuh Komik dan novel itu, aku muak padamu Kwang. Aku benci padamu, kenapa aku terlahir sebagai saudara kembarmu. Aku benciiii!".

"benarkah kau akan melakukan apa saja."

"baiklah kalau begitu, jauhi Minwoo, karena aku menyukai Minwoo. Kau mengerti."

Kenangan itu muncul kembali. Youngmin, dia membenciku. Jadi dia menyukai Minwoo dan menyuruhku untuk menjauhi Minwoo. Kejam sekali dia, katanya Minwoo sahabat baikku, tapi kenapa dia menyuruhku untuk menjauhi Minwoo. Benar-benar jahat.

Sementara itu

Youngmin POV

Jadi ingatan Kwangmin akan timbul sendiri secara perlahan, baguslah berarti dia akan cepat sembuh. Kulihat teman-temanku masih berada di ruang tamu.

"hey teman-teman, terimakasih sudah membantuku selama ini."

"sudahlah Young, kita kan teman jadi sudah sewajarnya kita saling membantu." Ucap Minwoo yang duduk di sebelah Donghyun hyung.

"tadi Kwangmin mengingat kejadian dikantin sekolah gara-gara aku memberikannya jus jeruk." Ucapku pada Teman-temanku sambil mengambil jus jeruk yang ada di meja.

"benarkah, oh iya waktu dikantin kan dia memesan jus jeruk. Jadi ingatannya akan timbul secara perlahan." Ucap minwoo lagi.

"itu berita yang bagus Young." Donghyun hyung tersenyum padaku.

"benar, itu berita bagus, eh teman-teman sepertinya kita harus pulang, ini sudah sore." Jeongmin mengingatkan.

"iya sudah sore, sebaiknya kita pulang, aku akan mengantar kalian." Ucap Hyunseong.

Setelah teman-temanku pulang tiba-tiba pintu kamar terbuka. Kwangmin keluar dari kamar dengan tatapan marah padaku. Ada apa dengannya.

"Young, kau ingat komik dan novel ini." Ucapnya tiba-tiba sambil menunjukkan komik dan novel yang ada ditangannya.

"ah, novel dan komik itu. Ada apa Kwang.?"tanyaku sambil mendekati Kwangmin.

"aku mengingat kejadian itu Young. Kau jahat Young."ucap Kwangmin dengan nada marah. Aku tidak mengerti dengan semua ucapannya. Tunggu, jangan-jangan ingatan saat aku menolak komik dan novel pemberiannya dan menyuruh Kwangmin untuk menjauhi Minwoo. Oh god, kenapa harus ingatan itu.

"kau begitu jahat padaku Young, kau menyuruhku menjauhi Minwoo saat itu kan?" ucap Kwangmin marah padaku.

"bukan begitu Kwang, dengar penjelasanku dulu. aku minta maaf Kwang. Aku dulu menyukai Minwoo, tapi sekarang tidak lagi." Kataku sambil menangis dihadapannya. Ku letakkan tanganku di pundaknya, tapi dia menghempaskan tanganku.

"sudahlah, aku tidak menyangka bahwa saudara kembarku sendiri begitu jahat padaku. Menyuruhku menjauhi sahabatku karena kau menyukainya, huh, benar-benar jahat."ucap Kwangmin sambil meninggalkanku yang masih menangis di ruang tamu.

Kwang seandainya kau tahu, maafkan aku. Aku sudah tidak menyukai Minwoo lagi, aku mencintaimu Kwang.

TBC

RnR please... Mian jelek, ide author mentok banget. Apalagi ditambah tugas-tugas author yang udah numpuk. Walaupun nih FF jelek banget tetep review ya, jangan jadi silent reader. Karena apapun review chingudeul sangat berarti buat author. Dan yang udah review di chapter sebelumnya author ucapkan terima kasih banyak.. Jeongmal gomawo.