Title : My Jewel Angel

Author : Kim Sun Ri

Genre : Romance, Fantasy, Drama, Family

Rating : T

Length : Chaptered – Side Story

Disclaimer : This fict is mine, but the casts aren't

Warning : Yaoi, BoyXBoy, BL, AU, Cliché, OOC(?)

Pairing : Eunteuk!Brothership, Slight!Eunhae

.

Don't Like Don't Read!

Side Story Special! Kalau tidak membaca chapter ini tidak akan mempengaruhi jalan cerita.

Enjoy!

.

.:My Jewel Angel:.

.

Side Story

'Dragon Chaos – Our Kindred Started Like This'

.

Author's POV

Donghae baru saja tertidur dalam pelukan hangat Hyukjae. Saat Hyukjae akan ikut menyusulnya ke alam mimpi, hawa seseorang mendekat membatalkan niatnya. Instingnya yang kuat membuatnya peka akan hawa kehadiran orang lain. Ia menoleh, mendapati hyung yang amat dihormatinya berdiri di belakangnya.

"Dia sudah tidur?" Tanya Leeteuk pelan.

Hyukjae mengangguk sambil membalas senyuman Leeteuk. Leeteuk lalu duduk di teralis balkon, melirik langit malam sebentar sebelum kembali menoleh kearah Hyukjae.

"Kau sudah menceritakan semuanya kepadanya?"

"Ne. Termasuk hubungan kita sebagai pangeran dan guardian," jawab Hyukjae.

"Oh? Apa saja yang kau ceritakan padanya?" Leeteuk menaikkan sebelah alisnya.

"Sesuatu tentang telur naga," Hyukjae mengulaskan cengiran tak berdosa.

Leeteuk membulatkan matanya, sebelum mengambil gulungan kertas entah dari mana dan menggeplaknya ke kepala Hyukjae.

"Yah! Kau membuka aibku hah?!" Omelnya sambil tertawa.

"Aish appo hyung! Sedikit saja kok," Hyukjae membela diri.

Mereka bertatapan sebentar, saling memasang muka kesal satu sama lain yang agak dipaksakan. Sepuluh detik adalah waktu yang cukup untuk mengubah wajah keduanya menjadi cengiran dan mereka tertawa lepas. Tentunya masih menjaga suara agar Donghae tidak terbangun.

"Rasanya baru kemarin ya kita pertama kali bekerja sama…" Gumam Leeteuk mengenang.

"Ya, rasanya semua baru saja terjadi…"

Hyukjae memejamkan matanya, mengingat kembali kenangan yang dilaluinya…

.

.


.

.

Flashback

Jewel / Hyukjae's POV

Hari ini aku baru saja diangkat menjadi guardian resmi pangeran Angel. Akhirnya setelah bertahun-tahun melihatnya dari kejauhan aku bisa juga bertemu langsung dengannya! Aku sangat mengagumi pangeran. Pangeran begitu dewasa, keren, dan tenang. Aku selalu terpana saat melihatnya di tempat kelahiran, menghidupkan malaikat-malaikat baru dengan cahaya yang begitu menyilaukan dan hangat.

Aku melihat sosok pangeran dari kejauhan. Rasa antusias membuncah dalam diriku. Namun aku menahannya dan berusaha terlihat setenang mungkin. Aneh kan kalau malaikat air hyperactive seperti malaikat api? Ugh, aku tidak seaneh Junsu itu.

Perlahan aku menghampirinya dengan senyuman sopan tanpa gigi terkembang di wajahku. Pangeran menoleh kearahku dengan heran, karena area ini, halaman rumahnya ini tertutup untuk orang luar. Begitu sampai di depannya aku berlutut sopan sesuai tugasku.

"Kenalkan, pangeran. Saya Jewel, mulai hari ini saya ditugaskan menjadi guardian anda," ucapku sopan dan formal.

