Title : My Jewel Angel

Author : Kim Sun Ri

Genre : Romance, Fantasy, Drama, Family

Rating : T

Length : Chaptered

Disclaimer : This fict is mine, but the casts aren't

Warning : Yaoi, BoyXBoy, BL, AU, Cliché, OOC(?)

Pairing : Eunhae, Slight!Kangteuk, Slight!Kyumin.

.

Don't Like Don't Read!

Enjoy!

.

.:My Jewel Angel:.

.

Chapter 4

'Herald Angel'

.

Jewel / Hyukjae's POV

*klik!*

Aku terbangun karena suara aneh itu. Perlahan kubuka mataku, menemukan sayapku masih menengkap Donghae lembut. Aku mengusap sebelah mata pelan, sebelum menyadari ada seseorang berdiri didepanku, dengan seringaian iblisnya memegang handphonenya.

"Pagi hyung!" Seru iblis itu tak berdosa.

"Ssstt…!" Hanya itu jawabanku.

Ia langsung menengkap mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia lalu melirik kearah handphonenya sebentar dan hendak memasukkannya ke saku. Tapi aku dengan cepat menghentikannya.

"Sebentar, Kyu!" Bisikku agar tidak membangunkan Donghae di pelukanku.

Kyuhyun menoleh kearahku dan menaikkan sebelah alisnya.

"Lihat."

Aku mengulurkan tanganku. Kyuhyun menatapku heran sebelum menyerahkan handphonenya. Aku meneliti gambar itu sebentar. Terlihat fotoku sedang tertidur memeluk Donghae yang juga tertidur. Helaian bulu sayapku ada yang tertiup. Donghae tersenyum dalam tidurnya.

"Minta ya?" Cengirku dan menunjuk kearah handphone di kamarku.

Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas dan mengangguk. Ia mengambil lagi handphonenya lalu masuk ke dalam. Aku menoleh kearah langit. Dilihat dari suasananya, ini sudah sekitar setengah enam pagi. Sudah waktunya untuk bangun dan bersiap karena nanti kami semua harus sekolah. Ini hari Senin.

Perlahan aku membuka sebelah sayapku yang menyelimuti Donghae. Kuelus pelan rambut halusnya dan mengecup pipinya. Ia bereaksi sedikit dan tersenyum dalam tidurnya.

"Hae, bangun…" Bisikku.

Perlahan Donghae membuka matanya. Ia bangun dari sandarannya padaku. Aku menghilangkan kembali kedua sayapku dan tersenyum menatapnya. Ia terlihat masih setengah sadar dan mengusap matanya dengan manis. Karena gemas aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak mengecup bibir manisnya. Ia terlihat tersentak kaget lalu menatapku dengan mata bulatnya.

"Waeyo?" Tanyaku.

"Semalam itu… bukan mimpi ya?" Tanyanya polos.

"Kau mau itu cuma mimpi?"

"Andwae!" Tolaknya keras dan langsung memelukku.

Aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Anak ini benar-benar sesuatu.

"Hae, ayo bersiap. Kita harus sekolah."

Perkataanku membuat Donghae terdiam. Dia menarik diri dari pelukan dan menatapku dengan perasaan heran dan bingung. Apalagi yang ada dipikiran anak ini?

"Kau bangun sebelum aku? Mukjizat apa ini?"

Aku tertawa. Bagaimana bisa namja berusia 17 tahun jadi sekekanakan ini. Tanpa menjawabnya aku berdiri masih sambil memeluknya. Ia menjerit sedikit saat aku menggendongnya layaknya karung beras di bahuku memasuki kamar untuk bersiap.

.

.:My Jewel Angel:.

.

Aku dan Donghae sudah selesai bersiap-siap dan memakai seragam. Segera kami keluar kamar bersama dan menuju ruang makan di bawah. Sesampainya disana aku menemukan satu kepala baru yang duduk dengan bangku baru pula di samping tempatku biasa duduk. Orang itu menoleh kepadaku dan Donghae lalu tersenyum lebar.

"Pagi Donghae, Hyukkie-hyungnim!" Serunya bersemangat.

"Pagi Junsu!" Seru Donghae sama bersemangatnya.

