Title : My Jewel Angel
Author : Kim Sun Ri
Genre : Romance, Fantasy, Drama, Family
Rating : T
Length : Chaptered
Disclaimer : This fict is mine, but the casts aren't
Warning : Yaoi, BoyXBoy, BL, AU, Cliché, OOC(?)
Pairing : Eunhae, Slight!Kangteuk, Slight!Kyumin.
.
Don't Like Don't Read!
Enjoy!
.
.:My Jewel Angel:.
.
Chapter 5
'Present From Angel Clause'
.
Author's POV
Beberapa hari telah berlalu dengan damai sejak kedatangan Yesung. Belum ada pergerakan dari Dunia Langit. Meski begitu mereka tetap siaga. Datangnya Yesung tidak mengurangi keakraban diantara mereka, malah malaikat itu sudah bisa berbaur dengan baik dan menjadi bagian dari mereka juga. Yesung masuk di kelas tiga, meski berbeda kelas dengan Leeteuk dan Kangin.
Bahkan ia sudah berbaur dengan Junsu. Yesung kini tinggal dirumah Junsu juga, dengan alasan apartemen Leeteuk yang sudah kelebihan penghuni. Mereka semua pun semakin akrab, tanpa mengenal perbedaan antara malaikat, iblis, dan manusia.
Hari itu hari minggu yang cerah. Ruang tamu apartemen masih terlihat sepi. Kecuali Donghae yang sudah terjaga, duduk di sofa dengan nyamannya. Ia sedang sibuk mengganti-ganti channel televisi, berharap ada acara yang menarik saat Sungmin datang dan duduk di sampingnya.
"Donghae-yah, kau ada acara hari ini?" Tanya Sungmin.
"Ani hyung. Waeyo?"
"Aku dan Kyuhyun mau pergi ke Lotte World, kau mau ikut?" Senyum Sungmin ramah.
"Jinjja?! Mau!" Terlihat pancaran antusias dari mata polos Donghae.
"Ajak Hyukjae juga ne? Aku punya empat tiket, pas untuk kita."
"Ne! Gomawo hyung!"
Dengan senyuman lebar Donghae berlari setengah melompat-lompat kelantai dua, ke kamar Hyukjae yang juga di tumpanginya. Perlahan ia membuka pintu kamar, menutupnya di belakang, lalu menghampiri gundukan di kasur yang ada. Ia menaiki kasur lalu memeluk gundukan itu dari belakang seperti yang biasa ia lakukan.
"Hyukkie… Irreona…" Bisiknya.
Objek yang dipeluk, sebut saja Lee Hyukjae, menggeliat sedikit dalam tidurnya. Tapi ia lalu berbalik dan balas memeluk kekasihnya itu. Ia membuka matanya perlahan, lalu tersenyum menunjukkan gusinya.
"Pagi, Hae…" Gumamnya.
"N-ne… Pagi juga Hyukkie…" Donghae balas menyapa.
"Ada apa kau membangunkanku hm? Ini kan hari libur…"
"Itu… Mm…"
Donghae menunduk sambil memilin-milin jari-jari tangannya, terlihat bingung ingin mengutarakannya. Hyukjae hanya bisa menunggu dengan gemas melihatnya.
"Sungmin-hyung memiliki tiket untuk ke Lotte World… Dan… Dia bertanya kalau mungkin kita bisa… Ikut?"
Donghae mendongak menatap Hyukjae dengan tatapan memelas. Hyukjae yang melihat ekspresi lucu itu malah jadi berkeinginan untuk mengerjainya. Ia memasang wajah stoicnya yang datar. Membuat Donghae sedikit takut dengan ekspresi dingin Hyukjae.
"Untuk apa?" Ujarnya.
"A-aku hanya berpikir… Kalau…" Donghae mulai terlihat gelisah.
"Aku mengantuk. Ini kan hari libur, kenapa malah membangunkanku untuk hal seperti ini?" Hyukjae berucap sinis, meski sebenarnya ia ingin tertawa.
Namun reaksi Donghae setelah itu mengagetkannya. Mata Donghae mulai berair dan ia sedikit gemetar. Sepertinya sikap Hyukjae benar-benar membuatnya takut. Hyukjae segera merutuki keisengannya yang sepertinya melewati batas untuk Donghae. Ia langsung mengusap rambut Donghae dengan kelabakan.
"H-hae? M-mianhae! Aku hanya bercanda tadi. Hae-yah… Mianhae… Uljimma…" Ujarnya panik.
Donghae tidak menjawab. Ia mulai terisak pelan, menambah kadar kekhawatiran Hyukjae.
