Fake love…?

Chapter 2

.

.

Kembali dengan saya membawa chapter 2, sedikit curcol, sebenernya judul fanfic nya itu "Fake Love" tapi memang waktu yang tau *apaini?* jadi saya berterima kasih kepada yang memberi review.

.

Hakumi Uchiha : oke, bakal aku panjangin, makasih sarannya

Jurig cai : salam kenal hehe, gomen juga, aku bakal buat cerita lebih panjang dan yang lebih mudah di mengerti, makasih sarannya

Kimeka ReiKyu : salam kenal juga (/v\) , nanti bakal lebih di perdalami konflik nya.. beritahu aku lebih banyak lagi tentang fanfic sensei *apalahini* makasih atas saran dan pemberitahuannya..

hiruka aoi sora : hiii *suara kuntilanak**ditangkep satpam* salam kenal, iya memang terlau cepet, aku juga merasa begitu-,- . nanti nakal aku perpanjang dan berusaha lagi.. makasih sarannya

hazazono yuri : ini update kok ;)

ocha chan : nih dipanjangin.. makasih sarannya

.

.

Fake Love…?

Naruto by Masashi Kishimoto

Romance,Hurt/Comfort,Action

T+

TYPO(s)

.

.

.

Hari pun berlanjut dengan tenang..

"SAAA-KUU-RAA!" teriak Ino memanggil, pukul 4 sore, apa yang dipikirkan anak ini? Sudah jam 4 tapi dia masih bergelayutan dalam mimpi? Siapa yang mimpi disini? Ini adalah hari ulang tahunnya Temari-sensei, sakura dan dia akan ikut ke party night temari-sensei yang akan diadakan pukul 6 dini hari.

'oohh… benarkah misi ini akan berhasil?' pikir Ino. Tanpa membuang waktu, dia membangunkan Sakura, Sakura pun terbangun.

"mm? yaa ada apa pig..? kau membangunkanku dari mimpi ku yang indah tadi." Ucap Sakura sambil mengucek matanya.

What the hell? Apakah Sakura benar-benar lupa dengan acara ini? Hh, untung saja dia diajak Sakura untuk bareng dengannya, kalau tidak, misi yang direncanakannya akan hancur saat tahu Sakura tidak datang.

"kau tidak mengerti ini jam berapa?" jawab Ino sedikit kesal, empat siku sudah muncul di keningnya saat ini.

"jam 4 dan aku sangat mengantuk" ucap Sakura yang mulai menggeliat di kasurnya yang empuk, menutup semua badannya dan ingin melanjutkan mimpinya.

"HARUNO SAKURA!" ucap Ino yang kemarahannya mulai membara. Dan kalian tau apa yang terjadi bila itu terjadi kan? Tapi Sakura sudah biasa "sekarang kan pesta ultahnya Temari-sensei! Dan kamu diundang! Kapan nyadar sih forehead?!"

"AAAAAHHHH! Aku lupaaaa!" ucap Sakura dengan sebelah gimana lagi, walaupun tertidur, dia indra pendengarannya masih bagus kok.

Dengan gerak cepatnya Sakura mandi dan dandan, dia memakai dress biru tua selutut dengan satu garis di bawahnya. Hmm.. siapa yang tidak tergiur dengan pemandangan itu? Kaki jenjangnya yang polos dan putih bersih, banyak serigala di luar sana yang ingin segera menyantapnya.

"sudah! Ayo kita berangkat" ucap Sakura yang dijawab anggukan oleh Ino.

.

.

.

.

Di kediaman Temari..

"ohh.. dimana sih Sakura?! Ino lama sekali!" ucap Temari resah. Kalau terjadi apa-apa pada misi ini, dialah yang bertanggung jawab. Dan indahnya lagi, HP Ino tertinggal di rumah Sakura, dan mengakibatkan Temari merasa hampa karna telpon nya sama sekali tidak dibalas.

Suara lagu yang sedari tadi mengisi acara party night di taman Temari yang mewah itu. Di parkiran rumahnya muncul mobil yang langka di dunia yaitu ferarri P540 superfast aperta, banyak yang tertegun melihat siapa yang keluar dari mobil itu, ya, Sasuke Uchiha wakil dari Uchiha Corp yang dimilikinya dan kakaknya setelah orangtua mereka meninggal dalam keadaan murni kecelakaan di Los Angeles saat sedang berjalan-jalan. Oke, lupakan soal kematian, Sasuke kini sedang memasuki pesta night party Temari, dan para pelayan menyambutnya dengan ramah, sebelum Sasuke bertanya dimanakah Temari, orang itu sudah datang dan menyapanya.

"hee.. datang lebih cepat eh?" tanya Temari.

"hah? Kau pura-pura tak ingat" jawab Sasuke dingin.

