Precious Person

- Megami Tensei Fanfiction –

Summary :

DeSu x P3P. Minegishi Naoya and Arisato Minato. Series of One-shots and daily life of the Programmer and Persona User. may includes other pairings from various games.

Warning :

Post Tokyo Lockdown & Persona 3 The Answer. Atsuro Route. Demon-free world and Naoya stopped his quest for revenge. Yaoi malexmale, mpreg (maybe). Rating may change in the future.

Disclaimer :

Devil Survivor and Persona 3 belongs to ATLUS.

###

- Episode 1 –

"He is my wife."

- Aoyama Residence.

"... Ya... Naoya... Bangun Naoya sudah siang!" Laki-laki berambut biru tua bermata silver menggoyang-goyangkan pundak laki-laki berambut abu-abu yang lebih tua darinya. Si pria yang dipanggil Naoya tadi malah menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Mmmmgh, 5 menit lagi Minato. Aku lelah habis lembur-."

"Kau sudah berkata demikian dari satu jam yang lalu. Bangun atau kupanggilkan Loki."

Pria bernama lengkap Naoya Minegishi itu langsung membuka selimutnya dan duduk perlahan. Ia takkan bisa bekerja dengan tenang jika Loki datang mengganggu pekerjaannya. Pria yang lebih muda—Minato Arisato namanya (sebelum menikah)—mendesah pelan sambil tersenyum. "Selamat pagi, Naoya."

"Ugh, pagi Minato.. Mana ciuman selamat paginya?" Naoya menyeringai licik sementara Minato yang sedang membereskan tempat tidur langsung membisu dan wajahnya berubah menjadi semerah kepiting rebus.

"Ma-mandi dulu sana, kau belum sikat gigi!" Laki-laki berusia 20 tahun itu melemparkan handuk merah tepat ke wajah tampan Naoya. Si pemilik mata rubi itu menyeringai puas melihat istrinya berhasil ia goda di pagi hari dan memasuki kamar mandi. Minato melanjutkan kegiatannya membereskan kamar dan tempat tidur yang berantakan karena 'aktivitas' mereka semalam.

Minato bertemu dengan Naoya saat ia kesulitan mengambil sebuah buku di perpustakaan kampus. Naoya melihat adanya sesuatu yang 'berbeda' dari Minato. Mereka berkenalan dan setelah beberapa peristiwa (yang menurut Minato memalukan dan mesum) mereka mulai tinggal bersama.

Selama Tokyo Lockdown musim panas lalu, Minato bahkan tak diizinkan keluar kamar apartemen. Walau dengan Persona-persona Minato yang nyaris semua berlevel 99, Naoya tetap tidak mengizinkan. Minato hanya menurut (walau tidak selalu karena ia sering keluar lewat jendela dan jalan-jalan keluar bersama Thanatos dan Messiah). Ia mahasiswa Tokyo University jurusan psikologi. Karena kemampuan otaknya yang jauh diatas rata-rata, Minato dapat lulus dalam jangka waktu dua tahun saja. Namun, Naoya melarangnya bekerja dengan alasan 'Nanti Minato sibuk kerja dan aku dilupakan.'.

Setelah selesai membereskan kamar, Minato memakai apron (apron berenda-renda. Naoya yang minta) dan mulai memasak. Ia membuat pancake hari ini. Ia mengangkat pancake dan ingin memberi madu diatasnya. Tangannya meraih kabinet tempat ia menyimpan madu, namun apa daya, tingginya yang semampai / semeter tak sampai atau bisa dibilang pendek, ia tak mampu meraih kabinetnya. Baru saja ia akan memanggil Naoya, si pria berambut silver itu sudah membuka lemarinya dan memberikan madu kepada Minato.

"Terima kasih, Naoya. Pakai bajumu, nanti masuk angin." Naoya hanya memakai celana panjang abu-abu dan handuknya digantung di leher. Sembari memeluk Minato yang jauh lebih kecil dibanding dirinya (Minato 170 cm, Naoya 189 cm) ia mengistirahatkan dagunya di atas kepala Minato.

"Dibandingkan pancake dibaluri madu, aku lebih suka melihatmu terlentang tanpa busana diatas ranjang dibaluri madu." Ucap Naoya yang sukses membuat Minato salah tingkah.

"Naoya mesuuum! Sana-sana pakai baju!" Dengan wajah semerah mata Naoya, Minato mendorong sang suami keluar dapur dan melanjutkan salah satu hobi dan kewajibannya, memasak.

