Disclaimer : Hetalia belongs to Hidekazu Himaruya-san
.
.
Jam 2 tepat semua murid keluar kelas, Antonio berencana untuk mengajak Willem bermain ke rumahnya. "Mmm, baiklah tetapi hanya sebentar saja, aku ada tugas yang harus dikerjakan." Willem menerima ajakan sahabatnya.
"Okay, ini tidak akan lama juga, ayo berangkat!" Ajak Antonio sambil menarik pergelangan tangan Willem untuk masuk ke dalam mobilnya.
Di perjalanan..~
"Mmm Willem, bolehkah aku bertanya?"
"Tentu saja, apa itu?"
"Kenapa kau tidak naik kendaraan ke sekolah? Rumahmu kan jauh."
"Oh, tidak apa aku lebih suka jalan."
"Entahlah, aku kurang yakin dengan jawabanmu tappi ya sudah lah."
.
.
Mereka berdua telah sampai di rumah Antonio, rumah yang besar berlantai dua, dikelilingi oleh banyak tanaman dan pohon hias, serta taman dan kolam renang di halaman belakang, sangat besar sekali.
Di kamar Antonio..~
"Hei Willem, mau bermain game?" Ajak Antonio
"Tentu saja." Willem mengangguk.
satu setengah jam kemudian mereka berhenti bermain, karena sudah capek rupanya. Antonio membawakan semangkuk tomat segar dari dapur untuk dimakan bersama sahabtnya, Willem.
"Oh iya Willem tentang Kirana yang kita bicarakan tadi pagi itu apa kau tidak berbohong atau semacamnya?" Tanya Antonio sambil memakan tomat.
"Tentu saja aku tidak berbohong." Willem mengatakannya dengan sedikit salah tingkah.
"Menurutku kau bohong, ayolah, mengaku saja, kalau kau mau mengakuinya, ini akan menjadi rahasia yang hanya—kita berdua saja yang boleh tau." Antonio memaksa.
"Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya, aku memang sedikit menyukai Kirana, berjanjilah untuk tidak mengatakan hal ini ke orang lain, Antonio."
"Fusososo, sudah kuduga kau berbohong, baiklah rahasia ini akan hanya kita berdua saja yang tau."
"Terima kasih, mmm bagaimana denganmu? Apa kau juga menyukainya?."
"Sama-sama, tidak, aku sama sekali tidak menyukainya."
"Benarkah? Apa kau tidak berbohong?" Willem tak yakin.
"Iya, aku tidak berbohong, sungguh."
"Oh, aku kira kau juga menyukainya, ya sudah ku pikir aku harus pergi sekarang, karena ada tugas yang harus ku kerjakan itu."
"Baiklah, apa perlu ku antarkan kau ke rumah?"
"Tidak perlu, aku bisa pulang dengan angkutan umum."
"Tak apa aku akan sangat senang dan tidak kerepotan jika mengantarkanmu pulang."
"Kalau begitu, ya sudah, boleh boleh saja."
Antonio mengangguk.
.
.
"Terima kasih, Antonio. Semoga hari mu menyenangkan."
"Ya, kau juga."
Willem masuk ke dalam rumah, dan Antonio pulang ke rumahnya.
Malamnya.. ~
Willem hanya melamun di kamar setelah mengerjakan tugasnya. Apa mungkin aku akan mengajak kencan dengan Kirana? Pikir Willem, ah, tidak mungkin pasti ia akan menolaknya. Willem kembali memikirkan hal tersebut, apa harus ku coba dahulu? "Entahlah, aku akan menanyakan hal ini besok dengan Antonio." Willem berbicara pada dirinya sendiri.
^bersambung^
Note : maaaf banget sama chapter sebelumnya, banyak buanget yang salah ketik, dan disclaimer itu saya belum tau, ini juga fic pertama yang baru saya publish. Yang udah ngasih saran makasiiih banget. Masalah nama SMA itu saya cuma ngasal gak tau lagi nama SMAnya apa, hehehe, pokoknya makasiiih.. ^^ dan di chapter ini pasti juga ada yang salah, komplain aja, gak papa..hahahah =D
