Previous Chapter:

Dia pun bisa merasakan napas hangat yang menyapu wajanya dengan lembut. Bibir mereka tinggal berjarak beberapa sentimeter lagi.

"Okaeri... Nami..." dan akhirnya kedua bibir itu pun bertemu kembali.

"Tadaima..."


~oOo~

Our Memories

Last Chapter 5 : Welcome Back

One Piece © Oda Eiichiro

~oOo~


Si kedua sejoli masih saling berpelukan sambil mencium satu sama lain untuk menunjukkan perasaan mereka saat itu juga. Sementara nakama mereka yang lainnya hanya menonton dari bawah sambil memasang berbagai senyuman.

Ada senyuman manis, ada yang menyeringai, ada yang tersenyum sambil terkekeh, ada yang tersenyum hentai, ada yang (mungkin) tersenyum tapi tak terlihat (courtesy by Brook), dan senyuman lainnya yang author tidak tahu apa lagi.

Tapi, disaat semua orang masih terpaku dengan senyum mereka masing-masing, sang sniper tiba-tiba saja menyadari sesuatu yang... hilang!

"Hey!? Dimana Sanji?"

Dan tepat disaat setelah kata-kata itu meluncur dari mulut nakama mereka yang suka berbohong itu, mereka melihat sang 'tersangka' tengah berlari menaiki tangga menuju ke ruang perawatan dengan tubuhnya yang tengah berapi-api.

"WUUUOOOOOHHHH! BERHENTI KAUUUUU, KUSO GOMU YARO!"

Saat sang koki hendak memberikan hadiah berupa tendangan api yang begitu panas pada kaptennya, namun ternyata orang yang dimaksud telah menghilang dari bidikan sang ero-cook bersama dengan tuan putrinya.

"EEHH!?"

Seluruh penonton yang menyaksikan adegan itu pun terheran-heran. Kepala mereka pun celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri menjadi senchou baka mereka yang tiba-tiba saja menghilang sambil membawa navigator cantik mereka. Hingga tiba-tiba...

"Kyaaa... Lu-Luffy ka-kau... kenapa ti-tiba-tiba kau..."

Mendengar suara jeritan dari gadis pecinta mikan dan uang itu, akhirnya mereka mendapati kedua orang yang tadi sempat menghilang dari hadapan mereka itu ternyata telah berada di dek bagian atas kapal.

"Huwaa... Luffy! Cepat turunkan aku! I-ini memalukan tahu!" ronta sang navigator dengan wajah memerah yang tengah digendong ala pengantin a.k.a bridal style oleh sang kapten yang cengiran sendiri melihat tingkah gadis-nya itu.

"Memang apanya yang memalukan, Nami? Kau kan sekarang pacarku," ujar Luffy yang langsung membuat shock seisi kapal, bahkan author sekalipun.

"DARIMANA KAU TAHU ARTI DARI KATA 'PACAR' ITU, LUFFY!?" koor seluruh kru mempertanyakan apakah pemuda berambut acak-acakan ini benar-benar senchou baka-idiot-ahou-suka-berkelahi-tukang-makan-tapi-i nnocent yang mereka kenal!

"Mhm? Tentu saja aku tahu artinya! Bahkan si Hancock pernah mengajakku untuk kawing dengannya, tapi-..."

Belum selesai Luffy berbicara, sang koki ternyata sudah berada dihadapannya dengan api 'cemburu' yang makin membara.

"BOA HANCOCK MENGAJAKMU MENIKAH!? TAKKAN KUMAAFKAN KAU, KUSO-BAKA-GOMU-YARO!"

Dan aksi kejar mengejar antara senchou dan kokinya pun berlanjut, tapi bedanya kali ini sang navigator tidak ikut serta dalam 'lomba' kejar-mengejar itu. Karena sang senchou yang langsung menjatuhkannya ke lantai dengan tidak elitnya (yaitu dengan bokongnya yang langsung bertemu dengan lantai nan keras).

"Ouch! Dasar kau, Luffy! Kau akan menerima balasan karena menjatuhkanku seperti itu!" geram Nami dengan Sorcery Clima Tact telah siap ditangannya.


~oOo~


Beberapa jam kemudian...

Matahari perlahan mulai menyembunyikan wujudnya diufuk barat, menandakan bahwa sebentar lagi malam akan datang untuk menggantikan langit yang tadinya begitu terang dengan langit bertaburan bintang-bintang.

Jika ada yang bertanya 'bagaimana nasib kedua orang yang sedang bermain ala T*m and J*rry itu?' tadi, authou akan menjelaskannya secara singkat, padat, dan jelas!

FLASHBACK

Karena merasa kesal dengan kelakuan kedua nakamanya yang bersikap kekanak-kanakkan itu, dengan Sorcery Clima Tact yang siap ditanganya, Nami pun langsung memberikan hadiah berupa sengatan listrik yang kekuatannya bisa saja menyamai si Enel.

