Fake love..?
Chapter 4
.
.
Bersama dengan saya sang author. Makasih untuk kesediaannya membaca ff aneh saya ini, gomen jika memang banyak salah, because is nothing perfect people right? Err.. di fanfic kali ini mungkin kebanyakan GaaSaku, ah, kesel kapan ada romance Sasusaku? Tapi aku ikutin alur cerita, jadi beginilah kreasi ku, Sasuke sedang broken heart.. dan Sakura? read and review please.. :)
.
Kimeka ReiKyu : hehe, iya publish hampir tiap hari. Padahal aku sudah baca ulang dan –menurutku gaada yang salah, oke, kita lanjut yaa.. makasih sarannya.. ^^
Hikari Matsushita : itu tidak lucu-.-" apa namaku cukup sama dengan afika? Haha—kidding yah, aku akan baca ulang lagi sampe mataku pusing—gabakal makasih sarannya..^^
Dochka : makasih udah baca fic ku iniii… *malu—tampol* iya aku ada kesalahan teknis sampe bingung pig itu buat siapa, makasih sarannya.. ^^
Hanazono yuri : sangat kilat seperti di sambet—oke lupakan. Kalau sanggup bakal diperpanjang oke? Makasih sarannya.. :3
Hiruka aoi sora : halo aoi? Hehe, aku namanya gapake h-_-" entah kenapa banyak yang pake h, ah lupakan saja. Mungkin di chapter selanjutnya bakal lebih ke GaaSasu,, iya ya? Aku liat di internet shabaku masalahnya, hehe.. typo, kayaknya gaada deh—apa aku yang butek matanya? Gatau, makasih sarannya :)
mako-chan : iya, aku newbie, jadi tadinya gatau gimana cara kasih judul-_- gomen, ini SasuSaku, gaada naruto.., siip bakal lanjut!
igin : makasih ya.. pasti deh ;}
ocha chan : serius masih tetep pendek? Oh, gomen senpai! Masalahnya kayaknya pas aku nulis itu berasa panjang, jadi kukira emang beneran panjang.. hufttt…
.
.
Fake Love…?
Naruto by Masashi Kishimoto
Romance,Hurt/Comfort,Action
T+
TYPO(s)
*Sakura POV*
Aku terus berjalan, walau banyak yang melihatiku dari samping, sepertinya aku tidak tahu jalan?
Gerakanku semakin cepat saat menyadari ada seseorang yang mengikutiku, bagaimana aku tahu? Oke, dijalanan ini sepi mungkin cuma aku yang lewat sini, dan saat aku berjalan, dibelakangku juga berjalan, saat berlari, ia juga berlari, saat aku diam ia pun diam. Ketakutan mulai menyelimutiku.
Aku tidak mampu menengok kebelakang! Pokoknya jalan terus, sampai suatu gang kecil membawa ku ke jalan raya yang ramai, huuft, aku sudah tidak takut lagi, soalnya ini memang dekat rumahku. Akhirnya akupun menengok.
"Uh? Uchiha?" ucapku, bener ini? Jadi yang mengikutiku adalah Uchiha Sasuke? Yang tadi menciumku hingga mood ku hilang? Oh Tuhan.. kenapa kau mempertemukanku dengannya?
"hn" ucapnya sambil terus jalan mendekatiku. Apa maksudnya?
"kau mau apa lagiii?" ucapku mulai kesal.
"tunangan? benarkah? Siapa?" ucapnya serius. Oke, raven ini sama sekali tidak basa basi rupanya.
"jangan disini, umum" sambutku, lalu mengajaknya ke caffe pamanku yang dekat situ, dengan sapaan ramah, aku meminta ruangan VIP yang tertutup, aku pun duduk f2f—face to face—dengan Sasuke. Aku memesan Ice lemon tea, sedangkan Sasuke hanya segelas air putih. "jadi, apa yang ingin kau tanyakan?"
"tunangan, siapa?" ucapnya. Huh, basa-basi pun tak ada?
"em, kau benar-benar ingin tahu?" ucapku. Lalu aku langsung membuat mulut ke-po ke raven di depanku.
"ya, cepatlah!" ucapnya, kesabarannya sama sekali tidak diatur ya? Aku pun berfikir dulu, apa aku beritahu? Apa tidak? Tapi pikiranku terhenti saat telfonku bergetar, ada sms rupanya.
'From : Gaara-kun
Akhirnya aku menemukanmu sayang..