"Omo! Tak usah berlutut begitu, ayo bangun! Ppalli!" Ia menarikku bangkit.

Aku menatapnya heran lalu bangkit berdiri. Pangeran terlihat mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia lalu tersenyum ramah.

"Kau masih muda sekali! Saat dibilang akan memiliki pelindung, bayanganku adalah ahjussi-ahjussi tua yang sudah berjanggut! Umurmu?" Ujarnya sambil menepuk kedua tangan, senang.

"13 tahun, pangeran," jawabku hormat.

"Wah kau dua tahun lebih muda dariku! Hebatnya!"

Aku tersenyum malu menerima pujiannya. Idolaku sedang memujiku, siapa yang tidak merasa senang dan berbunga-bunga?

"Jewel-ah, boleh aku memegang rambutmu?"

Pertanyaan anehnya membuatku menatapnya heran. Aku lalu mengangguk pelan masih dengan kebingungan. Pangeran perlahan menggapai rambutku, mengacak-ngacaknya pelan sambil sedikit terkagum.

"Warnanya keren ya! Halus!" Komentarnya berbinar.

Dan itulah, awal pertemuan aneh kami…

.

.:My Jewel Angel:.

.

Beberapa hari kulalui bersama pangeran. Ternyata ia sangat amat jauh sekali dari yang kubayangkan! Dia bawel dan agak hyperactive. Apalagi suara tertawanya yang melengking dan khas(A/N : this is real, Teukie's laughter is hilarious).

Menghabiskan waktu dengannya sungguh menguras tenagaku, baik secara jasmani maupun rohani. Awalnya aku heran, bagaimana bisa aku mengidolakan orang seperti ini. Ternyata semua yang aku lihat selama ini hanya ilusi semata. Memang pangeran terlihat tenang dan berwibawa. Namun itu hanya saat ia membangkitkan malaikat baru. Sehari-hari dia adalah seorang malaikat yang hyperactive.

Mengenal sifat pangeran yang berbeda, aku tadinya agak sedikit kecewa. Oke coret itu, sebenarnya aku amat sangat kecewa. Tapi tidak sejak kejadian itu…

.

.:My Jewel Angel:.

.

Author's POV

"Pangeran, menunduk!"

*Traang!*

Suara pedang Jewel beradu dengan leher naga itu terdengar keras. Kenapa seperti suara besi? Sisik naga langit sangatlah keras, seperti berlian. Angel menunduk sesuai perintah Jewel tepat sebelum pedang Jewel menghantam leher naga itu, sepuluh senti dari atas kepalanya sendiri. Cengkraman naga itu pada tubuhnya langsung lepas, dan Angel jatuh bebas kebawah. Dengan sigap Jewel mengepakkan kedua sayapnya, melesat menangkap Angel yang tubuhnya sedikit lebih tinggi darinya dan membawanya turun.

Jewel meletakkan Angel di tempat yang aman, di ujung gua langit disisi lain tempat naga itu sedang meraung kesakitan. Setelah itu ia kembali membuka kedua sayap putihnya, menatap tajam naga itu sambil menghunuskan pedang kearahnya.

"Maafkan aku" Gumam Jewel pelan.

Bersamaan dengan itu Jewel terbang tinggi, amat tinggi keatas naga yang tubuhnya mencapai tujuh meter itu. Naga itu mendongak dan menyemburkan potongan-potongan berlian metalik kearah Jewel. Namun sebagian yang mengarah kepadanya dipecahkan oleh tebasan pedang Jewel yang kini dilapisi air.

*Drak!*

Dengan satu entakkan keras, Jewel menghantam kepala naga itu. Namun anehnya pedang Jewel tidak menancap padanya. Hantaman itu terlihat hanya memukul keras tanpa menimbulkan luka luar. Naga itu meraung keras sesaat, sebelum kepalanya melunglai.

