The Bling Ring

Warning : Yaoi,Typo,Criminal-scene,Rape and bad languages.

Disclaimer : EXO-K & EXO-M © SMEntertainment, adopted by The Bling Ring © Sofia Copolla

Sumarry : The boys have gone wild in London.

XXXXXXX

Para mahasiswa-mahasiswa berseliweran di koridor utama,hari Sabtu adalah hari yang paling menyenangkan bagi seluruh pelajar. Dimana kau bisa bersantai sepulang sekolah dan tidak perlu melihat omong-kosong yang bernama Astronomi,Herbiologi—apalah itu namanya.

Sepertinya kesenangan menjalari lelaki China ini seperti virus yang mematikan.

Huang Zi Tao,yang biasa di sebut Tao atau Edison oleh teman-teman westernnya,memasukkan buku-buku tentang manajemen kedalam tas Guccinya yang harganya hampir serupa dengan 3 buah iPhone 5.

Yah,sekolah ini penuh dengan konglomerat,bahkan semua siswa disini mempunyai kemampuan ekonomi berkisar 90-100%. Tidak heran jika kau melihat wanita Eropa datang dengan pakaian yang aneh menaiki mobil Gallardo limited edition.

Itu merupakan hal yang lazim di Sir Raffles International Advanced School. Jika kau kaya,kau berhak disini.

Jika kau pintar—kau kaya apa tidak?

Hidup memang tidak adil,kan?Tapi inilah yang harus kau jalani.

"Yo!"tepukan keras melayang kearah pundak lebar Tao,dia menoleh melihat siapa yang menepuknya,terasa familiar.

"Do Kyungsoo.."

"Accentmu masih bagus untuk tipikal oriental seperti kita,hahaha.."D.O hanya tertawa hambar,Tao hanya mendengus.

"Setidaknya aku masih menghargai aksenku daripada kau yang sudah terbawa oleh mereka,mwahahaha~"Tao menyindir pedas,D.O hanya menggeram pelan.

"Hahahaha kau brengsek. Ayo keluar,mereka menunggu."Tao pun mengangguk dan berjalan dibelakang D.O.

Tao menghidupkan iPhone yang sedari tadi ia matikan,menelepon seseorang yang tak kalah familiar daripada D.O,

"Edward,persiapkan peralatan untuk malam ini."

"As your wish,Tuan."

Tao menyeringai,sepertinya malam ini lebih menyenangkan daripada malam-malam sebelumnya.

XXXXXXX

Mereka berempat berkumpul di ruang utama keluarga Huang. Atmosfer menyenangkan serta renyah menguar hingga ke penjuru rumah.

Xi Luhan,anak tunggal dari Xi Corp,salah satu perusahan terkemuka di Asia yang bekerja sama dengan perusahaan Tao.

Byun Baekhyun,anak bungsu dari Byun Heejin,seorang pengacara yang kekayaannya dirumorkan terus bertambah karena kepiawaiannya dalam menangani masalah hukum.

D.O Kyungsoo,anak dari pasangan Do Haneul-James Waldonh yang tersiar kabar bahwa ayahnya seorang bandit paling brengsek di UK.

Mereka terlihat tertawa sambil menyesap red wine yang terus bertambah selama mereka tertawa.

"Oh ayolah,aku mau mengenal The Luxury One itu."Luhan masih menunjuk layar Laptop dengan jari tengahnya.

Dengan kata lain,menghina secara tidak langsung.

"HAHAHAHAHA!MEREKA LEBIH MISKIN!"remeh Baekhyun sambil memainkan eyeliner yang dia pegang sedari tadi.

"Jaga bicaramu,Baekhyun. Kau tahu mereka berempat sama seperti kita,hanya saja mereka lebih menonjol di bisnis financial."D.O menimpali dengan wajah datarnya,namun dilubuk hatinya ia tercekat.

'Siapa lelaki berkulit tan itu?'

Tao,yang masih diam dengan foto tersebut hanya bisa mengetukkan jarinya,fikirannya melambung jauh semenjak ketiga temannya berbicara masalah mereka berempat ini.

Siapa itu The Luxury One?apakah mereka semewah itu?sepertinya iya.

Atau mungkin tidak.