"hmm.. tidak, aku yakin pasti lancar, duduklah disana dan pesan wine kesukaanmu" ucap Temari sambil menunjuk tempat, seperti bar, dengan banyak cewek sexy disana.

"hn, kutunggu secepatnya" jawab Sasuke lalu pergi.

.

.

'Tought I'm not too sure Sasuke'

.

.

"Temari-senpaaaiiii!" ucap Ino. Dia dan Temari memang sudah dekat karna selalu bersama di grup, cheerleader. Apalagi Temari sering mengajak Ino kerumahnya untuk mempertanyakan gerakan yang lebih heboh. Dan tanpa mereka sadari, sesuatu rencana terjadi di antara mereka.

"aaaa! Ino? Sakura? Kukira kau tidak akan datang!" ucap Temari, raut mukanya seakan ikin menangis tetapi ia tahan.

"hehe, aku sudah melakukan apa yang senpai suruh loh?" ucap Sakura dari belakang Ino.

"hm, baguslah, aku senang kalian bisa datang." Ucap Temari. Lalu dia mengajak Sakura dan Ino ke bar, walau Sakura dan Ino bukan pemabuk, tapi mereka menerimanya, ya untuk menyenangkan hati senpainya itu.

Tanpa mereka sadari pria berambut raven itu melihat mereka dari kejauhan, dia tersenyum.

'You guys are so great, whatever would I give if I could get Haruno'

.

.

.

.

Sakura sedang memandang langit malam di teras rumah Temari, dia sendirian disitu, tapi dia sangat menikmatinya, bagaimanapun juga, dia sangat menikmati hidupnya. Di rumah dia selalu di perhatikan orang tuanya, di sekolah teman maupun kakak dan adik kelas selalu baik kepadanya, di luar pun orang yang tidak ia kenali ramah padanya, sangat menikmatinya.

"KRREEKK" bunyi suara pintu, tapi Sakura tidak mendengarnya, dia benar-benar terpukau dengan langit malam.

"Sakura?" ucap mata onyx itu pada lawan bicaranya.

Yang dipanggil hanya tertegun, darimana si bungsu Uchiha yang sangat terkenal dengan kekayaan itu tahu namanya, dia pun hanya tau sekedar angin lewat.

"hm? Uchiha ya?" jawab Sakura, dia tidak ingin memanggil nama depan karna dia tidak terlalu pemuda raven ini.

"kau tahu?" Tanya Sasuke sambil mendekati Sakura perlahan.

"dengar dari angin pembicaraan kelas X saja" jawab Sakura jujur. Dia memang tidak terterik oleh pemuda kaya satu ini.

"oh, apa kau ingin lebih mengenaliku?" jawab Sasuke, sekarang mata mereka beradu sangat dekat. Perempuan berambut pink itu dengan susah payah meneguk air liurnya, sepertinya dia dalam bahaya?

"err.. Uchiha, bisa minggir sedi-" ucap mata emerald itu, tapi terhenti karna mulutnya tertutup oleh sesuatu.

"MMMHH?!"

Sakura kaget bukan kepalang! Sasuke menciumnya, dengan sedikit menggigit kecil bawah bibir Sakura. Sakura ingin melepaskan ini semua! Apa maksud Sasuke yang tidak dikenalnya tiba-tiba menciumnya. Sakura ingin berbicara dan membuka mulutnya, malah menjadi lampu hijau untuk Sasuke, Sasuke pun dengan cepat memasukkan lidahnya, kedua saliva pun beradu, Sasuke lalu menelusuri dalam mulut sang gadis itu. Tapi saat ingin melakukan lebih,

Bendera merah ada di depannya.

.

.

"BRRUUAGHH"

Tubuh Sasuke terkapar di lantai mewah teras Temari. Kaget? Sudah pasti, dia melihat Sakura dengan tatapan aneh, setelah membukakan jalan untuknya masuk, malah dia yang mengakhiri ronde itu. Anehnya lagi, Sasuke merasa merinding di tubuhnya, serasa ada aura hitam menyelimuti keduanya—ah tidak, mungkin hanya dia yang merasakannya.

"DASAR PRIA TAK TAHU DIRI! BERANI-BERANINYA KAU MENCIUMKU!" teriak Sakura, Sasuke merasa Sakura menahan air matanya.

"a,apa?!" ucap Sasuke, kenapa jadi dia yang salah?

"jangan mengambil hak orang lain bodoh! Hiks.." ucap Sakura sambil menahan air matanya.

"milik orang lain, huh?" tanya Sasuke.

"aku sudah bertunangan bodoh! Dasar lelaki BODOH!"

'TUNANGAN?!'

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Halo senpai ku yang baik hati, makasih telah membaca fic keduaku, aku sangat bersyukur dalam sehari bias menyelesaikan fic ini, walau ku tahu sepertinya pendek sangat. Gomen senpai…

I waiting your review~ :)