Fake Love
Chapter 9
.
Halo, apa masih ada sambutan buat Author gaje ini? Ah tidak apa, di fic ini emang beneran yang terakhir, dan mungkin gak panjang karna ada sequel(lanjutan) sama epilog[sumpah malu banget di chap sebelumnya itu prolog ya?] gemen deh-_-, LOLA!. Jadi, mulai darimana?
.
NE : haha, menyinggung? Sedikit-_- ah gapapa kok, aku juga ngerasa alurnya kecepetan, di chap ini aku mau kasih tauin, makasih saran dan reviewnya.. :)
Stelliolitta Ivyore : hahaha… beneran gaada yang salah? Padahal aku rasa salah disemua sudut? Tentang lemon ya..? mau gimana lagi-_- pelajar muda belom begitu mengerti! Hehe;) Makasih saran dan reviewnya
Hikari Matsushita : iya kecepetan-_- gregetnya dimana ya? Kemaren keselip, jadi mau ditaro disini, akasih saran dan reviewnya
Salmonella Thyposa : err.. iya makasih sudah mengingatkan-_- sebelum aku publish chap 8 aku baca fic yang ada prologna, jadi salah nulis deh.. hehe makasih saran dan reviewnya
hanazono yuri : apdet kilat… begini?
Aoi Kimie : iya tamat :') oke ini lanjut
ocha chan : kenapa ya? -_-
.
Fake Love…?
Naruto by Masashi Kishimoto
Romance,Hurt/Comfort,Action
T+
TYPO(s)
.
Epilog and Sequel
.
Ciit.. ciiit
Suara burung berkicau dengan merdunya, menandakan pagi mulai muncul, bunyi suara masakan dan aroma ini membangunkan lelaki raven itu menuju ke dapur. Diratapinya sang istri mudanya, dengan mahkota pink dan tubuhnya yang… uuh.. begitu menggiurkan.
Sasuke sedikit miris sekarang, dulunya wanita itu bukan miliknya, tapi sekarang didapatinya dengan mudah, baru saja kemarin mereka mengeluarkan janji sumpah setia di depan altar pernikahan. Memory yang tidak bisa dilupakan. Sasuke tersenyum tipis dan mengingatkembali kejadian saat itu.. diwaktu sebelum pemberian surat itu, ya surat penjodohan 10 tahun yang lalu.
Flashback—
"apa maumu Sasuke Uchiha?" ucap Gaara sinis. Oh, jangan-jangan Sasuke mau melakukan hal keji? Karna Sasuke sudah tahu bahwa Gaara berpenyakit seperti ini?
"tidak, aku tidak akan berbuat jahat, lagipula penyakitmu yang membuatku menggiurkan itu sudah ku gubris dipikiranku. Aku ingin berbicara sesuatu." Ucap Sasuke sambil mengeluarkan map Coklat dari tasnya.
"ehm, apa?" ucap Gaara merona malu, tuh 'kan ketahuan? Pikir Gaara. Lalu ia mulai mencerna isi dalam map Coklat itu.
"buka" suruh Sasuke sambil memberikan map itu pada Gaara.
"seperti bos saja" ucap Gaara pelan, tapi hanya senyum yang menghiasi wajah Sasuke.
Dengan sesksama, Gaara membaca perlahan. Lalu Gaara menatap wajah Sasuke. Oke, Sasuke takut sekarang, mau apa Gaara? Memukul? Atau bahkan membunuhnya langsung? Gaara pun tersnyum sinis. Kemudia dia mendekati Sasuke.
"pffft…errggghhhh" erang Sasuke. HAH?! Sasuke? Ap, apa maksudnya?
Dengan cepat Gaara menjilati leher Sasuke, Sasuke lantas mendorongnya. Apa-apaan perlakuan ini? Uh, di leher Sasuke ada bercak warna merah.Fuck!
"SHIT! Apa yang kau lakukan hah?!" ucap Sasuke setelah mendorong Gaara hingga terjatuh.
"apa? Itu pembalasan buatmu karna baru memberitahukan surat ini sekarang" ucap Gaara sewot.
"yayaya, dengan begini aku bisa mendapati Sakura kan?" tanya Sasuke sinis.
"aku memang selalu kalah darimu Uchiha" ucap Gaara, ada sedikit rasa kecewa dari nada bicaranya.
"aku minta maaf, tapi kita tetap bersaing dalam pekerjaan kan?" ucap Sasuke, sepertinya mengejek.
"ya" ucap Gaara lalu pergi.