Julukan mereka masih membingungkan bagi Tao,Luhan sudah memberikan semua data-data tentang proyek-proyek keuangan hingga kehidupan pribadi mereka. Sejauh ini masih biasa-biasa saja dibandingkan dirinya.

Setidaknya mereka tidak akan mandi red wine sekali seminggu.

Mereka tidak akan menjadikan Christian Louboutin untuk menjadi kritikus khusus fashion jika pergi ke acara santai seperti acara ulang tahun.

Mereka tidak mempunyai kotak yang berukuran 70x60 yang berisi berlian serta Kristal Swarovski yang menurutnya—murahan.

'Mereka tidak akan berjaya untuk kedepannya.'Tao menyeringai.

"Bagaimana rencana selanjutnya?"D.O mendekatkan kepalanya kearah Tao. Merasa situasi berubah lebih keras,Baekhyun dan Luhan menghentikan pembicaraannya dan menatap serius kearah Tao dan D.O.

"Sepertinya aku perlu dinner untuk malam ini."

XXXXXXX

Rumah bergaya Renaissance di jalan Woodlands Rood West di Virginia Water,Surrey terpahat indah bak istana.

Hanya orang-orang kelas atas yang rela membeli rumah di Kawasan kedua termahal di London.

Dan itu termasuk The Luxury One,para remaja yang dilayani oleh euro-euro yang seakan tak habis hingga akhir hayat.

Kris,salah satu anggota tersebut hanya bisa memandangi potret kelam London dari lantai atas,entah mengapa dia menyukai kesendirian,terutama hujan dikala senja.

Mata obisidiannya menyapu pandangan rata,perasaannya tidak dapat terdeskripsikan dengan kata-kata.

Otaknya saja tidak bisa memberi kesimpulan yang jelas tentang rasa di lubuk hatinya.

Entahlah,namun sepertinya Kris sudah terbiasa dengan moodynya yang unique.

Seorang lelaki berjalan kearah Kris.

"Kris?"lelaki itu memanggil,namun yang dipanggil seperti tak mau terpanggil.

"Wu Yi Fan."Lelaki itu membulatkan suaranya,Kris yang sedari bertarung dengan batinnya terlonjak kaget.

"Kai?sejak kapan kau mengikutiku?"Kris mengarahkan pandangannya kearah lelaki berjalan kearahnya.

"Sejak tadi,hahaha. Kenapa kau tidak ikut dengan Chanyeol dan Sehun?"

"As you know, . Aku tidak suka champagne,fix vodka."Kai tersenyum geli,Kris memang vodka-jerk.

"Kalau tidak salah ada 3 botol vodka yang belum kau minum."Kai menyibakkan rambut dark-brownnya,Kris kembali mengarahkan pandangannya kearah atas. Mencoba menjelajah lebih jauh.

Menjelajah relung hatinya yang tertutup oleh sesuatu yang tidak dapat dia musnahkan.

"Aku tahu kau tidak galau,Kris. Kau kepikiran soal peristiwa criminal itu?"Kai menepuk pundak Kris pelan.

Kris terguncang,entah kenapa Kai selalu jitu dengan statement-statementnya.

Tapi rasa khawatir itu hanyalah segelintir kecil dari rasa-rasa yang tak dapat dideskripsikan.

"Yah,bisa dikatakan begitu. Aku hanya penasaran saja."

"Kau yakin?tapi aku rasa kita tidak perlu tahu tentang urusan polisi-polisi itu. Masuklah,ayo kita lanjutkan acara minum-minum yang sempat tertunda akibat kau menghilang seperti ditelah bumi."Kai bangkit dan menarik Kris sambil tertawa renyah.

"Bumi akan menyesal jika menelan seorang Kris."Kris tersenyum bangga,

"Kau!hahahaha."

XXXXXXX

Tao dan ketiga temannya bersiap-siap meninggalkan mansionnya yang terletak di Egerton Crescent, Royal Borough Keningston di London. 8 juta Euro merupakan hal yang sepele bagi mereka berempat.

"Sepertinya kau kelihatan bersemangat dengan target baru kita."D.O menyenggol Tao yang masih mengacak majalah Bazaarnya,Luhan dan Chanyeol terlihat asik dengan Macnya.

"Lelaki berambut blonde itu,hot."Tao mengikik karena ucapannya barusan,begitu juga dengan D.O.