To : Sakura-chan'
Glek. Maksudnya apa ini? Memang Gaara ada dimana? Apa yang harus ku jawab? Tanpa kusadari mukaku memerah.
"Siapa?"
"Gaa… eeeh!" ucapku, hampir saja kelepasan pada si bungsu Uchiha itu.
Sasuke terkekeh, aneh, kenapa reaksinya seperti itu? Apa ada yang lucu?
KREETT!
Pintu terbuka, siapa? Aku pun langsung menoleh, sepertinya Sasuke juga melakukan hal yang sama.
"Gaa..ra?" ucaku takjub, aku tidak percaya, mimpikah aku? Bukannya misinya selesai 1 bulan lagi? Lalu sedang apa dia disini? Aku mengatur nafasku sebentar, airmata sudah ada di emerald ini.
"ya sayang.. siapa dia?" jawab Gaara sambil menunjuk Sasuke, err keduanya memang tak ada basa-basi.
"Uchiha, kakak kelasku" ucapku. Sedikit melirik Sasuke, dan apa yang kulihat, datar, tidak ada kekecewaan, tapi kenapa dia bisa bilang menyukaiku?
"hoo… Uchiha.. Sasuke?" jawab Gaara. Eh, tau darimana dia?
*Normal POV*
Sepertinya Gaara telah mengetahui semuanya, Sasuke? Dia hanya bisa diam ditempat sambil menopang dagu, menunggu reaksi Sakura dan Gaara selanjutnya. Aneh memang, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa jika perempuan yang di sukainya itu milik orang lain dan bukan hanya sekedar pacar kan? Melainkan TU-NA-NGAN!
"ah!" Gaara langsung memeluk Sakura dengan erat, bimbang, pikiran Sakura tidak jelas. Dia ingin melanjutkannya tapi disitu ada Sasuke! Dan dia tau kesepakatannya dengan Gaara saat sudah tunangan, apapun yang Gaara lakukan juga tidak melebihi kodrat-nya, Sakura tidak boleh menahannya.
CUP
Diciumnya bibir ranum Sakura dengan hasrat. Dia tidak suka jika Sakura dengan pria lain, apalagi di ruangan tertutup seperti ini. Ooh, apa jadinya kalau lelaki di depannya ini melakukan sesuatu yang menyebabkan ia dan Sakura berpisah? Itu tak boleh terjadi!
Di jilat dan di gigit kecil bibir sexy Sakura itu, tidak lupa Gaara memasuki ruang di dalam mulut Sakura itu. Mengemut-emut tanpa ada jeda, membuat Sakura sedikit mengerang karna hampir kehabisan nafas. Dia tidak mungkin mati hanya karna dicium oleh tunangannya kan?
"ahh… Garaa-kun" Sakura mendesah, dia langsung menutup mulutnya karna malu saat menyadari dia berucap apa barusan. "Uchiha…" ucap Sakura lagi saat nafasnya sudah teratur. Dia lupa bahwa ada Uchiha Sasuke di ruangan itu. Dan yang dia lihat, Sasuke menatapnya dengan mata saringan mangekyo-nya. Tatapan membunuh itu datang hanya sementara, karna sesudah itu, Sasuke mengembalikan mata onyx seperti semula, Sakura sedikit merinding dengan apa yang dilihatnya.
"hey Sakura.. Sayonara" ucap Sasuke sambil pergi meninggalkan kedua insan yang habis bermesraan di depannya itu. Sakura merasa tidak enak hati melihat bahu Sasuke yang pergi meninggalkannya.
"kenapa?"
"mm, tidak apa-apa, jangan dipikirkan"
.
.
.
"Apakah kau menyukainya?"
.
"Bolehkah kau menyukainya?"
.
"Apa yang terjadi jika sampai dia menyukaimu?"
.
"Bagaimana kisah mu dengan dia selanjutnya?"
.
"Akan bahagiakah dia jika kau merampas semua kesayangannya?"
.
.
.
'Aaah! Apa yang kupikirkan saat ini hah? Bisa-bisanya Gaara melakukan itu!' pikir Sasuke, sebenarnya ia tahu siapa Gaara itu, tapi dia tidak tahu bahwa ternyata Gaara lah tunangan orang yang dicintainya itu. Kenapa Gaara merampas semua milik nya? Tidak berhentikah Gaara untuk balas dendam atas kejadian dulu itu?
Sasuke hanya berdecak kesal saat dia harus kembali ke pesta Temari itu, tidak harus balik ke sana sih memang, dia juga bisa pulang naik taksi, tapi dia sangat menyayangi mobilnya itu.
