Fake Love…?
Chapter 3
.
.
Halo, selamat datang di cerita absurd saya, karna newbie, mungkin kekurangannya melebihi kadarnya, ah sudahlah, saya membawa chapter 3, dan sedikit masukan, saya tidak membuat lemon di ff pertama ini, mungkin ke lime nya. dan yang haris diperhatikan, disini lagi tentang tunangan.
.
Hikari Matsushita : iya, aku memang males buat ngebaca ulang, gomen :( tapi sekarang bakal ku baca lagi… makasih sarannya
Kimeka ReiKyu : hehe.. sensei.. eh senpai aktif kapan aja? Mungkin bisa PM , yah, aku lagi tertarik sama bikin ff, jadi mau gimana juga maunya di update cepat, gomen.. makasih sarannya
hiruka aoi sora : halo juga, aku yang nanya*apamaksudnya*makasih, iya emang ada kata2 yang sempet kehapus *buangleptopabal* buat Sakura yang tunangan, ada di chapter ini, panggil aku afifa, makasih sarannya
.
.
Fake Love…?
Naruto by Masashi Kishimoto
Romance,Hurt/Comfort,Action
T+
TYPO(s)
TAP.. TAP.. TAP..
Sakura tidak henti-hentinya berlari keluar dari ruangan, meskipun telah menubruk banyak orang dan memakinya, dia terus berjalan.. Air mata terus berlinang membasahi emerald nya itu. Sampai lah ia di pintu utama rumah Temari. Sendiri? Ya bisa dibilang dia kehilangan sahabatnya yang sering dia sebut 'pig'. Oke kembali ke permasalahannya, saat dia ingin membuka pintu utama, ada tangan yang menyentuh pundaknya.
"Sakura?" ucap gadis itu.
"ah, Tante.." ucap Sakura. Kenapa dia malah bertemu Ibu Temari-senpai saat dia ingin segera pergi dari sini? Pikirnya. Dia sudah mengenal Ibu Temari-sensei karna ayahnya adalah wakil dari perusahaan yang dibuat oleh Ayahnya Temari-sensei.
"wah, ternyata kau tambah cantik ya? Beda dengan dulu, bagaimana kabar Otousan dan Kaasan di rumah?" ucap Nyonya Shabaku ini.
"hahaha baik kok.. iya nih.. hehe" ucap Sakura. Haah basa basi, langsung ke topic dong! Pikir Sakura.
"gimana dengan dia?" ucap Nyonya shabaku lagi.
"mm… baik baik saja kok" ucap Sakura yang tahu maksud dari kata 'dia' yang di ucapkan Ny. Shabaku ini.
"baiklah… kau ingin pulang?" Tanya Ny. Shabaku, kesekian kalinya.
"ya tante, aku permisi dulu." Jawab Sajura dan dijawab anggukan oleh Ibu yang memiliki 3 anak itu.
.
.
Hhh… Sakura berjalan sendiri kerumah nya, agak takut memang, kadang dia merasa diliatin, tapi Sakura bisa jaga diri. Tiba-tiba, hinggap dipikirannya… tunangan. Aaah, kalau memikirkan itu, Sakura merasa jantungnya berdegup dengan kencang, dan sedihnya, Tunangan Sakura ini sedang di Paris, melakukan tugas nya sebagai CIA. Siapasih tunangannya? –author juga gatau-_-.
"maaf ya Gaara… aku membocorkan rahasia kepada orang yang tidak jelas itu" ucap Sakura, ditahan air matanya yang sudah ada di pelupuk emerald itu.
.
.
Gaara.. ya, Shabaku Gaara, anak kedua dari Ny. Shabaku tadi, adalah tunangan Sakura, yang sekarang sedang bersenang-senang di Paris dengan misi kesukaannya.
Kenapa bisa seperti itu?
Flashback—
*Sakura POV*
.
Aku sedang menikmati acara nonton tv. Dengan kemeja lengan pendek dan celana selutut, ah ini memang gayaku dirumah. Tidak ada yang menggangguku sebab aku anak tunggal dan ayah ibuku sibuk bekerja di toko samping rumahku
TOK! TOK!
Suara pintu. Aku dengan malas membuka pintu, siapa sih yang mengganggu acara yang kunikmati ini? Akan kulumat habis tubuhnya dengan jurusku. Lalu aku membuka pintu, ah, sepertinya kata-kata akan kulumat habis tidak jadi, yang datang itu pacarku, Gaara Shabaku. Cukup tampan juga si rambut merah ini. Sepertinya aku ingin melumat habis bibirnya, eh? Kenapa malah aku yang kepengen?
Aku pun mengajak Gaara masuk kerumah, kusuruh dia duduk dan aku membuatkan teh untuknya, sedikit keras kepala, dia malah ikut aku membuat teh, apa maunya sih? Memang enak melihat orang buat teh? Sudahlah, dia memang seperti itu.