"Ahahaha,lelaki tan itu juga."D.O menunjuk foto keempat lelaki yang memakai jas yang sama. Kesan maskulin sangat terasa jika kau melihatnya lekat-lekat.

Chanyeol dan Luhan,yang mendengar omongan diantara mereka berdua menutup Mac dan tertawa terbahak-bahak.

"Kalian memikirkan sex scene dengan mereka?ayo bayangkan jika kalian menggeliat penuh kissmark ketika dijamah oleh mereka."Baekhyun memberikan sedikit clue yang agak…vulgar.

"Sialan,lelaki yang bernama Kai itu terlalu menggoda Hyunnie~sepertinya aku akan mimisan."D.O langsung menutup hidungnya yang sedikit memerah.

"Mereka juga oriental?aku kira kau menyukai orang luar,D.O"sergah Chanyeol yang disambut dengan anggukan Tao dan Luhan.

"Blonde guys aren't hot as fuck. Aku tidak suka,mereka kasar."

"Bukankah kau menyukai BDSM?HAHAHAHA AKU MELIHAT BONDAGE-BONDAGE ITU!"

"KAU BRENGSEK HUANG ZI TAO!"

Tertawa sepanjang waktu merupakan bagian dari rutinitas keempat lelaki kaya-raya ini.

Rolls Royce mereka berhenti ketempat yang cukup terkenal bagi masyarakat underground berduit banyak di Inggris.

Merah,atau bisa disebut dengan Club Crystal adalah tempat yang biasa dikunjungi oleh Tao dan rekan-rekannya. Tempat dimana kau bisa menghabiskan 50 ribu Euro hanya dalam sekejap mata. Mereka berempat turun dari mobil dan memasuki Club yang kebijakan privasinya sangatlah tinggi dibandingkan club-club yang lain.

Tenang saja,para bitches disini lebih 'berharga' daripada bitches yang kau temui di club-club rendahan di LA.

DJ Sylvian,salah satu club-matenya Tao menyapa lelaki tersebut.

"It's been a long time since,eh?hows life?"

"Pretty good. I just wanna hangout with my friends. Ada rekomendasi ruangan VVIP?"

Sylvian mengangguk,dia sudah hapal tentang gelagat Tao.

"Di pojok sana,ada ruangan VVIP khusus untukmu."

"Thanks."Tao memberikan 100 ribu Euro kepada Sylvian,ia pun meninggalkan mereka berempat untuk memainkan lagu dubstep yang membuat malammu terasa lebih panjang.

"Ini clubmu?kau harus mencoba Boom Boom Room di NYC."

"Kita di Inggris,bukan di NYC."

"Oh okay."Baekhyun menutup mulutnya. Dia pun mengikuti dibelakang sambil menatap risih para wanita-wanita panggilan yang memamerkan lekuk tubuhnya di tiang.

'Wanita jalang,aku hanya menyukai lelaki berkulit salju yang ada difoto.'rutuknya.

Sesekali,Tao menggoyangkan kepalanya mengikuti irama yang disuguhkan oleh Sylvian. DJ yang hebat,pikirnya. Mereka membuka ruangan VVIP yang telah disediakan.

Ruangan itu cukup besar,dengan sofa empuk serta beberapa botol minuman keras yang berada diatas meja. Mereka pun duduk dan Luhan kembali membuka laptopnya.

"Shall we?"Luhan sedikit meremas sofa,kesal.

"Kita hanya bermain-main,nanti kita kembalikan."Tao kelihatan tidak peduli sambil meneguk sebotol bir.

"Cek saja CVC2 nya."

'Fuck.'Luhan tidak dapat menyembunyikan kekesalannya.

Tao tersenyum melihat jemari Luhan bergerak lincah diatas keyboard Macnya.

"Selamat datang di kehidupan kami."

To Be Continued

A/N : Halo 8DDDD saya memang bejad banting setir kearah Crime begono,saya kan masih polos ;;-;; /hek By the way,CVC2 itu Cardholder Verification Code,ituloh 3-4 digit angka rahasia yang ada di kartu kredit 8D,setiap kartu kredit punya nama tersendiri,yang saya masukin disini adalah Mastercard :3

Anyway,review yah!