akhirnya gw update, lanjut ajalah ke chapter 2. tapi segala sesuatunya sungguh maksa di sini krn gw kgak dpt ide, ya udahlah, ahahahaa~

DAN untuk yang review, favs, follow, pm dll daku ucapkan terima kasih. yo, arigatou! jgn lupa review lagi yawh! ahahaha

Warning : Gaje, abal, humor krenyes, gak lucu, OOC.

Pairing : GOM x Reader

Rate : T

Genre : Humor and Romance

.

.


Chapter 2 : Aku akan mendapatkan kalian!


"Kalian, jadilah pahlawan untukku!"

"HAAAH?"

"Jadilah SUPER SENTAI untukku!"

.

.

.


Kiseki Sentai

Kuroko no Basuke Milik Fujimaki Tadatoshi-san

Kiseki Sentai adalah khayalan bejad sang author


Kedip-kedip dan saling pandang.

Kedip-kedip lalu saling pandang.

Kedip-kedip kemudian saling pandang.

Selama kurang lebih 1 menit, 6 pemuda pelangi itu hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya masing-masing dan kemudian saling pandang, lalu mengedipkan mata dan kembali saling pandang. Sepertinya mereka bingung denganmu dan apa yang baru saja mereka dengar. Bahkan si pemuda rambut biru tua sejak tadi berusaha membersihkan lubang telinganya takut-takut mungkin ada sesuatu yang tersangkut, tak disangka banyak kotoran yang mengeras disana, pasti orang ini jorok sekali.

"E-to.. nona, apa kau masih sadar dengan ucapanmu?", kata si ramah lingkungan memecah keheningan diantara mereka.

"Tentu saja."

"Lalu apa yang baru saja kau ucapkan-ssu?", saut si kuning.

"Jadilah super sentai untukku."

"Apa?" kata 6 pemuda itu berbarengan.

"Jadilah super sentai untukku."

"APA?" Sekarang si kuning dan hijau ikut-ikutan membersihkan telinga masing-masing.

"Jadilah super sentai untukku."

"HAH?"

"KUBILANG, JADILAH SUPER SENTAI UNTUKKU!", kau berteriak menggunakan mic yang entah dari mana kau dapatkan yang membuat mereka merasa seperti mendadak diserang angin ribut. "Seperti-HEROOOO SANJOU‼ Begitu!", lanjutmu sambil bergaya, kacak pinggang, mengedip genit dan membentuk tanda V dengan kedua jarimu yang kau posisikan di sudut matamu. Ternyata tingkat kenarsisanmu sungguh ampun tidak tertahankan.

Enam pemuda itu lagi-lagi hanya terbengong-bengong. Sebenarnya mereka bengong bukan karena tidak mengerti dengan ucapanmu, tapi mereka cukup shock melihatmu, gadis yang bahkan tidak mereka kenal, tiba-tiba bicara ngaco dengan gaya ala idol kesasar.

"Tetsu, aku PASTI sedang mimpi kan? tidak mungkin kan di dunia nyata aku bertemu dengan gadis aneh tak dikenal bergaya ala 'pahlawan bertopeng' dan menyuruh kita untuk menjadi apalah itu."

"Kau sedang tidak tertidur, Mine-chin~ nyam nyam", jawab si surai ungu yang masih saja makan dan disertai anggukan si biru langit.

"ITU BUKAN GAYA PAHLAWAN BERTOPENG! MEMANGNYA INI DI ANIME SHIN-CHAN!", kau marah-marah karena gayamu disalah artikan.

"Tapi, Shin-chan kan ada disini. Ini orangnya-ssu," seru si kuning bertindik sambil menunjuk teman hijau yang tepat ada di sampingnya. Kata-katanya disambut baik dengan 'tendangan pinalti 3 point' di kaki oleh si hijau berkacamata itu.

"Kurasa itu gaya Sailormoon," saut si surai biru langit. Oh tak disangka si wajah datar itu tau tentang sailormoon. Apakah itu tontonan masa kecilnya? Entahlah.

"INI JUGA BUKAN GAYA SAILORMOON!"

Hah. Kenapa jadi membahas masalah gaya, ya sudahlah.

"Atsushi, telepon polisi, atau langsung saja telepon RUMAH SAKIT JIWA TERDEKAT, sepertinya mereka kehilangan salah satu PASIEN nya." Ucap si merah dengan penuh penekanan.

"Baik, Aka-chin~"

"WOI! JANGAN MENGANGGAPKU ORANG GILA!", kau semakin menaikkan nada bicaramu, sepertinya kau sudah cukup emosi dengan semua tanggapan LUAR BINASA mereka.

"LALU KALAU BUKAN GILA APA NAMANYA!", jawab si biru tua keling penuh napsu bagaikan beruang hutan mau tangkap mangsa.

"KAU TIDAK USAH TERIAK-TERIAK!"

"KAU DULUAN YANG TERIAK-TERIAK TADI!"

"SUDAAAAAH! KALIAN JANGAN BERANTEM DONG-SSU!"