"Kok kau ada disini?" Tanyaku menaikkan sebelah alisku.

Aku dan Donghae kemudian mengambil tempat duduk kami masing-masing. Donghae mendekatkan bangkunya mendempet padaku. Aku tersenyum mengelus rambutnya sebentar sebelum kembali menoleh ke Junsu yang sedang cemberut.

"Aku kan bagian dari kalian sekarang. Kau jahat sekali," gerutunya.

"Arra, arra. Aku hanya bercanda," tawaku menepuk bahunya.

"Sudah, sudah. Ayo makan dulu kalian. Nanti kita terlambat," Teukie-hyung tersenyum.

Tanpa membantah kami semua makan. Sungmin dan Kyuhyun terlihat saling menyuapi dengan agak over romantis. Donghae menatap mereka dengan tatapan… iri? Aku menahan tawaku dan mengambil sepotong roti. Kuletakkan di depan mulutnya lalu mengetuk pelan bahunya. Donghae menoleh dan melihat roti itu dengan heran, lalu melihatku heran. Aku hanya tersenyum. Senyuman terulas di wajahnya sebelum ia memakan roti itu dengan senang.

Selesai sarapan, yang lainnya pergi ke teras untuk memakai sepatu masing-masing. Tetapi aku menyempatkan diri dan menyelinap ke dapur. Aku membuka kulkas mencari sesuatu. Kuhela napas saat tidak dapat menemukannya, tetapi sesuatu yang dingin mengetuk pipiku. Aku menoleh dan mendapati seseorang dengan sinar malaikat menyilaukan dimataku memegang sebuah karton pink berembun yang terlihat bagaikan surga(A/N : hyuk lebay xD).

"Mencari ini?" Tanya Teukie-hyung.

"Ne! Gomawo eomma!" Seruku mengambilnya tersenyum lebar.

Aku meminum susu strawberry itu sambil berjalan ke teras bersama Teukie-hyung. Sesampainya disana, mereka sudah siap. Aku dan Teukie-hyung memakai sepatu dengan cepat lalu kami bertujuh berangkat bersama menuju sekolah.

"Ngomong-ngomong, Hyukkie-hyungnim! Untuk tugas biologi kita nanti bertiga ya sekelompok?" Junsu berujar dengan mata berbinar.

Aku mendengar Kyuhyun menggerutu pelan pada Sungmin soal dia hanya sendirian di kelas satu. Aku tertawa pelan mendengarnya.

"Kita? Maaf, kau siapa ya?" Ledekku pada Junsu, disertai Donghae tertawa pelan.

"Hyungnim! Kau jahat sekali pada dongsaengmu yang manis ini!" Omelnya.

"Ets! Maaf, dongsaeng kesayangan Hyukkie-hyung itu aku!" Kyuhyun menimpali sambil bergaya menjauhkan Junsu dariku.

Aku hanya tertawa melihat pertengkaran antar malaikat dan iblis itu. Mereka terus mengejek satu sama lain sampai akhirnya Donghae menengahi mereka dan membuat mereka kalah hanya dengan kata-kata 'dia milikku!'. Hyungdeul hanya dapat geleng-geleng kepala bersamaku. Aku tertawa dan menatap langit diatas. Pagi ini begitu damai…

Andai kami sekeluarga bisa begini terus. Bukankah menyenangkan?

.

.:My Jewel Angel:.

.

Author's POV

Setelah jam pelajaran awal yang membosankan bagi para malaikat-iblis jenius, dan dua manusia yang memang dasarnya pintar, akhirnya bel istirahat berbunyi. Sesuai yang telah direncanakan, mereka bertujuh sekarang berkumpul di gedung sekolah lama yang tidak terpakai. Kenapa bukan atap sekolah? Karena Hyukjae dan Donghae ingin menyembunyikannya sebagai tempat rahasia mereka saja. (A/N : #geleng)

"Jadi, apa yang ingin kau beritau pada kami, Junsu?" Kangin memulai dengan serius.

"Kalian pasti tau kan alasan aku kesini awalnya?" Ujar Junsu yang tumbennya, serius.