Yah, walau mereka sama-sama laki-laki namun Minato tidak peduli. Ia bersama dengan Naoya, dan ia bahagia meskipun kadang-kadang Naoya itu bisa sangat menyebalkan, mesum (oke, ini bukan kadang-kadang. Ini SERING), over-protektif, dan terkadang tidak pulang kerumah, Minato tetap setia menunggu dirumah meski saat Naoya pulang Minato akan langsung marah-marah karena Naoya kalau menginap diluar tak pernah memberi kabar padanya.

"Naoyaa... Sarapan siaap!" Panggil Minato dari dapur. Beberapa saat kemudian Naoya muncul sambil membawa laptop kebanggaannya yang entah apa isinya. Minato tidak begitu ahli menggunakan komputer. Dulu jika ada tugas yang harus menggunakan komputer saat dia SMA di Gekkoukan, ia akan meminta Minako, adik kembarnya untuk mengerjakan tugasnya. Sementara Minato akan membayarnya dengan membuatkan sang adik berbagai macam desserts dan terkadang membelikan baju baru.

"Vienna Coffee dengan Pancake madu untukmu dan susu hangat serta honey toast untukku." Minato menata makanan yang ia masak di meja. Sarapan yang simple memang. Mereka berdua makan dalam diam. Namun setelah beberapa saat Minato kesal dan menutup paksa laptop Naoya.

"MAKAN. Kerja belakangan." Minato menyilangkan kedua tangannya di dada. Naoya menyeringai licik dan mencubit pipi Minato dengan gemas.

"Oyaa? Apa kau cemburu karena aku lebih memperhatikan pekerjaan dibanding dirimu, Minato?"

"Aku tidak cemburu, aku hanya tidak mau sarapanmu dingin dan malah tidak dimakan."

"Benarkah? Kalau begitu aku akan pergi lagi karena aku ada pekerjaan..."

"Yasudah sana, berani kau keluar dan jangan harap saat kau pulang aku akan membukakan pintu."

"Sayangnya aku punya kunci cadangan."

"Kunci cadangan semua ada padaku."

"Lalu apa gunanya jendela?"

"Jendela itu bukan pintu. Lagipula semua jendela akan kukunci."

"Kau hanya takut ditinggal sendirian olehku sejak kau diajari main Slender Game oleh temanmu Junpei Iori."

"AKU TIDAK TAKUT! Lagipula slenderman itu tidak ada!"

"Apa kau bisa menjelaskan penampakan-penampakan slenderman di beberapa negara?"

"I-itu hanya trik komputer, itu semua tidak benar."

"Berarti berani dong tidur sendirian nanti malam? Oh, ini kan malam bulan purnama. Biasanya akan ada yang muncul. Apalagi kamar sebelah bekas ada pembunuhan dan-"

"STOP STOP STOP. Baiklah kau menang! Iya aku takut, puas? Dan ya, aku kesal tidak diperhatikan, dan aku juga takut slenderman dan hantu-hantu." Minato menyerah sambil mengangkat tangannya. Benar-benar, pikir Naoya usil. Istrinya ini memang sangat manis.

"Apa aku pernah bilang kau itu seksi dan sangat manis, Minato?"

"Di-diamlah. Kau menyebalkan di pagi hari."

"Walau aku menyebalkan kau mencintaiku kan?" Naoya mengacak-ngacak rambut biru Minato dengan sayang. Minato kembali memerah dan menghabiskan roti bakarnya. Naoya hanya tertawa dan melanjutkan sarapannya.

Sungguh, ia tak menyesal menikahi pemuda yang sedikit tsundere dan pemalu namun enak untuk digoda ini.

Karena berkat Minato-lah jalan kehidupan Naoya yang tadinya hanya berisi balas dendam mulai berubah.

.

.

.

.


Episode 1 : He is My Wife. End.

Next Issue : He's Mine.

Komentar Author :

HOLAAA semuanya! Saya datang menghantui fandom MegaTen dengan pair OTP saya, NaoMina! *Tebar COMP's* Ini fic pertama saya loh! =w=)/

Saya tau ini bukan pair yang umum karena berbeda universe. Tapi itulah yang membuat pair ini unik! Selain itu, dua-duanya fav!chara saya XDDDD /dibuang

Bagaimana semuanya? Baguskah? Jelekkah? Mohon kritik dan sarannya. Saya TIDAK menerima flame, tolong kalau mau kritik, yang membangun... /pengalaman di flame/

Saya author baru, jadi mohon dimaafkan jika ada kesalahan-kesalahan kata dan EYD. Atau mungkin jika ada kata-kata yang menyinggung...

Terima kasih sudah membaca fic ini! Saya usahakan chapter 2 secepatnya jika ada yang berbaik hati mau me-review ^^

Salam Kenal!

Velvet Roses.