Tapi yang kena sialnya hanyalah sang koki pirang, mengingat sang kapten memakan Gomu Gomu no mi yang membuatnya menjadi manusia karet sehingga Thunder Bolt milik Nami tidak mempan pada dirinya.

Namun, Nami tak kehabisan akal. Dia pun menghampiri pemuda yang lebih muda 1 tahun dari dirinya itu yang sedang tertawa terbahak-bahak ketika melihat kokinya yang hangus tersambar petir. Dan dengan sekali ayunan, Clima Tact milik Nami berhasil membuat sang senchou dengan bounty 400 juta berri itu K.O. dengan benjolan besar menghiasi kepalanya.

END OF FLASHBACK

Dan saat setelah kedua orang itu telah sadar dari koma mereka, akhirnya kru Mugiwara mulai menyiapkan segala sesuatu untuk hal yang paling mereka tunggu-tunggu, yaitu berpesta!

Di dek rumput kita bisa melihat Sanji yang sedang memanggang BBQ, Franky dan Zoro yang baru keluar dari gudang dengan membawa tong berisi cola dan sake, Usopp yang sedang mempersiapkan kembang api barunya dengan Chopper sebagai asistennya, dan Brook bersama dengan Robin menyiapkan peralatan makan berupa piring, sendok, garpu, pisau, dan lain-lain.

Lalu, dimanakah Luffy dan Nami? Jika kita menengok ke bagian belakang kapal, kita akan mendapati kedua sejoli itu tengah berdiri menghadap lautan dengan Nami yang kedua tangannya bertumpu pada pagar kapal.

"Ne Luffy," Nami mulai angkat bicara.

"Mmhm?"

"Sekarang kau sudah menjadi Raja Bajak Laut. Apa yang ingin kau lakukan selanjutnya?" tanya Nami tanpa memandang kebelakang dimana lawan bicaranya tengah berdiri.

Jujur saja, pertanyaan tersebut selalu terlintas dipikirannya. Apalagi saat mereka makin dan makin dengan tujuan mereka, yaitu pulau Raftel ini. Entah kenapa Nami merasa takut akan apa yang akan terjadi setelah mereka sampai dipulau terakhir yang melegenda itu.

Sementara Luffy, dia tampak berpikir sejenak. Dia menggaruk-garukkan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, lalu melipat kedua tangannya di dadanya dengan mata tertutup rapat. Sesaat kemudia mata onyx-nya pun terbuka.

Dengan wajah penuh keyakinan, dia pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis yang ada dihadapannya.

"Tentu saja aku ingin berlayar kembali dengan kalian semua. Lalu berpetualangan lagi dan bertemu dengan teman-teman lagi yang berada di Green Line," ucapnya tak lupa dengan senyuman khas yang menunjukkan deretan giginya.

Nami tertegun mendengar jawaban (yang rasanya begitu bijak) dari kaptennya itu. Entah kenapa hatinya terasa hangat dan senyuman manis pun mengembang diwajah cantiknya.

Dia pun berbalik menghadap pemuda yang ada dibelakangnya dan langsung mengejutkan sang kapten dengan memeluknya dengan tiba-tiba.

"N-Nami..."

"Luffy... bolehkah aku mengucapkan terima kasihku padamu untuk segalanya?" tanya Nami tanpa sedikitpun melepaskan pelukannya.

Luffy terdiam sesaat. Dia sedikit bingung dengan kelakuan Nami saat ini. Tapi toh dia mengangguk pelan sebagai pengganti jawaban 'ya' dan perlahan mulai membalas pelukan gadis yang dicintainya ini.

"Pertama..."

.

"Arigatou... telah mengembalikan ingatanku ini yang sempat hilang."

.

"Arigatou... telah menjadikanku sebagai Ratu bajak lautmu."

.

"Arigatou... telah menjadikanku sebagai navigatormu."

.

"Arigatou... karena telah menyelamatkan desaku dari Arlong."

.

"Lalu..."

.

.

.

.

.

"Hountou ni arigatou... telah mengajakku berpetualangan bersamamu, hingga bisa bertemu dengan berbagai orang dan berteman dengan mereka, dan juga... selalu melindungiku bahkan menyelamatkanku dari segala bahaya diluar sana walau kau sering harus mengorbankan nyawamu sendiri."

Dan itulah kata terakhir yang perlu Nami katakan karena sepasang bibir hangat langsung melumat bibirnya. Walau sempat kaget dengan 'aksi' kaptennya itu tapi perlahan Nami mulai membalasnya.

Ciuman tersebut tak begitu lama, hanya beberapa detik saja. Karamel dan onyx saling bertemu, tenggelam dalam dunianya sendiri. Tak lupa senyum yang selalu menghiasi kedua wajah pasangan ini.

Tangan kanan Luffy mengecup pipi kiri Nami lalu tangannya mulai mengelus rambut panjang milik Nami.

"Tanpa kau minta pun aku pasti akan melindungimu. Selalu!"

