Title : Janus (Chapter 9)
Pairing : Jo Twins, No Minwoo, Lee Jeong Min, Hyun Seong dan Kim Donghyun
Genre : Hurt, Romance
Rating : T
Disclaimer : Jo Twins milik Tuhan tapiii fict nya punya author.
Warning : Kayak biasa.. YAOI. Typo(s). Gaje. Abal. Bikin boring. Dsbg..
Summary : Aku sudah mempunyai orang yang aku sukai dan aku cintai, meskipun perasaan itu salah aku tetap mencintainya. Aku mencintai Jo Youngmin, kakak kembarku sendiri. *maaf gak bisa bikin summary -_-*
Selamat Membaca!
Janus, dewa yang memiliki dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir.
"kau begitu jahat padaku Young, kau menyuruhku menjauhi Minwoo saat itu kan?" ucap Kwangmin marah padaku.
"bukan begitu Kwang, dengar penjelasanku dulu. aku minta maaf Kwang. Aku dulu menyukai Minwoo, tapi sekarang tidak lagi." Kataku sambil menangis dihadapannya. Ku letakkan tanganku di pundaknya, tapi dia menghempaskan tanganku.
"sudahlah, aku tidak menyangka bahwa saudara kembarku sendiri begitu jahat padaku. Menyuruhku menjauhi sahabatku karena kau menyukainya, huh, benar-benar jahat."ucap Kwangmin sambil meninggalkanku yang masih menangis di ruang tamu.
Kwang seandainya kau tahu, maafkan aku. Aku sudah tidak menyukai Minwoo lagi, aku mencintaimu Kwang.
Chapter 9 Let's Read...
Author POV
Youngmin masuk ke kamarnya dan Kwangmin, dilihatnya Kwangmin sudah terlelap di tempat tidur. Youngmin mendekati Kwangmin, di sentuhnya wajah Kwangmin. airmatanya menetes lagi, suara isakan sengaja ditahannya agar Kwangmin tidak terbangun.
"Kwang, aku tahu kau saat ini membenciku, dulu aku tidak pernah mau menganggapmu, mempedulikanmu atau melihatmu saja aku tidak mau Kwang, saat ini mungkin kau juga akan begitu padaku. Kwang, sekarang aku mencintaimu, menyayangimu. Aku mohon lihatlah aku dan rasakanlah cintaku." Bathin Youngmin saat menyentuh wajah Kwangmin.
Namun, tiba-tiba Kwangmin membuka matanya. Youngmin terkejut, segera dihapusnya airmatanya.
"kau, kau menangis Young, kenapa kau menangis."tanya Kwangmin langsung terbangun dan memegang bahu Youngmin ketika melihat Youngmin menangis.
"maafkan aku Kwang, karena aku membangunkanmu dan mengganggumu. Kau lanjutkanlah tidurmu, aku akan keluar." Ucap Youngmin segera beranjak dari tempat tidur menuju ke pintu keluar.
"Tunggu." Kwangmin menahan Youngmin, di pegangnya tangan Youngmin.
"tunggu dulu, kau mau kemana?"kata Kwangmin lagi.
"aku, aku ingin tidur di kamar sebelah. Kau lanjutkanlah tidurmu."Youngmin pergi meninggalkan Kwangmin sendiri dikamar itu.
Youngmin pergi menuju kamar yang ada di sebelah kamarnya dulu, akhirnya dia tidur terpisah dengan Kwangmin. didudukkannya tubuhnya di sebuah bangku di depan meja belajar, hanya lampu belajar yang menyala dikamar itu. Dilihatnya buku bersampul kuning bergambar pikachu milik Kwangmin. Youngmin mulai menulis di buku itu sambil menangis. Entah apa yang Youngmin tulis, airmatanya tidak berhenti mengalir.
Keesokan harinya..
Kwangmin menatap tajam Youngmin yang sedang membuatkan sarapan untuknya. Entah apa yang ada dipikirannya, dia benci pada Youngmin tapi dia begitu nyaman menatap Youngmin. Dia duduk di meja makan di sebelah dapur. Sementara Youngmin hanya tersenyum meskipun sibuk dengan masakan yang dia buat.
"menu spesial hari ini, makanlah Kwang." Youngmin menyodorkan sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya kepada Kwangmin.
