A KakaSaku Fanfiction,

Naruto : Mashasi Kishimoto

Story by;

Hyuuga 'Nafisa' Diggory

And

Lilly 'Anna' Diggory

WARNING! :abal mungkin yah-.-, mungkin sedikit aneh, typo sikit takapelah-_-, rada gak nyambung juga gapapa xD, copas yg lama juga takapekan? :D,terinsipirasi dari kehidupan nyata nya si Nafisa dan curhatannya ke saya xD :'),sedikit ngambil kata-kata dari Twilight :D

Hope y'll like it

Menunggu…Menunggu..Menunggu..

" I trew a wish in the well " Sakura pun langsung melompat dari tempat tidurnya dan langsung menghampiri meja belajarnya. Dia mengambil hapenya yg berwarna pink itu.

" Ino? Tumben dia menelepon" ia langsung mengangkatnya.

" Ada apa Ino? "

" APAKAH SI RAMBUT PERAK ITU SUDAH MENELEPONMU? " Jawab Ino yg tiba-tiba mengagetkan Sakura karena suaranya itu.

"Hemmm.. dia belum meneleponku" Jawab Sakura dengan nada sedih

" Sudah tungguin aja nanti gak lama dia menelponmu kok" Inopun memberi semangat kepada sahabatnya itu.

"Iya Ino terima kasih kau memang sahabatku" Kata Sakura yg membuatnya sedikit bersemangat.

"Ah..Yasudahlah aku tutup dulu oke" Ino pun menutup telponnya duluan.

Belum sempat dia menaruh hapenya dia atas meja belajarnya hapenya berbunyi lagi dan melihat hapenya itu "Unknown Number? Siapa ini?" Batin Sakura. Ia pun sedikit ragu untuk mengangkat tetapi akhirnya diapun mengangkatnya juga.

"Halo, apa benar ini nomor Haruno Sakura?" Kata suara yg diseberang telpon. "Sepertinya aku mengenal suara ini tetepi siapa ya?" Batin Sakura sejenak.

"Benar, maaf ini siapa ya?" Tanya Sakura yg masih penasaran.

"Ini aku Hatake Kakashi yang tadi kau berikan secarik kertas dengan nomor telfon mu," Jawab seberang telpon sana.

"KYAAAAAA… HATAKE-SAN MENELEPONKUUU!" Kata Sakura dalam hati

"Halo? Kau masih disana, Haruno-san?" Tanya Kakashi bingung karena orang yang diseberang telfon daritadi diam saja.

"Ah? Ya, aku masih disini, Hatake-san," jawab Sakura akhirnya, hampir saja dia lupa kalau masih tersambung dengan si perak ini.

"Hn, apa aku mengganggumu, Haruno-san?"

"T-tentu saja tidak, Hatake-san. Ah ya, k-kau tidak perlu memanggil ku 'Haruno-san' panggil saja Sakura," jawab Sakura gugup, ia tetap saja gugup walaupun hanya ditelfon.

"Baiklah, kau juga panggil aku jangan terlalu formal begitu. Panggil saja Kakashi, ah ya, aku ingin bertanya sesuatu padamu, bolehkan?"

"T-tentu saja, k-kau mau tanya apa ?"

"Hn. Kenapa kau memberikan nomor mu padaku?" Tanya Kakashi dan itu sukses membuat Sakura kelimpungan menjawabnya, masa' ia harus jujur kalau ia jatuh cinta pada pemuda berambut perak itu dan ingin mengenalnya lebih dalam? Tidak 'kan? Ia masih ingin menjaga image nya sebagai seorang gadis.

"K-karna…" kalimat Sakura terputus karena ia tidak tahu apa yang mau ia katakan, 'andaikan ada Ino disini, astaga Ino tolong akuuuu,' ia membatin frustasi karena masih belum mendapatkan kalimat yang pas untuk berbohong.

"Karena?" ulang pemuda di seberang telfon, iamasih bingung kenapa tiba-tiba gadis yang sedang ia telfon sekarang, menghampirinya di koridor tadi siang dan memberikan secarik kertas note yang bertuliskan nomor telfon gadis ini.

'AHA!' pekiknya dalam hati, akhirnya ia mendapatkan pencerahan dalam masalahnya sekarang. "K-karena, kau kan anak baru dan mungkin kalau kau kesulitan dalam pelajaran, k-kau bisa menghubungi ku, kalau kau mau. Dan m-mungkin kita bisa berteman baik nantinya,"

"Oh begitu, kau tidak perlu repot-repot, Sakura. Tapi, baiklah mungkin kalau aku kesulitan aku akan bertanya padamu sewaktu-waktu,"

"Y-ya, Kakashi. Kau boleh bertanya padaku kapan saja, tidak perlu sungkan," huft, untungnya Kakashi percaya apa yang ia katakana tadi. Sebenarnya ia tidak pernah diajarkan untuk menjadi pembohong, tapi mau bagaimana lagi ia tidak mau kalau Kakashi tau ia diam-diam menyimpan rasa pada nya.