"Mhmh... tapi tetap saja, aku ingin berterima kasih padamu, Luffy."

Luffy hanya mendesah pelan mendengar penuturan gadis itu. Tangan kanannya yang tadi sempat bermain dengan rambut orange Nami kini meraih topi jerami kesayangannya lalu meletakkan lagi dikepala Nami.

"Baiklah... terserah kau sajalah, Nami."

Nami pun tertawa kecil melihat sang kapten yang kehabisan kata untuk membalas ucapannya tadi. Kedua pasangan itu pun kembali berpelukan tanpa menghiraukan lagi kesibukan yang terjadi di dek rumput.

Karena mereka sendiri pun sedang sibuk menikmati kebersamaan mereka disini, tanpa ada seorang pun yang dapat mengganggu mereka.


~oOo~


Berbicara soal pengganggu... mari kita lihat sang koki yang entah sejak kapan mulai tenang dan tidak lagi mencari sang navigator.

Sanji yang sedang menyajikan masakannya di atas meja secara tak sengaja berpapasan dengan rival abadinya.

"Kulihat kau tidak terganggu walau Luffy dan Nami tidak ada disini," ucap si kenshin berambut hijau dengan tatapan mengejek.

"Urusai kau, marimo! Terserah mereka mau ngapain saja dibelakang, tapi..."

"..."

"Jika aku mendapati setetes air mata saja jatuh dari wajah cantik Nami-san, maka si baka senchou itu walaupun Raja Bajak Laut sekalipun akan kuhajar habis-habisan dia," dan sang playboy namun jago masak itu pun pergi meninggalkan sang kenshin yang menyeringai sendirian.

"Dan kulihat kau tampaknya senang karena dapat mengejeknya, Zoro."

Dari belakang pria kenshin itu, muncullah sosok sang arkeolog berambut hitam panjang dengan senyum misteriusnya.

"Yahh... setidaknya hubungan Luffy dan Nami ini bisa menambah daftarku untuk mengejeknya," ujar Zoro.

"Dan juga..." Zoro mengangkat alis sebelahnya sangat mendengar langkah kaki wanita yang ada dibelakangnya yang mulai berjalan mendekatinya. Dan dalam sekejap mata, sebuah bibir hangat langsung menyapu bibir kasar sang kenshin.

"... jangan lupa soal hubungan kita juga."

Dan wanita pemakan Hana Hana no mi itu pun berjalan meninggalkan sang pemilik bounty 120 juta berri dengan muka yang sudah semerah tomat.

"Keh, dan itu juga mungkin akan lebih membuat si koki mesum itu makin marah kan, Robin."


.

~THE END~

.


Bla-bla Author:

Huwaaa... gomenasai karena membuat minna menunggu saaaaaaangaatt lama

Sebenarnya saya sudah bingung mau dibuat kayak apa chapter terakhir ini. Tapi pas utak-atik catatan hp saya, tiba-tiba ketemu salah satu rencana fic saya yang nggak jadi-jadi sampai sekarang. Jadi saya edit sedikit trus jadilah chapter ini!

Gomen juga chap kali ini agak (sangat) pendek mungkin, saya emang lagi kena WB (a.k.a Writer Block) sih =="

Thanks for reviewers:

- dkill308

- edogawa Luffy

- Mari Chappy Chan

- vergodlaw

- Matt Dragneel

- Yurako Koizumi

- sasa-hime

- Namikaze Haruno

- Aurora Borealix

- nanachan

- xz100001

- putraarya428

- abraadios

- faruchi-reader

- Rui

- NaughtyStrom

- Guest [4/03]

- indahazza3

- putrialinka04

- Ryo Saman

- rendyroad

- Shinji Tanaka

Thanks so much buat yang sudah memfavorit maupun follow fic ini. Semuanya hontou ni arigatou gozaimasu~ *bungkuk*

Dan seperti yang saya bilang di chapter 4, bahwa saya belum akan berhenti dari fandom One Piece karena ada 1 fic lagi yang ingin saya publish sebelum saya vakum.

Bagi minna yang ingin tahu cerita saya berikutnya, dibawah ini sekilas teasernya buat readers sekalian~


Title : Nami turn to... WHAT!?

Pair : Luffy x Nami

Genre : Humor

Time : After OP Movie Z

"ADA APA, NAMI-...SAAAAAAAAAAAAN!?"

"Tapi... bagaimana bisa... ini terjadi!?"

"Jangan menatapku seperti itu, BAKA!"


Yaahh... kira-kira seperti itulah *maaf pendek amat ==*

Fic tadi akan saya buat sebagai ONE-SHOT saja! Udah kapok bikin yang multi-chap trus telat apdetnya lagi. Apalagi jujur saja fic saya yang multi-chap lainnya belum pada selesai, apalagi ada 1 fic yang udah gak diapdet-apdet sejak 1-2 tahun lalu! *author parah -_-*

Jaa, mata ne minna~ ^^

ARIGATOU!