Gaara menginginkan Sakura buka karna jadi istrinya saja, melainkan membuang penyakit gilanya ini, sejak kuliah Gaara telah mengidap penyakit ini, sulit rasanya. Hingga ada Sakura yang baik terhadapnya, dan mau menerima kekurangannya. Tapi Gaara malah sering misi, ya misi juga termasuk untuk menghilangkan pikiran akal sehatnya itu. Jadi Gaara bisa melihat Pria—musuh—mati didepannya, mungkin saja dia akan membaik keadaannya.
Sayang ternyata ditambah Sakura yang diambil Sasuke, dia harus semakin berusaha keras agar bisa mengiklaskannya. Sebenarnya Gaara sudah muak dengan ini dan ingin membunuhnya sejak tadi, tapi jika ia menginngat Sakura, hatinya perih, ia tidak mau Sakura menangis dihadapannya, dan penyebab menangisnya itu gara-gara ia sendiri.
—Flashback End
"Sasuke.. kenapa mematung disitu sayang?" ucap Sakura yang sudah berdiri di depan suaminya itu.
"tidak.."
"hmm.. gara-gara kau semalam, aku jadi agak susah untuk berjalan, rasanya berdenyut-denyut jika melangkahkan kaki." Ucap Sakura sedikit merona.
"apaaa? Benarkah? Lalu buat apa kau sekarang didapur? Maaf ya sayang.. semalam nafsuku sudah mengubris akal sehatku" ucap Sasuke sambil memegang lembut wajah Sakura.
"tidak kumaafkan"
"kenapaaaaaa?" ucap Sasuke. Entah kenapa didepan Sakura ia merasa seperti anak kecil.
"kalau kau tidak menciumku, aku tidak memaafkanmu" ucap Sakura lalu dengan tanggap Sasuke melumat habis bibir kekasihnya itu. Aneh sekali pasangan muda ini.
.
.
.
.
"Sakura, kenapa kau bisa menerimaku dengan mudah?"
"ucapanmu aneh sayang"
"aku serius" ucap raven itu sambil melihat mata emerald itu.
"aku harus bilang apa?" ucap gadis bermarga Haruno itu.
"aku hanya ingin tahu" ucap Sasuke "aku takut kau hanya menipuku dan meninggalkanku, aku tidak mau kesepian untuk kedua kalinya."
Sakura tau apa maksud Sasuke, Sasuke telah ditinggalkan orang tuanya 3 hari setelah dibuat surat perjanjian itu. Seperti informasi yang didapatnya, orangtua Sasuke dan Sakura sedang merayakan hasil surat itu. Kedua orang tua Sasuke berada di depan sementara orangtua Sakura di belakang, saat sedang mabuk, yaa saat itu sudah jam 1 pagi, jadi jalanan sepi. Tapi kepala keluarga Sasuke tidak menyadari jika mobilnya itu di alur jalan yang salah.
Tiba-tiba ada mobil tronton melaju kencang ke arah mobil dengan 2 pasangan itu.
Uchiha langsung membelokkan mobilnya, tapi sayang tronton itu ikut membelokkan mobilnya, uchiha langsung memberhentikan mobilnya dengan cekatan, mobil tronton itu dengan sukses menabrak dari depan, dalam hitungan detik meledaklah kedua mobil itu, 4 insan meninggal dengan tragis, ada 2 orang yang masih hidup, ya, pasangan bermarga Haruno itu memang mengalami kefatalan. Tapi mereka masih hidup dengan keadaan yang memprihatinkan.
Sejak saat itu, keluarga Haruno selalu menyempatkan ke makam Uchiha setiap 2 bulan sekali, untuk minta maaf dan terimakasihnya.
"sejak pandangan pertama kita itu.. aku sudah mencintaimu Sasuke-kun" ucap sakura lalu mencium mulut Sasuke lembut.
.
.
.
.
END
PARAAAHH! Ini gak ada lemonnya, lime pun gak ada! Maaf readers, besok aku UKK jadi bingung gituin alurnya, ditambah lama banget gak publish, jadi langsung publish aja sekarang GOMEN SANGAT!
Thanks buat yang udah komen, follow dan fav, aku sangat menghargai itu semua..! gomen kalau cerita ini endingnya SAMA SEKALI gak menarik:
Thanks for
Hakumi Uchiha, Jurig cai, Kimeka ReiKyu, Aoi Kimie, hanazono yuri, ocha-chan, Hikari Matsushita, Dochka, mako-chan, igin, Deauliaas, Stelliolitta, Clarist, NE, Salmonella Typhosa
.
.
You guys are making my spirit make this fanfiction :)