"Hn. Baiklah, sambung besok lagi saja ya. Aku mengantuk hehehe," kata Kakashi dari seberang telfon, Sakura baru kali ini mendengar tawa si rambut perak tersebut. 'Tawa nya ternyata seperti itu, seperti Naruto saja,' dan jadilah Sakura sweatdrop ditempat karna mendengar cara Kakashi tertawa.

"Baiklah, Kakashi. Jaa~"

"Jaa~"

Tut…tut..

Dan dari sana lah semuanya dimulai…

Tidak terasa ternyata sudah hampir empat bulan Sakura dekat dengan Kakashi dan selama empat bulan itu pula cinta nya tumbuh bersemi. Selama empat bulan itu pula ia merasakan bagaimana rasanya terbang tanpa sayap, karena menurutnya Kakashi adalah orang yang romantis itulah yang ia rasakan selama empat bulan ini.

" We are never ever ever..getting back together.. " Tanda bunyi hapenya bila ada SMS.

"Ah.. Kakashi" sambil senyum-senyum sendiri. Iapun membaca SMSnya itu.

" Sakura, bisakah kau temui aku ditempat biasa? Aku ingin mengobrol denganmu"

Iapun membalasnya, "Tentu saja ^^"

Sakurapun berangkat ke tempat biasanya ia dan Kakashi bertemu. Ia membeli soft drink untuk dia dan Kakashi. Saat sudah sampai tidak ada siapapun. "Ternyata dia belum datang" Batin Sakura.

15 menit kemudian..

"Kakashi lama sekali" kata Sakura yg sedikit bosan.

"Lama ya?" tiba-tiba suara Kakashi terdengar dan mengagetkan Sakura.

"Kau lama sekali" kata Sakura menggerutu

"Hahaha..maaf" Kata Kakashi yg sedikit letih tetapi tetap tersenyum.

"Oiya, katanya kau mau mengobrol. Tentang apa ?"

Belum sempat Kakashi menjawab Hape Sakura pun berbunyi ,"Ah..sebentar Kakashi"

"Hemm..baikah," Jawab Kakashi dengan datar.

Sakura pun melihat ada SMS dan ternyata dari Ino "Ahh.. dia mengganggu saja" Batin Sakura. Lalu dia pun melihat isi SMSnya itu ;

"Sakura, kau sedang bertemu Kakashi kan? Ini adalah kesempatanmu ! Jujurlah padanya apa isi perasaanmu selama ini. GANBATTE SAKURA^^ "

Sakura sedikit kaget membaca SMS sahabatnya itu tetapi innernya pun tiba-tiba berkata, 'Ide Ino itu ada benarnya. Hmmm…baiklah' Batin Sakura.

"Hmmm…tadi sampai mana?" Tanya Sakura pada Kakashi yg dari tadi sedang menikmati soft drinknya.

"Aku lupa Sakura. Mungkin kau duluan dulu sembari mengingat aku ingin ngomong apa ke kamu," Jawab Kakashi dengan raut wajah mengingat-ingat.

"Ini saatnya ! Tak boleh gagal !" Batin Sakura menggebu-gebu.

"Bolehkah aku bertanya sesuatu darimu? "

"Tentu saja,"

"A-apakah k-kau punya orang yg d-disukai?"

"Tentu saja. Memangnya ada apa?"

"Sejak aku melihatmu…A-Aku…" Tiba-tiba aja wajah Sakura berubah menjadi merah.

"Kau?" Jawab Kakashi dengan bingung.

"A-Aku s-su-suka de-denganmu sejak pertama kali aku me-melihatmu," Jawab Sakura dengan nada pasrah dan lega.

"Oh..kau suka denganku. Tetapi maaf Sakura aku…" Tiba-tiba saja Kakashi diam.

"Mengapa?" Jawab Sakura sedikit bingung.

"Maaf, tetapi aku tak suka denganmu. Sekali lagi maa,f" Jawab Kakashi akhirnya.

"APAAAAAA?" Batin Sakura. Seketika Sakura merasa -tiba saja ingin menangis.

"Ahya..Tak apa Kakashi. Aku hanya ingin jujur saja padamu" Jawab Sakura yg berusaha stabil.

"Baiklah kalo begitu. Oiya Sakura sepertinya aku masih lupa mau bilang kali saja ya" Jawab Kakashi dengan tersenyum.

"Baiklah kalo ~" Jawab Sakura dengan muka menahan tangisan tetapi masih terlihat ceria.

"Jaaaaa~" Jawab Kakashi. "Kau sudah mendahuluiku" Batin Kakashi sambil berjalan pulang.