"Mianhae… Iya kita pergi ya? Kumohon Hae berhenti menangis…"
Well, itu bukan awal hari yang baik. Bodohnya Lee Hyukjae…
.
.:My Jewel Angel:.
.
"Kerennyaaa!" Donghae berseru dengan riangnya.
Kini, mereka berempat telah sampai di Lotte World. Donghae berlari-lari kecil di depan sementara Sungmin menemaninya sambil terkekeh pelan. Kyuhyun berjalan berdampingan dengan Hyukjae yang sepertinya tersenyum kaku melihat Donghae dan Sungmin.
"Kenapa senyummu seperti itu hyung?" Tanya Kyuhyun heran.
"Karma," jawab Hyukjae singkat.
Dalam hatinya, Hyukjae telah mencatat untuk tidak mengerjai Donghae dengan berwajah sinis lagi. Ia tidak mau namja itu menangis dan takut akan dirinya. Butuh sepuluh menit senyuman khas Hyukjae yang lebar untuk membuat Donghae tidak takut lagi, dan itu membuat wajahnya kram.
Namun tak bisa dipungkiri ia tidak bisa menghentikan dirinya untuk tersenyum lebar lagi sekarang, menunjukkan gusinya. Donghae terlihat amat riang dan senang seperti anak kecil. Ia terus berlari-lari bersama Sungmin.
"Ayo kita coba yang itu! OH OH! Bukan yang itu saja! Ah, ani! Yang itu terlihat lebih seru!"
Dan terus, dan terus. Hyukjae tertawa gemas melihat Donghae yang lelompatan dengan riangnya seperti itu, menyeret ketiga temannya ke berbagai wahana yang ada.
.
.:My Jewel Angel:.
.
Jewel / Hyukjae's POV
Aku tidak bisa berhenti tertawa pelan melihat tingkah Donghae yang begitu polos. Dia benar-benar terlihat seperti bocah berumur lima tahun yang terjebak dalam tubuh namja tujuh belas tahun. Kami telah mencoba sekitar setengah wahana yang ada disini, dan waktu menunjukkan pukul lima sore. Sungmin sudah mulai kelelahan, Tapi Donghae masih saja bersemangat.
"Donghae-hyung, mainlah dengan Hyukkie-hyung dulu. Aku pinjam Minnie, sepertinya ia bisa mati kalau terus meladenimu," Kyuhyun tertawa sambil menarik Sungmin.
"Ok! Kajja Hyukkie kita kesana!"
And on, and on he goes…
.
.:My Jewel Angel:.
.
*Kruyuk…*
Kami baru saja selesai menaiki wahana Gyro Drop saat perut Donghae tiba-tiba berbunyi. Wajahnya memerah menahan malu sedangkan aku hanya bisa tertawa geli melihatnya. Ia memukul pelan bahuku sambil menggembungkan pipi nya itu. Membuatku mencubitnya dengan gemas.
"Aish! Appo Hyukkie!" Rengeknya.
"Kau lucu sekali sih. Lapar Hae? Kita makan dulu yuk? Sudah sore," ajakku dengan senyuman.
"Ne!"
Aku menggandeng tangannya memasuki sebuah café bernama Lá Note(A/N : Crossover! xD). Café nya terlihat nyaman, dengan interior kayu berwarna gelap. Kami mengambil tempat duduk disamping jendela.
"Kau mau makan apa?" Tanyaku sambil tersenyum.
Donghae memilih dengan riangnya. Setelah itu kami memanggil pelayan, ia memesan makanannya. Aku ikut memesan makanan juga, yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. Kami berbincang selagi menunggu makanan. Donghae terlihat sangat riang hari ini, aku ikut gembira melihatnya. Rasanya ingin membuatnya selalu tertawa dan tersenyum manis seperti itu.
"Hyukkie? Hyukkie!"
Panggilan Donghae menyentakkanku dari lamunanku. Ah, sepertinya aku terlalu asik memandanginya barusan, sampai tidak merespon ucapannya. Ia langsung memasang wajah tertekuk yang lucu.
"Yah! Kau mendengarku tidak sih?" Gerutunya kesal.
"Mian, bisa tolong kau ulangi?" Pintaku.
"Lupakan saja. Lagipula kau melamunkan apa sih?"
"Kau. Geundae neomu kyeoptago…" Ujarku jujur.
Wajahnya langsung bersemu merah. Ia lalu menunduk menyembunyikan wajahnya. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya. Tidak lama, sekitar lima belas menis sejak kami berbincang, atau tepatnya Donghae berceloteh dan aku hanya memandanginya, makanan kami akhirnya datang.
