Fake Love
Chapter 7
.
.
Halo semuanya, gimana? Cepet gak publish nya? Ah lagi senggang sih, sudahlah, kayaknya readers pada anggep Gaara homo ya? Eum, itu, author juga kurang tau-.-" pokoknya bida diliat gatau ch. Kapan, sekarang, Sakura lagi drop.. ;( kelanjutannya bisa dilihat, selamat membaca, jangan lupa review!
.
Aoi Kimie : hehe, makasih senpai, aku sama sekali gapernah masukin hati kok, Gaara? Di chapter ini gaada campur tangan gaara XD makasih reviewnya..
Kimeka ReiKyu : eheheh.. salah ya? Aku masih tetep bingung atas penjelasannya sih :P tapi aku bakal terus berusaha! Makasih sarannya!
hanazono yuri : nih apdet!
Hikari Matshusita : iyaaaa? Ini sekarang ada feel nya SasuSaku nih :3 Gaara maho? Ehum.. gimana jelasinnya yaaa?
Stelliolitta : maacih udh review! Masa' sih bikin penasaran? Bukannya ngebosenin? hehe
.
.
Fake Love…?
Naruto by Masashi Kishimoto
Romance,Hurt/Comfort,Action
T+
TYPO(s)
.
Tokyo, 04.49 – Tuesday, 19 July 2002
Gadis itu sedang memandang kertas yang ada di depannya, setelah setengah jam dia menjerit akan kejadian tadi, ditambah semua buktinya itu diyakini orangtuanya, Gadis itu semakin tidak percaya. Jadi selama ini perlakuan lelaki yang dia benci itu benar? Karna lelaki itu tidak ada salah, dan pangkatnya pun jauh lebih berbeda dari tunangannya itu. Siapa gadis muram itu? Sakura, ya, Haruno Sakura anak tunggal dari keluarga clan Haruno yang bekerja tentang style mode terkini.
Kepalanya kosong. Seperti hidup sudah berhenti, seperti tidak ada hal yang perlu diharapkan lagi. Sakura berkali-kali memandang kertas itu, dia ingin merobek kertas itu dan membuangnya, tapi tidak guna juga ia melakukan itu, karna Orangtuanya pun juga menyimpan kertas yang sama berisi hal yang sama juga.
Flashback—
Sakura berlari kecil kerumahnya, mata emerald itu sepertinya kelihatan sedang bingung, benar saja, daritadi yang ia pikirkan adalah dalam surat yang diberikan senpainya itu, dari pelajaran ke pelajaran yang ia tempuh, sesekali ia melihat kolong mejanya yang berarti map itu aman. Kenapa ia melihat? Tidak ada waktu yang pas, jika melihat di toilet, adik kelas banyak yang disitu, ditaman, itu tempat umum, di atap gedung sekolah, itu sih tempat orang pacaran bertemu!
Akhirnya bel sekolah berbunyi tanda pelajaran sekolah telah usai, Sakura langsung bergerak cepat untuk melihat map tersebut, walau sudah dipanggil Ino, dai pura-pura tidak mendengar dan terus berlari, sedikit ada rona merah di wajahnya.
"Tadaima!" ucap Sakura dan langsung memasuki kamarnya, jam telah menunjukan pukul 5 sore, tapi tidak ada keinginannya untuk membersihkan tubuh sebelum melihat apa yang dia pegang itu. Map coklat biasa, tapi mungkin ia tidak menyadarinya..
Bahwa didalam map tersebut adalah hal yang luar biasa.
Dengan degup hati yang tidak sabaran, Sakura pun membuka map itu.
.
Date : Wednesday, 14 May 1995
Title : Marriage
Sasuke Uchiha and Sakura Haruno
The existence of this letter stated that they had been paired
(Dengan adanya surat ini dinyatakan bahwa mereka telah dijodohkan)
This letter stored until age who deserve
(Surat ini disimpan sampai umur yang pantas)
With the signature of both parents bride, this letter is considered legitimate
(Dengan tanda tangan dari kedua orang tua mempelai, surat ini dianggap sah)
(Uchiha Sasuke) (Haruno Sakura)
.
[Anggap aja ada tanda tangan readers]
Sakura terbengong di kamarnya yang sunyi itu, hatinya seperti berhenti berdetak. Sakura pun mengubris pikiran negatifnya, walau dalam kenyatannya memang benar itu tanda tangan saat ia masih kecil. Sakura pun menyeruak isi map itu, dan ternyata ada yang tertinggal.. Video.. display video itu tertulis 14 May 1995.
Dengan sigap Sakura pun membuka video itu dan menyalakan di tape kamarnya. Dia pun melihat dengan seksama.
"ada apa ini Okaasan?" video itu masuk ke adegan yang bisa dilihat Sakura aneh, Sasuke dalam ukuran mini? Apa maksud Sasuke memberinya ini, tapi hati Sakura kembali berdegup kencang akan kejadian dalam video selanjutnya.
"ini,, perkenalkan" ucap Pria sambil menunjukkan seseorang yang jauh lebih kecil dibandingnya. Sakura merasa merinding melihat itu, itu adalah dirinya! Ya, dirinya dalam ukuran kecil!
"uh, Otousaan, ngapain kita kesini" ucap Sakura kecil sambil menggandeng tangan ayahnya. Jika Sakura berfikir, diperkirakan umjr Sakura kecil itu 9 tahunan..
Mereka pun duduk berhadapan, saling memandang gugup.
