Disclaimer: Harry and Draco milik Aunt J.K. only... aku cuma minjam bentar koq heheheh
~Desire
"Agh.. What the hell," Draco meringis kesakitan saat punggungnya menabrak dinding batu di lorong menuju kantor Snape. Malam itu dia dan Potter mendapat detensi, meskipun detensi itu hanya dilakukan oleh Potter tapi entah kenapa Snape tetap menginginkan anak kesayangannya itu untuk tetap datang. ", lepaskan tanganku Potter sialan" Draco menatap Potter penuh amarah, karena tanpa alasan yang jelas dia menarik tangan Draco dan langsung membantingnya ke arah tembok. Draco berusaha mendorong Potter dengan tangannya yang satunya tapi kekuatan Potter setelah melawan Voldemort ternyata bertambah besar. Bahkan tinggi badannya pun bertambah, membuat Draco kelihatan lebih kecil darinya. Potter tanpa perlu susah payah menangkap tangan Draco yang satunya kemusian mengunci kedua tangannya di atas kepala Draco dengan hanya sebelah tangannya.
"HEI! MINGGIR KAU!" Draco terlihat frustrasi karena jarak Potter dengannya yang semakin dekat dengan posisinya yang sangat bisa dikatakan mudah untuk diserang.
"LEPASKAN AKU, BRENGSEK!" Potter yang tidak keberatan dengan teriakan dan umpatan Draco hanya tersenyum licik, sepertinya dia berhasil membuat seorang Draco Malfoy ketakukan.
"Ap-pa yang a-kan kau laku-kan Potter?" mata Draco membulat sempurna saat Potter memperkecil jarak antara wajah mereka dan menggerakkan tangannya yang satunya untuk menyentuh dan mengelus pinggang Draco.
"Aahh," Draco tanpa sadar melepaskan desahan saat yangan Potter merayap di dalam bajunya dan naik menuju dadanya. ", Pot-ter kau.." Potter tidak mempedulikan dimana mereka sekarang tetap melanjutkan aksi menyentuhnya. Potter kemudian menunduk, mendekatkan wajahnya ke leher Draco dan tersenyum saat Draco kembali mendesah. Potter mencium leher Draco dengan penuh hasrat dan cukup kuat hingga membuat bekas berwarna merah kebiruan pada leher Draco. Dan perbuatannya ini mebuat Draco menggigit bibirnya agar tidak mendesah keras sehingga badannya sedikit bergetar.
"Oh.. Salazar.." Draco masih menutup matanya untuk menetralkan perasaannya dan mengontrol kembali tubuhnya. Potter melepaskan tangan Draco dan beralih menyentuh lehernya yang sudah diberi tanda dan mengelusnya pelan. Draco membuka matanya dan melihat sepasang emerald gelap yang penuh dengan keinginan sangat dekat dengannya. Dan sedetik kemudian benda empuk dan basah menempel pada bibirnya dan mengesapnya pelan, bagian atas dan bawah. Hanya sekali tapi kembali membuat badan Draco bergetar. 'Potter gila!' teriak Draco dalam hati, pikirannya berontak namun tubuhnya merespon dengan sangat baik. Mulutnya dibiarkan terbuka dan memberikan kesempatan untuk Potter menikmatinya. Draco bahkan membalas ciuman Potter itu dengan sedikit antusias, karena dia tidak berani untuk membalas lebh dari itu atau dia jamin dia tidak akan mau berhenti.
Setelah ciuman yang cukup singkat itu, Potter menarik dirinya dari tubuh Draco. Draco sedikit merinding karena merasakan dingin yang seketika, saat tubuh mereka berjauhan. Mata mereka masih saling mengunci, mata abu-abu yang penuh pertanyaan memandang mata emerald yang penuh keinginan. Tanpa berkata apa-apa, Potter memutar tubuhnya dan berlari meninggalkan Draco yang berdiri mematung membelakangi dinding batu. Draco terlihat sangat shok dengan kejadian tersebut, dia mengangkat tangannya dan menyentuh bekas ciuman bibir Potter di bibirnya dan turun ke lehernya. Kakinya seakan kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya, dengan mash bersandar pada diding batu Draco pun terjatuh duduk di lantai keras.
"itu... Apa itu tadi?"
_End?_