"Untuk menyeretku dan Hyukkie pulang?" Leeteuk tertawa paksa.

Donghae menegang mendengarnya. Hyukjae yang sedari tadi memeluknya dari belakang menyadari perubahan itu. Ia mengeratkan pelukannya dan mengelus lembut rambut Donghae dengan sayang, berusaha menenangkannya.

"Kurang lebih begitu. Dewa cukup marah dengan kepergian kalian berdua. Bagaimanapun kalian adalah dua orang yang sangat penting di Dunia Langit. Dan sepertinya aku hanya memperparah amarahnya," Junsu menyunggingkan senyum untuk mencairkan suasana.

"Kita hanya perlu berhati-hati. Kita pasti akan baik-baik saja," Hyukjae menenangkan.

"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kalian?" Junsu bertanya kearah Kangin dan Kyuhyun.

"Kami? Kurasa kami tidak apa," jawab Kangin.

"Kami iblis, kau lupa? Bagi kami peraturan ada untuk dilanggar," Kyuhyun menyeringai.

Leeteuk mengangkat alisnya, "Semudah itu?"

"Tidak, tapi anggap saja begitu. Pada dasarnya iblis memang pemberontak dan jahat kan?" Kangin menjawab.

"Hidup kalian sepertinya simple sekali…" Junsu menghela nafasnya iri.

"Begitulah, tapi tenang. Kami akan siap membantu kalian," bela Kangin.

"Ya, kami iblis diberkahi kekuatan untuk bertarung yang tinggi," Kyuhyun menambahkan.

"Hanya saja mungkin insting kami tidak sepeka malaikat seperti kalian."

"Sebenarnya, tak semua malaikat juga peka instingnya. Contohnya aku," Leeteuk menjelaskan.

"Malah hanya sedikit malaikat berkemampuan khusus yang bisa bertarung," kali ini Junsu kembali bersuara.

"Boleh aku bertanya?"

Suara Sungmin yang sejak tadi diam membuat semua menoleh kearahnya. Ia telah menengglengkan kepalanya dengan aegyo yang otomatis keluar.

"Waeyo, Minnie?" Kyuhyun menanggapinya.

"Aku hanya penasaran… Malaikat bertarung… Apa berarti malaikat juga membunuh…?" Sungmin bertanya ragu-ragu.

"Tidak," jawab Junsu singkat, namun masih belum mengobati rasa penasaran Sungmin.

"Maksudmu? Lalu bagaimana malaikat menghadapi musuhnya?"

"Jangan tanya aku, aku tak tau soal bertarung," Leeteuk mengangkat bahunya.

Junsu hanya diam, malas untuk menjelaskan. Semua mata lalu menoleh kearah Hyukjae yang tengah memeluk Donghae, hanya mengamati pembicaraan sedari tadi. Menyadari semua menatapnya, Hyukjae akhirnya mengeluarkan suara.

"Kami punya cara kami sendiri," jawabnya sambil tersenyum lebar.

"Itu tidak penting, intinya kita harus berhati-hati. Arra?" Junsu berujar lagi.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka sampai disitu. Mereka kembali ke kelas masing-masing untuk meneruskan pelajaran hari ini. Dan kegiatan sekolah hari itupun berakhir dengan cukup baik.

.

.:My Jewel Angel:.

.

Hari sudah menjelang sore. Leeteuk dan Kangin masih di sekolah menerima pelajaran tambahan mengingat mereka sudah kelas tiga. Kyuhyun sedang pergi bersama Sungmin, menyisakan 3 orang yang sekelas, Hyukjae, Donghae, dan Junsu pulang bersama. Memang rumah Junsu berbeda dari mereka, ia tinggal di sebuah rumah yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar sepuluh menit dari apartemen mereka. Tetapi Junsu selalu menghabiskan waktu di apartemen hingga malam.

Mereka tengah berjalan bersama sambil berbincang-bincang. Donghae berdiri ditengah, dengan tangan menggandeng Hyukjae di sebelah kanannya. Mereka terlihat seperti kumpulan manusia biasa yang menikmati masa SMA nya. Tertawa tanpa beban. Hingga di tengah perjalanan, saat melewati sebuah jalan yang sepi. Junsu masih asik berbincang dengan Donghae. Namun Hyukjae menoleh ke samping kanan, menerawang kearah langit diatasnya tiba-tiba.