"kau mau minum susu atau jus jeruk Kwang? tanya Youngmin sambil duduk di samping Kwangmin yang masih diam menatap nasi goreng dihadapannya.
"kalau aku mau aku bisa mengambilnya sendiri." ucap Kwangmin sinis. Diambilnya sepiring nasi goreng yang ada dihadapannya dan kemudian dia pergi meninggalkan Youngmin menuju ke sofa didepan TV.
Youngmin hanya diam melihat Kwangmin bersikap dingin kepadanya. Sakit, dadanya begitu sakit hingga airmatanya mengalir membasahi pipinya. Entah akhir-akhir ini dia begitu cengeng, atau baru kali ini dia merasakan cinta yang sebenarnya. Youngmin beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ke kamarnya. Di ambilnya tas kuning miliknya dan cardigan coklat miliknya, segera di kenakannya cardigan itu tak lupa buku Kuning bersampul pikachu juga di ambilnya. Dilihatnya Kwangmin masih makan di depan TV sambil menonton acara komedi. Melihat Kwangmin tertawa membuat Youngmin tersenyum senang. Youngmin mulai menghampiri Kwangmin, disodorkannya buku kuning bersampul pikachu kepada Kwangmin.
"ini"
"..." Kwangmin terdiam melihat buku yang ada di tangan Youngmin
"ini milikmu, kukembalikan." Ujar Youngmin yang kemudian pergi meninggalkan Kwangmin.
"tunggu, kau mau kemana?"ucap Kwangmin menghentikan langkah Youngmin.
"aku mau pergi sebentar, nanti jam 10 malam aku akan kembali." Youngmin meninggalkan Kwangmin.
Youngmin membuka pintu rumahnya dan keluar entah pergi kemana. Sedangkan Kwangmin yang masih duduk di depan TV hanya melihat buku kuning bersampul pikachu. Diambilnya buku itu, diletakkannya piring yang berisi nasi goreng itu di atas meja dihadapannya. Akhirnya Kwangmin mulai membuka buku itu, dibacanya lembar pertama.
Youngmin POV
Aku berlari, ya ku putuskan untuk berlari. Aku tidak kuat terus-terusan seperti ini, Kwangmin membenciku. Aku tidak bisa hidup jika Kwangmin terus membenciku seperti ini. Hatiku sangat sakit, benar-benar sakit saat ini. Tadi kuberikan buku kuning miliknya, aku berharap dia membaca tulisanku. Aku mencintainya Tuhan, aku ingin bersamanya selama-lamanya, aku ingin memilikinya, hingga tak ada yang memisahkan aku denganya. Aku mohon, izinkan aku bersamanya.
Sementara itu...
Kwangmin POV
Kubuka buku kuning milik Youngmin, eh buku ini milikku. Terlihat di sampul bergambar pikachu itu terdapat tulisan Kwangmin's Diary, berarti buku ini milikku. Ku baca lembar pertama.
10 oktober 2012
Aku tak tahu perasaan apa ini, aku merasa berdebar saat berada di dekatnya, saat dia menatapku aku jadi salah tingkah. Tapi aku tak berani mengatakan ini cinta, tidak mungkin aku menyukai saudaraku sendiri. Ya, Youngmin adalah saudaraku sendiri. Ini tidak boleh terjadi Kwangmin.
Itu tulisanku, tulisan mengenai perasaanku pada Youngmin tidak mungkin, kubuka kembali lembar kedua.
15 oktober 2012
Sepertinya ini benar-benar cinta, aku terus merasakan hal itu. Aku merasa jantungku seperti mau copot saat berada di dekat Youngmin. Aku sering sekali memperhatikannya akhir-akhir ini. Dia sangat cool saat menari. Aku jadi tambah suka. Apalagi saat dia mulai berkeringat, hmmmm benar-benar cool.
26 oktober 2012
Haaaa, sudah lama aku tidak menulis. Aku ingin menceritakan satu hal diary. Aku merasa sedih saat ini, aku jarang sekali berbicara padanya sekarang. Dia juga sepertinya menghindariku terus. Saat jam sekolah, dia lebih banyak menyendiri di atap sekolah. Saat di rumah aku jarang sekali bertemu dengannya, mungkinkah dia sibuk dengan ekskul dancenya sehingga dia tidak lagi mempedulikanku. Aku kan ingin diperhatikan juga. Youngmin kapan kau akan memperhatikanku?
