FIRST
DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO
STORY BY JURIG CAI
PAIR: NARUFEMSASU
RATED : T
WARNING: AU, OOC, TYPO, BAHASA ANCUR, PLOT BERANTAKAN, DLL
FIC RATED T PERTAMA AUTHOR, LEA SADAR MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM FIC INI, JADI…MOHON SARANNYA YA..
(LEA KEMBALI MENGGUNAKAN NAMA SASUKE, SETELAH MENERIMA SARAN DARI BEBERAPA READER. SEMOGA KALI INI LEBIH NYAMAN MEMBACA FIC YANG LEA BUAT).
DON'T LIKE DON'T READ
Ada yang tidak beres dengan kepalanya.
.
.
"Ayo menyerah bersamaku."
.
.
Kata-kata itu selalu terngiang di pikirannya, membuatnya merasa… aneh. Rasanya… setelah sekian lama, ia ingin, sangat ingin, untuk percaya bahwa ada seseorang yang mau menanggung beban ini, bersamanya.
.
.
$(-.-)$
.
.
.
"U..uciha-san?" Ucap Hinata ragu, saat ia dan Sasuke berjalan beriringan menuju ruang guru dengan tumpukan buku di masing-masing tangan mereka.
"Hn?"
"A..apa kau.. ba..baik-baik saja?"
"Apa maksudmu?"
"A..ano..ka..kau sering melamun. a..apa ada masalah?"
"Hn." gumam Sasuke tak jelas.
Akhir-akhir ini, setelah pembicaraan tidak jelas ujung pangkalnya dengan Naruto malam itu, Sasuke memang sering berpikir, kenapa ia bisa terjebak dengan si landak pirang itu. Dan yang lebih mengherankan… ia membiarkannya.
Pandangannya pada Naruto memang jadi lebih baik, setidaknya ia berpikir Naruto tidak setolol yang ia kira.
Dan sejak malam itu juga, ia lebih sering menghabiskan waktu dengan laki-laki itu, berdebat, membantunya mengerjakan pr dan pulang bareng. Terkadang Naruto juga makan malam dirumahnya, atas dasar undangan ibunya, tentu saja. Berhubung Naruto sudah tidak punya orang tua, tidak ada yang keberatan ia menghabiskan waktunya dikediaman Uchiha. Bahkan sekarang ia sudah di anggap bagian dari keluarga.
"Ka..kalau ada masalah..ka..kau boleh menceritakannya padaku." Ucap Hinata yakin. "Ka..kalau kau tidak keberatan." Lanjutnya lagi saat ia melihat tatapan datar Sasuke.
Setelah itu mereka kembali terdiam. Kesunyian di antara mereka terasa canggung sampai sebuah suara cempreng yang paling di benci Sasuke menghancurkan ketenangan itu.
"Sasukeee.. apa yang kau lakukan? Eh, ada Hinata juga." Sapa Naruto riang. Wajahnya yang ceria sangat bertolak belakang dengan ekspresi muram yang terpampang di wajah Sasuke.
"Na..Naruto-kun.." Sapa Hinata malu-malu. Tubuhnya yang mungil beringsut kebelakang Sasuke, membuat Sasuke mengernyit heran. Dari sudut matanya, Sasuke dapat melihat dengan jelas wajah Hinata yang bersemu merah.
Ia benar-benar lupa gadis ini menyukai si landak pirang.
"Bantu kami membawa ini ke meja kakashi sensei." Ujar Sasuke tenang.
"Eehh?"
"Kenapa?"
"Ti..tidak.. bawa buku segini sih bukan masalah untuk ku."
"Bagus." Ujarnya sambil menyerahkan buku yang sedari tadi di bawanya.
"hyuuga, punyamu juga.'
"E..eehh?"
Tanpa peduli tatapan tak percaya keduanya, Sasuke segera menyambar buku di tangan Hinata dan menaruhnya diatas tumpukan buku yang ada di tangan Naruto. Dan tanpa merasa bersalah, ia segera menyeret Hinata kembali kekelas, Meninggalkan Naruto yang terlihat kerepotan dengan buku-buku itu di tangannya.
Walaupun sudah agak jauh, mereka masih bisa mendengar suara Naruto yang berteriak jengkel.
"Sasuke sialaaannnn."
$(-.-)$
.
"Kenapa kau bisa menyukai si landak pirang itu?" Tanya Sasuke langsung, Ketika mereka sampai dikelas. Suasana kelas yang agak sepi saat istirahat membuat Sasuke nyaman bertanya masalah yang mengganggunya beberapa hari ini.
"E..eehh?"
"Apa yang kau sukai darinya?" Tanya Sasuke lagi tanpa peduli wajah Hinata yang sudah sangat merah.
"A..apa.. terlihat jelas?"
"Hn"
"E..etto..aku suka semangatnya."
'Hanya itu?' Batin Sasuke sangsi.
"Semangatnya yang tanpa mengenal kata menyerah itu.. aku menyukainya. Ka..karena aku ini lemah, aku berharap bisa sedikit memiliki semangat pantang menyerahnya itu." Ucap Hinata lagi.
"Apa kau sudah menyatakan perasaan mu?"
"I..itu.. aku.. tidak pernah berpikir ingin menjadi kekasih Naruto kun."
'Hah?'
"A..aku mengaguminya. Sangat. Bagiku, melihatnya dari jauh sudah cukup. Aku tidak punya keberanian untuk berharap bisa berjalan di sampingnya."
'Haaaahhh?'
"Mu..mungkin..jika di ibaratkan aku ini seperti bayangan. Gelap, terabaikan dan selalu setia mengikuti dari belakang. Tapi, aku tidak keberatan. Karena itu yang ku inginkan." Ucap Hinata tanpa ragu, yang membuat Sasuke makin heran.
