Disclaimer: Harry and Draco milik Aunt J.K. only... aku cuma minjam bentar koq heheheh


~Terbaik

"Tapi Harry, kau... Ini tidak benar, a-ku.. Di-dia... Maksudku kami," Ginny terlihat sangat frustrasi untuk menjelaskan pada Harry mengenai 'salah paham' antaranya dengan Dean. Harry tanpa sengaja, tepatnya di'buat' untuk melihat kejadian itu secara langsung. ", Dean, dia, kami tidak benar-benar... Aku hanya kebetulan..."

"Oh jadi kau hanya kebetulan menempelkan tubuhmu pada tubuhnya dan kebetulan kalian sedang tidak berpakaian. Begitu maksudmu, Ginny?"

Harry terlihat menahan amarahnya, wajahnya sangat merah. Kedua tangannya terkepal pada kiri-kanan sisi tubuhnya. Dia berdiri semakin jauh dari Ginny karena setiap Ginny ingin menjelaskan dia akan berusaha menggapai Harry untuk memeluknya atau sekedar menyentuhnya. Dan sayangnya Harry sudah sangat benci dengan wanita itu. Pernikahan mereka yang sudah berumur tiga tahun, seperti tidak berbekas dihatinya. Selama ini dia menutup telinga atas kabar 'miring' yang didengarnya dari teman kerjanya bahkan dari Ron sendiri. Karena dia percaya pada Ginny, ibu dari James yang baru berusia satu tahun saat berita itu mulai beredar. Demi James dia mau bertahan, demi James dia rela menipu dirinya sendiri. Tapi kali ini dia menyaksikan sendiri bagaimana dengan tanpa terbeban Ginny bermesraan dengan laki-laki lain di tempat tidurnya dan Ginny saat dia harus melaksanakan tugas luar.

"Harry, aku..."

"Sudah! Cukup, aku tidak peduli lagi. Kita berpisah, dan jangan harap kau bisa memilikii James"

"Harry..." tangis Ginny semakin menjadi, dia mencoba menyentuh Harry tapi Harry menepisnya hingga dia jatuh dan terduduk di lantai.

"Kumohon, Harry, maafkan aku"

Tanpa memandang Ginny lagi, Harry beranjak keluar dari kamar tidur mereka dan bergegas ke kamar James. Setelah mengucap mantra pembatal pada kamar James, Harry menuju tempat tidur anaknya dan mengangkatnya dalam gendongannya. James tetap terlelap, mantra Silencio menutupinya dari teriakan Harry saat bertengkar dengan Ginny. Harry tidak lagi sibuk mengatur pakaian mereka, karena di Grimmauld Place semuanya tersedia. Ya, mereka akan kembali ke rumah itu. Dia dan James.

"Oooh Harry, kumohon.." Ginny mencoba menahan Harry tepat di depan pintu rumah mereka. Harry sedikit menyesal kenapa dia membiarkan Ginny memasang anti apparation di dalam rumah mereka. Ginny masih mencoba menahan tangan Harry yang sedang mengendong James. Tapi Harry tetap diam, menghempaskan tangan Ginny dengan kasar dan membuka pintu. Dan berdiri berhadapan dengan Ginny dan menatapnya dengan penuh kebencian.

"Enyahlah dari kehidupan kami"

Dengan satu kalimat terakhir itu, Harry berapparate menuju Grimmauld Place. Dan menutup semua jaringan yang ada di rumah itu sehingga Ginny tidak bisa menyusul mereka.


-Di tempat lain-


"..ini memang yang terbaik untuknya"

"Tapi aku tidak ingin dia melihat hal itu secara langsung di saat dia sangat.. "

"Easy mate, kau tau Harry itu kuat kan?"

"Iya, aku tahu itu. Tapi.."

"Ron benar Draco, Harry itu kuat dan ini memang yang terbaiknya. Kita semua tahu, Ginny," Hermione memandang Ron dengan tatapan minta maaf sebelum dia melanjutkan kalimatnya "Ginny bukanlah yang terbaik untuknya. Dan kami, bahkan kita semua tahu kaulah seharusnya yang berada disisinya, Draco"

"See, semua setuju bahwa kamulah yang seharusnya dimiliki Harry, bukan Ginny, maaf Ron aku hanya mengatakan yang sebenarnya" Nevile yang sedari tadi duduk terdiam tak jauh dari mereka pun angkat suara.

"Thanks guys, aku sangat mengahargai itu"

"Kau tahu, kami ini temanmu kan Draco Malfoy?"

"Ya, aku tahu," Draco tersenyum mendengar pernyataan Ron, meskipun Ron kadang acuh padanya tapi sebenarnya dia sangat peduli ", kalian memang temanku"

"Jadi.." kata Hermione.

"Bantu kami.." sambung Ron.

"Memulihkan perasaan Harry" tutup Nevile.

"Ya, pasti" jawab Draco dengan sepenuh hati.

_End_


Reviw Pleaseeee...