The Bling Ring
Warning : Yaoi,Typo,Criminal-scene,Rape and bad languages.
Disclaimer : EXO-K & EXO-M © SMEntertainment, adopted by The Bling Ring © Sofia Copolla
Sumarry : The boys have gone wild in London.
XXXXXXX
Kau percaya pada cinta?
Jika kau sedang jatuh cinta,kau merasakan bahwa Tuhan melimpahkan segenggam kebahagiaan yang membuatmu selalu terlena.
Jika tidak—tak ayal jika kau menghinanya dengan sumpah-serampahmu dan akhirnya,
"Hidup ini tidak adil!"
Itukah yang sering kau ucapkan ketika sesuatu yang tidak menyenangkan mendatangimu secara tiba-tiba?
Terkadang cinta membuat pikiran realistismu terputus.
Luhan,si Cracker biadab yang bersembunyi dibalik wajah lembutnya.
Merasakan getaran yang tidak mengenakkan yang menurutnya menjijikkan.
'Tuhan,tolong kau singkirkan getaran bedebah ini yang membuatku kejang ketika melihat lelaki bernama Sehun ini.'
"Luhan,ada apa?"tanya Baekhyun yang sedari tadi risih melihat Luhan kelihatan enggan melakukan tugasnya.
"Luhan,setahuku angka awal pada kartu kredit Mastercard adalah 51, 52, 53, 54, 55, 56,dengan panjang nomer kartu kredit antara 14 hingga 16 Digit."
Tao,yang sedang meneguk birnya yang entah keberapa botol kelihatan terganggu.
"Tuan Xi,saya harap kau melakukan hal ini dengan professional."
"Entahlah,aku merasa sedikit bersalah."
"Bersalah?asal jangan kau ingin melepas title "Cracker"mu dengan menjadi lebih agresif."D.O menimpali. Luhan hanya mendengus pelan.
"Kita sama saja dengan pengecut."
Tao menaikkan alis kirinya.
"Maksudmu?"Chanyeol yang sedari tadi melihat video dewasa dari iPhonenya melihat kearah Luhan.
"Jika kita memang berandalan,kenapa kita tidak bermain langsung?"ujar Luhan santai. Jujur Tao merasakan dirinya agak panas mengenai ucapan Luhan yang memang dari dulu menusuk. Tao pun mendekati Luhan dan menarik kerah bajunya.
"B-bastard!kita akan dipenjara!"
"You're such a coward jerk."Luhan meludah kearah Tao.
"I dare you."senyumnya mengembang. Tao merasakan dia diremehkan oleh temannya ini.
"Baik,kita akan melakukannya."
"Jika kita gagal?"tanya Baekhyun.
"Kita akan gagal bersama-sama,kita akan menjadi satu team. Dan kau,brengsek."Tao melepaskan kerah Luhan yang ia remas,ia kembali duduk ditempat asalnya.
"Hahahaha,aku senang kau memanggilku brengsek. Karena kau lebih brengsek dari brengsek-brengsek yang lain."
"Fuck!"Tao terkekeh bersama yang lain.
'Let's play.'
(London,12 a.m)
Keempat remaja yang belum kau tahu seluk-beluknya sedang duduk sambil menghisap cerutunya dengan tenang.
Sekilas,kau bisa merasakan aura 'young and free' yang sangat khas.
Namun,mereka membuang jauh image remaja luar yang selalu kita kenal selama ini.
Kabur dari sekolahmu,bermain game,pulang malam,mabuk-mabukan,kencan melepas perawan. Smoke weed,anyone?
"Kau harus tahu bahwa berita di TV selalu membahas perampokan yang dialami oleh artis-artis luar."Kai menunjuk salah satu artis Amerika yang terkenal,Paris Hilton.
"Tidak kerjaan ku,lah."Kris hanya mendengus pelan. Entah kenapa berita perampokan yang hanya dialami oleh artis-artis terkemuka ini meluap bagaikan air,dalam seminggu ada sekitar lima saluran televise yang menyiarkan berita ini,apa si pencuri ingin kaya raya dalam sekejap?bukankah mereka bisa membobol bank ataupun mengambil uang dari pejabat-pejabat yang lebih kaya dari mereka?
