FIRST
DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO
STORY BY JURIG CAI
PAIR: NARUFEMSASU
RATED : T
WARNING: AU, OOC, TYPO, BAHASA ANCUR, PLOT BERANTAKAN, DLL
FIC RATED T PERTAMA AUTHOR, LEA SADAR MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM FIC INI, JADI…MOHON SARANNYA YA..
(LEA KEMBALI MENGGUNAKAN NAMA SASUKE, SETELAH MENERIMA SARAN DARI BEBERAPA READER. SEMOGA KALI INI LEBIH NYAMAN MEMBACA FIC YANG LEA BUAT).
DON'T LIKE DON'T READ
Sasuke tahu, berdekatan dengan Naruto merupakan kesalahan besar.
Namun ia juga menyadari, dirinya lebih nyaman saat lelaki itu ada disampingnya.
.
.
.
$(-^-)$
.
.
.
"Baiklah. Untuk tugas kali ini, sensei akan membagi kalian ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Neji, tolong tulis nama setiap kelompok dipapan tulis."
"Baik." Jawab Neji tegas dan segera beranjak ke depan kelas, ia kemudian mulai menulis nama setiap kelompok dengan seksama.
Untuk sesaat kelas ini terasa hening, sebelum sebuah teriakan menghancurkan ketenangan itu.
"Sakura-chan, kita satu kelompok!" Jerit Naruto yang dibalas delikan tidak terima dari gadis itu.
"Sensei, kenapa kau membuatku harus satu kelompok dengan baka Naruto?"
"Memangnya kenapa?"
"Aku tidak suka." Jawabnya ketus.
Naruto hanya tersenyum miris mendengar keluhan gadis pujaannya itu. Hal yang wajar sebenarnya. Mengingat kronologis kejadian yang serupa hampir selalu terjadi setiap Naruto dengan gigih terus mendekati Sakura tanpa kenal lelah dan selalu berakhir dengan penolakan gadis itu.
Tapi kali ini ada yang berbeda, dan itu sama sekali tidak wajar.
Naruto tampak lebih tenang dan santai menghadapi ucapan ketus yang terlontar dari bibir Sakura. Biasanya, pemuda itu akan langsung menanggapi ucapan Sakura dengan menggebu-gebu, Hingga tak jarang membuat pemuda itu harus menerima pukulan keras dari gadis berambut merah muda itu akibat kekesalan yang memuncak mendengar ocehannya.
.
.
Dan seluruh kelas tampaknya menyadari hal itu.
.
.
"Kau baik-baik saja Naruto?" Tanya Iruka sensei khawatir. Ini pertama kalinya Naruto bersikap setenang ini di kelasnya.
"Eh? Tentu saja." Jawab Naruto dengan sedikit bingung.
"Kau yakin? Hari ini kau sedikit pendiam."
"Aku baik-baik saja sensei." Jawab Naruto lagi dengan yakin. "Kalian kenapa sih?" Tanyanya saat menyadari seluruh kelas menatapnya heran, sebelum perhatiannya kembali terarah pada papan tulis.
"Hei Sasuke, kau juga satu kelompok denganku." Jerit Naruto riang, yang anehnya, kembali mendapat perhatian seluruh penghuni kelas. Bahkan, Shikamaru pun bangun dari tidur cantiknya setelah menyadari keadaan kelas yang mendadak hening.
"Tolol." Rutuk Sasuke putus asa.
.
.
.
"Sa..Sasuke..chan.."
"Hn?" Gumam Sasuke pelan saat ia merasa gadis Hyuuga itu memanggil namanya. Berhubung saat ini kedua tangannya membawa kantong berisi sampah yang lumayan berat, yang merupakan tugas piketnya kali ini, membuatnya sulit berkonsentrasi pada suara lemah Hinata. Sayang, ia tidak bisa memanfaatkan Naruto saat ini, karena pemuda itu dipanggil Kakashi sensei keruangannya.
"Sasuke…chan."
"Ya?"
"A…ano… bo…boleh aku memanggilmu..Sasuke..chan?" Tanyanya penuh harap.
"Kau baru meminta izin setelah 2 kali memanggil nama kecilku?" Tanyanya tak percaya. Dengan nada sarkastis andalannya, ia kembali melanjutkan. "Aku tidak punya pilihan lain selain mengizinkanmu, kan?"
"Go…gomen." Ucap Hinata buru-buru. Ia sebenarnya hanya ingin mencoba memanggil nama kecil Sasuke, walau satu kali. Dan berharap mereka akan menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Seperti dua sahabat yang selalu ia tonton dalam dorama favoritnya. Jujur saja, ia sangat mendambakan hubungan manis seperti itu. Tapi melihat respon dingin Sasuke, sepertinya ia harus memendam keinginannya.
"Apa hari ini kau juga akan pulang bersama sepupumu itu, Hinata?"
"E..eeeehhhh?"
"Kenapa?"
"Ka…kau memanggilku 'Hinata'."
"Tidak boleh?"
"Ti..tidak…bu..bukan begitu… ma..maksudku…aku… senang."
"Hn?"
"Sasuke chan mau memanggilku dengan nama kecilku… aku merasa… kita ini sudah seperti teman sungguhan."
"Kita memang teman, baka." Atau setidaknya itu yang ia pikir selama ini, mengingat ia tidak bisa bergaul sedekat ini dengan gadis lain.
"A..anooo.. a…arigatou Sasuke chan." Ucap Hinata malu-malu, Dan seperti biasa, wajahnya kembali bersemu merah. Kalau dipikir-pikir wajah Hinata mudah sekali memerah. Dan anehnya, warna merah yang menyapu pipi gadis itu justru membuat wajahnya terlihat… manis.