Saat aku membuatkan teh, ada yang ganjal.. ada sesuatu yang membuatku hangat dari belakang, Gaara memelukku, hangat sekali. Aku tidak ingin melepaskannya. Tiba-tiba, dia mencium leher belakangku, merinding sedikit, nafasnya menyentuh leherku, membuat aku sedikit menegang mungkin.
"Gaara-kun..?" ucapku. Jantungku sudah berdetak tidak karuan, ibu, apakah nasibku baik-baik saja?
"hmm, berapa banyak sampo cherry yang kau pakai sayang?" jawabnya sambil menjilat telinga kananku. Nafsunya berlebih nih!
"ehhnn… Gaara.." ucapku. Ah, bagaimana cara menjawabnya jika aku dalam keadaan seperti ini?
Pelukan Gaara yang hangat, aku bisa sedikit mencium aroma baunya.. terlalu klasik. Karna aku tidak bisa membuat teh dalam keadaan hormon-ku yang naik, aku mulai sedikit memberi jalan untuknya. Biasanya sih, meluk begini aja, Gaara mendapat tonjokan keras dariku, tapi, mungkin cintaku sudah terlalu besar untuknya sekarang.
"gimana kerjamu di CIA?" ucapku lembut. Duhh! Wajahku werah 1 detik kemudian, bicara ku terlalu halus!
"hm.. baik, aku naik peringkat, sekarang kerjaku sudah agak longgar, mungkin jadi lebih sering bersamamu." Jawabnya sembil meneruskan aksinya. Haaaah? Secepatnya dia pulang, harus melewati 2 minggu lebih. Kenyataan pahit memang.
"aku takut kau gagal dari CIA.." ucapku sambil memegang tangannya yang tengah memelukku.
"tidak akan sayang.. aku akan berusaha" ucapnya, lalu dia membalikkan tubuhku, oh, aku sangat malu sekarang. Dahi kami saling bersentuhan.
"aku ingin kau menjadi milikku sayang"
Kemudian dia pun menciumku lembut, serasa di surga –berlebihan. Dia pun mempererat tubuh pun menjatuhkan kepalaku di dada bidangnya. Aku bisa mendengar jantungnya. Terasa tangannya terangkat dari pinggangku, dia mulai membuka kancing kemeja teratasku. Ibu, apa yang harus kulakukan.
Karna aku tahu ini dalam keadaan bagaimana, aku pun mendorongnya halus, dia menatapku aneh, tapi aku tidak mau melakukannya saat kami masih di usia pacaran.
"maaf.. Gaara-kun, sepertinya kita jangan melakukan lebih, aku rasa belum sampai waktunya .." ucapku, rasanya jantungku berhenti berdetak, aku sungguh takut akan reaksinya selanjutnya.
Sepertinya anggapanku berbeda..
"hmm, maaf ya, sepertinya aku melakukan yang tidak enak untukmu, gomen.." ucapnya, tampangnya biasa saja tak ada rasa kecewa, aku pun lega mendengarnya.
"makasih" ucapku.
Beberapa hari kemudian, dia datang lagi ke rumahku bersama… orangtuanya?
"Ohayou Sakura-chan.." ucap ibunya.
"Ohayou.." jawabku, memeberikan senyum termanisku yang biasanya hanya kuberikan pada Gaara.
Sudahlah saat ini di skip aja ya readers..
Akhirnya hari ini datang juga, karna percakapan tadi, dengan persetujuan yang sah dari kedua pihak orangtua. Aku pun bertunangan dengan Gaara, backstreet sih, karna kami masih SMA. Tapi lusanya, Gaara melakukan misi campuran. Uuh! Aku paling tidak suka misi ini! Kenapa? Misi campuran berarti beberapa misi harus dikerjakan berkelanjutan, yang kutahu, Gaara misi ke negara Vegas – Turki – Moskow – Thailand – Paris. Oke, cukup banyak.. apa dia tidak kekelahan? Tapi dia termasuk pintar untuk seumurannya, dia bisa langsung lulus, ya seperti angin beredar, Uchiha Sasuke juga.
.
– Flashback end
Sakura terus berjalan, tapi dia merasa aneh, ada yang mengikutinya dari belakang..
.
.
.
"What right did She say?"
.
.
.
"Is it true that he sincerely love me?"
.
.
.
TBC
Hallo sensei-san? Makasih udah membaca fic ku ketiga ini, aku bikin nya sehari-sehari loh-_-*siapa yang nanya?*
Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, tapi tolong review dan beritahu aku dimana kesalahan yang kalian dapatkan.
Invite pin ku ya: 25aff52a, namaku aslinya Afifa -*untuk kedua kalinya gaada yang nanya*
Thanks to read my fanfic absurd, and review please.. :)
