Title: Pedofil Jung
Cast : Choi/Kim Jaejoong
Choi/Kim Heejoong
Jung Yunho
Jung Changmin
Hwang Min Young/ Tiffany Hwang
And OC dan akan ada yg menyusul
Genre : Family/Romance/Drama
Rate : K+
Warning : GS for uke
Disclaimer : all the characters are not mine, they belong to management, parents, families, and God.
Summary : Jung Yunho sang presiden direktur muda menyukai Joongie. Eh? Joongie? Anak kecil yang manis nan imut itu? Lalu bagaimana dengan Joongie? "Yunnie pilih Joongie atau Joongie?" *poutylips
.
.
Pedofil Jung
-Chapter 1-
.
.
Jung Yunho, 30 tahun
Jung Changmin, 10 tahun
.
"Kau harus menikah Yunho!"
Suara khas ibu-ibu menggema di ruang keluarga Jung. Ya, suara tadi adalah suara ibu dari seorang direktur muda nan tampan Jung Yunho, yang bernama Jung Heechul. Umma Jung dan Yunho kini sedang duduk santai sambil menikmati potongan buah apel yang dikupas Nyonya Jung.
"Tapi aku tak mau menggantikan posisi umma Changmin, umma!"
Kali ini Yunho mencoba menyanggah ucapan ummanya yang memiliki sifat "semua harus sesuai keinginanku". Masalah yang simple –mungkin- seorang Jung Yunho harus menikah lagi dengan seorang yeoja, untuk menggantikan posisi istrinya yang telah 'meninggalkannya'. Karena menurut Jung Heechul, Changmin masih butuh kasih sayang dari seorang ibu, walaupun kelihatannya Changmin bersikap masa bodo akan perginya sang umma selama ini.
"Kau itu masih duda muda, cepat cari yeoja lain yang mau kau nikahi. Nanti kau tak laku-laku lagi baru tau rasa" umma Jung mulai gemas dengan sikap anaknya yang susah diatur itu.
"Ish umma! pesona ku tak termakan oleh waktu. Kau tenang saja" ucap Yunho percaya diri.
.
PRAK
.
Umma Jung memukul sisi meja yang terbuat dari kayu jati itu dengan pisau buah secara keras, sehingga bunyi yang dihasilkan menggema di ruang keluarga itu.
"u..umma-ga, jangan banting pi..pisau seperti i..itu, bahaya umma" panik Yunho setelah dengan susah payah menelan potongan buah apel yang entah mengapa menjadi terasa sangat besar ukurannya ditenggorokannya.
"Jung Yunho! Jangan bantah ummamu atau kau akan kehilangan asetmu" umma Jung menunjuk wajah Yunho dengan pisau buah.
"Mwo? Aset? Aset apa umma? kalau bukan aku yang bekerja di Jung corp, lalu siapa lagi?" bingung Yunho yang mencoba memasang wajah sepolos mungkin.
"Bukan aset perusahaan bodoh!" geram umma Jung.
"Lalu?"
"Ige!" tunjuk umma Jung pada daerah selatan tubuh Yunho, bagian selangkangan. Yunho pun melihat arah tunjuk pisau ummanya itu dan...
"MWOYA? ANDWAE! NE AKU AKAN MENIKAH LAGI!" histeris Yunho yang mendatangkan sebuah senyum kemenangan di wajah awet muda Jung Heechul.
.
.
Hari ini, dengan wajah yang kurang semangat Yunho mencoba memaksakan diri untuk bekerja, bahkan saat sarapan pagi bersama anaknya pun tetap tak membuat wajah murung itu tersenyum. Desakkan ummanya untuk menyuruh segera menikah mau tak mau menyita perhatiannya. Memang benar, Changmin butuh sosok umma baik dimasa sekarang dan yang akan datang, Yunho pun demikian. Butuh seorang istri sebagai pendamping untuk tetap mencintai, menemani dan mengurusi hidupnya. Tapi...bagaimana dengan umma kandung Changmin?
.
Flashback
"Yun..sebaiknya kita bercerai, aku ingin mengejar impianku, ingin membangun kembali karirku Yun. Kau memang mengijinkan, tapi tidak dengan ummamu"
"Min Young-ah, jebal...jangan berpisah dengan ku. Kau tau kan aku mendukungmu untuk berkarir. Jangan pikirkan ucapan ummaku chagi.."
