Fake Love?
Chapter 6
.
Kembali dengan saya—gada yang kangen. Saya membawakan cerita ini karna sedang ada waktu, mohon beri dukungan buat saya ya :) di chapter ini, Sasuke dan Gaara janjian mau ketemu—bukan kencan atau segala hal yang romantis oke?-_- Sakura? Please read and review! I waiting for you comment.
.
Stelliolitta : gitu ya? Aku kurang negrti bahasa inggris memang, bodoh-_- makasih sarannya :] ganbarimasu jugaaa—padhal gatau artinya apa-_-
hanazono yuri : iya, nakal di apdet laaah, maacih, aku juga suka ;3
Hikari Matsushita : hah?—masih tetep gak ngertii… feel belom berasa? Baik, aku panjangin lagi :D
Clarist : baik minna-san! Tapi disini gaada mystery-_-" apdet kilat? Pasti!
Aoi Kimie : siaaappp! Apdet ngaret nih! *kasih petir*
ocha chan : siiip.. nih next chap nya!
Kimeka ReiKyu : Gaara pasti akalh, kan pairingnya SasuSaku,, hehe..
.
.
Fake Love…?
Naruto by Masashi Kishimoto
Romance,Hurt/Comfort,Action
T+
TYPO(s)
.
.
"selamat datang Sasuke-sama.." ucap seorang pelayan. Sasuke hanya bergidik sedikit, lalu Sasuke bersama kedua rekannya masuk ke pintu besar dikanan dindingnya terdapat kata 'Sabaku Gaara room'. Sasuke hanya mendelik, apakah mansion Gaara itu sedikit err… norak?
"huh, kau datang juga Uchiha" ucap Gaara santai di tempat duduknya yang empuk.
"ya, aku selalu menepati janji sebagai seorang lelaki" jawab Sasuke malas. Dia tidak mau kesini jika saja Gaara tidak berkata hal yang tidak senonoh untuk pikirannya.
Flashback—
"Tuan Sasuke, ada telepon dari Gaara-sama" ucap Neji, salah satu pengawal dari bungsu Uchiha yang disuruh oleh Itachi.
"hn, bisa tolong matikan?" ucap Sasuke, dalam hati iya sangat muak, mana ada musuh bebuyutan memanggilnya lewat telepon?
"tapi dia terus menelpon" ucap Neji, jika itu bisa ia lakukan agar teleponnya berhenti, ia akan melakukannya daritadi.
KLIK
"ya ada apa sampai kau menelponku Sabaku"
"ada waktu?" jawab nya dari seberang sana.
"hish, menjijikan" ucap Sasuke geli. Sumpah, jika ini mimpi, ia menginginkan berakhir.
"aku tidak bercanda, di Sabaku Mansion di jalan XXX, sekarang, atau kau mau Sakura-chan menjadi santapanku malam ini?" Sasuke melongo "engh.. Gaara-kun" erang seseorang dari seberang sana. Dan pastinya itu main-mainannya Gaara.
"ergh, kau bohong Sabaku" ucap Sasuke antara percaya dan tidak percaya.
"terserah kau saja"
KLIK
"damn" ucap Sasuke lalu menyuruh pengawalnya—Neji dan Tenten—bersiap-siap.
—Flashback end
Kalau tahu begini adanya, lebih baik Sasuke tidur dari tadi, hari ini benar-benar melelahkan. Dugaan dia benar, Sakura tidak diapa-apakan, melainkan tidak ada siapapun di kamar mewah ini, hanya ada tuan muda err musuh nya, Sabaku Gaara.
Sasuke memandang Gaara aneh, kenapa muka Gaara memerah seperti tomat jika melihatnya? Bulu kuduk raven ini bergidik. Tapi dia langsung menghapus pikiran nakalnya, tidak mungkin musuh dan musuh saling… aahh! Pokoknya Sasuke tidak memikirkan itu.
Dan jangan sampai kejadian.
"ada perlu apa?" ucap Sasuke memecah keheningan. Gaara hanya kaget dan melihat Sasuke lalu tersipu malu, melihat bosnya yang takut—merinding, tenten pun berkesiap.
"ehm! Tidak, ada hubungan apa antara kau dan Sakura?" ucap Gaara sambil menatap mata onyx itu. Sedangkan lawan bicaranya hanya menanggapi dingin. Dan apa yang terjadi? Gaara memalingkan wajahnya yang merona. What did fuck? Pikir Sasuke.
"apa perlu ku beritahu?" ucap Sasuke, walau sepertinya ada aura aneh dari Gaara, Sasuke tetap bersikap biasa, sewajar-wajarnya ia bertemu musuh.
"ya, cepatlah" ucap Gaara menatap Sasuke, walau berakhir seperti tadi. Sasuke merasa mengerti, lalu menyuruh pengawalnya keluar dari ruangan Sabaku Gaara ini.
Setelah sudah dipastikan tidak ada prang selain mereka berdua, Sasuke tersenyum tipis "apa sudah horny hime?" ucap Sasuke yang dibalas mata melotot Gaara dan wajah merahnya.
"ehh err" Gaara tidak bisa berucap apa-apa lagi. Ketahuan, memangnya Gaara kenapa sih Readers?