Pelayannya menaruh makanan kami di atas meja. Meja kecil itu terlihat begitu penuh dengan berbagai makanan kami. Tanpa basa-basi aku mulai menyantap makanan yang ada dengan lahap. Donghae ikut makan sambil menatapku.
"Aku heran…" Gumamnya.
"Wae?" Tanyaku sambil menghabiskan galbi ku, lalu beralih ke semangkuk ramyeon besar.
"Kau makan banyak sekali, tetapi beratmu tidak bertambah. Bahkan tubuhmu terhitung kurus."
Aku hanya tersenyum lebar menanggapinya.
"Apa semua malaikat banyak makan? Tetapi Leeteuk-hyung, Yesung-hyung, dan Junsu tidak begitu."
"Aniyo. Sebenarnya kami malaikat tidak butuh makan. Tidak makanpun kami tidak akan apa-apa. Sebelum turun ke bumi, kami tidak pernah makan," jelasku.
"Lalu? Kenapa kau makan banyak sekali?" Ia terlihat bingung.
"Karena…"
Aku menggantungkan kalimatku lalu menyuap sesendok dari strawberry shortcake ku. Donghae menatapku menunggu jawaban, sementara aku memejamkan mata sedikit sambil menggumam, menyesap rasa asam dan manis dari buah kesukaanku itu. Membuat ekspresi seolah-olah itu adalah makanan terenak di dunia. Setelah potongan itu menghilang dalam mulutku, aku kembali membuka mata dan menatap Donghae, dengan senyuman lebar menunjukkan gusiku.
"Karena ternyata makanan terasa sangat enak."
Dan Donghae sweatdrop seketika mendengar jawabanku. Aku terkekeh karenanya. Siku tangan kiriku kuletakkan bertumpu di meja, sementara siku tangan kananku juga, tetapi memegang garpu yang membawa sepotong kue di depan mulutku dengan posisi garpu mendatar. Cahaya bulan melewati jendela membias melalui helaian rambut biruku. Aku tersenyum lembut kepada Donghae.
"Kau tau? Aku suka saat wajahmu memerah seperti itu, membuatmu terlihat seperti buah strawberry," godaku menyadari rona wajahnya.
Ia semakin salah tingkah, lagi-lagi menunduk mencoba menyembunyikan wajahnya. Aku tertawa dan melanjutkan makanku. Untuk sejenak kami tidak saling berbicara, hanya suara sendok dan garpu beradu pelan selagi kami menghabiskan makan.
"Sudah mulai gelap ya… Jam berapa sekarang?" Donghae kembali bersuara.
Aku melirik jam dinding yang ada, "Setengah delapan malam."
Donghae mengangguk, lalu memandang keluar jendela. Senyuman malaikat terkembang diwajahnya, membuatku ikut tersenyum juga. Ia menumpu dagunya dengan tangan kirinya. Sungguh, bagiku dia lebih indah dari malaikat manapun yang kukenal.
"Hyukkie, kau pernah dengar legenda yang ada disini?"
"Hm?" Aku menatapnya heran.
"Lihat wahana yang itu?"
Aku mengalihkan pandanganku mengikuti arah jari tangan kanannya menunjuk. Terlihat sebuah wahana sangat besar yang berbentuk seperti roda raksasa. Menangkap raut bingungku, Donghae melanjutkan ceritanya.
"Itu namanya Ferris Wheel. Ada yang bilang jika ada pasangan yang berciuman di puncak saat salju turun, maka cintanya akan abadi," tatapannya menerawang jauh pada wahana itu, senyum manis masih tergambar diwajahnya.
"Kau mau mencobanya hm?"
Wajah Donghae kembali bersemu. Namun kemudian ia tertawa pelan.
"Hyukkie, ini masih musim gugur. Tidak akan turun salju."
Aku tidak menjawabnya, melainkan hanya tersenyum kepadanya. Ia balas memandangiku dan ikut tersenyum lembut. Kami terdiam, hanyut dalam tatapan. Alunan musik lembut mengalir di sekeliling kami. Dengan cahaya remang dalam café, dan biasan rembulan melalui jendela. Seolah waktu berhenti berjalan, dan membiarkan kami menikmati momen tenang dan damai yang masih dapat kami rasakan.
.
.:My Jewel Angel:.
.
"Sungmin-hyung! Kyu!"
Seruku saat melihat mereka di kejauhan. Mereka lalu menoleh kearahku dan tersenyum. Aku melambai sambil menghampiri mereka, tangan Donghae dalam genggamanku.
"Hei! Kalian dari mana saja?" Tanya Sungmin.
"Kami habis makan di café dekat sana," jawab Donghae.
"Hari sudah mulai larut, apa tidak sebaiknya kita pulang?" Kyuhyun menyarankan.