*Bruak!*

Suara keras menggema di dalam gua langit itu saat tubuh sang naga ambruk ke tanah. Naga itu terlihat tidak sadar. Jewel berdiri diatas kepala naga itu berpijak tenang. Ia menghela napas panjang sebelum menghilangkan kembali pedangnya menjadi cahaya. Ia lalu terbang kearah Angel yang menyaksikan sambil sedikit gemetar.

"Apa yang pangeran lakukan?" Tanyanya datar.

Mengapa ia bertanya? Karena, beberapa saat lalu ia sedang bersantai di taman pangerannya yang besar. Saat tiba-tiba seorang malaikat pelayan datang dengan panik mengatakan pangeran telah hilang. Dengan secarik kertas di meja bertuliskan 'aku jalan-jalan ke gua langit sebentar –Angel'.

Saat ia bergegas ke tempat perkara, ia melihat sang pangeran yang harus dijaganya, dicengkraman seekor naga besar yang terlihat mengamuk marah.

Angel, atau pangeran yang ditanya hanya menggaruk bagian belakang kepalanya dengan senyuman please-don't-get-mad-at-me. Jewel menghela napas panjang melihatnya, lalu ia melihat sebuah telur cukup besar yang berada di belakang pangerannya.

"Pangeran mengambil telurnya?" Tanya Jewel dan mengambil telur itu.

"H-Habisnya aku bosan… Aku ingin peliharaan…" Jawab Angel sambil menunduk memainkan jarinya.

Jewel menghela napasnya untuk kesekian kalinya. Entah mengapa ia tidak terkejut dengan alasan sepele itu, ia sudah mulai terbiasa dengannya. Ia lalu berbalik hendak membawa telurnya kembali kepada sarangnya. Saat tiba-tiba Angel menahannya.

"Shiro! Aku mau memeliharanya!" Rengek Angel.

"Pangeran, aku mengerti pangeran bosan… Tetapi telur ini milik naga itu, ia ibunya," jelas Jewel bersabar.

"Tapi aku bosan…"

"Pangeran bisa mencari hewan atau orang lain untuk menjadi teman pangeran, tapi jangan mencuri seperti ini," Jewel mencoba lagi.

Angel terlihat berpikir sebentar, lalu menoleh kearah Jewel dengan mata berbinar-binar. Ia berseru tanpa beban sama sekali.

"Kalau begitu aku mau kau jadi temanku! Kau harus panggil aku hyung!" Serunya.

Jewel terlihat agak kaget. Ia lalu berjalan mengembalikan telur itu tanpa memperdulikan Angel. Setelah menaruh telur itu, ia mengangkat Angel di bahunya, seperti mengangkat karung beras. Ia menyeret pulang malaikat yang kini mulai meronta itu.

"Tidak bisa, kau adalah seorang pangeran," jawab Jewel singkat.

Sekuat apapun Angel meronta ia tidak bisa melepaskan dirinya. Akhirnya ia menyerah dan hanya bisa cemberut mengomel digendongan Jewel.

"Kau pelit! Kalau begitu aku akan terus mencuri sampai kau mau bermain denganku!" Omel Angel mengancam.

Lagi-lagi Jewel hanya bisa menghela napas panjang menghadapi sikap kekanakan pangeran yang harus dilindunginya. Entah kenapa hidupnya selalu dipenuhi orang-orang dengan sifat seperti ini…

.

.:My Jewel Angel:.

.

Dua tahun telah berlalu sejak pertama kali Angel mencoba mencuri telur naga. Hampir setiap minggu sejak itu Jewel selalu menggagalkan aksi penculikannya. Jewel sedang duduk di taman kerajaan beristirahat sejenak, saat ia menyadari seorang malaikat duduk di sampingnya.

"Kau kuat sekali ya Jewel-hyung," panggil seorang malaikat yang ia kenal bernama Siwonest.

"Tapi ini sangat melelahkan, percayalah," jawab Jewel.