"Ani Yun, keputusanku sudah bulat aku..aku.."
"Listen! Youngie~ Changmin masih terlalu kecil untuk menerima kenyataan orangtuanya telah bercerai. Kau boleh berkerja, mengejar impianmu sebagai seorang model tapi jangan pernah tinggalkan Changmin! Anak kita!"
"Stop it! Dengar Yun. Aku pribadi tak suka dengan pernikahan ini."
"Mwo? Kau bilang apa? Hahaha jangan bercanda Youngie, ini bukan sa-
"Aku tidak bercanda Jung Yunho. Aku memang mencintaimu, aku memang mau menikah denganmu. Tapi restu ummamu saat pernikahan kita tidak sepenuhnya tulus ia ucapkan. Ia masih membenciku Yun, ia tak menyukaiku. Tapi aku terima itu semua selama kau masih berada disisiku, bersamaku. Hingga Changmin lahir ummamu masih bersikap dingin padaku, tapi tidak dengan Changmin, ummamu menyambutnya hangat Yun. Mengapa? Mengapa ummamu pilih kasih? Aku benci yeoja tua yang te-
"DIAM! Hwang Min Young, jangan pernah sekalipun kau mengatai ummaku! Jika kau berani mengatainya, berarti kau mengatai aku juga, suamimu!"
"Memang! Kau itu hanya seorang anak yang selalu tunduk pada ucapan ummamu. Kau itu tak bisa menentukan pilihanmu dan meyakinkan pilihanmu seratus persen. Kau masih selalu hidup dibawah bayang-bayang ummamu Yun. Kau itu lemah!"
.
PLAK
.
"K..kau..kau berani menamparku?"
"Kau bilang aku lemah bukan? Apakah tamparanku masih membuktikan aku lemah huh? JAWAB!"
"Hiks..hiks..aku minta cerai! Kau sama saja dengan ummamu yang tak tahu malu itu. Aku rela meninggalkan karirku yang sedang bersinar hanya untuk menikah denganmu tapi ini balasanmu? Kau jahat! Aku benci padamu!"
"Fine. Kita bercerai. Ternyata kau tidak tulus menikah denganku. Aku menyesal telah menikah denganmu. Urusan perceraian pengacaraku akan mengurusnya secepatnya, dan jangan harap aku akan bertemu lagi denganmu. Malam ini adalah pertemuan terakhir kita. Selamat tinggal."
"Yun..hiks..hiks..."
"Dan satu lagi, kau tak akan bisa melihat Changmin lagi."
.
BLAM
.
"Hiks..minnie-ah mianhae aegya, maafkan umma hiks..hiks.."
Flashback end
.
.
"Ck. Melamun lagi" Changmin yang sedang menyantap sarapanya hanya mencibir kegiatan sang appa dipagi hari ini.
"Ya! Bocah habiskan sarapanmu dengan tenang, arrachi? Bukankah makanan adalah surga untukmu? Heum?" Yunho yang tersadar pun membalas cibiran Changmin.
"Aku akan makan dalam tenang jika kau tak mengganggu pemandanganku pagi ini dengan tingkah konyol-tak-bergunamu-Jung-Yunho-appa" ucap Changmin bermaksud menyindir appanya.
"Tingkah konyol? Apa maksudmu?"
"Lihat bajumu, dasar appa ceroboh"
Seketika itu juga Yunho langsung melihat bahwa ada noda kopi hitam di kemeja kerja berwarna biru langit itu. Hey, kopi milik tuan Jung itu tumpah dari tadi, karena saat akan meminumnya Yunho malah terbang menelusuri lamunannya, sebegitu hebatkah lamunan Yunho sampai ia tak sadar bahwa kopi yang telah dingin itu tumpah mengenai bajunya?
"Eh? Hehe untung kau mengingatkan appa Minnie, hehe appa ganti baju dulu ne? Habiskan saja kekasihmu itu, appa tak mau kau kekurangan gizi" Yunho pun beranjak dari kursinya menuju kamar untuk berganti pakaian. Ia berjalan ke tangga yang cukup jauh dari meja makan.