"Iya, terakhir kami mau mencoba naik Ferris Wheel. Tapi sebelum itu, Kyu bisa bicara sebentar?" Ujarku.
Mereka bertiga menatapku dengan heran. Aku memberikan senyuman khasku. Kyuhyun lalu mengangguk, meski masih agak bingung. Aku melepas tangan Donghae dan menarik Kyuhyun menjauh, ke belakang sebuah gang yang cukup sepi.
"Aku pinjam Kyuhyun sebentar ya hyung! Kalian tunggu kami disini!" Ujarku pada mereka.
.
.:My Jewel Angel:.
.
Author's POV
"Hyung? Ada apa sih?"
Kyuhyun bertanya setibanya mereka di tempat yang sepi. Tidak ada orang yang melewatinya dan tidak ada yang bisa melihat mereka sekarang. Hyukjae tersenyum lalu mengatupkan kedua telapak tangannya di depan wajah, memohon.
"Aku butuh bantuan mu Kyu! Bantu aku, ne?"
"Bantu apa?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, heran.
"Aku ingin menurunkan salju…" Jawab Hyukjae.
"Mwo? Lalu bagaimana hyung mau melakukannya?"
"Tentu bisa, dengan bantuan kekuatanmu."
"Aish hyung! Berbahaya menggunakan kekuatan di tempat seramai ini! Lagipula untuk apa sih hyung ingin menurunkan salju?"
Hyukjae lalu menceritakan tentang legenda yang diberitahu Donghae kepada Kyuhyun. Kyuhyun lalu menyeringai.
"Hmm… Bagaimana ya…" Goda Kyuhyun menimbang-nimbang.
"Ayolah Kyu. Sekali ini saja. Jebal!" Mohon Hyukjae lagi.
"Arrasso! Tapi ada satu syarat!"
"Apa? Aku pasti akan memenuhinya!"
"Hyung tau Starcraft terbaru? Yang ada musuh baru yang super sulit tetapi seru dan-"
"Deal!" Jawab Hyukjae memotong ucapan Kyuhyun.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi?"
Kyuhyun menyeringai, di balas dengan gummy smile Hyukjae. Lalu mereka memejam sesaat. Detik berikutnya sayap putih lembut mengepak dari punggung Hyukjae, dan sayap kulit hitam mengepak pula di punggung Kyuhyun.
*Flap!*
Dengan satu hentakkan, keduanya mengepak sayap mereka masing-masing. Sedikit menendang daratan pijakan mereka, dan kini mereka sudah melayang di udara. Angin dingin berhembus menerpa tubuh 'kakak-beradik' itu.
Hyukjae tersenyum lebar saat angin bertiup melewati surai kebiruan rambutnya. Ia selalu menyukai perasaan ini. Ia memejam sebentar membentangkan kedua tangannya dengan posisi menghadap kebawah. Lalu membukanya lagi dan mulai terbang mengitari tempat itu, melihat-lihat semuanya dengan jelas dari langit. Lampu-lampu menerangi tempat itu dengan indahnya, berwarna-warni.
"Hyukkie-hyung! Kenapa malah jalan-jalan? Tidak jadi?" Panggil Kyuhyun beberapa meter dibelakangnya.
Hyukjae tersentak sedikit sebelum berhenti berkeliling. Ia berbalik menghadap Kyuhyun, melihat dongsaengnya merengut kearahnya. Ia tertawa sambil mengusap tengkuknya. Kyuhyun hanya berdecak pelan.
"Mian, habis pemandangannya indah sekali sih!" Seru Hyukjae.
"Dasar, hyung itu. Yasudah ayo mulai?" Kyuhyun tertawa sedikit.
"Ne! Tidak baik membuat Donghae dan Sungmin-hyung menunggu lebih lama lagi dari ini," jawab Hyukjae.
Kyuhyun mengangguk. Mereka lalu memejam sebentar, sejenak mengumpulkan tenaga yang telah lama tidak mereka gunakan. Hawa disekitar mereka berubah sedikit, seolah terpusat dan melambaikan helaian rambut mereka seolah diterpa angin dari bawah. Detik berikutnya mereka membuka mata, Hyukjae menggerak-gerakan jemarinya, seolah menari-nari di udara. Kemudian timbul aliran air dari situ.
Semakin banyak yang muncul, dan setelah alirannya meningkat, Hyukjae melesat terbang. Jemarinya masih mengeluarkan aliran air di sepanjang jalur yang dilaluinya. Perlahan-lahan jatuh bagaikan hujan.