Mereka pura-pura bodoh atau memang bodoh?
"KRIIIING!"Telepon yang berada ditengah-tengah meja bordering. Sehun,yang sedari tadi tidak tertarik dengan acara-acara yang menyebalkan tersebut mengangkat teleponnya.
"Hello?"ucapnya. Kris sempat melirik kearah Sehun,namun ia kembali menghisap cerutunya.
"Hello,Tuan Oh."
"Kau tahu namaku?"Sehun terperanjat. Dia akui dirinya dan yang lain memang terkenal,namun Sehun bukanlah orang bodoh yang menyebarkan data-data personilnya kepada orang lain.
"Kau adalah salah satu anggota The Luxury One itu?ayo kita bermain."suara dari telepon itu terdengar tidak familiar.
"Speakernya hidupkan saja."kata Kris,Kai yang masih menonton pun mematikan televise,Chanyeol pun melirik tajam kearah Sehun.
"Gentlemen,jika kalian memang orang kaya. Ayo kita bermain,permainannya hanyalah permainan yang—"
"Sederhana dan murahan."Kris memotong percakapan diatara Sehun dan penelepon yang kurang waras ini.
"Tuan Wu,saya tidak menyangka bahwa anda memiliki etiket yang kurang baik. Menyela itu tidak sopan."
"Lebih tidak sopan jika seorang anonymous menelepon orang lain pada tengah malam dan mengajak untuk bermain."Chanyeol pun membuka suaranya.
" ,saya sarankan anda untuk mengunci mulut anda."
"Kau kira dia brangkas?memakai gembok?gunakan struktur kata yang jelas,kami tidak menyukai kiasan."
"Kai,ternyata kau adalah orang yang berfikir kritis."
"Bisakah kau beri tahu apa permainannya?"Sehun yang tidak sabar ingin menghajar anonymous ini sudak menggeretukkan giginya.
"Kalian harus mengungkap siapa kami,jika tidak maka setiap hari uang dari saham-saham kalian akan kami gerogoti secara perlahan."
Kris terkekeh.
"Haruskah kami?bukankan kalian hanyalah mahasiswa-mahasiswa yang konyol di Princeton?"
"Aku tak butuh remehanmu. Jika kalian memang setara dengan kesombongan kalian,mari kita bermain."
"Jika kalian kalah?"kata Chanyeol,tersingkap senyuman lebar dan mengerikan dari paras rupawannya.
"Kalian bisa membunuh,ataupun memenjarakan kami."
"Jika kami ingin memainkan kalian?"
"Terserah,anggap kami boneka incaranmu. Have a nice night,fuck you."
PIP.
Pembicaraan mereka pun terputus begitu saja.
"Kau yakin dia memang ingin bermain seperti itu?"tanya Sehun kepada Kris.
"Tentu saja. Sehun,sahammu sudah terlalu besar dan keuangannya dijaga begitu ketat."
"Ayo kita bermain."Kris tersenyum.
Kai,Sehun dan Chanyeol hanya menyilangkan tangannya.
Kai terkekeh.
"Apaan dia?apa dia tahu kalau kita ini siapa?"Kai terbahak-bahak sambil memegang perutnya,lelucon tengah malam.
"Tentu saja,buktinya dia tahu siapa kita. Ini bukan saatnya otakmu kurang merespon."Sehun menjitak kepala Kai pelan,semua orang terkekeh melihat tingkah kedua lelaki yang suka menyebarkan suasana 'anak muda' ditempat yang berat seperti ini.
Kris,menyudahi tawanya dan termenung.
"Kris,kau ada masalah?"Chanyeol yang melihat Kris sedikit prihatin akan sikap temannya yang terkadang suka berubah secara tiba-tiba.
"Aku hanya merasa ini ada kaitannya dengan pencurian itu. Menurutku,motif pencurian mereka itu bukanlah didasari dengan keinginan untuk mendapatkan uang secara spontan."Kris mengambil wine yang berada tidak jauh dari tempatnya.
