FIRST
DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO
STORY BY JURIG CAI
PAIR: NARUFEMSASU
RATED : T
WARNING: AU, OOC, TYPO, BAHASA ANCUR, PLOT BERANTAKAN, DLL
FIC RATED T PERTAMA AUTHOR, LEA SADAR MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM FIC INI, JADI…MOHON SARANNYA YA..
SEBELUM LUPA, FIC INI TERINSPIRASI DARI SERIAL CANTIK BERJUDUL APPLE TREES, FILM BOLLYWOOD LAWAS: KUCH-KUCH HOTA HAI, AVATAR MOVIE DAN OTAK ERROR AUTHOR.
(LEA KEMBALI MENGGUNAKAN NAMA SASUKE, SETELAH MENERIMA SARAN DARI BEBERAPA READER. SEMOGA KALI INI LEBIH NYAMAN MEMBACA FIC YANG LEA BUAT).
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
"Maukah kau menjadi kekasihku?"
Sesaat setelah kata itu terucap, terjadi kesunyian tidak menyenangkan yang menyelimuti mereka. Naruto masih tetap menatap Sasuke lekat, membuat gadis itu risih. Ditambah debaran jantungnya yang sulit di tenangkan, makin memperparah keadaan.
"Kenapa?" Tanya Sasuke akhirnya. Jujur saja, Naruto yang serius membuatnya canggung.
"Apanya?"
"Kenapa aku harus menjadi kekasihmu?" Tanyanya lagi.
Untuk sesaat, Naruto tampak terdiam mencerna pertanyaan Sasuke itu, sebelum akhirnya menjawab dengan yakin.
"Karena kau satu-satunya yang tidak pernah mendorongku pergi," dan tanpa melepas tatapannya dari Sasuke, dengan pasti ia melanjutkan. "Satu-satunya yang mau menerimaku."
Untuk beberapa saat, kata-katanya itu sukses membuat Sasuke terdiam. Melihat hal itu, kini giliran Naruto yang merasa canggung dan…gugup. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Naruto merasa semangat hidupnya berkurang drastis.
"Baiklah…" Gumam Sasuke tak jelas. "Sekarang aku takut."
"Huh?"
"Lagipula…ada seseorang yang harus kau pikirkan." Lanjutnya acuh.
"Siapa?"
"Sakura."
"Kenapa dengannya?" Tanya Naruto bingung. Sedangkan Sasuke hanya bisa memutar matanya kesal.
'Tuhan, apa kebebalan pemuda ini memang sudah mendarah daging?' Ratapnya dalam hati. Dan kembali melangkahkan kakinya tanpa pikir panjang. Mengabaikan, bahkan cenderung tak peduli pada tatapan Naruto yang penuh harap.
"Heeeiii, setidaknya jawab aku dulu." Raung Naruto tak terima. Sebelum akhirnya memutuskan mengejar langkah Sasuke.
.
.
$(-"-)$
.
.
"Akhir-akhir ini, Naruto sepertinya berubah, ya, Sakura." Ujar Ino dengan nada menyebalkan seperti biasa. Sakura hanya mendelik tak suka sebelum memutuskan meladeni teman, yang lebih pantas disebut musuh itu.
"Apa maksudmu, Ino?"
"Dia tidak pernah lagi mengejarmu setelah kedatangan si anak baru itu."
"…"
"Aku jadi bertanya-tanya, ada apa dengannya?" Ujarnya lagi, kali ini dengan nada lemah. Ia agak sedikit kecewa melihat respon Sakura yang terbilang pasif.
"Dia hanya bosan." Ujar Sakura akhirnya. Untuk beberapa saat tampak tak yakin.
"Huh?"
"Ketika seorang lelaki lelah, mereka akan mencari tempat pelampiasan. Itulah yang dilakukan Naruto sekarang." Jelasnya kaku. Pandangannya kemudian tertuju pada Hinata yang berjalan di belakangnya. Hinata, yang menyadari dirinya tengah ditatap dengan intens, balas menatap Sakura dengan pandangan bertanya.
"Kau juga berpendapat begitu kan, Hinata?"
"A…anoo, a-aku…" Gumam Hinata gugup karena tak pernah menyangka akan di ikut sertakan dalam pembicaraan ini.
"Ah, aku lupa. Kau sekarang berteman dengan Sasuke, kan?"