Kyuhyun melesat mengikuti Hyukjae, seringaian kini mengembang diwajahnya. Saat ia melewati butiran tetes air itu, seolah udara disekitarnya bercahaya. Tiba-tiba suhu disekitarnya, dalam radius lima meter berkurang drastis. Berubah menjadi sangat dingin. Namun dirinya terlihat sama sekali tidak terpengaruh. Meski begitu Kyuhyun menjaga jaraknya dari Hyukjae, karena ia tau efek kekuatannya bisa mengenai hyungnya itu.
Setiap butir air yang Kyuhyun lewati berubah menjadi kristal es lembut karena perubahan suhu tersebut. Mereka berdua terus melesat mengitari Lotte World dari atas langit, memperbanyak jumlah kristal es yang ada. Sekitar sepuluh menit mereka terbang berputar, membuat jumlah kristal es yang jatuh menjadi banyak. Salju pun turun.
.
.:My Jewel Angel:.
.
"Donghae! Lihat ini!" Sungmin berseru.
Donghae, mendengar teriakannya menoleh kearahnya. Sungmin sedang menggumam sambil tersenyum amat lebar, takjub melihat kearah langit. Donghae ikut mendongak. Matanya membuka lebar tidak percaya saat salju turun tepat di depannya. Ia membuka telapak tangannya, dan saat itu salju lembut jatuh di tangannya, sebelum lalu meleleh disana. Senyuman lembut mengembang di wajahnya.
"Hebat… Salju turun di saat seperti ini…" Gumamnya.
Ia kembali melihat kearah langit, menatap salju yang perlahan turun ke tanah. Lalu matanya menangkap sebuah wahana besar berbentuk roda raksasa, yang gondolanya bercahaya dikelilingi lampu-lampu seperti pada pohon natal. Ia tersenyum.
"Ini ulahmu lagi ya…? Dasar…" Tawanya pelan.
.
.:My Jewel Angel:.
.
Hyukjae dan Kyuhyun telah selesai menebar salju, merasa yakin jumlah yang mereka siapkan tinggi di langit cukup hingga tengah malam. Hyukjae tersenyum melihat raut wajah bahagia dan takjub orang-orang di Lotte World saat itu. Sebagai malaikat, tentu ia senang dapat memberi kebahagiaan pada mereka.
Namun tiba-tiba tubuhnya menangkap sesuatu. Hawa gelap, dari seseorang yang berhati kotor. Tubuhnya seketika melemah, rasa sakit melandanya. Sayapnya mati rasa, tidak sanggup lagi untuk mengepak dan mempertahankan posisinya di udara.
Ia mengerang sedikit saat kehilangan keseimbangan. Lalu saat itu juga tubuhnya melesat turun, terjatuh. Kyuhyun yang terbang beberapa meter di belakangnya, belum menyadari perubahan pada Hyukjae. Ia hanya mengira hyungnya itu terbang turun. Namun ia mulai heran saat menyadari arah jatuh Hyukjae ke daerah pepohonan.
Kyuhyun baru menyadari saat Hyukjae sudah lima belas meter jaraknya dari dirinya. Ia menangkap hawa berat hati yang kotor. Ia juga melihat sayap Hyukjae yang terlihat lunglai dan menekuk lemas. Dengan segera ia mengepakkan sayap hitamnya, menukik mengejar tubuh Hyukjae yang terjatuh dengan cepat.
"Kyu… Dowajwo…" Lirih Hyukjae.
Hyukjae yakin Kyuhyun tidak dapat mendengar suaranya yang parau dan amat pelan. Tetapi ia yakin dongsaengnya itu dapat membaca gerakan bibirnya yang meminta pertolongan. Kyuhyun menggeram dengan panik dan mengepakkan kedua sayapnya sekuat yang ia bisa, mengejar Hyukjae sembari menekan aura hati kotor itu sebisa mungkin dengan kekuatan iblisnya, menghisapnya.
"Hyukkie-hyung!" Teriaknya menggelegar, agak meraung panik.
Kyuhyun mengulurkan tangannya sejauh mungkin untuk menggapai tubuh ringkih Hyukjae. Jarak diantara mereka semakin menipis, namun begitu juga jarak mereka dengan tanah, atau tepatnya, pepohonan di bawah mereka. Kyuhyun hampir saja mencengkeram tudung pada baju Hyukjae.
*Krosakk! Srrks!*
"Appo!" Rintih Kyuhyun.
Kyuhyun baru saja berhasil mencapai baju Hyukjae saat mereka menghantam pepohonan. Untungnya Kyuhyun masih sempat menahan mereka, sehingga Hyukjae 'hanya' tergantung di pohon yang ada, sementara Kyuhyun menahan agar benturan tersebut tidak terlalu keras, ia memijak di dahan yang sama.