Mereka bertiga bingung,seolah-olah mencari celah dari apa yang Kris pikirkan.
"Maksudmu?mereka iseng?mereka punya kelainan?"ucap Sehun. Kris mengangguk.
"Bukan kelainan,mungkin mereka iseng. Kalaupun mereka memang ada kelainan,setidaknya dengan mudah polisi mudah melacak mereka. Namanya orang gila."
"Pikiranmu terlalu dangkal,Kris."Kai menolehkan kepalanya,matanya menatap intens kearah Kris.
"Maksudmu?"
"Begini,jika kau mengatakan bahwa orang yang mempunyai kelainan kejiwaan mudah tertangkap ataupun terlacak ketika dia sedang melakukan sesuatu…mengapa pencarian psikopat seperti Jack The Ripper memakan waktu bertahun-tahun?bukankah kita bisa menyimpulkan bahwa dia memang ada kelainan?"
Hening.
Mereka mencari jawaban atas pertanyaan yang membumbung malam ini.
"Jadi,menurutmu penelepon ini mempunyai gangguan kejiwaan?"
"Psikopat,klepto..mungkin?"Chanyeol mengendikkan bahunya.
"Namun darimana dia tahu—"
"Ada banyak jalan ke Roma,klepto tidak selamanya bodoh."
"Dan sekarang ada seorang klepto yang ingin bermain dengan kita?"remeh Kris.
"Jika kau berteman dengan pembunuh,bau mu akan amis seperti darah."
"Jika kau berteman dengan orang gila,ayo bermain seperti orang gila."Kai tersenyum.
"Kai,sepertinya kiasanmu sedikit aneh."Sehun tersenyum manis. Keheningan pun terjadi.
"Sorry."
Pagi yang cerah di tempat tinggal The Luxury One,ketika burung-burung bercicit menyambut pagi. Setiap hari,seorang tukang Koran melempar Koran ke setiap rumah.
pagi itu terbangun lebih cepat dari biasanya bergegas kebawah untuk mengambil Koran,namun bukanlah Koran yang ia terima pagi ini.
Melainkan surat.
"What the hell is that. Perasaan fansku hanya member email,bukannya surat."Chanyeol pun membuka surat tersebut.
Alis matanya membentuk silangan.
"Apa-apaan ini?!"
XXXXXXX
Pagi yang cerah tergantikan oleh suasana yang menegangkan dan penuh emosi.
Kai,hanya bisa terduduk dengan pandangan kosong di ujung ruang tamu.
"SIAPA YANG MENCURI 50% SAHAM KAI?!"Kris menghentakkan meja bundar diantara mereka. Suasana sangat canggung sangat jelas di ruangan ini. Tangan Kris terlihat sedikit gemetar sambil memegang surat yang datang tadi pagi.
"Coba,aku lihat suratnya."Sehun mengambil surat tersebut dan membacanya dengan teliti.
To : The Luxury One
Good morning. Pagi yang cerah selalu menghibur London,kan?
Siapapun yang membaca surat ini,saya mengucapkan selamat pagi. Semoga Tuhan memberkati.
Terutama,yang terhormat Tuan Kim.
Saya sudah memindahkan 50% saham anda ke 'tempat persembunyian' saya.
Saya tahu bahwa anda kelihatan tidak senang,eoh?tapi ayo,mari kita selesaikan ini segera.
Saya merasa permainan ini tidak menarik.
Tapi tunggu,saya akan memberi kejutan untuk yang lain. Tenang,saham anda tidak kami bekukan,hanya dipindahtangankan.
Secara paksa.
Terimakasih atas kesediaan tuan untuk membaca surat tak bertuan ini.
Regardly yours,
Anonymous.
"Tenangkan dirimu,pasti ada celah untuk kita—"
"Celah?ada orang aneh yang menelepon semalam dan besoknya sahamku hilang!"Kai mengacak rambutnya,frustasi adalah hal yang ia rasakan saat ini. Dia tidak menyangka bahwa permainan tersebut memang kenyataan.
Setidaknya untuk saat ini.
"Apa yang harus kita lakukan?"Kris menggumam pelan,detak jantungnya berdegup kencang tak beraturan.