"…"
"Padahal kupikir kau memihak padaku." Keluh Sakura dingin.
"Sa-sakura… go-gomen. Aku… tidak begitu paham apa yang membuatmu gelisah." Jawabnya takut-takut. "T-tapi… aku tahu satu hal, Naruto-kun sangat memperhatikanmu."
"Tentu saja dia memperhatikanku," ujarnya jengkel. "Dan akan selalu begitu."
"Sa-sakura... Bi-bisakah kau tidak terpaku pada Naruto yang dulu dan mulai melihat Naruto yang… sekarang?" Gumamnya lagi, yang makin membuat Sakura naik darah. Sementara Ino yang kini menjadi penonton, hanya berdiri diam. Berusaha sekuat tenaga menyembunyikan tawa girangnya.
Baru kali ini ia melihat Sakura yang emosi, dan itu karena…seorang Hinata?
"Kau benar-benar sudah menjadi teman Sasuke, ya." Ucap Sakura sinis, Hinata hanya bisa menundukan kepala, ada rasa tak enak hati yang menghampiri benaknya.
"Sa-Sakura…chan?"
"Pergilah ketempat temanmu itu." Perintah Sakura ketus, dan dengan langkah kesal bergegas beranjak pergi.
"Sakura-chan, a-aku… bukan teman Sasuke." Gumam Hinata dengan senyum miris. Namun entah mengapa, gumaman lirihnya mampu menembus gendang telinga gadis berambut merah muda itu dan sanggup menghentikan langkahnya dengan seketika. Saat pandangannya bertemu dengan tatapan penuh harap Sakura, dengan yakin Hinata melanjutkan.
"Sasuke lah temanku."
.
.
.
$(-"-)$
.
.
"Naruto." Sapa Sakura ragu ketika dilihatnya pemuda berambut kuning cerah itu masih berada di dalam kelas yang kini kosong.
"Sakura? Ada apa?" Tanya Naruto heran. Pemuda itu masih ramah seperti biasa. Namun, Sakura tahu ada sesuatu yang hilang dari dirinya.
Rasa.
Sakura menyadari, dengan terlambat, Naruto yang tergila-gila padanya sudah tidak ada lagi.
"Ti-tidak."
"Kalau begitu, aku pulang duluan, ya."
"Tunggu."
"Ada apa?" Tanya Naruto lagi dengan tidak sabar. Sikap Naruto yang menurutnya mendadak berubah itu, mau tak mau membuat Sakura sedikit canggung…dan merasa kehilangan.
"Ada yang ingin ku tanyakan tentang…Sasuke."
"Apa?"
"Akhir-akhir ini… ka-kau tampak dekat dengannya."
"Hm, begitulah." Ujar Naruto tenang bercampur heran, ia masih tidak mengerti arah pembicaraan ini.
"A-apa karena kau menyukainya?"
"Ya." Jawab Naruto langsung, tanpa pikir panjang.
'Jelas sekali pemuda pirang ini ingin segera mengakhiri percakapan mereka.' Pikir Sakura miris. Dulu ia tidak terlalu peduli tentang tanggapan pemuda ini setiap kali mereka terlibat obrolan ringan. Tapi sekarang, ia harus bersusah payah untuk bisa melanjutkan obrolan mereka.
"Begitu. Akhirnya kau menyerah mengejarku." Gumam Sakura muram.
"Hm."
"Kenapa?"
"Sakura..."
"Kenapa kau bisa menyerah semudah itu?"
"…"
"Aku menyukaimu, Naruto." Ucap Sakura lembut setelah terdiam beberapa saat, yang justru membuat Naruto tampak membeku di tempatnya.
"Apakah aku sudah terlambat?"
.
.
$(-"-)$
.
.
Bingung.
Itu yang dirasakannya saat ini.
Untuk orang dengan kapasitas otak yang tidak memadai, kata bingung bisa digambarkan sebagai fenomena yang mengguncangkan jiwa.
Ia terguncang!
Sesaat sebelumnya, ia ingin menanyakan beberapa hal yang bisa memberi penjelasan. Namun, raut suram di wajah gadis yang beberapa hari lalu masih menjadi ratu dihatinya, membuatnya bungkam.
Dan saat ia ragu untuk memutuskan, Sakura sudah pergi meninggalkannya sendiri.