Mereka baru saja mau menghela napas lega saat mendengar seseorang menarik napas kencang, kaget. Tapi itu membuat mereka lebih kaget lagi dan menoleh kearah sumber suara. Terlihat seorang yeoja, rambut hitam sebahu. Umurnya mungkin sekitar mereka juga. Yeoja itu tengah menengkap mulutnya yang terbuka lebar tidak percaya. Mukanya terlihat sedikit… bodoh.
"Omo!" Jeritnya tertahan.
Hyukjae dan Kyuhyun terdiam dalam shock. Menyadari tatapan mata yeoja itu terarah pada sayap mereka berdua. Mereka ketahuan, oleh seorang manusia tak dikenal.
"Sial…" Umpat Kyuhyun.
Ia lalu menarik tubuh Hyukjae untuk bangkit berdiri dan membawanya turun, menyandarkannya untuk duduk pada pohon itu. Ia masih memikirkan cara untuk menjelaskan pada yeoja itu saat Hyukjae bangkit berdiri dengan susah payah, memegang ranting pohon untuk membantunya.
Hyukjae berjalan perlahan menghampiri yeoja itu yang masih terdiam dengan wajah bodohnya. Ia lalu tersenyum lebar menunjukkan gusinya, meski masih dengan lemah.
"Annyeong! Maafkan aku, tapi aku terpaksa melakukan ini," ucapnya.
Sebelum yeoja itu dapat menjawab ataupun bereaksi, Hyukjae mengarahkan telapak tangannya di depan wajah yeoja itu. Cahaya putih keluar dari telapak tangan tersebut. Yeoja itu perlahan terlihat mengantuk, sebelum lalu matanya terpejam dan tubuhnya terhuyung jatuh. Hyukjae menangkapnya, lalu mendudukannya dibawah sebuah pohon.
"Hyung…? Apa yang hyung baru lakukan?" Tanya Kyuhyun.
"Aku menghapus ingatannya saat melihat kita tadi…" Jawab Hyukjae.
"Bukankah itu…"
"Ssst, tenang saja. Ayo kita kembali sekarang sebelum ia terbangun."
"Arrasso… Hyung sudah tidak apa?" Kyuhyun menatapnya khawatir.
"Ne, berkat kau telah menghisap hawa hati kotor itu yang datang entah dari mana. Gomawo," Hyukjae tersenyum.
Kyuhyun balas tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua menyimpan sayap masing-masing kembali menjadi cahaya sebelum menghilang. Hyukjae melirik yeoja itu untuk terakhir kalinya, memastikan ia baik-baik saja sebelum berlalu dengan Kyuhyun, kembali ke tempat Donghae dan Sungmin telah menunggu mereka.
.
.:My Jewel Angel:.
.
Setelah beberapa menit, yeoja itu terbangun. Ia memandang sekelilingnya dengan bingung. Ia ingat tadi sedang berjalan melewati pepohonan itu, tapi ia tidak ingat kalau ia duduk dan tertidur di bawah pohon. Ia hanya menggaruk kepalanya dengan heran.
"Jae Rim! Sedang apa kau disana? Kajja ppalli!"
Ia mendengar suara temannya memanggilnya dari kejauhan. Ia segera bangkit berdiri, merapihkan pakaiannya yang kusut dan berlari kearah asal suara. Ia menemukan seorang yeoja lain, yang merupakan teman yang ikut bersamanya ke Lotte World ini.
"Kau dari mana saja sih?" Tanya temannya yang berambut sebahu, hitam dan bergelombang itu.
"Mianhae, aku habis berjalan-jalan disekitar sana tadi," jawabnya.
"Memangnya ada apa disana?"
"Ada…" Yeoja itu berpikir keras, namun ia gagal mengingat apapun.
"Hmm?"
"Sepertinya tidak ada apapun… Aku hanya tertidur sebentar tadi," jawabnya akhirnya.
"Ah sudahlah, ayo kita berkeliling lagi! Mumpung salju tiba-tiba turun dengan indahnya!" Seru temannya itu dengan riang.
"Ne!" Akhirnya ia mengangguk.
Yeoja itu, yang dipanggil Jae Rim pun mengikuti langkah temannya. Tidak menoleh ke belakang sama sekali, benar-benar melupakan apa yang telah ia lihat beberapa waktu lalu.
.
.:My Jewel Angel:.
.
"Hyukkie!"
Donghae berseru saat melihat sosok malaikatnya berlari menghampirinya dan Sungmin bersama dengan Kyuhyun. Ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi bahagia dan antusiasnya, membuat Hyukjae tersenyum.