Melihat gelagat Hyukjae, Junsu ikut menajamkan instingnya. Ia lalu berhenti berjalan. Donghae yang bingung ikut berhenti berjalan, membuat Hyukjae ikut berhenti karena tangannya di tahan oleh Donghae.

"Ada apa?" Tanya Donghae bingung.

"Junsu, kau merasakannya?" Hyukjae berujar masih menatap tajam kearah langit.

"Merasakan apa?" Donghae kembali bertanya.

"Ya, aku merasakannya. Arahnya dari sana," Junsu ikut menatap tajam.

Donghae yang merasa dihiraukan hanya cemberut. Hyukjae menyadarinya, namun ia tidak mau lengah sedikitpun atau akan berakibat fatal. Ia terus menajamkan instingnya dan menatap langit itu tanpa berkedip.

Beberapa detik berlalu, Junsu berpindah maju ke samping Hyukjae menatap langit itu, sementara Hyukjae menyembunyikan Donghae dengan protektif dibelakang punggungnya. Donghae meski agak kesal hanya menurut, ia mengeratkan pegangannya pada tangan Hyukjae.

Perlahan, amat perlahan, terlihat sebuah sosok melayang di kejauhan, mendekat kearah mereka. Begitu Hyukjae menangkap sedikit saja dari sosok itu, ekspresinya melembut. Ia tersenyum lega dan menurunkan siaganya. Ia lalu berbalik dan memeluk lembut Donghae yang masih merengut.

"Bukan apa-apa, Hae-yah. Maaf menghiraukanmu tadi, kami hanya waspada," terang Hyukjae sambil mengusap rambutnya.

"Hyukkie-hyungnim, ada seseorang mendekat!" Junsu masih menatap waspada.

"Tenang Junsu. Dia aman," jawab Hyukjae masih memanjakan Donghae.

Setelah ucapan Hyukjae itu, sesosok malaikat dengan sayap putih serupa melayang menghampiri mereka. Junsu terlihat belum menurunkan siaganya, sudah siap untuk mengeluarkan senjata bila terjadi sesuatu.

"Jewel?" Panggil malaikat itu.

Junsu menjadi sedikit lebih santai saat mendengar nada suara malaikat itu. Tidak ada emosi yang berbahaya dari nada itu. Hanya ada sedikit kekhawatiran dan rasa bersahabat. Ia lalu memperhatikan sosok malaikat tersebut. Rambut hitam yang sedikit berantakan, wajah yang tenang. Hyukjae menoleh kearah sumber suara, masih memeluk Donghae dengan hangat.

"Lama tak berjumpa, Cloud-hyung," sapanya ramah.

"Nugu?" Tanya Donghae pelan kepada Hyukjae, yang diiyakan oleh Junsu.

"Sebaiknya kita pulang dulu ke apartemen baru berbincang ne? Bahaya kalau ada orang yang tiba-tiba lewat. Hyung, sembunyikan sayapmu itu," Hyukjae berujar.

Malaikat yang dipanggil Cloud menurut, menghilangkan kedua belah sayapnya menjadi cahaya. Ia lalu berpijak di dekat mereka, dengan langkah pelan di tanah.

"Apa tidak apa membawanya ke apartemen?" Tanya Junsu masih belum sepenuhnya percaya.

"Tenanglah, aku dapat menjaminnya," Hyukjae tersenyum.

Mereka lalu berjalan ke apartemen. Dengan Junsu masih memandangi Cloud, Donghae memeluk lengan Hyukjae, dan Hyukjae dan Cloud yang saling menukar pandangan ramah.

.

.:My Jewel Angel:.

.

"Namaku Cloud, aku adalah malaikat pengawas yang bertugas mengawasi bumi juga mengatur hubungan antar manusia. Selain itu aku juga menjaga garis kehidupan," Cloud memperkenalkan dirinya dengan sopan.