Aku tidak percaya ini tulisanku, aku menyukai Youngmin. Yang benar saja, kenapa di buku ini hanya ada nama Youngmin. Arrrggghh kepalaku sakit sekali, Ku buka lagi lembar selanjutnya.
30 oktober 2012
Semakin hari aku dan dia semakin jauh, kami hanya bertemu saat jam sekolah saja. Saat berangkat kesekolah dia selalu bersama donghyun hyung, sedangkan saat pulang sekolah aku dan dia sibuk dengan ekskul kami masing-masing. Saat malam hari aku tidak pernah menemukannya di rumah. Dia selalu pulang larut malam, sekarang saja sudah pukul 11.00 tapi dia belum pulang. Youngmin, aku rindu saat-saat bersamamu. Bogoshipo Youngmin-ah...
8 desember 2012
Malam ini dia pulang terlambat lagi, aku semakin jarang bertemu dengannya. Aku benar-benar merindukannya. Aku tadi melihat komik favoritnya sudah terbit, aku akan mengajaknya membeli komik itu. Semoga saja dia mau menerima ajakanku. Youngmin terimalah niat baikku Ne.
15 desember 2012
Aku tadi membelikannya sebuah novel kisah cinta dan komik favoritnya. Aku kira dia akan menyukainya, tapi ternyata aku salah. Dia menolaknya, dia malah menyuruhku menjauhi Minwoo. Oh Tuhan, sungguh sakit sekali dadaku, saat dia mengatakan bahwa dia menyukai Minwoo. Dia kejam sekali, bukankah selama ini aku yang selalu memperhatikannya, selalu berusaha melakukan yang terbaik meskipun di matanya aku selalu salah. Kenapa harus Minwoo yang dia sukai, kenapa bukan aku? Salahkah aku bila aku mencintai saudaraku sendiri. Youngmin aku mencintaimu. Jeongmal Sarangheyo...
Aku semakin tidak percaya dengan semua ini, ternyata hatiku selama ini memang menyukainya. Pantas saja aku merasa nyaman menatapnya walau sebesar apapun aku membencinya, tidak bisa menghapus rasa di hatiku. Arrrggghh kepalaku, kenapa bertambah sakit.
"kau tahu aku sama sekali tidak pernah membencimu Young, aku mencoba melindungimu dengan sepenuh hati. Aku tak pernah mengeluh saat kau tak pernah mempedulikanku. Aku tidak pernah menyukai Minwoo Young, aku menyukaimu. Aku mencintaimu Young, cinta yang lebih dari sekedar saudara. Meski aku tahu perasaan ini salah. Tapi aku tetap mencintaimu young."
Ingatan itu, tiba-tiba muncul. Aku merasakannya lagi, merasakan debaran di dadaku, aku mengingat semuanya. Aku bisa mengingat semuanya, terimakasih Tuhan. Tunggu, di belakang tulisanku masih ada tulisan, itu tulisan Youngmin, kubaca tulisan itu.
Dear Kwangmin,
Annyeonghaseyo Kwang. Maaf jika aku telah lancang membaca diarymu dan mencoret-coret diarymu ini. Maaf juga jika selama ini aku telah berbuat jahat padamu. Percayalah Kwang dulu memang aku menyukai Minwoo, tapi sekarang sudah tidak lagi. Dulu aku merasa cemburu saat kau bersamanya, tapi sekarang aku tidak merasakan apa-apa. Lagi pula Minwoo menyukai Donghyun hyung dan aku rasa Donghun hyung juga menyukai Minwoo. Aku juga sudah menemukan orang yang benar-benar aku cintai. Aku sekarang mulai sadar bahwa aku mencintaimu Kwang, semua pengorbanan yang telah kau lakukan untukku telah menyadarkanku betapa bodohnya aku selama ini telah mengacuhkanmu, menjauhimu, aku benar-benar minta maaf Kwang.
Aku benar-benar bahagia mencintaimu Kwang, aku merindukanmu. Merindukanmu yang selalu mengikutiku di dalam mimpi sekalipun. Sekarang aku yakin aku dapa melihatmu meski mataku tertutup.