Baiklah.
'Ada yang tidak beres dengan kepala gadis ini' Pikir Sasuke prihatin. Lagipula ia tidak mengerti konsep bayangan yang dimaksud Hinata.
Bayangan?
Mengikuti dari belakang?
Maksudnya stalker?
Dan setelah kejadian itu, Sasuke memutuskan menjaga jarak dengan si gadis Hyuuga.
.
.
$(-.-)$
.
.
Sayangnya, rencana tinggal rencana.
Walaupun ia sudah memutuskan menjauhi Hinata, nyatanya Sasuke sudah terlanjur nyaman dengan gadis itu sehingga enggan berbaur dengan gadis lain. Terlebih sejak Haruno Sakura mengajaknya pulang bersama.
Ajakan yang ia terima dengan berat hati.
Image Sakura dimata Sasuke tidak pernah mencapai level baik, terutama jika kau sering melihatnya menghajar Naruto. Dia.. mengerikan.
Dan berisik.
"Sasuke-chan, apa Naruto masih sering mengganggumu?" Tanya Sakura ramah saat mereka berjalan dikoridor yang mulai sepi dari murid-murid yang berlalu-lalang.
"Hn."
"Dia itu memang bodoh."
"Hn"
"Dan keras kepala."
"Hn."
"Tapi dia tidak pernah berniat buruk, jadi kau tenang saja,ya."
"Hn"
"Walaupun begitu, kupikir kalian bisa berteman baik." Ucap Sakura lagi, kali ini dengan suara lemah. Sasuke terlalu memperhatikan kata-kata Sakura sehingga tidak menyadari nada sedih yang diucapkan gadis itu. Dan tanpa sadar ia menghentikan langkahnya.
"Aku tidak sudi berteman dengannya" Ujarnya datar. 'Atau salah satu diantara kalian.' Lanjutnya dalam hati.
"A..ah.. begitu. ta..tapi aku sering melihatmu bersamanya."
"Jalan pulangnya sama denganku."
"Oh begitu." Ujar Sakura sembari menghembuskan napas lega. "Aku selalu khawatir si bodoh itu akan membuat ulah." Lanjutnya sambil tertawa kikuk. Setelah terdiam dalam keadaan canggung yang tidak mengenakkan, Sakura tiba-tiba merogoh tasnya, menatap handphonenya sekilas kemudian menatap Sasuke dengan wajah menyesal.
"Gomen Sasuke-chan aku lupa ada janji dengan Ino. Kau tidak keberatan aku pulang duluan?"
"Hn."
"Ba..baiklah kalau begitu. Aku duluan ya, sampai besok. jaa."
"Hn."
Tanpa membuang waktu, Sakura segera meninggalkan tempat itu, meninggalkan Sasuke yang masih memandangnya curiga.
"Jadi kita bukan teman?' Tanya seseorang yang membuat Sasuke segera membalikkan tubuhnya. Walaupun tanpa melakukan itu pun Sasuke sudah bisa menebak siapa orang yang tengah berbicara padanya.
Saat ini, dihadapannya, Naruto berdiri dengan wajah lesu dan muram, yang membuat Sasuke sedikit merasa bersalah.
"Berhenti mengagetkanku."
"Maaf." Sahut Naruto lagi, masih dengan tetap memasang wajah menyedihkan itu. "Apa hubungan kita selama ini bukan teman?" Ulangnya, yang membuat sasuke menghela napas lelah. Ia jengah membahas topik pertemanan. Topik yang tidak pernah dan tidak ingin ia kuasai.
"Bukan…kita bukan teman." Ucapnya datar. "Hubungan kita lebih dari itu."
"eeehhhh?"
"Aku tidak pernah mengatakan rahasiaku pada seorang teman, tolol." Ujarnya kesal, kemudian kembali melangkahkan kakinya, mengabaikan Naruto yang masih mencerna ucapannya dengan wajah terbodoh yang pernah ia lihat.
Saat hampir mencapai gerbang sekolah, Sasuke bisa mendengar derap langkah kaki yang tengah berlari kearahnya. Dan detik berikutnya, seseorang meraih jemarinya dan menggenggamnya erat.
"Malam ini aku makan dirumahmu ya."
"Hah?"
"Masakan ibumu enak." Ucapnya riang sambil menarik tangan Sasuke agar mempercepat langkahnya. Naruto bersyukur ia berdiri di depan sehingga wajahnya yang memerah luput dari perhatian Sasuke. Karena entah kenapa, kali ini ia enggan menjelaskan tentang wajahnya yang terasa memanas, atau debar jantungnya yang membuatnya sesak.
Perasaan ini baru pertama kali dirasakannya.
Menyesakkan sekaligus menyenangkan.
Tapi ia tidak keberatan.
.
.
.
tbc.
$(-.-)$
.
.
author notes:
haaaiiii minnaaaaa…
akhirnya bisa update juga.. hehe…
lea akui fic ini makin aneh, makin gak jelas dan makin amburadul.
lea juga bener-bener minta maaf klo ada yang merasa kurang nyaman baca fic ini setelah lea mengubah nama sasuki menjadi sasuke di chapter ke dua. coz ada beberapa reader yang kesulitan membayangkan femsasu klo namanya di ubah dan malah membayangkan chara lain. sooooo… harap maklum. hehe..
sebenernya, chapter pertama mau di edit tapi g tau caranya, salah-salah malah kehapus. ada yang tau cara publish chapter yang dah di edit?
di tunggu review dan sarannya yaaaaa…
special thanks:
Aicinta, Nujeri29, , Zocchan (makasih banget sarannya yaaaa), Dee chan-tik, MORPH. review kalian menyemangatiku….