Saat ini mereka telah berada di apartemen. Semua sudah berkumpul, termasuk Leeteuk, Kangin, Sungmin, dan Kyuhyun. Leeteuk, Kangin, Junsu duduk di sofa panjang. Sungmin dan Kyuhyun duduk di lantai, Hyukjae duduk di sofa single sambil memangku Donghae, sedangkan Cloud duduk di sebuah sofa single juga.

Terlihat Junsu masih menatapnya curiga. Kyuhyun juga masih menimbang-nimbang dan berpikir dalam dirinya. Mereka masih belum bisa menerima kedatangan malaikat baru itu. Seolah bisa membaca pikiran mereka, Hyukjae berujar.

"Tenanglah, kita bisa mempercayainya," kata-katanya disusul anggukan Leeteuk.

"Kalau bukan untuk menangkap kami, untuk apa kau kemari?" Tanya Junsu menyelidik.

Mendengar pertanyaan itu, wajah Cloud berubah. Ia tersenyum lebar, amat lebar. Seperti menyeringai menampakkan deretan gigi putihnya. Senyuman tak berdosa yang sama sekali tanpa beban.

"Aku ingin tinggal disini juga," ujarnya santai.

Semua kontan shock mendengarnya. Dengan alasan sesepele itu ia datang kemari? Semua hampir menganga tidak percaya, namun detik kemudian Hyukjae tertawa keras.

"Kau kesini hanya karena ingin hyung? Kau melanggar aturan Dunia Langit tanpa alasan? Kau memang gila dan bodoh! Sama sekali tidak berubah!" Tawanya, entah memuji atau menyindir.

"Yah, Jewel! Memangnya kenapa kalau aku ingin tinggal disini? Tidak ada salahnya kan! Aku bosan di atas sana hanya melihat dalam diam," Cloud menggerutu.

"Bertambah satu lagi yang aneh…" Kyuhyun menggumam.

"Bolehkan aku tinggal disini, Angel-hyung?" Cloud menghiraukan ucapan Kyuhyun dan menoleh kearah Leeteuk.

Leeteuk terdiam sesaat. Namun ia lalu tersenyum lebar menunjukkan lesung pipinya.

"Tentu, tempatku selalu terbuka untuk adik-adikku," jawab Leeteuk yakin.

"Tapi kau harus membuat nama manusia, Cloud-hyung," Hyukjae berujar.

"Aku sudah memikirkannya!" Cloud tersenyum lebar.

"Lalu? Apa namanya?" Tanya Leeteuk.

"Kim Jongwoon, atau panggil aku Yesung."

"Bagaimana bisa dari Jongwoon berubah menjadi Yesung?" Kyuhyun bertanya dengan malas.

"Terserah mauku," Cloud, atau Yesung menjulurkan lidahnya dengan agak kekanakan.

.

.:My Jewel Angel:.

.

"Benarkah dia aman? Dia sedikit mencurigakan."

Junsu memprotes lagi. Saat ini ia sedang berada dibalkon. Ia duduk di teralis balkon sedangkan Hyukjae bersandar di tembok disisinya.

"Ia bisa dipercaya kok. Memang auranya sedikit aneh, tapi itulah dirinya. Ia orang yang paling dekat denganku di Dunia Langit selain Angel-hyung dan kau," jelas Hyukjae.

"Kok aku tidak mengenalnya?" Junsu menaikkan sebelah alisnya.

Hyukjae tertawa pelan, lalu sudut bibirnya membentuk seringaian mengejek, walau sebenarnya ia hanya bercanda.

"Entahlah. Mungkin karena sejak beberapa tahun lalu, teman sejak kecilku yang berelemen api menjadi jahat dan meninggalkanku," sindirnya menahan tawa.

Junsu langsung cemberut mendengarnya.

"Kau belum memaafkanku ya hyungnim?" Ujarnya merajuk.

"Aku hanya bercanda, bodoh," tawa Hyukjae.

"Ya sudahlah. Aku mau pulang dulu, hari mulai malam. Sampai jumpa besok, hyungnim!"

"Ne, hati-hati!" Seru Hyukjae sebelum sosok Junsu perlahan menghilang.