"Maklumilah, Angel-hyung hanya kesepian… Makanya ia jadi seperti itu. Aku kasihan dengannya yang selalu bersedih," Siwonest berucap membuat kaget Jewel.

"Dia? Sedih?" Tanya Jewel bingung.

"Ne! Meski ia terlihat sangat ceria, sebenarnya itu hanya untuk menutupi kesendiriannya. Semua orang mengharapkannya, makanya ia harus selalu terlihat berwibawa di depan masyarakat. Namun saat di dalam ia juga harus terlihat ceria agar tidak mengkhawatirkan raja dan ratu. Kasihan dia, harus memakai berbagai banyak topeng."

Begitukah…?

Jewel memikirkan kembali Angel yang sangat dikaguminya. Mungkin itukah sebabnya Jewel selalu menemukan kejanggalan di sorot mata Angel? Jewel adalah malaikat yang amat peka dengan sorot mata. Ia bisa membaca perasaan seseorang darinya. Sedalam apapun orang itu mencoba menyembunyikannya.

Jewel menutup matanya, mengingat kembali hidupnya. Memang sedih untuk kesepian seorang diri. Sebenarnya, iapun begitu. Orang tuanya meninggal tidak lama setelah ia terlahir karena sebuah peristiwa. Ia dibesarkan oleh para serikat. Dan sejak ia berumur satu tahun, ia telah diketahui mempunyai kemampuan mengendalikan air. Sejak itu ia sangat diharapkan. Ia tumbuh dengan mengemban beban berat di bahunya diharapkan semua orang.

Rasanya, ia mulai bisa mengerti Angel yang selalu dikaguminya. Ternyata malaikat itu tidak sesempurna yang ia pikirkan. Ternyata malaikat itu tidak berbeda dari dirinya sendiri. Seorang yang hatinya terikat sekitarnya. Seseorang yang ingin terbang bebas.

Saat ia larut dalam pikiran, lagi-lagi pelayan datang dengan tergesa-gesa kearahnya dan Siwonest. Jewel tersenyum, mengetahui apa yang akan dikatakan. Ia rasa ia akan mengakhiri keisengan malaikat Angel hari ini juga. Ia bangkit berdiri lalu menatap Siwonest.

"Aku pergi dulu, pasti dia berulah lagi," ujarnya.

"Ne, hati-hati hyung," balas Siwonest.

Sebelum pelayan sempat mengatakan sesuatu, Jewel tersenyum dan mengangguk kepadanya. Ia lalu terbang dengan cepat kearah instingnya membawanya…

.

.:My Jewel Angel:.

.

Saat Jewel sampai di sebuah gua langit, ia melihat Angel sedang memeluk sebuah telur besar. Naga di hadapannya sedang tertidur. Naga putih yang amat cantik. Sayangnya, langkah kaki Angel berikutnya membangunkan naga itu. Ia melihat kearah Angel. Sebelum naga itu sempat melakukan apapun, Jewel menarik Angel menjauh dengan amat cepat. Ia lalu mengeluarkan pedangnya.

"Pangeran berlindung dulu!" Teriaknya memerintah.

Angel langsung berlindung di balik batu besar disana. Meski begitu telur yang di peluknya terlepas dan menggelinding beberapa meter didepannya. Jewel tau, walaupun ia mengembalikan telur itu, sang naga akan tetap marah karena seseorang telah menyentuh telurnya dan akan membunuh mereka.

Maka dari itu setiap kali Angel mencuri telur dan membuat naga mengamuk, ia akan memukul naga itu hingga pingsan. Barulah ia akan mengembalikan telur tersebut ketempat semula. Tanpa basa-basi lebih lanjut, Jewel memunculkan pedangnya.

Jewel menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah. Sayapnya mengepak kuat dan detik berikutnya ia sudah melayang menghindari hantaman buntut naga tersebut ke tempat ia berpijak tadinya. Ia segera mengincar titik kelemahan naga, sayapnya.