Tanpa kejelasan mengapa gadis itu tiba-tiba tertarik padanya.
Kenapa harus sekarang?
"Na-naruto-kun." Sebuah sapaan ringan menyadarkan Naruto dari lamunannya yang mulai membuatnya frustasi.
"Ah, Hinata," sapa Naruto sedikit heran. "Apa kau melihat Sasuke?"
"Sa-Sasuke-chan sudah pulang lebih dulu." Sahut Hinata pelan. Tatapan kasihan yang Naruto lihat di mata gadis itu membuat Naruto hampir tak bisa berkutik.
"Begitu." Gumam Naruto sambil kembali berjalan tanpa maksud mengabaikan gadis itu. Otaknya yang terasa penat membuat kemampuan beramah tamahnya menurun.
"Na-Naruto-kun," panggil Hinata lagi. Membuat Naruto mendadak menghentikan langkahnya dengan perasaan bersalah. "Ka-kalau tidak keberatan, mau pulang bersamaku?"
"Eh?"
"Ada yang ingin kubicarakan."
.
.
$(-"-)$
.
.
"Sasuke Sialaaaannn." Teriak Naruto saat ia melihat Sasuke tengah duduk tenang di halaman belakang rumah sambil membaca majalah entah apa dengan santai. Yang pasti majalah itu bukan sesuatu yang menarik, mengingat semua buku yang di miliki gadis itu selalu membosankan. "Kenapa pulang duluan tidak bilang-bilang hah?!"
"Berisik."
"Kauuuu…"
"Lagipula… aku hanya akan mengganggu." Ucap Sasuke acuh, perhatiannya tidak lepas dari majalah yang terbuka di pangkuannya. Keacuhan dalam nada suara Sasuke membuat Naruto terperangah.
"Apa?"
"Aku melihatmu dan Sakura di kelas tadi."
"Ah, itu…"
"Kau pasti senang…. bisa mendapat gadis impianmu." Lanjut Sasuke tanpa peduli pada Naruto yang tampak merasa bersalah.
"Tidak seperti dugaanmu."
"Hn?"
"Sudah kubilang," seru Naruto penuh tekad. "Aku akan menyerah bersamamu."
"…"
"Aku tidak akan mengingkarinya."
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Sasuke sambil menaruh majalah yang sejak tadi berada dipangkuannya, sedikit terganggu. Dengan terpaksa mengalihkan perhatiannya pada sosok yang berada dihadapannya.
"Aku… sudah menyerah mendapatkan Sakura." Ucapnya dengan senyum lebar andalannya.
"Jadi sekarang…apakah kau bisa mulai mencoba melihatku?" Tanyanya gugup, dalam hati mengingat kembali pembicaraannya dengan Hinata beberapa saat lalu. Yang entah bagaimana memunculkan sisi optimisnya yang sempat hilang.
.
.
.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Hinata?" Tanya Naruto akhirnya, ketika gadis disampingnya itu belum juga membuka suara.
"A-anoo… a-aku tidak ingin bermaksud lancang, ta-tapi ba-bagaimana perasaan Naruto-kun pada Sakura-chan?
"Kenapa kau bertanya begitu?"
"Ti-tidak. Ma-maksudku…gomen, ta-tadi aku melihat Naruto-kun dengan Sakura-chan."
"Apa Sasuke juga bersamamu saat itu?"
"Y-ya."
"Begitu." Gumam Naruto pelan. Hinata yang berada di sampingnya hanya bisa menundukan kepala dengan perasaan tak enak.
"A-aku… jadi teringat saat pertama kali melihatmu," ucap Hinata malu-malu. "Saat itu aku berpikir, ka-kau orang yang sangat…aneh."
"…"
"Berani menantang orang-orang disekitar mu, juga tak gentar menghadapi orang-orang yang bertindak kejam. Keberanian yang tidak pernah bisa kumiliki…dan sejak hari itu, aku menyukai juga mengagumimu, Naruto-kun." Ucap Hinata lembut yang tanpa sadar membuat Naruto salah tingkah dengan wajah memerah.
"Tapi.. akhir-akhir ini aku belajar bahwa walaupun sulit dimaafkan. Terkadang bertindak kejam lebih manusiawi dari yang kau kira, terlebih jika kau harus memilih diantara dua hati. Meskipun begitu, aku yakin Naruto-kun bisa memilih yang terbaik dari yang paling baik. Aku akan selalu mendukungmu." lanjutnya sambil tersenyum lembut
"Hinata…"
"y-ya?"
