Fake love…?

Chapter 5

Halo, kembali dengan publish kilaat(padahal ngaret)… fic ini rada dikit karna kebanyakan actionnya, kalo kebanyakan, takut readers nya bosen, aneh memang, tapi cukup seru juga. Selalu kepikiran pengen buat fanfic, sampe2 pr belom selesai, haha, disini saya bawa ch. 5, bisa dibilang lagi ada pertempuran cukup sengit antara Sasuke dan Gaara, masalahnya Gaara beda sekolah dengan Sakura :3 terus Sakura gimana? read n review please ;}

.

hanazono yuri : seru ya? Makasih :3 pasti bakal update kilat!

ocha chan : saat ini direbutin 2 cowok, nantinya bakal satu laaah :P Gaara bener cinta apa gak? Kayaknya di chapter selanjutnya, bukan chapter ini.. hehe

hiruka aoi sora : halo aoi ;3 iya, Gaara bener2 panas ngeliat Sasuke! mungkin aku juga kurang tau-parah -_-" makasih reviewnya :]

Hikari Matsushita : intermezzo? apa itu kak :[ kayaknya apdet bakal jadi 2-3 hari sekali, pr nya memang berlimpah sihh, gomen, makasih sarannya..

Deauliaas : heheh SasuSakuGaara, kebetulan aku tidak terlalu tertarik sama Gaara-gomen, makasih atas saran dan ganbatte nya 8-]

.

.

Fake Love…?

Naruto by Masashi Kishimoto

Romance,Hurt/Comfort,Action

T+

TYPO(s)

"selamanya, aku tidak akan terpengaruh oleh gosip yang bererdar pig"

"tapi kau akan diamkan saja forehead?"

"jangan bicara terus pig, lihat saja kelanjutannya, aku cukup tertarik dengan apa yang Uchiha rencanakan"

"huh? Kau terlalu banyak baca komik mistery dan detective forehead.."

"so? Biarkan saja ini terus berlanjut!"

.

.

TIK.. TIK.. TIK..

Suara jam tidak pernah berhenti, terus berjalan mengelilingi lingkaran angka tanpa rasa bosan, sampai saat energi mereka telah habis. Seperti manusia yang terus berjalan di lingkaran kehidupan tanpa jeda, walau pernah resah dan bimbang, mereka terus berjalan sampai waktu yang memisahkan mereka dengan kehidupan.

Sakura melihat ajaran Tsunade-sensei dengan bosan, pelajaran ini sudah ia pelajari dirumah, sedangkan teman sebangkunya –sepertinya kebingungan akan soal yang diajari sensei-nya ini.

Di kelas yang berbeda Uchiha Sasuke sedang mengetik laptopnya yang ada diatas meja, bukan larangan memang untuknya sebagai murid terpintar—tanpa belajar. Selama itu tidak menganggu jalannya pelajaran dikelasnya ini.

[Email from Uchiha Itachi-nii]

Bagaimana reaksimu? Kau begitu direndahkan disini, apa mereka tidak tahu jika aku masih hidup? Aku tidak mau adikku dijelek-jelekkan, bagaimana dirimu selanjutnya, kau tetap adikku yang ku sayang..

[replay]

Jangan bercanda Itachi baka! Kita sedang dalam masa kesulitan sekarang.

[E-mail from Uchiha Itachi-nii]

Kau tidak perlu menganggap itu serius jika tidak penting, baiklah, apa kita mau coba berperang yang sedikit menyusahkannya?

[replay]

Memang kau tahu dimana kelemahannya?

[E-mail from Uchiha Itachi-nii]

Semua orang punya kelemahan, dan biasanya saat ini kelemahannya ada di kekasihnya Sasuke, kau yang disitu pasti tahu siapa kan?

[replay]

Haruno Sakura, clan dari Haruno Corp Style.

[Email from Uchiha Itachi-nii]

Bagus, kau ambil dia dari musuh kita!

[replay]

Ya, aku sedang melakukan rencana itu, tapi tanggapan ku sepertinya berbeda dengan yang Itachi-nii ingin lakukan, tidak apa-apakan?

[Email from Uchiha Itachi-nii]

Jangan bilang kalau kau tertarik?

[replay]

Apa aku harus mengucapkannya dua kali?

[Email from Uchiha Itachi-nii]

Yosh! Semangat ya.. aku ada klien sebentar lagi, bye :*

[replay]

Hn

.

"hee Sakura!" panggil pria raven ini.