Memegang pedangnya secara vertikal, ia membaret sayap keras tersebut. Menimbulkan suara berderit yang memekakkan telinga, tapi tetap memastikan naga tersebut tidak terluka terlalu parah.

Sabetan demi sabetan dilayangkan Jewel kepada naga itu. Berbeda dari yang biasanya, naga ini entah kenapa terlihat lebih keras kepala. Ia tidak memberi Jewel celah sedikitpun untuk menghantam kepalanya, titik yang bisa membuatnya pingsan.

Sekali lagi Jewel mencoba mengincar kepalanya. Ia terbang tinggi dan langsung menukik kearah kepala naga tersebut. Jewel menatap tegas mata naga itu yang berwarna biru aqua. Saat itu ia langsung terhenyak. Jewel menemukan sesuatu di mata itu. Seakan sarat ingin mengatakan sesuatu. Dengan posisi pedang terhunus kearah naga itu, Jewel lengah sekian saat.

"JEWEL AWAS!" Teriakkan Angel menyadarkannya.

*Drak!*

Terlambat. Merasa terancam, sang naga menyabetkan buntutnya yang cukup tajam kepada Jewel. Tidak siap, hantaman telak terkena pada bahu kiri Jewel. Jewel terlempar hingga menghantam dinding gua dengan keras. Sayapnya terkulai dan ia terjatuh dengan sebuah hantaman yang amat keras.

*Bruk!*

Kepulan debu menutupi jatuhnya Jewel. Membuat Angel gemetar takut dan khawatir. Disaat debu perlahan menghilang, terlihat Jewel berdiri dengan agak lunglai. Pedangnya sudah hilang. Tangan kanannya memegangi bagian atas lengan kirinya, tepat diatas lukanya. Lengan kirinya terlihat sama sekali tidak baik. Jubah putih lengan panjangnya terlihat sobek dari bahunya. Memperlihatkan darah segar mengucur dari luka yang menganga lebar. Luka yang sama sekali tidak kecil. Seperti lengannya telah dirobek dalam dan panjang, kucuran darah nya pun sampai membasahi jubah putihnya dan menetes-netes di lantai gua.

Jewel menunduk menahan sakit. Hebatnya ia sama sekali tidak menjerit ataupun mengeluarkan suara. Wajahnya tertutupi surai lembut rambut birunya. Angel berlari dengan cepat kearahnya, namun Jewel menghentikannya dengan mengarahkan tangan kanannya perlahan menghalangi Angel dibelakangnya. Angel tersentak dan diam ditempatnya.

"Aku mengerti sekarang…" Gumam Jewel pelan.

Belum sempat Angel berkata apa-apa, Jewel kembali terbang dengan sayapnya yang lemah. Naga tersebut, melihat Jewel tidak lagi membawa pedangnya, hanya terdiam. Jewel lalu terbang tepat kedepan kepala itu, mensejajarkan wajah mereka.

Jewel mengangkat wajahnya dan menatap naga itu. Malaikat dan naga itu saling menatap selama sekitar tiga puluh detik. Sebelum senyuman tipis mengembang di sudut bibir Jewel. Ia mengulurkan tangan kanannya dan mengelus pelan kepala naga itu.

"Hidupmu… Tidak lama lagi ya?" Ujarnya pada naga itu.

Naga itu tidak menjawab, tentunya karena ia tidak bisa berbicara. Namun ia menunduk sedikit. Ekornya mengibas pelan kebawah dan melingkari tubuhnya sendiri. Jewel mengangguk mengerti lalu kembali berucap lirih, suaranya sedikit serak karena ia sedari tadi menahan sakit yang sangat.

"Maaf tadi aku menyerangmu, aku tidak tau. Untuk telurmu, jangan khawatir. Kami akan merawatnya dengan baik. Kau bisa istirahat dengan tenang sekarang."