"Arigatou."
.
.
.
"Naruto." Panggil Sasuke ragu.
"Hm?"
"Aku melihatmu."
"Huh?"
"Aku sudah melihatmu." Ujar Sasuke lebih jelas. Senyum lembut yang sangat jarang terukir diwajah pucatnya, mampu membuat Naruto terpana.
Dan salah tingkah.
"Lagipula, sulit sekali mengabaikan orang setolol dirimu." Lanjutnya pelan yang membuat Naruto kembali tersenyum lebih lebar.
"Aku tahu." Ujarnya sumringah. "Aku memang pria yang mempesona."
.
.
tbc
.
.
a/n: MAKIN ANCUR… AKHIR-AKHIR INI LEA KURANG BISA FOKUS, GOMEN NE..
btw chap kali ini hanya lea edit seadanya, jadi kalo ada banyak typo harap maklum yaaa.
.
.
aku melihatmu (I see you) bisa juga diartikan 'aku mencintaimu.' (ref: avatar movie.)
berhubung karakter sasuke bukan tipe blak-blakan, jadi lea pikir kalimat-kalimat ambigu cocok sama tokoh ini (?).
otak error. abaikan.
ehem back to topic.
dari awal, lea sengaja gak menambahkan pihak ketiga di fic ini karena….. tokoh utamanya yang mendapat peran itu.
yups… sasuke pihak ketiganya.
dengan catatan, dia gak sadar dirinya sudah menjadi pihak ketiga diantara sakura dan naruto.
gomenasai ne kalo melenceng dari dugaan.
andai lea bisa lebih pintar nulisnya, pasti gak akan jadi membingungkan gini.
author gak jelas memang selalu menghasilkan karya yang gak jelas juga.(pengakuan dari hati terdalam)
btw, chap kali ini makin aneh aja ya. alurnya kecepetan gak?
give me some advice… please...
(status author : take holiday …to heaven (#ngawur.)
.
.
special thanks for:
aicinta; haduh, reviewnya gak masuk?
reviewnya masuk koq, tapi ke email lea dulu, baru dipublish di kotak review. jadi pas ai-chan ng-review langsung masuk dan langsung lea baca di kotak email. tapi gak tahu kenapa agak lama publish di kotak review. dan terkadang, yang punya akun didahulukan dari guest.
dan untuk adegan kissu, sudah lea siapkan dichap depan. hanya tinggal menyeleksi konflik batin sasuke dan sakura yang gak rampung-rampung. ada saran? makin banyak saran makin cepet fic ni update. hehe maksa.
sachi Alsace; lea update kilat nie, smoga chap ini tidak mengecewakan.
Nivellia Neil; gkgk… kalo jawabannya gt, bkn sasuke namanya. btw, chap kali ni membingungkan gak?
nujeri29; semoga chap kali ini memuaskan. need some advice for next chap.
Nasumichan Uharu; hai, salam kenal ne. thx reviewnya ya… seneng ada yang suka.
Beautiful Garnet; iya, sulit bgt. terbayang-bayang terus,hiks. tapi makasih dukungannya yaaa, lea jadi semangat lagi. n thx juga sudah menyukai fic gaje ini. hehe, salam kenal ne.
ariesta87; gkgk, cerita gantung emang spesialis lea, hehe. semoga chap kali ini memuaskan rasa penasaranmu.
Aristy; hmm..hinata? di fic ini hinata hanya sekedar mengagumi naruto. jadi… tidak akan ada cinta segitiga. tapi slight naruhina… patut dipertimbangkan.
MORPH; thank you so much, reviewmu menyemangatiku! hope you like this chap.
CindyAra; lea udah update ni, hehe. smoga suka dengan chap kali ini.
Fuyuki Fujisaki; wuih, lea gak nyangka fic ni ada yang nungguin, hehe. smoga suka dengan chap kali ini. and please give me some advice. author kurang ide.
Aww; gkgk, emang sedikit extreme si, but I agree with you. hinata emang sedikit…tak biasa.
Rey: lea update ni. makasih reviewnya yaa.
.
.
[fic ini akan kembali digarap setelah lea pulang dari Krakatau]
see you in next time.
jaa
