CT belongs to Yoichi Takahashi
Egao No Mahou belongs to Chappy Ruki Oguri
.
.
.
Misugi's POV
.
Sialan Matsuyama itu. Gara-gara menuruti ajakannya makan malam di rumahnya membuatku harus pulang larut begini. Makan malamnya sih tidak apa-apa. Tapi tadi pakai mengajak teman wanita Yoshiko. Malah sok-sok an menjodohkanku dengannya. Itu sungguh membuatku tak suka.
Haus. Kini kau merasakan tenggorokanku kering. Oh ya aku tadi minum sedikit sekali. Aku akan mampir ke minimarket sebentar.
Aku mulai memparkirkan mobilku di pinggir jalan. Lalu mematikan mesinnya. Kemudian aku bersiap untuk keluar. Namun saat aku sudah keluar tiba-tiba...
BRUAK!
"Please, tolong aku." Kata seorang wanita. Dia menabrakku.
"Nee? Maksudnya?" tanyaku bingung.
"Sembunyikan aku!" kata wanita itu lagi dengan ketakutan dan panik.
"Dimana?" duh, kenapa aku jadi ikut panik begini.
"Di mobilmu saja!" Entah kenapa aku menuruti saja perkataan wanita itu. aku segera membuka pintu mobil di jok kedua. Dan dengan segera pula wanita itu masuk ke mobilku. Aku tutup kembali pintunya dan mulai bersikap biasa. Aku melihat tiga orang laki-laki yang keluar dari tikungan. Mereka menuju ke arahku. Namun sebelum mereka sampai aku segera masuk ke minimarket agar tak menimbulkan kecurigaan.
Setelah membeli dua botol softdrink dan makanan kecil, aku kembali ke mobil. Ketika membuka pintu mobil, aku terkejut melihat wanita yang tadi memaksaku menyembunyikannya msih berada di dalam mobilku.
"Woei! Kenapa kau masih di mobilku."
"Hai!" katanya sambil melambaikan tangan tanpa dosa dan sok imut.
"cepat keluar!" perintahku setengah berteriak.
"A..aku tersesat. Kau bisa membantuku menemukan jalan pulang?" kata sang wanita memelas.
"Heh! Jangan coba-coba membodohiku!" ck. Aku terpaksa berkata seperti itu kepada wanita tak jelas ini.
"A.. Apa kau tega membiarkan seorang wanita yang tersesat, mencari alamat rumahnya tengah malam begini?" kata wanita itu lagi dengan nada semakin memelas.
"Haah." Aku menghela nafas panjang. "Baiklah. Aku antar kau pulang. Di mana rumahmu?" akhirnya aku luluh juga.
"Em...ano... eto.. aku juga lupa di mana alamatnya. Hehe." Jawab wanita itu cengengesan.
"Kau sedang amnesia ya?" salahkan keadaan. Aku yang biasanya lembut dengan seorang wanita saat ini sedang begitu tegas dengan seorang wanita yang aku yakin umurnya lebih muda dari aku. Tentu saja. Jujur aku sekarang dalam kondisi lelah dan siapa wanita ini? Kenal saja tidak.
"Tapi aku masih inget kok ancer-ancernya."
"Nah itu ingat!"
"Sedikit tapi. Hehe."
End of Misugi's POV
Akhirnya Misugi mengantar wanita itu ke rumahnya. Dalam perjalanan keduanya hanya diam. Kadang sang wanita yang hanya bersuara, memandu Misugi ke arah rumahnya.
"Dimana?"
"Em... sebentar. ... Ah. Itu!" wanita itu menunjuk sebuah rumah yang cukup besar.
"Yakin?" tanya Misugi meragu. Kini ia menghentikan laju mobilnya.
"Tentu saja! Aku kan yang punya rumah." Jawab wanita itu.
"Jangan berbohong." Tungkasnya.
"Nee? Kenapa aku harus berbohong?"
"Haah." Misugi menghela nafas. "Aku tidak tahu kenapa kau harus berbohong. Yang jelas itu bukan rumahmu kan?"
"Jangan bicara yang bukan-bukan. Kau iri ya karena rumahku bagus?"
"Hei nona! Untuk apa aku harus iri dengan milikku sendiri?"
"Hah? Milikmu? Maksudnya?"
"Masih belum paham juga? Itu rumahku!"
Skatmat. Benar-benar kebohongan yang gagal. Sang wanita hanya menunduk dan diam.
"Sekarang katakan di mana rumahmu?"
"Umm... rumahku. Hiks..hiks.." tiba-tiba wanita itu menangis.
"Hei kenapa kau malah menangis?"
'Sialan. Hari ini aku sial sekali pulang larut malam dan bertemu dengan wanita yang aneh.'
"A..aku tidak punya rumah. Huaaaaa." Tangisnya semakin keras. Misugi sungguh dibuat bingung dengan wanita yang ditolongnya ini.
"Eh..sudahlah. tak perlu menangis. Kau bisa menginap di rumahku malam ini." Kata Misugi terpaksa.
"Benarkah?" seketika itu juga tangisan sang wanita terhenti.
.
.
Setelah memparkirkan mobilnya di garasi, Misugi bergegas masuk ke dalam. Kedatangannya sudah disambut oleh pelayannya.
"Tuan muda... dari mana saja? Saya dari tadi berusaha menghubungi ponsel Anda tapi tidak bisa?" tanya sang pelayan khawatir. "Dan... siapa nona ini, Tuan?" tanya pelayan itu lagi ketika melihat seorang wanita muda yang menampakkan diri dari balik punggung tuan mudanya.
"Hai!" sapa sang wanita.
"Besok saja aku jelaskan. Aku ingin istirahat. Tolong berikan dia baju yang layak dan siapkan kamar untuk istirahat dia malam ini."
Hmm... memang saat ini sang wanita sedang menggunakan pakaian yang tidak layak. Ia memakai mini dress merah dengan sepatu high heels dan lipstik tebal serta dandanan yang menor.
"Ba..baiklah Tuan."
Misugi langsung naik ke lantai dua untuk segera mengistirahatkan badannya yang sudah kelewat capek.
"Mari nona saya tunjukkan kamar Anda."
"Eh? Terimakasih."
Wanita itu berjalan mengikuti sang pelayang. Kini ia telah berada di depan pintu sebuah kamar.
"Ini kamar Anda."
Ceklek.
"Huaaaa...besar sekali! Apa benar ini kamarku?" sang pelayan mengangguk.
"Anda akan dibantu oleh Yumi untuk berganti pakaian." Kata sang pelayan sambil menunjuk pelayan wanita di belakangnya.
"Oh. Terimakasih sekali lagi." Kata sang wanita sambil membungkukkan badan.
"Mari nona saya bantu." Kata Yumi, pelayan wanita yang akan melayani sang wanita.
"Iya. Oh ya. Tadi siapa namamu?" tanya sang wanita.
"Silakan nona memanggil saya Yumi." Ucap sang pelayan dengan sopan.
"Oh Yumi. Aku Yayoi Aoba!"
TBC
.
.
Ciymii's Curcol
Kyaaaaaa~~~~ akhirnya Yayoi muncul. Ada yang bisa menebak profesinya Yayoi apa?
Kasih tau lewat review ya?
Sankyuuu :D
