Fake Love

Chapter 8

.

Stelliolitta : berapa Chap? 9 kayaknya hehe.. aku aja bingun alurnya kayak gimana, yang pasti aku kerjain semua ini gak mikir tentang chapter yang sebelumnya, jaid lanjut-lanjut aja deh~ hehe, makasih saran dan review nya.

hanazono yuri : err… ini update kilat gak?

Hikari Matsushita : ini panjang…. Semoga aja :]

Aoi Kimie : oke

.

Halo, kita bertemu dengan autho gaje yang menyukai Sasuke. Salam hangat untuk kalian semua, dan terimakasih yang sudah mau review. Di kala yang panjang ini, saya memberi sedikit bocoran untuk chapter, saya masih kurang tau bakal sampai chapter berapa, masalahnya chapternya pendek-pendek dan emng kurang menggairahkan. Saya ingin cepat-cepat selesai-_-" supaya bisa buat yang baru lagi hehe. Sakura sama Sasuke naik pangkat yang tadinya hurt jadi romance, dan berkebalikan dengan Sakura dan Gaara. Kelanjutannya di bawah ini ya! ;)

.

.

Fake Love…?

Naruto by Masashi Kishimoto

Romance,Hurt/Comfort,Action

T+

TYPO(s)

.

"minumlah Sakura, suaramu serak tuh" ucap Sasuke, padahal suaranya lebih serak daripada Sakura, orangtua Sakura yang melihat kejadian itu lalu menutup pintu kamar Sakura.

"Sasuke-senpai.. kau serak juga" ucap Sakura.

"cepatlah minum!" ucap Sasuke sedikit tercekat.

Sakura pun meminumnya setengah botol dengan cepat, lalu ia langsung memberikannya pada Sasuke "kau lebih membutuhkan, minumlah" ucap Sakura.

Sasuke pun meminumnya sampai habis, dia melihat mata emerald wanita disebelahnya, lembab dan bengkak. Berapa lama ia menangis?

.

.

"tidak apa-apakah aku tidur bersamamu Sakura? Aku bisa kok tidur diluar" ucap Sasuke melihat wanita di sebelahnya yang hanya menatap kosong atap kamarnya ini. Sakura pun menatap Sasuke sayu.

"ehn.. kalau tidak ada seseorang, aku bisa melanjutkan aksi naif ku tadi, maaf sudah melibatkan mu Sasuke-kun.." ucap Sakura perlahan tapi pasti didengar oleh pria emo itu. Sasuke kaget saat dia dipanggil dengan surfiks –kun dari Sakura.

Sasuke pun memeluk Sakura. Sakura yang kaget langsung melepaskan pelukan Sasuke perlahan, tapi karna badannya melemah dia pun menerima pelukan Sasuke, dan memeluk balik. Sasuke yang menyadari kejadian ini hanya tersenyum tipis dan mencium aroma cherry dari kepala Sakura.

"untuk menghangatkan.." ucap Sasuke. Sakura hanya menggeliat mencari posisi yang enak di dekapan Sasuke. Sasuke pun merenggangkan pelukannya sedikit.

Sasuke merasa tidak enak dibagian bawah. Seperti ada yang menegang disana. Tapi pikirannya segera ia gubris. Dan ia pun mempererat dekapannya. "kau milikku Sakura."

"ehn.." Sakura merasa hal yang sama dengan Sasuke, jantungnya berdetak gak karuan. Dan sepertinya ia mendapati bahwa celana dalamnya… basah.

Sasuke merasa tidak enak jika dalam keadaan seperti ini pun kembali merenggangkan pelukannya dan mendapati muka Sakura yang memanas, dia pun menopang dagu Sakura agar melihatnya. Ya, melihat lelaki yang sedang ada dipelukannya ini. Sakura hanya menatapnya sambil bernafas cepat, sepertinya ia kekurangan oksigen dibawah sana.