.
.
"Apa aku harus pergi dari muka bumi ini? Dan tidak kembali lagi?"
.
"Bisakah aku melakukan itu?"
.
Tidak mungkin. Ayolah Sasuke, kau harus mencoba membenarkan ini semua. Tidak apa-apa kan jika dia merampas sedikit milik orang lain? Lagipula mungkin itu juga tidak terlalu penting untuk orang itu kan? Majulah, jangan terus mengalah, bisa-bisa apa yang sudah kau gapai dengan susah payah, dirampas dengan mudah oleh penjahat licik itu.
"Teme?!"
"ehn? Dobe?"
"apa yang kau lakukan disini?" ucap pria pirang itu.
"hn, hanya menikmati angin malam" ucap pria raven itu.
"ya aku tahu itu Teme, aku juga menikmatinya.." ucap Naruto.
"Dobe, mana pacarmu?" tanya Sasuke.
"hm, dia itu tidak boleh jalan malam hari sama Ayah-nya. Bagaimana bisa aku mengajaknya pergi sampai malam-malam begini Teme baka?" ucap Naruto.
"hn, ikutlah bersamaku" jawab Sasuke sambil memutar bola mata onyx nya itu.
"kau, sakit hati ya Teme?" ucap Naruto yang membuat Sasuke kaget. Tapi dia bisa menahan itu semua.
"tidak juga" ucap Sasuke, bimbang juga pikirannya, apa perlu dia curhat pada teman—sahabatnya ini?
"jangan berbohong Teme, aku sudah bisa melihatnya dari wajahmu itu" seringai Naruto pada sahabatnya kelasnya itu. Walau Sasuke di kelas pendiam, tapi Sasuke selalu care bersamanya, dia sering ngobrol bareng saat bosan dengan pelajaran kelas, terkadang sampai dimarahi Tsunade-senpai.
"apa yang kau lihat dari mukaku Dobe?" jawab Sasuke.
"kesal, benci, senang, bimbang, tidak peduli, semuanya jadi satu" ucap Naruto.
"huh? Tau darimana kau?" jawab Sasuke jujur, kenapa sahabatnya ini bisa mengetahui isi hatinya dengan mudah?
"dari kecil, aku sudah tau tentangmu" ucap Naruto, ya, kalau bisa dibenarkan memang Naruto selalu ada di samping Sasuke dari dulu, tapi Sasuke selalu berambisi bahwa Naruto tidak akan tahu tentangnya. Tapi pikirannya ternyata salah.
"memang kau tahu kenapa aku merasa seperti itu?" ucap Sasuke.
"kau ditolak kan?" ucap Naruto to the point entah kenapa membuat Sasuke tersedak ingin tertawa.
"kenapa kau malah tertawa Teme? Bukankah itu menyakitkan?" Tanya Naruto melihat reaksi si raven ini, aneh sekali.
"tidak, aku hanya ingin tertawa, tapi kau salah, Uchiha itu tidak pantang mundur, lihat saja nantiya" ucap Sasuke.
"jadi kau serius?" ucap Naruto terkejut, baru kali ini Sasuke serius akan cinta.
"hn, kenapa tidak? Lagipula, memang kau tahu siapa yang aku incar?" Tanya Sasuke.
"hahaha.. pentolan kelas XII kan?"
"hn"
Sasuke merasa aneh, kenapa orang disebelahnya ini bisa tahu semua tentang dia? Padahal berbicara tentang cewek pun Sasuke tidak pernah. Sudahlah, lagipula hanya Naruto yang tahu, tidak akan terjadi apa-apa kan?
.
.
At KIHS
.
.
"hey forehead" panggil Ino ke sahabatnya itu.
"hmm, ada apa pig?" Tanya Sakura.
"kau tidak tahu?"
"tahu apa?"
"banyak berita muncul lho tentangmu!" ucap Ino yang disambut reaksi tidak mengenakan pada diri Sakura. Pantas saja saat masuk sekolah ini banyak yang membicarakannya.
"ya, aku sudah tahu."
"benarkah kau..?" tanya Ino kaget. Yah, bagi Sakura lebih baik semua tahu kenyataan bahwa dia sudah bertunangan dengan Gaara, supaya Sasuke menyerah, itu lebih baik.
"ya, benar" jawab Sakura, dia menunggu ke-histeris-an sahabatnya saat dia tahu bahwa sahabatnya ini sudah bertunangan usia muda, sangat muda.