"hm, senpai" jawab Sakura dengan bosan, dia sedang menikmati makanan kantin dengan lahap, tapi mood nya langsung menghilang saat orang yang digosipkan bersamanya itu datang. Apa tidak ada ruang untuknya untuk bersendiri?

"kenapa?" tanya Sasuke, melihat reaksi gadis didepannya yang aneh ini, padahal kemarin kekasih—tunangannya itu datang, kenapa dia tidak senang di sekolah.

"senpai bilang sayonara, kenapa masih disini?" ucap Sakura, sambil memakan jajanannya.

"hn, tidak boleh?" tanya Sasuke.

"boleh saja, tapi tidak perlu menggosipkan aku yang aneh kan? Apalagi tentang aku yang pacaran sama senpai? Padahal senpai sendiri sudah tahu status ku saat ini bagaimana" jawab Sakura sedikit malas, karna di sekelilingnya ada yang meliriknya sambil membisik-bisikkan namanya dan nama pemuda di depannya ini.

"oh itu gosip nya? Aku baru tahu" jawab Sasuke santai.

Sakura menatapnya geram, kenapa pemuda bermata onyx ini mendekatinya terus? Ada masalah apa yang mengakibatkan Sasuke mendekatinya? Lalu kenapa Sasuke sampai harus bertindak?

"kau siapa sih? Aku kan tidak mengenalmu, kenapa kau mendekatiku terus?" tanya Sakura, dia ingin kembali ke kelasnya, tapi jika masalah ini belum selesai.. lebih baik ia selesai kan dulu.

"kau mau tahu?" tanya Sasuke cengengesan, padahal Sakura bertanya serius.

"ya" jawab singkat Sakura, tatapannya aneh terhadap pemuda raven ini, dia benar-benar ingin semuanya berakhir dengan cepat.

"tanya saja kekasihmu eh? Orangtua mu juga mengetahui kok." Jawab Sasuke yang langsung mengecup dahi Sakura membuat penonton di kantin KIHS itu melongo tak percaya.

"kau.. sialan!" teriak Sakura yang disambut senyum tipis Sasuke, lalu Sasuke meninggalkannya sendiri di kantin.

"KYAAA! Sasuke-kun mencium pentolan kelas XII" ucap fans Sasuke dan disambut kya-kya nya fanatik Sasuke.

.

.

"berlebihan sekali sih?!" teriak Sakura yang membuat fans Sasuke terdiam. Oh, sepertinya Sakura bakal mempunyai haters.. sudah capek dengan Sasuke, malah musuh yang didapatnya di sekolah ini, sungguh berat hidupnya sebagai seorang Haruno Sakura!

.

.

"Gaara-kun?" ucap Sakura saat melihat anak kedua dari keluarga Sabaku itu menunggu ditaman sekolahnya.

"hm, akhirnya kau pulang juga" jawabnya santai, padahal daritadi banyak siswi dari kelas manapun menatapnya.

"yaa.. hehe, yuk balik?" ucap Sakura sambil memegang tangan Gaara dan menariknya agar berjalan bersama.

"huh, Sasuke-san di ambil, mahasiswa lain juga di tempel" ucap salah satu sisiwi kelas XII, sepertinya Sakura kenal, oh ya, itu teman sekelas nya Sasuke-senpai! Tadi ia melihatnya di kantin.

"a..apa?" tanya Sakura menanggapi cemoohan yang memang khusus di perlakukan kepadanya.

"mau dia membuangku, atau menjadikan aku yang kedua, ah, bahkan bukan siapa-siapanya Sakura sekalipun, itu bukan urusan kalian!" tiba-tiba sang Uchiha Sasuke datang dari belakang, membuat segerombolan cewek tadi ketakutan dan pergi.

"huh, kita bertemu lagi Uchiha" sedikit penekanan pada kata Uchiha, Gaara menatap Sasuke dangkal "terima kasih kau mau menjaga Tunanganku ini"

"hn" ucap Sasuke lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua lagi.

'apa yang dia pikirkan tentangku sih?' pikir Sakura sambil melihat punggung Sasuke menjauh, dan tidak terlihat lagi.

"ayo kita pulang" ucap Gaara.

"hn" ucap Sakura, tanpa sadar ia mengikuti cara bicara Sasuke yang dingin itu, sedikit jengkel, Gaara meneruskan jalannya sambil menyandang status 'pura-pura gak tau'.

.

"yang dia pikirkan apa sih?"

.

"memangnya kamu memikirkan ku?"

.

"aaa… sedang apa kau disini?!"

.

"perlukah jawaban?"

.

"hey, aku serius bodoh"

.