"Mungkin kita harus menyelesaikan hal ini dengan serius,mungkin selama ini kita terlalu memandang remeh."usul Chanyeol. Kris pun menoleh kearahnya.
"Mungkin juga—"
KRIIING!
"Yah!ada tiga panggilan untuk hari ini dan aku trauma untuk mengangkatnya."kata Kai sambil berbalik menghadap dinding.
'Daddy mungkin akan menggorok leherku jika ia tahu sahamnya hilang..ish!'rutuknya.
"Halo?"sapa Chanyeol. Kris dan Sehun pun mendekat kearahnya.
"Halo, ~bagaimana keadaan ?kuakui dia memang seksi,hahaha.."ucap si penelepon,dahi Chanyeol pun berkedut.
"Apa maksudmu?oh kau ya yang mengambil saham Kai?kembalikan sekarang juga!"desak Chanyeol. Percakapan antara mereka sebenarnya sudah di-speaker,hanya saja Kris dan Sehun harus diam agar si penelepon tidak terkecoh.
"Sabar,aku masih ingin bermain. Ngomong-ngomong dimana Kai?berikan telepon ini kepadanya."
'Anak ini maunya apa sih..'
Kris bersumpah akan menendang si penelepon ini sampai ke Antartika.
Mendengar namanya,Kai pun beranjak dari penggalauannya dan berjalan kearah koridor ruang tamu tempat ketiga temannya yang mengerubungi telepon. Kai pun mengambil telepon tersebut.
"Mau apa kau?"ucapnya malas.
"Bisa kau matikan speakernya?teman-temanmu sungguh berisik."Kai pun menekan tombol "Speaker" untuk mematikannya.
"Sudah kumatikan. Apa yang kau inginkan sekarang?"
"Jika kau ingin sahammu kembali,temui aku di Club Crystal pukul 11 malam. Kita akan bertemu di lantai tiga,Casino Lounge."jelas si penelepon.
"Dan jangan bawa teman-temanmu. Oh ya,pakailah Audi-mu,oke?kau kelihatan tampan. See you later."
PIP.
Kai merasa dia harus tidur siang malam ini.
"Kau kenapa?"tanya Sehun sambil menepuk pundaknya.
"Kau tahu,aku merasa seperti tertimpa gajah."ucapnya lesu.
"Maksudmu?"
"KENAPA HIDUPKU TIDAK PERNAH LARI DARI KATA 'ANEH?!' KAU TAHU,TADI MALAM ADA ANONYMOUS YANG MENAWARKAN PERMAINAN HIDE AND SEEK DAN SEKARANG SAHAMKU HILANG SETENGAH DAN AKHIRNYA DIA MENGAJAKKU UNTUK FACE TO FACE DI CLUB CRYSTAL MALAM INI?!APA DOSAKU TUHAN?!"Kai menggebrak meja dan menggulingkan badannya kesana-kemari.
Tipikal lelaki yang ditolak cintanya.
"Whoa!ayolah bertemu saja. Jika kau ingin bertemu dengannya,apa yang akan kau lakukan?"tanya Chanyeol sambil menggelitiki betis indah Kai.
"Akan ku tonjok dia."
"Tidak kau perkosa?kau kan male bitch."ucap Kris inosen,bibirnya membentuk sebuah senyuman imut.
Dasar bajingan.
"Yah mungkin. Ini masih pukul 12 siang,kan?aku ingin tidur dulu."Kai pun meninggalkan ketiga sahabatnya dan beranjak kearah kamarnya.
XXXXXXX
(London. 22.30 a.m)
Kai mengemudikan Audinya dengan kencang. Emosi bercampur curious meluap dari lubuk hatinya.
Penasaran?
Ya,Kai penasaran siapakah orang yang mencuri sahamnya.
Atau bisa dikatakan membekukan sahamnya.
'Entahlah,aku merasa dia orang yang baik-baik. Dari suara dan tutur katanya saja kelihatan kalau dia sopan. Eh,apa dia wanita?soalnya suaranya agak berat,sih. Apa dia gay?apa dia psycho?apa dia—ah Kai!lanjutkan mengemudimu dan remukkan tubuhnya dengan pesonamu kaliini!'