"NAA-NIIII? Sakura serius? Kakak kelas kita itu banykak penggemarnya lhooo! Apa kamu mau sampai dibunuh oleh para fanatik nya Sasuke-senpai karna kau telah pacaran dengannya?!" teriak Ino, dia seperti ingin meledakkan kepalanya sekarang, bagi Ino, Sakura itu tidak lebih dari sekedar tahu nama sang Uchiha, Sakura sama sekali tentang kakak kelas atau apalah, karna itu tidak menyangkut pelajaran kan?
.
.
.
DAMN
.
.
.
"apaaaa?"
"yaampun forehead? Kenapa kau tak jujur padaku siih? Aku itu kan bukan hanya sekedar sahabatmu kan? Kita sudah seperti saudara kan? Kenapa hal sekecil itu saja sampai harus disembunyikan?! Apakah kau begitu tegaa?" ucap Ino sambil sedikit memukul meja.
"err.. bukan itu pig…" ucap Sakura.
"well! Kalau sampai ada rahasia diantara kita berdua, dan kau baru memberi tahu sesudahnya, walaupun itu 1 hari setelah kejadian itu, kita akan putus hubungan!" ucap Ino dengan heboh.
"kau bicara apa sih pig? Pacar mana aku punya? Sasu—err Uchiha? Kenal saja tidak, aku saja baru menatap langsung saat kemarin karna dia menciumku secara tiba-tiba! Jangan menyindirku egois dong!" Sakura mulai kehilangan kesabaran, kenapa sahabat yang ia kenal dan percaya bisa menyindir dia sebegitu dalam? Apa dia punya salah? Apa harus dia yang di pojokkan?
Ino terdiam. Apa itu yang dinamakan sahabat? Apa sahabat tidak boleh punya privasi yang memang tidak boleh di beri tahu orang lain? Apa semua pikiran harus di curahkan kepada sang sahabat? Benarkah itu artinya?
Sakura akhirnya bisa mengendalikan diri. Bagaimana pun juga, Ino—pig adalah sahabat satu-satunya di KIHS ini, tidak ada tempat berbicara selain pada Ino karena semua orang merasa dirinya paling hebat yang tidak suka berteman dengan kalangan rendah, padahal dia bukanlah orang seperti itu.
"dengar pig.. sahabatku satu-satunya, kau adalah yang terbaik buatku, aku ingin memberitahukan semuanya kepadamu, tapi, apakah dilarang jika aku ingin memiliki waktu untuk sendiri dan mempunyai privasi yang tidak boleh diganggu gugat orang lain?" ucap Sakura, suara nya melembut. Ino menatap Sakura nanar.
"ma, maafkan aku karna telah egois Sakura.." ucap Ino, menahan aimatanya jatuh dari pelupuk matanya itu.
"ya.. setiap orang sudah pasti pernah salah kan?" ucap Sakura menenangkan hati sahabatnya itu.
.
.
.
"You are really my best friend"
.
"sure?"
.
.
"bagaimana kelanjutannya?" ucap pria berambut merah itu.
"seperti yang anda pikirkan, si brengsek itu mulai menghanyutkan nama baik anda" ucap pria yang ditanya itu.
"benarkah? Fu..fu..fuu.. Sasuke sayang, sampai kapan kau terus membuatku kewalahan? Walau tidak pernah ada yang berhasil ditangamu?" ucap pria mer-marga Sabaku itu sambil melihat data di computernya.
[Profile Picture]
Uchiha Sasuke
Clan from Uchiha Corp
Cynical, Arrogan but he had left her parent's dead, she now lives with brother in Madara Uchiha mansion, and…
Huh? Gaara menatap layar computernya bosan, apalagi melihat ada nama yang dibencinya di layar computer? dia benar-benar ingin segera membantingnya.
.
.
"do not ever expect you to win Uchiha"
.
.
"Do not ever think you're terrific Sabaku"
.
.
"we'll see who wins"
.
.
"though to be sure I" / "do not expect, just look at the first"
.
.
.
TBC
Hai, jumpa dengan saya author gaje, dengan fanfic yang mendadak terlambat publish, parah.
Maafkan saya jika fic ini kurang seru karna saya juga berambisi akan membuat readers bosan, dan di chap selanjutnya akan terlihat lebih seru. Mooto di fic saya sih begitu. Banyaknya tugas juga membuat saya kekurangan waktu, oh mohon maafkan saya sekali lagi.. dan tolong reviewnya ;]