"KISE! KENAPA KAU MALAH IKUT-IKUTAN TERIAK?!"

Kalian bertiga malah melakukan kompetisi bakat 'Who Want To Be The Best Screamer' di tengah jalan. Si biru langit dan hijau hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala layaknya penonton konser band rock metal melihat aksi kalian. Sayang sekali mereka tidak menggelengkan kepala sambil mengancungkan jari ke atas di depan wajah mereka, padahal mungkin saja itu akan menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar.

*CKRIS* *CKRIS**CKRIS*

Kau mendengar 'melodi' yang cukup mengganggu, dari mana asalnya? Tentu saja, berasal dari 'melodi gunting' milik tuan muda merah menyala yang sedang menatap kalian bertiga yang sejak tadi malah melakukan audisi bakat.

"Hentikan, Daiki, Ryouta dan-err….Dare?!"

"Panggil aku [name]."

"Heh~ kupikir orang gila tidak ingat nama mereka," JLEB! kata-kata si ungu sungguh menusuk hatimu. Kau hanya bisa memberikan pandangan penuh arti 'aku bukan gila' padanya. Dia cuek saja dan malah melanjutkan urusannya dengan bungkusan belanjaan ibumu—EH, salah, bungkusan cemilannya.

"Begini, [name]-san. Kami tidak punya banyak waktu jadi tolong, aku sangat minta tolong, benar-benar minta tolong, kau tidak main-main dengan ucapanmu."

Kalau melihat dialog si rambut api mungkin terasa biasa saja, tapi bagi yang melihat langsung dia bicara, kau bisa merasakan aura hitam disekeliling tubuhnya. Sepertinya dia sudah siap kapan saja untuk membotakimu dengan gunting bawaannya.

"Baiklah, akan aku jelaskan. Tapi sebelumnya aku ingin kenalan dengan kalian. Siapa nama kalian?"

"Murasakibara Atsushi."

"Midorima Shintarou."

"Aomine Daiki."

"Kise Ryouta."

"Akashi Seijuuro."

"Kuroko Tetsuya."

Mereka menyebutkan nama bergantian seiring bergantinya pandanganmu dengan mereka satu per satu. Entah kenapa posisi mereka berdiri sekarang bagaikan tangga dengan dekorasi warna bagai pelangi disertai bunga-bunga bermekaran yang berputar-putar disekitarnya.

"Baiklah, begini teman-teman."

'Orang ini dari tadi sok akrab sekali', pikir 6 pemuda itu berbarengan.

"Aku sedang mencari orang-orang yang punya bakat alami menjadi pahlawan untuk memerankan serial tv khusus super hero. Aku sih maunya macem-macem sentai gitu. Setelah melihat kalian, aku sungguh terharu, akhirnya aku bertemu dengan calon-calon aktorku yang selama ini aku cari. Oh, tidak, sekarang aku merasa sungguh terharu sekaligus bahagia!", serumu penuh semangat dan gaya yang berlebihan. Kau bicara sambil mengepalkan tangan kananmu ke atas dan tangan kiri mencengkram dada ratamu.

Melihat gayamu yang berlebihan, mereka semakin yakin mereka sedang bicara dengan orang gila.

"Heh, Nona eerrr….ah, [name]. Sepertinya tadi pagi kau lupa minum obatmu deh!"

"HAH! Sudah kubilang, aku bukan orang sakit jiwa! Lagipula! Aku tidak bohong. Aku memang sedang mencari orang untuk dijadikan actor super hero,", jelasmu pada mereka yang sejak tadi sudah mulai pijat-pijat kepala.

"Bagaimanapun juga kau terlihat seperti anak SMA biasa nanodayo, mana mungkin seorang pencari bakat dari stasiun tv. Lagipula kenapa harus super hero nanodayo! Memalukan saja!", seru si hijau yang mengaku bernama Midorima kini berusaha membenarkan kacamatanya yang hampir pecah karena efek shock bertemu denganmu.

"Sudahlah. Ini buang-buang waktu. Lebih baik kita pergi. Ayo, minna," perintah orang bernama Akashi Seijuuro itu.

"Hai." Sepertinya mereka sangat menurut pada si merah itu.

Kau tidak mungkin diam saja melihat mereka pergi. Kau sudah susah payah menemukan orang yang cocok dan sekarang kau ditolak mentah-mentah tanpa ada pernyataan 'Kami menolak' dari mereka.

"STOP! Dengarkan aku dulu! Aku mohon! AKU MOHON!", kau menahan jalan mereka dan memohon penuh kesungguhan.

Melihatmu yang tiba-tiba berwajah serius memohon untuk didengarkan, akhirnya salah seorang dari mereka mulai bersuara, apa dia hanya merasa kasihan pada orang yang dia pikir 'orang gila' ini? entahlah.

"Minna, tidak bisa kita dengar penjelasannya dulu? Setidaknya walaupun tidak bisa membantu, kita bisa memberikan solusi padanya, tidak apa-apa kan, [name]-san?", ternyata pemuda biru langit bernama Kuroko Tetsuya yang bicara.