Kai berani taruhan,wanita akan jatuh pada rengkulannya malam ini. Tubuhnya hanya dibalut oleh kaos tak berlengan dan skinny jeans,rambutnya yang biasa ia sisir kebelakang justru berantakan.
Ini club,bukan ruangan meeting.
"Tch!aku tidak yakin bisa menemukannya dengan cepat. Aku hanya kenal suaranya,wajahnya tidak."
Mobilnya pun masuk kedalam ruangan parker club. Kai pun mengambil kacamatanya dan keluar dari mobil. Dengan pintu yang tertutup,pastinya.
(Kai POV)
Tuhan,ampunilah hambamu ini.
Tuhan,mataku terkena radiasi.
TEMPAT MACAM APA INI?!
Oke,maafkan reaksiku yang seperti pemain telenovela. Tapi sungguh,aku merasa berdosa memasuki tempat ini.
Bukannya munafik,aku lebih suka minum champagne sampai pagi dari pada clubbing.
Making love saja belum.
Kau tahu,tempat ini memang mewah dengan interior apalah itu—abstrak. Dengan bitches-bitches yang kuakui memang cantik sih,hehehe.
Tapi tujuanku bukan itu,aku ingin mencari siapa lelaki yang DENGAN KURANG AJARNYA mengambil sahamku,untung daddy sedang di Luxembourg,kalau tidak matilah aku.
Aku berjalan kearah tempat duduk yang berada ditengah-tengah dancefloor,kurasa tempat duduk itu hanya untuk orang-orang kaya.
Mengapa?jika kau pernah bermain Night Club City Tokyo,kau akan tahu.
Namun,ketika aku berjalan untuk masuk kedalam,HPku bergetar.
Ada panggilan masuk,anonymous (lagi.)
Dengan gusar,aku pun mengangkatnya.
"Apa?"
"Masuklah,aku berada dikursi paling belakang."
Demi Tuhan aku ingin mengacak rambutku. Mau lelaki itu apa sih?
Mau tak mau aku pun masuk kedalam,mencari dimana lelaki itu karena suasananya terlalu remang,hanya lampu-lampu dari luar yang memberikan sedikit cahaya.
Nah,itu dia!
Aku melihatnya,lelaki itu hanya menggunakan kemeja putih polos dengan celana panjang berwarna hitam. Wajahnya manis,jantungku berdetak kencang.
Apa ini?
(End of Kai's POV)
"Bodoh,untuk apa kau melihatku seperti itu?"lelaki tersebut berkata kepada Kai yang masih diam seperti orang bodoh. Tanpa berkedip sekalipun.
'Tenyata lelaki ini lebih tampan dari yang aslinya.'puji lelaki tersebut.
Kai pun mendekatinya dan duduk tepat dihadapan lelaki itu.
"Sekarang,bisa kau jelaskan kepadaku kenapa kau mencuri sahamku?"desak Kai,lelaki tersebut hanya tersenyum manis.
"Sudah berapa kali aku bilang,aku tidak mencuri. Hanya memindahtangankannya saja."kata lelaki itu sambil meminum Tequilanya. Kai pun menggeram.
"Kau itu—"
"Bajingan,memang. Tapi asal kau tahu,aku lebih kaya darimu dan apa yang aku lakukan ini hanyalah misi,bodoh. Aku akan mengembalikan sahammu sesuai dengan jumlahnya tanpa berkurang sepeserpun."
"Tch,orang kaya kok mencuri."sindir Kai. Lelaki tersebut hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya,
"Namaku Do Kyungsoo,salam kenal."
(Author POV)
Entah apa yang dipikirkan Kai dan Kyungsoo pada malam itu.
Masing-masing hanya terdiam sambil bergelut satu sama lain.
Lekukan tubuh yang mengikuti irama yang menggebu-gebu,dengan hasrat yang membutakan.
Kai,dimana malam itu menjadi sang pendominasi mulai mengecup setiap inci dari lelaki dihadapannya,Do Kyungsoo.