Donghae segera memeluk Hyukjae dengan erat saat mereka mencapainya. Ia tertawa pelan dan Hyukjae mengelus pelan punggungnya.
"Kau yang menurunkan salju ini kan?" Tebaknya.
Hyukjae tidak menjawab. Ia hanya melepaskan pelukan mereka, dan menatap Donghae. Cengiran lebar yang menunjukkan gusinya muncul di wajahnya. Rambut birunya membingkainya dengan sempurna.
"Aku juga membantunya lho!" Sela Kyuhyun.
Sungmin tertawa dan menepuk-nepuk pelan bahu Kyuhyun. Iblis itu hanya menyeringai. Mereka tertawa singkat, menikmati dinginnya salju yang jatuh disekitar mereka, dan juga beberapa terjatuh diatas rambut dan bahu mereka.
"Hae-yah, kajja! Kita harus kesana sebelum pulang!"
Hyukjae lalu berseru dan menarik lembut tangan Donghae, menggandengnya menuju wahana terakhir yang akan mereka naiki sebelum pulang. Kyuhyun menggerakkan kepalan tangannya keudara, memberi semangat tanpa suara, Hyukjae melihatnya melalui sudut matanya dan tersenyum.
.
.:My Jewel Angel:.
.
Kini Hyukjae dan Donghae telah duduk berhadapan di dalam salah satu gondola yang ada pada Ferris Wheel tersebut. Gondola tersebut cukup kecil, hingga lutut mereka hampir beradu. Donghae sedang grogi tidak karuan, jantungnya berdebar kencang. Ia pasti tengah memikirkan soal legenda yang tadi mereka bicarakan. Hyukjae menyadari tingkah Donghae dan tersenyum lembut.
"Hei lihat, pemandangannya indah sekali dari sini."
Usahanya berhasil. Donghae menengok kearah jendela dan saat itu juga wajahnya memancarkan antusiasme dan rasa kagum. Kegugupan tadi hilang saat melihat pemandangan di bawahnya. Ia menempelkan kedua telapak tangannya ke kaca seperti anak kecil, dan berdecak kagum pada pemandangan tersebut.
Terlihat hampir seluruh Lotte World. Daratan disekitar sana terlihat begitu putih dan lembut tertutup salju. Butiran kristal es masih setia melayang perlahan, turun ke bumi. Sepertinya Hyukjae dan Kyuhyun benar-benar menyiapkannya agar turun hingga tengah malam.
Donghae terus mengkomentari keindahan pemandangan di bawah, sementara Hyukjae hanya menatapnya sambil melamunkan dirinya. Ia ikut tersenyum saat melihat senyuman bahagia layaknya malaikat milik Donghae. Mata Donghae seakan berbinar-binar. Donghae benar-benar larut pada pemandangan tersebut, hingga ia tidak menyadari kini mereka telah hampir sampai di puncak, dengan salju masih berjatuhan perlahan.
"Hae-yah," panggil Hyukjae lembut.
Donghae terkaget. Saat ia menengok, bibir Hyukjae menyambutnya. Hyukjae menciumnya dengan lembut dan pelan. Ia ikut memejamkan matanya sebentar, merasakan kasih sayang yang diberikan. Saat ciuman mereka terlepas, ia menunduk malu dengan muka merona.
Hyukjae tersenyum lembut dan mengangkat wajah Donghae menatapnya. Hyukjae menatapnya dengan penuh kasih sayang dan mengusap lembut pipinya. Tatapannya sarat akan makna yang begitu mendalam.
"Neomu saranghae, nae fishy," ujarnya tertawa pelan.
Donghae bersemu sebelum menjawab pelan, "Nado…"
"Hae, tatap aku."
Donghae menurut. Meski masih amat malu, ia mengangkat wajahnya pelan dan menatap Hyukjae. Tatapan Hyukjae terlihat sendu, namun amat serius dan tanpa keraguan.
"Apapun yang terjadi, tidak akan ada yang bisa merubahnya. Tak peduli sampai kapanpun, aku akan tetap ada disisimu, mencintaimu. Subaek beon wae chyeo do... Neo eobsin andwae neun de…"
"Neo manissumyeon I'll be okay… Karena itu… Tetaplah bersamaku, ne Hyukkie? Kau sudah berjanji padaku kan?"
"Ijeneun naege yaksokhalge…"
Dan sekali lagi, mereka terpaut dalam ciuman lembut. Di bawah langit malam yang bersalju…
.
.:My Jewel Angel:.
.
"Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi."
Seorang namja, yang tengah mendengar ucapan tersebut hanya terdiam. Terlihat ia mengenakan jubah putih yang panjang. Sepasang sayap putih lembut mengembang di punggungnya. Lalu orang tersebut melanjutkan ucapannya.