Dijalan, Sakura hanaya murung..murung..murung dan murung..

Sesampainya dirumah ia menyuruh Ino kerumahnya dia. Iapun curhat kepada sahabatnya,Ino.

"Kau serius Kakashi bilang seperti itu padamu?" Jawab Ino yg sedikit kaget tetapi tetap tenang.

"Iyalah, aku serius Ino. Lalu, aku harus bagaimana?" Tanya Sakura sambil memutar-mutar hapenya itu.

"Entahlah..untuk saat ini akupun juga bingung Sakura" Jawab Ino yg sebetulnya ingin membantu sahabatnya itu tetapi otaknya pun memang lagi sedang tak ada ide.

Tiba-tiba saja Ino memecahkan kesunyian, "Lebih baik kau tetap baik padanya,tersenyum padanya anggap saja tak terjadi apa-apa."

"Mana mungkin aku seperti itu Ino?" Jawab Sakura yg tiba-tiba saja nangis.

"Jika kau pintar, kau akan melakukan itu ! Ganbatte Sakura ! " Mneyemangati Sakura yg sedikit susah itu.

"Terima kasih Ino, kau memang sahabat yg baik" Jawab Sakura sambil tersenyum.

"Nah..begitu dong itu baru sahabatku" Jawab Ino sambil memberi applause ke Sakura.

8 BULAN KEMUDIAN

Sakura sedang menunggu di tempat yang telah dijanjikan Kakashi tadi diSMS nya pada saat istirahat makan siang. Menunggu Kakashi di halaman belakang sekolahnya berbekal dengan soft drink yang dibelinya di kantin.

'Lama sekali, ternyata kebiasaan terlambatnya tidak saat masuk sekolah saja, ya. Huh,' batin Sakura. Akhirnya setelah beberapa menit orang yang dinantikannya pun datang juga.

"Kau lama sekali," keluh Sakura saat Kakashi datang, sementara Kakashi hanya nyengir saja.

"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, Sakura,"

"Membicarakan apa?"

"Hubungan kita,"

"UHUK," Sakura hampir saja memuntahkan minum nya sendiri saat mendengar dua kata dari mulut Kakashi barusan. 'Hubungan katanya?' batin Sakura.

"Kau tidak apa-apa, Sakura?" Tanya Kakashi cemas.

Sakura hanya menggeleng dan meminum habis soft drink nya. "Tidak, aku hanya tersedak," sergah nya.

"Menurut mu hubungan kita ini seperti apa?" Tanya Kakashi yang duduk di atas rumput-rumput halaman belakang sekolahnya.

Sakura langsung menatap punggung Kakashi dari tempatnya berdiri dan segera menempatkan dirinya tepat di sebelah Kakashi. Sakura hanya mengangkat bahu dan menjawab, "Entahlah, aku tidak tahu. Kalau menurutmu?"

Kakashi memandang lekat mata Sakura. Mata hijaunya terlihat bersinar dibawah pantulan cahaya matahari sore itu. Dan tanpa mereka sadari wajah mereka mendekat, entah siapa yang memulai duluan seperti ada magnet disana. Akhirnya makin dekat…

Dekat…

Dekat…

Dan bibir merekapun bersentuhan, hanya kecupan biasa dan itu menjawab pertanyaan sederhana yang mereka berduapun tidak tahu jawabannya.

"Jadi…sekarang, kita pacaran?"

"Tetapi waktu itu.." belum sempat Sakura melanjutkan,Kakashi memotongnya.

"Haha.. Kau masih ingat saja waktu itu" Jawab Kakashi sambil tertawa

"Waktu itu memang aku ingin jujur padamu ternyata kau sudah duluan. Tadinya aku ingin menjawa iya tapi sepertinya waktunya tidak tepat karennnaaa…"

"Karena apa?" Jawab Sakura penasaran

"Karena aku capek" Jawab Kakashi sambil tertawa

"Jadi..sekarang kita pacara?" Tanya Kakashi lagi

Dan dibalas dengan anggukkan Sakura. Lalu, Kakashi mengecup bibir Sakura dengan bibir nya untuk yang kedua kalinya. Akhirnya, apa yang diharapkan Sakura selama ini pun tercapai. Walaupun harus dimulai dengan tingkah konyolnya yang menyerahkan secarik memo bertuliskan nomor telfonnya pada Kakashi dan ditolak mentah-mentah oleh Kakashi. Tapi, dengan begitu dia bisa dekat dengan dia bahkan mendapatkan pujaan hatinya, 'kan?

FIN

A/N : Gimana gimanah? ini itu yang bikin si Nafisa sebenernyah, tapi dia copas punya saya beberapa jadi….yahh saya tulis aja itu dua orang huehehhe :D dandan chapter yg kemaren saya apus aja kan udah ada penggantinya yang ini hehe.. RnR , please ;)