Sekali lagi Jewel mengelus lembut kepala naga besar itu. Naga itu perlahan memejamkan matanya. Tubuh sang naga kemudian mulai berubah menjadi cahaya putih. Perlahan naga itu memudar dan menjadi cahaya, menghilang perlahan-lahan ke udara…

Saat naga tersebut sudah sepenuhnya 'mati', Jewel tidak lagi dapat menahan rasa sakitnya. Sayapnya kembali kehilangan kekuatan, tubuhnya terjatuh bebas dari udara. Ia menghantam tanah, menjadikan tangan kanannya sebagai tumpuan agar tangan kirinya tidak bertambah parah.

Saat itu juga Angel berlari menghampirinya. Malaikat itu menangis melihat kondisi Jewel. Perasaan menyesal dan bersalah terlukis di wajahnya. Ia lalu duduk disamping Jewel sambil terisak.

"Jewel! Jewel! Mian… Mianhae…!" Ucapnya ditengah isakan yang mengeras.

"Aniyo... Justru berkat pangeran naga itu bisa beristirahat dengan tenang…" Balas Jewel sambil bangkit duduk sekuat tenaga.

Jewel meringis sedikit saat tangan kirinya ia gerakkan. Angel dengan cepat menyobek jubahnya sendiri dan membalutkannya ke luka Jewel. Perlahan jubah itu dirembesi warna merah darah segar. Jewel mulai panik melihat Angel menangis seperti itu. Ia bukanlah orang yang bisa menenangkan orang menangis, apalagi dengan kata-kata.

"Dengarkan aku…" Ujarnya.

Angel mengangkat wajahnya menatap Jewel dengan berkaca-kaca. Jewel menatap dalam mata itu, mencari dan membaca hatinya. Ia menemukan kesendirian, kesepian, juga penyesalan.

"Aku juga minta maaf, karena selama ini meski melindungimu, aku tidak benar-benar menemanimu. Aku minta maaf karena menganggapmu aneh. Aku minta maaf karena tidak mengertimu selama dua tahun ini. Mulai sekarang aku akan mencoba lebih mengertimu. Kau boleh bersikap apa adanya di depanku, aku tidak peduli dengan kedudukanmu. Sekarang kau punya telur itu, dan aku untuk menemanimu. Makanya… Apa masih boleh aku memanggilmu hyung?"

Untuk pertama kalinya di depan Angel, Jewel tersenyum lepas. Ia menunjukkan dirinya sebagai Jewel, bukan sebagai Knight of Heavens. Senyuman lebar yang menunjukkan gusi merahnya. Angel terhenyak sesaat mendengar perkataan Jewel. Tangisannya mengeras. Ia memeluk tubuh Jewel sebelum berucap lirih.

"Gomawo… Gomawo, nae dongsaeng…"

Flashback End

.

.


.

.

Author's POV

"Saat itu aku kekanakan sekali…" Tawa Leeteuk.

"Ne, dan hyung sangat merepotkanku," Hyukjae ikut bercanda.

Leeteuk cemberut. Memang sejak itu ia banyak sekali berubah. Ia tidak lagi mengenakan topeng nya di hadapan Hyukjae. Ia bisa menjadi dirinya sendiri, seseorang yang cukup dewasa dan bijaksana. Meski masih ada sikap kekanakan yang terkadang muncul, tapi ia sudah menjadi seorang hyung yang baik.

Tahun demi tahun telah dilaluinya menghadapi hidup. Ia jadi lebih bisa memahami sekitarnya dan memilih pilihan terbaik. Ia mengikuti kata hatinya untuk mengambil keputusan. Dan disinilah dia sekarang. Sejak hari itu ia bertekad akan menjadi seorang hyung yang baik untuk dongsaeng-dongsaengnya. Dan ia berhasil.

"Teukie-hyung," panggil Hyukjae.