"Hhh~ dasar Jung Pabbo ammm~ nyam~ nyam~" ucap Changmin santai sambil menyantap makanannya.
"YA! Bocah! Aku mendengarnya!" Changmin melihat ke arah tangga dan memeletkan lidahnya.
"Mehrong :P"
.
.
"Aigooo baby umma neomu yeppuda~" ucap seorang ibu muda melihat hasil pekerjaanya mendandani sang putri tunggalnya.
"Ne, Joongie umma-do neomu yeppuda hihihi" sang anak pun membalas dengan senyuman senang.
"Iya baby, kau kan cantik kalau umma dandani. Tapi kalau kau dandan sendiri kau bukannya cantik, tapi malah seperti monster rrrraaawwrr" ummanya mulai mentakut-takuti putri kecilnya.
"Hiii Joongie takut umma~ peluk" manja anak itu sambil memeluk leher ummanya erat.
"Aigoo baby Joongie jangan takut ne, umma cuman bercanda sayang" ummanya pun mengelus lembut penuh kasih sayang kepala putri cantiknya itu.
"Ish, umma jahat" sang putri kecil itu melepas pelukannya dan mempoutkan bibir merah muda nan mungilnya
"Baby Joongie jangan ngambek ne? Nanti setelah pulang sekolah umma belikan Joongie boneka, Joongie mau?" tawar sang umma.
"Nnng~ ne umma! Joongie mau. Kkaja kkaja antar Jongie sekolah, ppali umma~"
"Ne baby, sabar, umma kunci pintu dulu"
.
.
Shinki Elementary School, sekolah para kaum elit. Baik elit dalam uang maupun elit dalam otak. Tak mengherankan bahwa banyak anak sekolah dasar di Shinki ini yang sudah mampu loncat kelas, salah satunya adalah Jung Changmin.
"Hey Changmin, kau tau bukan appa sangat sayang padamu, oleh karena itu jangan kecewakan appa ne? Buat appa bangga dengan prestasimu" nasehat Yunho saat mereka berdua sudah turun dari mobil. Yunho pun merapihkan dasi Changmin yang miring.
"Ne appa, asal kau tak lupa untuk mentraktirku makan siang di restoran ayam hari ini" jawab Changmin sambil memeluk pinggang Yunho dengan manja.
Jung Changmin, seorang anak berusia 10 tahun yang sering memasang wajah datar dan terlihat masa bodo akan segala hal yang dianggapnya tak penting. Sangat mencintai yang namanya makanan dan hobi makan. Karena selama beberapa tahun kebelakang ia lebih sering diurus Heechul, maka ia memiliki hubungan yang erat dengan Heechul, bahkan mungkin ada beberapa sifat Heechul yang menular padanya. Merupakan anak yang cerdas dan dalam usianya yang belia sudah mampu loncat kelas, ya~ termasuk dalam jajaran anak jenius terbaik di sekolahnya. Selalu mencibir, meledek, dan memarahi Yunho, appanya. Tapi di sisi lain ia akan bermanja-manja dengan Yunho, jika ia mau.
"Cha. Anak appa sudah tampan sekarang. Belajar yang baik ne?" Yunho pun mengecup dan mengusap kepala anakanya dengan lembut.
"Ish appa! jangan perlakukan aku seperti itu. Memalukan" protes Changmin.
"Kau ini, tadi memeluk pinggang appa dengan manja, sekarang kau marah-marah appa cium. Haiishh menyebalkan" ucap Yunho pura-pura sebal
"Hihi saranghae appa, Min mau belajar dulu ne pai-pai" pamit Changmin dengan seringainya, yang dibalas juga dengan lambaian dan senyuman dari Yunho.
Setelah Changmin pergi, Yunho pun membuka pintu mobilnya tanpa sadar ada orang yang lewat dekat pintu mobil yang akan ia buka.
.
BRAK
.
Pintu itu mengenai lengan seorang yeoja sehingga membuatnya terjatuh.
"Awww appo~" yeoja itu merintih kesakitan karena ia terjatuh. Ia elus-elus kakinya yang tadi berbenturan dengan jalan.