"ehm, kami mengajak kalian kesini sambil membawa anak kalian yang lucu bernama Haruno Sakura-chan ini untuk.." ucap kepala keluarga Uchiha itu tertahan, "memperlihatkan masa depan yang indah pada kedua anak ini" ucapnya lagi sambil mengacak rambut Sasuke kecil disampingnya.
"ayah! Aku jadi jelek tau!" ucap Sasuke kecil sambil membereskan rambutnya seperti semula.
Mata raven dan emerald pun beradu, sepertinya mereka saling tidak mengerti apa yang dibicarakan bos clan Uchiha itu.
"jadi, lihatlah surat pernyataan ini dengan baik" ucap Pria itu lagi sambil memberikan selembar kertas.
Kedua orang tua Sakura yang melihatpun langsung tersenyum bahagia, seperti surga ada di surat itu—alaaah berlebihan—faktanya, Uchiha itu adalah keluarga yang sangat telitih dalam memilih sesuatu yang penting, sungguh sangat bangga jika keluarga Haruno ini bisa bergabung dan bekerja sama dengan Uchiha.
"saya sangat bersyukur anda mau menyetujui surat ini!" ucap Wanita yang disebut-sebut Okaasan oleh Sasuke.
"tolong jaga surat ini sampai umur mereka layak, saya juga akan membawanya." Ucap ibunya Sakura kecil itu.
"akan saya simpan sebagai keramat, terimakasih mau datang!" ucap kepala bos Uchiha itu.
Akhirnya, keluarga Sakura kecilpun pulang, sebelum pulang mata itu kembali beradu. Dan..
"Sayonara Uchiha.."
"amarini Sayonara Haruno.."
END
—Flasback End
Sakura pun kembali memangis di tempat tidurnya, kamarnya yang dikunci dari dalam pun mengisyaratkan tidak ada yang boleh masuk, walaupun itu orangtuanya sekalipun. Orang tuanya hanya pasrah dan mengambil tindak lain yang mungkin bisa menenangkan anak semata wayangnya itu, mereka pun menelpon sseorang.
Sasuke terengah-engah dalam larinya, sudah jam 11 malam, jarang ada kendaraan yang berlalu lalang yang membuat dia tidak bisa menumpang atau naik taksi. Kenapa ia tidak menaiki ferrarinya? Uh, ban-nya bocor! Dalam keadaan darurat seperti ini kalu tidak bisa naik kendaraan ya berjalan kaki atau berlari. Dan sekarang dia berlari, tenggorokannya yang mulai kering meminta air itu pun semakin marah karna belum diberi juga, bagaimana mau minum, Sasuke saja baru bangun tidur karna ada telepon seseorang yang mengaggu tidurnya.
"uhh.. Sakura-chan!" ucap Sasuke yang terus berlari dalam rintikan hujan. Bagaimana tidak akget jika perempuan yang ia sayangi mengurung diri dikamar dan tidak ingin makan apapun, malah menangis yang dilakukannya? Kadang Sasuke tidak bisa mengerti perasaan wanita, atau tak akan pernah mengerti?
Brak!
Sakura mendengar pintu depan didobrak, tapi ia tak peduli, aksi ini harus ia lakukan!
"SAKURAA!" ucap seseorang mendobak kamar Sakura, dengan beberapa orang yang menenangkannya.
"uhh.. aku, aku.." ucap Sakura yang sudah ingin memulai aksinya.
Aksi? Ngapain? Readers tau?
BRUAK!
"SAKURA!" ucap Sasuke dengan keringat dingin membasahi wajah tampan itu.
"eh, ng Sasuke-senpai!?" jerit Sakura dengan suara serak, dia salah, ternyata yang datang adalah Sasuke Uchiha, bukan tunangannya.
"ap.. apa yang kau lakukan SIH?!" ucap Sasuke lalu medekati Sakura dan dengan sigap mengambil silet di tangan Sakura, oh, untung ia tepat waktu, jangan sampai Sakura bunuh diri dengan menyilet organ nadi di tangannya!
"uh! Kenapa Sasuke disini!? Kenapa bukan Gaara-kun?!" teriak Sakura.
Sasuke melihat botol air mineral di lemari samping tempat tidur Sakura, ia pun mengambilnya dan mendekati Sakura kembali.
"minumlah Sakura, suaramu serak tuh" ucap Sasuke, padahal suaranya lebih serak daripada Sakura, orangtua Sakura yang melihat kejadian itu lalu menutup pintu kamar Sakura.
"Sasuke-senpai.. kau serak juga" ucap Sakura.
"cepatlah minum!" ucap Sasuke sedikit tercekat.
Sakura pun meminumnya setengah botol dengan cepat, lalu ia langsung memberikannya pada Sasuke "kau lebih membutuhkan, minumlah" ucap Sakura.
Sasuke pun meminumnya sampai habis, dia melihat mata emerald wanita disebelahnya, lembab dan bengkak. Berapa lama ia menangis?
.
.
"ayo tidur"
.
.
"lalu kau bagaimana?"
.
.
"aku bisa tidur di sofa kecil itu"
.
.
"jangan, disitu sempit tidurlah di kasur"
.
.
"bersamamu? Huh? Bolehkah?"
.
.
"ukh! Cepat tidur saja!"
.
.
"baiklah sayang.."
.
TBC
Ah, makasih sudah membaca fic saya ini, ternyata lumayan juga ya, dengan keadaan perut lapar, saya terus melanjutkan fic absurd ini. Mohon reviewnya :)