Kau tahu, aku sekarang mengasihani diriku sendiri karena kau tidak mungkin kembali mencintaiku, kau telah membenciku Kwang. aku benar-benar bodoh Kwang. Aku janji jika kau memang sudah membenciku aku akan pergi dari hidupmu, biarlah aku pergi kemanapun agar kau tidak melihatku dan membenciku lagi. Aku tidak akan mengganggu hidupmu, aku janji Kwang.
Saudaramu dan orang yang mencintaimu
Youngmin
Author POV
Kwangmin terdiam membaca tulisan Youngmin yang ada di buku kuning miliknya. Air matanya menetes membasahi pipinya. Tanpa pikir panjang Kwangmin langsung berlari mencari Youngmin. Dicarinya Youngmin di semua tempat, di taman kota, di cafe, di taman bermain, semua tempat sudah dia datangi tapi dia tidak menemukan Youngmin.
"kemana kau pergi Young." Gumam Kwangmin dalam hati.
Dia terus berlari hingga akhirnya di menemukan sosok yang dia cari. Seorang namja dengan tas kuning.
"Young,,,Youngmin." teriak Kwangmin pada Youngmin yang menyeberang jalan dan sudah berada di tengah jalan. Youngmin yang merasa namanya di panggil segera menghentikan langkahnya, dia menoleh mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Youngmin, tunggu aku" teriak Kwangmin lagi.
Kwangmin berlari mendekati Youngmin yang masih berada di tengah jalan. Entah apa yang Youngmin rasakan, dadanya berdebar kencang ketika Kwangmin mendekatinya. Begitu juga Kwangmin, jantungnya berpacu sangat kencang, terukir senyuman dari bibir indah mereka.
'Young maafkan aku karena tidak mampu mengenali hatimu, aku mengingatnya Young, aku mencintaimu jangan pergi Young, temani aku selamanya Young." Ucap Kwangmin pada Youngmin yang tersenyum kepadanya.
"Kwang, akhirnya kau ingat, aku juga mencintaimu Kwang. aku tidak akan pergi meninggalkanmu Kwang, kita akan bersama-sama selamanya Kwang." ujar Youngmin sambil memeluk Kwangmin.
Tanpa mereka sadari lampu lalu lintas telah berubah warna, tanpa mereka sadari juga sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mereka. Kwangmin dan Youngmin kaget melihat mobil yng melaju kencang ke arah mereka. Youngmin ingin mendorong tubuh Kwangmin agar Kwangmin tidak mengalami kecelakaan lagi, tapi Kwangmin menahannya, dia malah mempererat pelukannya. Youngmin hanya pasrah, dia memejamkan matanya, begitu juga dengan Kwangmin. Dan Brrraaaaaakkkggghhh.
.
.
.
.
.
Berita pagi ini
Sebuah mobil hyundai berwarna hitam menabrak dua orang pria kembar di jalur 2 kota seoul. Menurut tim medis yang menangani kecelakaan tersebut menuturkan bahwa dua pria kembar korban kecelakaan tidak berhasil di selamatkan. Sementara pengendara mobil sekarang di tangani oleh polisi setempat.
.
.
.
.
"Young, apa kau bahagia sekarang?" tanya seorang namja berbaju putih yang duduk di sebelah Youngmin sambil menggenggam tangan Youngmin.
"tentu saja Kwang, aku bahagia karena sekarang kita akan selalu bersama seperti ini. kau?" ucap Youngmin pada namja yang bernama Kwangmin. Orang yang dicintainya sekaligus saudara kembarnya.
"aku juga bahagia Young, akhirnya aku bisa bersama denganmu selamanya." Ujar Kwangmin pada Youngmin, mereka tersenyum bahagia.
Dua orang namja yang sama persis itu duduk di sebuah taman yang sangat indah. Dua namja itu Jo Kwangmin dan Jo Youngmin kini hidup bahagia di tempat bernama SURGA.
END
Yaaaa akhirnya selesai juga chapter terakhir FF gaje ini. RnR ne, walaupun jelek tetep review. Abisnya ide author mentok banget gara-gara tugas yang numpuk. Jadi Cuma bisa buat ending yang gaje and jelek.
Terima kasih banyak buat yang udah Review, author sangat-sangat senang karena reader yang baik hati mau review FF ini. Author juga minta maaf jika Author banyak salah.
Sampai jumpa di FF berikutnya..
Bye bye...