Sasuke tidak berucap apa-apa. Tiba-tiba ia mencium dengan nafsu gadis yang ia dambakan selama ini, sambil menggigit-gigiti bawah mulut Sakura perlahan agar dibukakan oleh mulut sexy wanita itu. Sakura hanya menerima itu semua, mau bagaimana lagi? Ternyata Sakura telah jatuh hati pada pria raven ini. Jika bersamanya, Sakura merasa aman, nyaman dan tenang.

Sasuke memulai tahap selanjutnya, Sasuke membuka kancing kemeja sekolah teratas Sakura. Salahkan Sakura jika Sasuke berbuat seperti ini, karna Sakura belum mengganti pakaiannya sejak tadi. Sakura hanya sedikit merinding dengan perlakuan Sasuke, tapi apapun yang ia lakukan untuk berhenti, Sasuke tetap menjadi suaminya juga.

Sasuke begitu takjub akan apa yang ia kerjainya selama beberapa detik ini, semua kancing kemeja Sakura telah terlepas dan menunjukan buah dadanya yang hanya di tutupi dengan pakaian dalamnya. Kemudian Sasuke memandang mata Sakura lekat-lekat. Bolehkah dia melakukan ini? salahkah jika ia melakukan ini? Dosakah ia? Sakura yang merasa dilihat pun sedikit merona wajahnya, hilangkah keperawanannya malam ini?

.

.

.

.

.

Konoha International High School, Wednesday, 20 July 2002, 06.45

Gadis pirang panjang itu berlari dengan kencang menuju sekolahnya, 15 menit lagi Kakashi-sensei akan mengajarkan pelajaran yang amat penting, satu menit tidak datang pun akan tertinggal berbagai macam makna pelajaran tersebut. Apalagi Kakashi-sensei itu tipe orang yang cuek dan tidak akan mengulangi pelajaran yang telah ia bahas.

Ino sampai dalam waktu yang tepat, Ino sampai saat Kakashi-sensei masih ada di kantornya, kurang dari 2 menit lagi memang. Tapi hati Ino sungguh lega jika ia tidak tertinggal satu kata pun dari Kakashi-sensei. Tapi ada keganjalan yang menimpanya saat ia duduk dibangku kelasnya. Teman sebangkunya tidak ada, ya, Haruno Sakura tidak ada. Dimana dia? Padahal dia termasuk murid yang rajin dan jarang absen walau sakit pun. Biasanya gadis pink itu datag 30 menit sebelum kelas dimulai, dan belajar pelajaran yang akan dipelajari, tapi sekarang? Dimana gerangan perempuan itu?

Ino sudah merasakan sifat aneh Sakura dari kemarin saat Sasuke-senpai memanggilnya untuk memberikan map. Sehabis itu? Sakura melihat map coklat itu terus menerus. Ino merasa khawatir, namun senang juga! Karna rencananya bersama Temari-san—chapter 1-2—mungkin berhasil. Bisa juga cara Uchiha itu! Pintar sekali.

Di lain kelas, cowok ber-marga Uzumaki juga sama kebingungannya dengan Ino. Sasuke yang biasanya datang lebih cepat 5 menit dari dia, dan walau sudah mengerti semua pelajaran, ia tetap masuk walau sama sekali tidak mendengarkan pelajaran. Yah, walau mau bolos atau izin, dia pasti meminta Naruto memberitahukannya pada Tsunade-sensei. Tapi sekarang? Aneh!

Akhirnya Naruto pun mengikuti pelajaran dengan kegelisahan.

10.30 – istirahat KIHS

Ino menghampiri kelas XII-B, bermaksud untuk menemui Sasuke. Tapi saat menanyakan pada Temari Sasuke tidak masuk. Oh, Ino semakin takut. Akhirnya dengan lesu, ia kembali ke kelasnya. Waktu istirahat sudah habis, Ino pun semakin malas untuk melihat papan tulis. Bermaksud untuk tidur.