"aku sama sepertimu, bodoh, tidak tahu jalan keluar dari kehidupan aneh ini"

.

"kan ada satu jalan yang akan memutuskan kita, bahkan kita ak tahu itu akan terjadi kapan di hidup kita.."

.

"tapi itu menyakitkan.."

.

"kau tahu maksudku?"

.

"kematian kan?"

.

.

.

BURGH! Sasuke terbangun dari mimpinya, aneh sekali mimpinya itu, apa yang terjadi dengan pikirannya? Kenapa dia bisa memikirkan hal keji itu. Kematian, ya, itu yang memutuskan benang merah diantara ia dan orang tuanya. Sampai sekarang ia belum tahu betul apa yang terjadi oleh orang tuanya, tapi dia memutuskan tidak tahu melihat keadaan kakaknya yang tiba-tiba murung jika ia bertanya mengenai hal itu.

Sebaiknya jangan.

Sampai waktu yang memperlihatkan sendiri itu semua…

Dilain tempat dalam waktu yang sama, gadis bermahkota merah muda sedang berjalan ke dapur untuk mengambil air putih, apakah dia haus atau apa, dia juga bingung, tapi sepertinya air putih bisa menenangkannya.

Bingung? Ya, saat ini Sakura sedang dilandasi kebingungan, kenapa dia merasa aneh dengan sikap Gaara tadi?

Flashback—

Dua orang berbeda gender sedang berjalan ditaman, salah seorang mereka membawa es krim yang dijilatnya selalu. Tiba-tiba pria itu mencomot es krim wanita itu dan memakannya balik, ah, kesal sekali.

Lalu mereka berdua kembali berjalan dalam diam, sampai sang wanita memecah keheningan itu.

"Gaara-kun"

"ada apa Sakura-chan?" jawab lelaki yang diketahui bernama Gaara.

"apa kau tahu tentang Sasuke-senpai?" tanya wanita bermata emerald itu, kini mereka dalam obrolan serius.

"Uchiha… dia adalah musuhku di dunia entertaiment, perusahaan, aku sering kalah jika melawan dia, tapi terkadang dia mempunyai niat licik untuk melakukan itu." Jawab Gaara sedikit berbohong tentang niat licik.

"eh? Niat licik?"

"ya, yang terkadang sangatlah licik"

Sakura yang mendengarnya hanay bisa berdegup kencang, walau pertemuan yang ia jalani dengan Uchiha Sasuke tidak seberapa lamanya, tapi dia tahu betul Sasuke itu seperti apa. Sasuke itu sebenarnya kesepian, entah apa yang dirasakan lelaki itu, Sakura tidak begitu mengerti.

Dari mukanya yang dingin, memperlihatkan bahwa dia membutuhkan kasih sayang, tapi kasih sayang kan selalu diberikan orang tua pada anaknya? Apa Sasuke.. sudah tidak punya orangtua?\

Positive thinking! Kenapa kau bisa berfikir itu Sakura, jangan menuduh orang itu sembarangan, kau juga tidak tahu siapa orang itu dan asal-usulnya.

—Flashback end

.

Setidaknya aku begitu mencintainya sejak dulu…

.

.

"apa yang kau lakukan terhadap Sakura?"

"Kenapa kau bersikeras ingin tahu?"

"tentu, aku ini tunangannya, kau? Siapanya memang?!"

"setidaknya yang terikat adalah Sakura, jadi segala urusanku adalah bersamanya"

"ku tanya sekali lagi.. kau siapanya Sakura! Orangtuanya saja telah menyetujui pertunangan ini kok?"

"Aku?"

"ya BAKA!"

"Aku Uchiha Sasuke, anak bungsu dan mungkin terakhir di clan Uchiha Corp, dari dulu… secara resmi akulah suami-nya Sakura-chan"

"jangan berharap kau brengsek!"

"aku tidak berharap, ini sungguhan.. dimanakala orangtuaku dan Sakura menyetujuinya"

"memang kau sayang pada Sakura?"

"Sayang? Butuhkah alasan untuk menjawab pertanyaan bodoh itu?"

"piiiip…. piiip… piiiip….."

.

.

Shit, teleponnya putus!

.

.

TBC

GOMEN KARNA FICNYA DIKIIIIIT! Ahhaha.. minna! Selesai juga! Parah, ini cerita jadi ngolor-ngidul—apaini? Begini! Tenang, nanti ada romancenya, walau Straight Lemon, lemon mungkin hanya sedikit, makasih telah membaca,,, and I waitng for you review ;]