"Baiklah. Tapi kami HANYA akan mendengarkan," Akashi memberikan ijin untuk kau bicara.

Wajahmu sekarang berbinar-binar. Kau menjelaskan semua pada mereka. Intinya kau adalah anak dari seorang pemilik stasiun tv terkenal di jepang. Setelah lulus SMA, kau meminta pada ayahmu untuk menyerahkan urusan acara tv anak padamu.

Ayahmu tau kau memang sangat menyukai anak-anak dan bermimpi bekerja di bidang acara tv terutama acara tv untuk anak.

Namun sebagai gantinya, kau diwajibkan membuat acara tertentu, karena ayahmu ingin melihat kesungguhanmu dalam bidang ini dan acara khususmu harus punya rating yang tinggi. Sebenarnya tema untuk acara tv nya bebas saja, tetapi karena kau sangat tergila-gila pada seri super hero, seperti kamen rider, sentai, bahkan srikandi dan gatot kaca, akhirnya kau memutuskan untuk membuat acara tv super hero dan kau memilih sentai. Lagipula seri super hero juga merupakan idola anak-anak dan remaja masa kini.

Untuk mewujudkan imajinasi liarmu itu, kau mencari orang-orang yang cocok dengan image sentai yang penuh warna, dan akhirnya bertemu dengan mereka. Sebenarnya sih, tidak harus mereka, hanya saja karena mereka warna-warni dan juga punya wajah yang cukup –AHEM- menggoda jadi kau beralasan mereka cocok untuk peran ini.

Pemuda pelangi itu memperhatikan ceritamu dengan seksama dan kau mulai merasakan adanya secercah harapan, tapi kau mengacaukannya hanya dengan beberapa kalimat lanjutan.

"Tapi, kalau aku perhatikan ada yang aneh dengan komposisi kalian. Apa ya?"

"Apa yang aneh-ssu?"

Kau berfikir keras sambil memandangi mereka dan kemudian menyebutkan kata keramat yang seharusnya tidak diucapkan.

"AH! Yang 1 orang tingginya keterlaluan, 3 orang terlalu tinggi dan 2 orang lainnya terlalu pendek! Jadi tidak seimbang, padahal kalian main basket kan?"

PRAAAANGGG! Sepertinya hati pecah belah milik 2 pemuda yang disebut 'pendek' bahkan 'terlalu pendek' telah jatuh dan pecah berkeping-keping mendengar ucapanmu yang sama sekali tidak melihat situasi dan kondisi.

Tidak ada perubahan ekspresi wajah yang berarti dari 2 pemuda bernama Akashi Seijuuro dan Kuroko Tetsuya itu. Wajah mereka tetap saja datar, tapi ada satu yang berubah yaitu posisi mereka berdiri. Akashi dalam posisi menyodorkan gunting ke arah Kuroko, sedangkan Kuroko sudah memasang kuda-kuda dan siap meng-ignite pass gunting tersebut ke arahmu.

"EH? Jangan arahkan gunting itu padaku! apa-apaan kalian berdua, mau membunuhku ya!"

"Salah sendiri kau menyebutkan kata 'itu' nanodayo," sahut Midorima sambil membetulkan kacamatanya.

"Hah? Kata 'itu'? Kata yang mana? 'aneh'? 'tidak seimbang'? 'tinggi'? atau 'pendek'?", sepertinya kau memang sudah siap untuk menjadi sasaran kemurkaan raja setan dan dewa kebaikan yang berubah jadi setan karena satu kata darimu.

Akashi dan Kuroko sudah kembali ke posisi siap menyerang, tetapi yang lain berusaha menahan mereka jadi kau selamat.

"Jadi-kalian mau kan?" sekali lagi kau bertanya.

"Aku kan bilang, 'Kami HANYA akan mendengarkan'. Itu saja. Jadi sudah kan? ayo, minna, pergi." Lagi-lagi kata-kata Akashi membuatmu sebal. Sungguh tega sekali cara bicaranya, tapi siapa yang tidak akan tega setelah dikatai dengan kata yang mereka benci.

Mereka pergi begitu saja meninggalkanmu sambil bergumam tidak jelas. Mereka pikir, ada-ada saja kelakukan orang.

Harapanmu dijatuhkan begitu saja. Kau kesal pada mereka, tapi disaat yang bersamaan kau merasa hanya mereka yang cocok, entah mengapa. Kau sudah merasakan takdir diantara kalian. Jadi kini kau sudah bertekad. Tekadmu sudah sebulat-bulatnya kepala biksu kuil dekat rumahmu. Penuh semangat membara api konoha disertai mode manusia super saiyan, kau berteriak ke arah mereka,

"POKOKNYA AKU PASTI AKAN MENDAPATKAN KALIAAAAAAAN~! LIHAT SAJA NANTI~!"

.

.

.

TBC


Bagi minna yang udah baca, thx bgt. Ya udah pasti cemen abis cerita gw. Bodo ah, saya emg author gagal Ahaha. gw mau bikin mereka agak gelo gt sih, tp gatau berhasil apa gak deh, ahahaha *ketawa nista*

Review please~