Setelah itu Hyukjae berbalik. Kedua tangannya menggenggam teralis balkonnya. Ia mendongak menatap langit dengan warna lembayung karena hari mulai senja. Ia tau, Yesung tidak ada maksud untuk menangkapnya ataupun Leeteuk sama sekali. Ia percaya. Ia percaya hyungnya itu tidak akan mengkhianatinya.

Namun sebenarnya ia yakin, tujuan Yesung kemari bukanlah karena sekedar ingin tinggal disini. Ia pasti memiliki sebuah alasan kuat, Hyukjae yakin itu. Tapi entah mengapa firasatnya mengatakan sesuatu. Ia merasa hal yang di bawa Yesung adalah sesuatu yang tidak ingin ia ketahui. Entah kenapa ia merasa takut untuk mencari tau. Maka ia hanya diam.

Ia mengatakan pada Junsu bahwa semua akan baik-baik saja. Tetapi sebenarnya ia juga mengatakan hal itu pada dirinya sendiri. Sebenarnya siapa yang ia coba bohongi? Junsu? Atau hati nya sendiri?

Hyukjae sedang menghela napasnya saat merasakan hawa keberadaan seseorang dibelakangnya. Namun ia tersenyum, mengetahui pasti sosok yang mendekatinya.

"Berhenti mencoba mengagetkanku Hae, kau tidak akan berhasil," tawanya pelan tanpa menoleh.

Terdengar decakan pelan dari Donghae, disusul dengan gerutuan kecil yang membuat Hyukjae semakin gemas. Ia berbalik lalu mengacak lembut rambut Donghae. Donghae hanya merenggut, merajuk.

"Kau tidak asik, Hyukkie…" Ujarnya masih cemberut.

"Tapi kau menyukaiku kan?" Balas Hyukjae tenang sambil tersenyum manis.

Wajah Donghae bersemu merah, "Pabbo."

Ia memeluk Hyukjae dan menenggelamkan wajahnya di dada Hyukjae, berusaha menyembunyikan rasa malunya. Hyukjae hanya tersenyum sambil mengusap punggung Donghae lembut, dan dengan penuh sayang.

"Hyukkie…" Panggil Donghae tiba-tiba.

"Ne?"

"Semua… akan baik-baik saja kan?"

Hyukjae terdiam sesaat. Sekali lagi mencoba meyakinkan pada dirinya sendiri sebelum kembali meyakinkan Donghae. Padahal ia tau, ia merasakan bahwa semua tidak akan berjalan semulus yang ia harapkan. Entah kenapa ia memiliki firasat kuat bahwa akan terjadi sesuatu yang mungkin akan menyakitkan Donghae nantinya.

"Hae, Jeongmal saranghae…" Bisiknya.

Donghae tau, Hyukjae bukannya tidak sengaja tidak menjawabnya, tetapi Hyukjae sendiri masih tidak yakin dengan pertanyaan itu. Ia takut. Namun ia mencoba untuk tetap tegar. Karena ia tau Hyukjae pun sedang kacau saat ini. Ia mengangkat wajahnya, dan menatap Hyukjae dalam-dalam. Kekhawatiran tersirat di mata keduanya.

"Apapun yang terjadi nanti, ingatlah, Hae… Nan jeongmal saranghaeYoungwonhi… Aku akan selalu bersamamu, terus bersamamu. Apapun yang terjadi, walaupun aku terpaksa pergi sekalipun, aku pasti akan kembali padamu. Pasti," bisik Hyukjae lirih.

"Yaksok?" Tanya Donghae.

"Yaksokhalge…"

.

.:My Jewel Angel:.

.

Leeteuk sedang tidur dengan damainya di atas kasur, saat pintu kamarnya terbuka tanpa suara dan seseorang perlahan masuk. Orang itu mendekat dengan mencurigakan kearah Leeteuk. Ia terdiam disamping tubuh Leeteuk dan menatapinya.

Sekitar sepuluh menit menatap dalam kegelapan, tangan orang itu terangkat. Perlahan-lahan tangan itu bergerak kearah wajah Leeteuk. Semakin mendekatkan jemarinya.

*tep!*

"Berhenti mencoba memegang philtrum orang saat mereka sedang tidur, Sungie."