Sasuke melihat pemandangan aneh itu dengan sebelah mata, oh, apakah begini sifat musuh nya itu?!
"sudah ya, aku masih ada urusan" ucap Sasuke pergi tanpa balasan sedikitpun dari Gaara. Apa yang sedang dilakukan Gaara? Dia hanya menutup muka nya yang memanas.
.
.
"Okaasan, aku masih mau main sama Itachi-nii"
.
.
"Sasuke-kun, pakailah bajumu dulu, kita bisa main nanti"
.
.
"Itachi-nii ga kemana-mana kan?"
.
.
"aku di kamar, selalu, tidak pernah pergi!"
.
.
"yasudah Okaasan, memang siapa sih tamu yang ingin datang? Apa seperntin ini?"
.
.
"penting buat kamu Sasuke-kun, iyakan Yah?"
.
.
"benar kata Ibumu Sasuke"
.
.
"Otouchan..?"
Sasuke kecil sedikit kesal dengan perlakuan ibunya yang mendandani-nya sampai seperti ini, pakai kaus casual saja dia sudah keren, tidak perlu sampai pakai kemeja dan dikasih bedak pula kan? Apapun judul acara-nya, dia benar-benar kesal karna waktu bermainnya disita. Oh my god…
"sudahlah Okaasan, aku udah cakep!" Ucap Sasuke kecil itu.
"ya.. anak ibu memang selalu tampan" ucap Ny. Uchiha lalu memeluk Sasuke kecilnya itu.
"permisi.."
"ah! Itu dia tamunya Sasuke!" ucap Okaasan Sasuke dan mengajaknya ke ruang tamu.
Sasuke hanya memandang bingung, ayahnya dan kakanya sudah duduk rapi disitu, merasa sedikit tidak enak Sasuke pun bertanya "ada apa ini Okaasan?"
"ini,, perkenalkan.."
Sasuke bingung dengan apa yang dilihatnya, tapi yang pertama kali direnunginya itu adalah
PINK
.
.
"saya sangat bersyukur"
.
.
"saya juga, tolong jaga surat ini sampai umur mereka layak, saya juga membawanya"
.
.
"akan saya simpan sebagai keramat, terimakasih mau datang!"
.
.
Damn, Sasuke memikirkan kenangan pahit itu lagi, masih terngiang dikepalanya saat Itachi-nii memberitahukan video dan surat aslinya itu, dan saat diteliti, memang benar itu tanda tangan kedua orang tua pink itu. Sasuke menghela nafas panjang, lalu tidur di ranjang empuknya, entah sejak kapan dia sampai di mansionnya, tapi dia benar-benar kelelahan.
At KIHS
"Haruno! Oiiii!" ucap Shikamaru memanggil Sakura dari depan pintu kelas.
"ehn! Iya? Apa?!" ucap Sakura sambil memandang Shikamaru, sedikit berbicara keras karna kelasnya dalam keadaan ribut.
"Sasuke-senpai mencarimu" ucap Nara Shikamaru mendekati Sakura.
"hah? Lagi?" ucap Sakura malas. Tapi karna Sasuke itu Kakak kelasnya, mau tidak mau ia harus menurutinya, atau mau di cap jelek? "ada apa senpai?" ucap Sakura melihat Sasuke sedang bengong di depan kelasnya.
"ah datang juga" balas Sasuke dengan senyum termanis, yang bisa meluluhkan hati wanita waras didunia ini, Sakura yang otak batupu sempat sedikit merasakan rona merah diwajahnya. Kasih atau tidak? Apa menunggu waktu yang tepat? Ah resiko memang banyak! Sudahlah beri saja! Pikir Sasuke. "ini, lihat map ini!" ucap Sasuke memberi map coklat kepada Sakura.
"map? Apa ini penting dan termasuk pelajaran?" ucap Sakura bingung.
"ya, penting untuk masa depan.." ucap Sasuke. "kalau bisa kau renungi bersama orangtuamu, karna belum tentu kau mengetahui jawabannya.
"hn,baiklah" ucap Sakura lalu balik kekelas tapi tertahan oleh Sasuke. "apa sih Senpai?!" ucap Sakura marah.
"jangan buka disini sayang,," ucap Sasuke lalu mencium kening Sakura dan meninggalkannya. Ah, saat itu ada anak kelas X yang termasuk fanatik Sasuke langsung shock.
.
.
"apa aku memang tidak bisa bersamanya?"
"aku bukan pengecut kan?"
"aku bisa mendapatkan semuanya selagi aku berusaha kan?"
"berarti aku bisa mendapatkannya kan?"
"kenapa selalu ada aku di pertanyaan atas?"
"selesai"
.
.
"ibu.. jangan bohong! Surat ini palsu kan?! Ayah juga berpikir begitu kan?! Mana mungkin ini sungguhan! Apalagi, video itu.. pasti dibuat-buat kan?!"
.
"jangan menangis sayang.."
.
.
.
TBC
Parah, ancur, gaseru, norak, ngebosenin. Aku tahu pendapat kalian pasti seperti itu.. dan.. TELAT PULA! Maaf readers, tugasku ini sungguh tidak masuk akal! Gurunya juga tidak punya hati, tapi, ch. 7 bakal pubolish kok dengan cepat! :) tunggu ya! And review please…