"Jewel menurunkan salju yang tidak seharusnya saat musim gugur. Apalagi ia melakukannya dengan bantuan seorang iblis. Belum lagi ia menghapus ingatan seorang manusia."
Suara itu berhenti sejenak. Tidak mendapat respons, ia menambahkan kembali.
"Kita terlalu lama berdiam diri. Semakin kita biarkan mereka semakin bertindak sesukanya."
"Apakah… Itu artinya aku harus kesana?"
Kali ini namja itu membalas, dalam bentuk pertanyaan.
"Ya, pergilah dan tangkap para malaikat itu. Bawa mereka kembali dalam keadaan hidup. Terutama kedua malaikat itu, Angel dan Jewel. Bawa serta juga orang-orang yang berhubungan dengan pelanggaran mereka. Seret mereka kesini."
"Aku mengerti."
Namja itu menjawab singkat. Ia lalu membungkuk sebentar sebelum berbalik, menghampiri gerbang titik perbatasan dengan dunia…
.
.
.
-To Be Continued-
.
#BaruKeluarGoa
Gila tiga hari internet mati. Rasanya udah kayak baru keluar goa batu. Putus internet sama dengan putus hidup #plak #lebay. Sengsara huweee! Setelah meneror mba-mba fastnet akhirnya bisa nyala juga. Jadi buta apa-apa padahal cuma tiga hari ga buka internet.
Sek ini triple update of the day, perayaan baru keluar goa!
Jae Rim numpang eksis aja ahaha. That's just how much I love you, yadong magnae!
(p.s : not really, I'm just confused who should I put in for the role rofl)
Dan disini satu kekuatan Kyuhyun terbuka~ Dia bisa mengatur suhu udara di sekitarnya, dalam jarak tertentu. Tapi bukan cuma itu kekuatannya. Iblis agak imba di banding malaikat, kekuatannya lebih dari satu. Yang ini jangan ditanyakan karena nanti akan keluar sendiri di cerita kkk~
Sekali lagi, yang belum cek 'My Jewel Angel Trivia's', silahkan di lihat~ Nyesel loh kalau gak lihat~
Waktunya bales review~
AngeLeeteuk : Yeye gituloh~ kkk~ itu tunggu saja di ceritanya nanti ya xD
leehyunseok99 : tenang Yeye baik kok. Aku tidak akan membiarkan bias terdahulu ku jadi jahat kkk~ Atau lebih tepatnya mungkin agak ke netral
Eunhae1207 : aku aja bikinnya ga rela #sniff. Pastilah kalo ngga gabakal jadi dong ceritanya #plak
Arum Junnie : Yeye sama Su-ie tinggalnya pisah kok, tapi deket. Kkk~ tunggu tanggal mainnya kalo yang itu ;)
dewdew90 : hmmm gimana yaa…
arumfishy : maksudnya apa ya… gitu deh… kkk~
Chen Clouds : Yeye kan biasku pertama kali dulu pas pertama suka SJ kkk~ (maaf Sungie, Hyukjae mendepakmu dari posisi itu di hatiku #plak). Gomawo~ ^^
Haelicious : ga bisa kalo bikin Yeye ga aneh rasanya ada yang kurang kkk~ kenapa yaaa~
Eun Byeol : Entahlah aku juga gak tau #plak #bohong
Anonymouss : masih di dunia langit telornya kkk~ gimana yaaa~ wew jauh amat nyambung ke Innocent Beast! kkk~ aku… umur dirahasiakan xD
dew'yellow : aku sendiri bingung kenapa jadi so sweet gini ahaha. Hmm gimana yaaa~
anchofishy : gimana yaaa… nyehehe~
nnaglow : ini dilanjut~ apa yaa… ah kalau itu cuma satu paling yang turun #hint
Cho Kyura : tau nih! #desh #tendang #eh. Ga kurang singkat nak, komentar mu. Kkk~ Anak TVXQ (mantan) itu sudah pasti keren punya gatau kenapa o.o
dekdes : kkk~ ah itu gatau deh nyehehe~ teaser yang mana? Video?
Hyukkie'sJewels : gimana yaaa~ kkk~
Lee Suhae : gimana yaa liat ntar deh hehe… :)
.
.
Gomawo yang udah review maupun silent readers yang udah baca cerita ini~ :)
Tak bosan untuk mengingatkan, silahkan di cek 'My Jewel Angel Trivia's'! ^^
*sekarang aku mau hunting foto-foto terbaru Hyuk dan cek update-an AFF dulu*
Mind to RnR? ^^