Leeteuk membuka matanya dan menangkap tangan kecil milik Yesung, sesaat sebelum jemarinya menyentuh bagian atas bibirnya. Yesung hanya tersenyum tanpa dosa saat aksinya tertangkap basah itu.

"Maaf, aku terbawa suasana," jawabnya santai.

"Kebiasaanmu itu sungguh aneh. Tunggu, lebih baik kita lanjutkan pembicaraan ini di luar, aku tidak ingin Kangin terbangun."

Leeteuk lalu bangkit bangun perlahan-lahan dan tanpa suara. Ia keluar kamar bersama Yesung, menutup pintu kembali tanpa suara. Lalu mereka berjalan kearah ruang tamu. Mereka berdua duduk di sofa panjang disana.

"Yang lain sudah tidur?" Tanya Leeteuk.

"Ne, aku sudah mengecek semuanya. Yang terakhir adalah Hyukjae dan Donghae, mereka juga sudah tidur dengan nyaman sekarang," ujar Yesung.

"Jadi… Maukah kau menceritakannya padaku sekarang?"

Yesung terdiam, menunggu kelanjutan kata-kata Leeteuk.

"Aku tau kau memiliki alasan lain untuk datang kesini, dan kau tidak ingin yang lain mengetahui hal ini. Sekarang bicaralah," Leeteuk tersenyum.

Yesung ikut tersenyum, ekspresinya berbeda dari yang seharian ini ia tunjukkan. Sikap periang dan bodoh seharian ini digantikan oleh ekspresi yang begitu dewasa dan tenang.

"Kau menyadarinya ya?"

"Iya. Jadi, ada apa?"

"Hyung tau kan aku adalah malaikat pengawas? Dan aku menjaga garis kehidupan."

"Ya aku tau. Apa hubungannya?"

"Aku terus membaca garis kehidupan kalian, lalu menjaganya. Namun ada yang… aneh."

Leeteuk tertegun. Ia tau arah pembicaraan ini bukanlah sebuah kabar baik. Ia menyiapkan mentalnya untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh malaikat di hadapannya. Yesung menarik napasnya sebelum melanjutkan.

"Ini tentang… Jewel…"

"A-ada apa dengannya…?"

"Aneh… Sungguh aneh. Aku melihat hubungannya dengan Donghae memang terikat sangat kuat dan tidak bisa diputuskan. Tetapi garis kehidupan Jewel sendiri sangat aneh… Garis kehidupannya… Menghilang… Di tengah jalan…"

Leeteuk terdiam. Mereka sama-sama memikirkan arti hal tersebut. Sama-sama mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang akan tiba nantinya.

.

.

.

-To Be Continued-

.

Too tired to think of saying anything. Just enjoy the update okay? Hope it is enjoyable enough.

Oh jangan lupa cek cerita yang ku post, judulnya 'My Jewel Angel Trivia's'. Nanti juga tau isinya tentang apa. Pastinya sesuai judul masih berkaitan dengan cerita ini. Lumayan deh gak nyesel kalau ngeliat itu ;)

Bales review dulu~

Arum Junnie : memang mau gimana lagi? O.O . kkk~

Bunnyminimi Cloudsomnia : kkk~ chukkae buat mereka deh~

leehyunseok99 : soalnya Hyuk itu.. kayak bisa baca perasaan lewat mata. Gimana ya jelasinnya.. o.o

AngeLeeteuk : aih gomawo ~ niatnya juga menyampaikan hubungan mereka kkk~

Eunhae1207 : kan side story kkk~ gomawo~ ah mianhae Innocent Beast!nya… #pundung

arumfishy : ini dilanjut~ kkk~

dew'yellow : aku bikin teuk jadi iseng bgt ya kkk~ masih pastinya ^^

Eun Byeol : yap hehe. Gomawo~ ^^

Anonymouss : emang tuh dasar teukie… #geleng… #plak kkk~

Haelicious : #pukpuk . sabar"~ kkk~.. lanjut tentunya ^^

anchofishy : ne~ check 'My Jewel Angel Trivia's' ya~

.

.

Once again, visit 'My Jewel Angel Trivia's' for some fun! ~

Mind to RnR? ^^