.
.
$(-^-)$
.
.
.
"Tadaima."
"Okaeri Sasuke-chan.. Naruto-kun." Seru ibunya riang seraya menghampiri Sasuke dan Naruto yang tengah melepaskan sepatu.
"Makan malam hari ini di bawa oleh Konan lho… dia pandai sekali memasak."
"Bibi terlalu berlebihan." Sahut seorang wanita, yang kemudian bergabung dalam kelompok kecil itu.
"Selamat datang Sasuke-chan." Sapa Konan ramah, yang dibalas Sasuke dengan gumaman tak jelas.
"Jangan merendah begitu." Ujar ibunya, masih tidak mau kalah. Hal itu justru makin membuat Konan salah tingkah. Perhatian Konan kemudian teralih pada sosok pemuda pirang yang berada disamping Sasuke.
"Ah, ini Naruto-kun, teman Sasuke-chan." Ucap ibunya, masih dengan rasa antusias berlebihan yang seperti tidak ada habisnya.
"Hallo, aku Uzumaki Naruto, salam kenal."
"Salam kenal juga, Naruto-kun. Kau boleh memanggilku Konan."
"Baik, Konan-nee." Jawab Naruto sambil memasang senyum lebar andalannya.
"Sasuke-chan, ayo cepat ganti baju, kita makan malam."
"Hn." Gumam Sasuke malas, dan segera beranjak menuju kamarnya. Dalam hati, ia merutuki wanita yang dengan seenaknya menyusup masuk ke dalam kehidupan keluarganya.
Kehidupannya.
.
.
.
Sasuke mengakui, dengan terpaksa dan berat hati, makan malamnya memang enak. 'Perempuan ini jago masak.' Gerutunya dalam hati. Dan mungkin hal itu juga yang menjadi nilai tambah dimata kakaknya.
Mungkin ia juga harus mulai belajar memasak.
"Kalian sudah lama berpacaran?" Tanya Naruto, yang entah kenapa malam ini kembali memilih duduk disamping Sasuke.
"Ya…" Jawab Konan dengan nada menerawang. "Kurang lebih sekitar 3 tahun."
"Wah lumayan lama juga ya."
"Iya." Sahut Konan dengan wajah sedikit bersemu merah.
Melihat hal itu, mau tidak mau mengingatkan Sasuke pada gadis Hyuuga pemalu dan pembicaraan terakhir mereka yang terbilang tidak jelas. Obrolan mereka memang masih kaku seperti biasa, hanya saja, kini gadis itu lebih sering merona dari biasanya dan terus memandang Sasuke dengan tatapan haru.
Sepertinya saling memanggil nama kecil bukan ide bagus.
"Sebenarnya, sebentar lagi kami berencana untuk menikah." Lanjut Konan tanpa diminta. Dan tanpa peduli wajah Sasuke yang tiba-tiba pucat dan tubuhnya yang berubah kaku setelah pernyataan itu, Konan melanjutkan.
"Sasuke-chan…" Panggil Konan lembut, yang membuat Sasuke terpaksa menatap perempuan itu.
"Aku sangat senang bisa memiliki adik seperti Sasuke chan."
.
.
.
tbc
.
.
.
author notes: yeeeeiiiii update...
ehem.. sebelumnya lea mau minta maaf pada semua reader tentang chap 3 yang bener-bener rancu n ambigu, juga alurnya yang cepet bgt. gomen ne.
updatenya chap ini juga sebagai tanda berakhirnya profesi lea sebagai reviewer fic para newbie, coz setelah dipikir-pikir, review lea kebanyakan kritik dan saran dibanding pujian, jadi gak enak hati. padahal fic bikinan sendiri juga jauuuuhhhh dari kata sempurna.
makanya, lea memutuskan kembali ke alam seharusnya lea berada, hinata's world (yang baca n review pair ini aja).
tapi tenang… pair lain tetap lea review koq, tapi gak bakal sesering kemarin.
dan bagi para author newbie yang kena kritikan lea… gomennasai neeee. sumpah! lea gak ada maksud untuk menjatuhkan semangat author, hanya ingin berbagi ilmu sebagai sesama newbie.
semoga gak ada yang tersinggung.
amin.
dan kayaknya, fic ini gak akan lebih dari 7 chap… lea udah stuck banget kalo lebih dari itu!
btw ada yang menyadari keberadaan sai yang menghilang dari penceritaan? hehe…dia akan muncul lagi setelah beberapa chap, coz masih dalam perawatan stelah insiden di chap sebelumnya. gkgkgk…
special thanks to:
dee chan-tik (gomen ngebut, ada mama di belakang, takut kena omelan jadi…terpaksa fic ini lea bikin cepet.), nujeri29 (thx reviewnya.), fuyutsuki hikari, (makasih bgt infonya yaaa, cukup berguna juga.), azusa thebadgirl (lea nyoba ngangkat tema incest, tapi udah down duluan, jadinya fic ini nanggung bgt ya), aicinta (lea gak akan bosen baca review mu,hehe.), MORPH (gmn chap ni? semoga chap kali ini memuaskan.), dikdik717 (thx reviewnyaaaa), aristy (reviewmu menyemangatiku), zzz (hope you like this chap. thx reviewnya.) augesteca (singkatnya mereka baru tahap ttm,xixixi). zoccshan (infomu bener-bener membantu, makasih yaaaa)
terimakasih juga untuk semua yang sudah mau memfav dan memfollow fic gaje ini.
hontou ni arigatou.