"Eh? Mianhae, jeongmal mianahe. Neo gwaenchana?" panik Yunho. Ia pun menutup pintu mobil dan jongkok melihat keadaan yeoja itu.
"Ne, gwaenchana kakiku hanya berdenyut saja. Mian, aku tadi tak memperhatikanmu yang akan membuka mobil" yeoja itu membungkuk
"Ani aku yang bersalah, aku bantu kau berdiri ne" Yunho pun memapah tubuh yeoja itu untuk berdiri.
Setelah berdiri dengan benar, pandangan mereka saling bertemu.
Mata musang Yunho menatap mata doe itu dengan terpikat.
Seolah ada pusaran didalam matanya yang berhasil menarik Yunho untuk larut masuk kedalamnya.
Wajah yeoja itu pun sangat cantik, kulit putih mulus sempurna, hidung mancung, bibir tipis merah muda, rambut lurus sebahu berwarna coklat tua, badan ramping yang terpancar auranya walaupun hanya menggunakan dress selutut sederhana, sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
Begitupun sang yeoja, seolah terhipnotis oleh pesona seorang Jung Yunho. Rahang tegas yang membingkai mata musang, hidung mancung dan bibir tebal itu. Kulit wajah berwarna tan eksotik, tubuh tegap dan bidang yang sepertinya nyaman untuk bersandar itu seolah membuat Jaejoong lupa akan hal yang baru saja terjadi.
"Emm, itu..sekali lagi aku minta maaf, nngg boleh aku tahu namamu aggashi?" tanya Yunho yang sadar sedari tadi belum mengetahui nama yeoja cantik yang ada dihadapannya ini. Ia pun menjulurkan tangan kanannya untuk berkenalan.
Sang yeoja pun membalas menyalami Yunho
"Namaku-
Drrrtt
Drrrtt
Yeoja itu terpakasa melepas jabatan tangannya dengan Yunho untuk menerima telpon
"Yeoboseyo? Mwo? Ne aku akan segera kesana"
Plip
"Mian, aku ada urusan, lain kali jika bertemu kita berkenalan ne. Annyeong" Yeoja itu pun pergi meninggalkan Yunho yang hanya bisa terbengong.
.
.
di sisi lain...
BRAK
.
"Appo~ umma~" seorang yeoja kecil terjatuh saat tak sengaja bertabrakan dengan seorang namja kecil yang badannya lebih tinggi dari yeoja kecil itu.
"Aiishh anak kecil kalau jalan itu lihat-lihat dong. Kau jadi jatuh kan! Merepotkan" keluh namja kecil itu yang ternyata adalah Changmin.
"Hiks..hiks tapi kan Joongie tidak tau kalau hiks...Changdola oppa jalan dari koridor sebelah kanan" bela yeoja kecil yang bernama Joongie itu sambil mempoutkan bibirnya.
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu Joongie! Haiisshhh" Changmin kesal sendiri dengan ucapan 'Joongie'
"Huwee umma~ Changdola oppa memarahi Joongie~ hiks..hiks.." tangis anak kecil itu semakin keras, mengundang beberapa perhatian dari siswa lain yang melintas didekat mereka.
"Ne, ne, sudah Joongie jangan menangis lagi. Oppa antar kau ke kelasmu. Kkaja" Changmin pun mengusap air mata Joongie dan menggandeng yeoja kecil itu menuju kelasnya.
.
.
.
TBC? END?
Hayooo bingung pan? Hehe untuk chapter-chapter awal ceritanya emang sengaja dibikin remang-remang dulu, kalau langsung inti kan gak rame.
Ommooo beda 24 tahun?
Tapi Joongie mau jadi ummanya Changmin.
Yunho itu pedofil gak sih?
Kan Joongienya ada dua.
Joongie itu anak kembar gak sih?
Tapi yang muncul cuman satu Joongie.
Yang jadi Joongie kecil itu yang mana?
Lihat nanti aja ya...
So, review readers itu sangat membuat author semangat...kiritik saran author terima...jangan ragu untuk nanya ya..soal umur Yunho dan Changmin udah tertera di atas ne, yang lain nyusul..
.
Gomawo untuk readers yang udah berbaik hati me-rievew ff abal ini..
Ok? See ya