"Sakura?!" ucap Madara-sensei. Ino dengan sigap melihat pintu kelas, Sasuke sedang menopangnya agar bisa berdiri. Sakura hanya tersenyum.

"ohayou semua, maaf saya telat.. hehe," ucap Sakura cengengesan. Lalu dia melapaskan Sasuke dan pergi ketempat duduknya disamping Ino "sudah, Sasuke-senpai ke kelas saja, terimakasih!" ucapnya lagi.

"hn"

Kelas menjadi hening. Mau bagaimana lagi, orang yang sedang digosipkan tidak masuk bersama-sama dan akhirnya kembali kesekolah bersama-sama. Apalagi, Sakura terlihat lesu dengan mata yang sedikit membengkak. Pikiran negatif mulai mengerayangi anak-anak kelas XI-A itu.

"apa?" tanya Sakura saat semua penjuru memandang ia dengan tatapan aneh.

"err.. tidak Sakura-chan!" ucap semua murid serempak.

"ooh.." balas Sakura dan mulai mengambil buku dari tasnya.

Ino hanya melongo tidak percaya.

.

.

.

"tidak seperti itu Ino" ucap Sakura. Agak sedikit malas memang menjawab pertanyaan histeris dari Ino.

"lalu kenapa kalian bisa kesekolah bareng?!" ucap Ino.

"ada suatu masalah Ino.. haha!" ucap Sakura, tidak bisa mengontrol dirinya sama sekali. Dia bingung harus berbuat apa. Masa' sih dia memberitahukan perihal kemarin dengan sahabatnya dengan mudah?

"Sakura…" panggil rambut merah. Gaara.

"lho? Gaara-kun?" tanya Sakura. Bulu kuduknya berdiri. Apa dia tahu?

"aku pergi bertugas lagi, maaf selama aku di Jepang aku tidak bisa membahagiakanmu." Ucap Gaara sambil menyentuh pipi Sakura.

"hn.. iya" ucap Sakura sambil memeluk Gaara.

"aku sudah mengetahui semuanya" ucap Gaara sedikit membisikan ke telinga Sakura.

Sakura langsung menengok ke Gaara. Air matanya berlinang "maaf.." ucap Sakura.

"tidak apa.. jika itu yang terbaik untuk kalian.." ucap Gaara sambil mengusap lembut mahkota pink perempuannya err perempuan lain?

Sakura pun memberika satu kecupan manis di mulut Gaara, walau hanya sebentar, itu adalah kenangan manis untuk Gaara.

"terimakasih.. yoroshiku"

"Ya!"

.

.

"sudah ketahuan ya?"

"em, Ino.."

"sudahlah tak usah dibahas" ucap pria raven itu.

"yaa… " peluk wanita emerald itu.

"wah.. wah.. baru sebentar saja kau sudah memelukku, padahal saat belum mengetahui semuanya, aku seperti hina sekali di matamu" ucap Sasuke membalas pelukan kekasihnya lembut.

"err.. lagian kamu tidak memberitahukannya sejak kemarin" ucap Sakura sambil memukul pelan dada bidang Sasuke.

"haha: Sasuke meringis sedikit.

"setelah kau lulus, aku akan melamarmu lho.. hati-hati ya?" ucap Sasuke cengengesan.

"kau sudah melakukannya padaku, ya pasti kau harus bertanggung jawab baka!" ucap sakura.

"yayaya sayang…"

.

.

.

TBC

Kembali! Hehe.. tenyata aku emng gabisa buat lemon, malah kena lime doang. Hadehh-_- gomeen, sebenernya ini sudah selesai, jadi sekranag afifa tinggal buat prolog, prolog nya itu dari kenapa bisa tunangan sama gaara, kenapa orangtua Sasuke meninggal, dan semuanya yang kalian pernah tanya sama aku, sampai yang 'kenapa gaara kayak gitu? Homo ya-_-' uh. Aku jawab itu semua di prolog ya! ;) minat buat review penyemangat?