Leeteuk menoleh. Mereka bertatapan selama beberapa saat. Senyuman pun mengembang di wajah keduanya. Bukan senyuman palsu yang mereka keluarkan saat pertama berjumpa, melainkan senyuman sesungguhnya. Senyuman yang ditunjukkan pada keluarga yang dikasihi.

"Gomawo," ujar Hyukjae dengan senyuman.

Sebuah kata yang singkat dan simple. Namun itu cukup untuk menyampaikan arti yang begitu banyak yang tak dapat dijabarkan. Leeteuk tersenyum sebelum berlalu memasuki rumah. Ia berujar pelan, keduanya memejamkan mata dengan senyuman terulas.

"Nado gomawo… Nae dongsaeng…"

Sosok Leeteuk menghilang dari balkon. Hyukjae menatap kearah langit untuk terakhir kalinya. Lalu kembali melihat kearah Donghae dalam pelukannya. Malaikat itu tersenyum, ia lalu mengecup pelan rambut halus Donghae. Ia merasa amat sangat bahagia dan puas.

"Aku mempunyai keluarga hangat yang menyayangiku, aku juga memilikimu. Dan kurasa aku tidak bisa menjadi lebih bahagia dari ini…"

Bisiknya sebelum akhirnya menyusul Donghae ke alam mimpi…

.

.

.

-Side Story : Dragon Chaos, Fin-

.

Tripple update for the day! kayaknya boleh nih dapet piring cantik.

Hayo adakah yang menebak dengan benar? Kkk~

Jawabannya adalah EunTeuk brothership!

Oke ada satu. Meski nebaknya dua kali, karena kau juga aku update Cho Kyura. Ada dua lagi yang nebak pake Leeteuk nya, tapi ga jelas sama siapa. Tapi tetep ku kasih hadiah mini ya. Yaitu dekdes dan anchofishy!

Sebenernya bukan hadiah gimana sih ahaha. Kyura nanti kujelasin lewat twitter! Buat dekdes dan anchofishy, nanti tunggu aja aku bakal post story di luar sini dengan judul 'My Jewel Angel Trivias'. Nanti setelah update chapter 1 nya, pasti ngerti hadiahnya apa ^^

Waktunya bales review~

AngeLeeteuk : memang cerita ini fluffnya ga ketolongan aku sendiri bingung haha. Gomawo~ ^^

Eunhae1207 : gomawo~ ^^ . sayangnya cuma sedikit nih EunHae nya disini ahaha. Uwaaa mianhaeeeeInnocent Beastnya belum juga eottohkae… #pundung

Eun Byeol : iseng-iseng aja sih ahaha. Hadiahnyaaa… liat nanti aja ya hehehe. Gomawo~ ^^

Cuteeunhae : kkk~ memang betul sekali. Aih gomawo~ kkk~

Arum Junnie : Junsu kayaknya bakal kubikin forever alone disini huahahaha #plak

Anonymouss : ff ini di dominasi fluff lol. Mencurigakan ya? O.O

dew'yellow : tau tuh mereka romantis banget bikin iri #pout. Kkk~ kyaaa ampun belom selesai T.T

dekdes : yup~ kkk~ . aku sendiri ga mikirin sih. Anggep aja dari mukanya Changmin jadi muka Junsu asli (loh). Gomawo~ akhirnya ada yang liat juga posternya aku terharu #sniff. Teukie jawabannya kkk~ tunggu yaa hadiahnya nanti kujelasin di cerita terpisah~ :)

Shin Min Hwa : memang aku sendiri bingung kenapa bisa se sweet ini ._.

anchofishy : pas jaman bikin cerita ini masih gabisa bikin konflik aku ahaha. Yup Teukie~ nanti kujelasin di cerita terpisah hadiahnya xD

Cho Kyura : yap dia memang imut! Tapi tetap jangan di culik ya kkk~

Mind to RnR? ^^