Dimulai dari kelopak matanya yang sendu,hidungnya yang mancung,pipinya yang lembut,bibirnya yang menggoda.
"K-kai-ah~"ucap lelaki itu,Kai masih saja mengecup leher jenjang D.O,sesekali menggigitnya sehingga menimbulkan kissmark yang kentara.
"Just relax and enjoy this night."ucap Kai seductive,tangannya mulai menggerayangi dada D.O yang tidak terbalut oleh kemeja yang ia pakai.
Sentuhan-sentuhan yang Kai berikan lebih lembut daripada lelaki-lelaki western yang ia kencani selama sekolah.
Sentuhannya itu memabukkan,bukan menyiksa.
"Ahh!"desahnya kembali keluar ketika Kai mulai memainkan nipplenya yang sudah memerah dan mengeras,Kai pun menjilat nipple kanan D.O sedangkan tangannya memainkan nipple yang lain.
Seakan-akan mereka tidak ingin malam ini berlalu dengan cepat,selama alcohol masih mengerayangi pikiran,mereka akan merasa bahwa malam ini hanya milik mereka berdua.
Merasa sudah bosan dengan mainannya,Kai pun turun kebawah.
Akhirnya,permainan baru dimulai setelah foreplay-foreplay itu.
Apakah kau tipe badass seme,Kai?
"Mmmh~aaah~K-kai~hentikaaanh~"racaunya,namun Kai masih mengelus kepunyaan D.O yang sedikit lebih kecil dari dirinya,sesekali Kai memasukkan kepunyaan D.O dan mengulumnya seperti permen.
Manis.
"Let the beast out,ne?"kata Kai sambil mengocok kejantanan D.O yang sedari tadi mengeras dan mengeluarkan beberapa butiran pre-cumnya.
"Let m-meeh~"mohon D.O,tapi Kai masih ingin bermain lebih lama. Ia malah menaikkan kecepatannya dan sesekali menjilatinya.
"Tunggu sebentar,ak—"
CROT!
Ternyata D.O memang tidak sanggup berlama-lama dipermainkan. Cairannya menyembur kearah Kai dan seprai,Kai malah menjilatnya dan melihat kearah D.O yang sudah tak berdaya lagi.
Matanya sayu,wajahnya memerah dengan bulir-bulir keringat yang mengucur deras.
"Kenapa kau cepat sekali.."Kai mengelus pipi D.O yang lembab,lelaki itu memalingkan wajahnya,malu.
"Jangan tatap aku seperti itu,Kim Jongin."ucapnya pelan. Kai hanya terkekeh dan memalingkan wajah D.O sehingga ia dapat melihat iris coklat D.O yang lembut itu.
"Kau tahu?inilah adalahhal pertama yang kulakukan. Aneh memang ketika korban malah melakukan hubungan intim dengan pelakunya sendiri."Kai mengecup dahi D.O.
D.O hanya tersenyum miris.
"Artinya kau menganggapku penjahat?"
"Tidak,aku menganggapmu sebagai kekasih."Kai mencium ujung hidung D.O.
"Kau memang—AH!"
Tenyata,jemari tangan kanan Kai sudah melesak masuk kedalam holenya D.O.
"Kai-ah..sakiit~"rengek D.O,matanya mulai berair. Mengetahui hal itu,Kai pun mencium pipi D.O.
"Maaf,aku agak nervous."
Kai pun memasukkan jari ketiganya,jarinya bergerak pelan mengikuti intruksi dari D.O
"D-disitu..a-ahh!"
Tanpa jeda,Kai pun memasukkan kejantanannya.
"KAI!"teriak D.O,air matanya mengalir deras dari pelupuknya,sakit dan pedih adalah yang ia rasakan.
Kai memberhentikan aktifitasnya,ia melikah D.O masih kesakitan.
"Mianhae,chagiya.."Kai mengelus surai hitam legam D.O. Terbesit rasa bersalah pada relung hatinya.
Seharusnya dia tidak melakukan hal ini.
Dia tahu kalau dia sudah tidak terlalu mabuk,jangan salahkan pesona D.O yang memang menggairahkan.
Egonya terlalu kuat sehingga ia berbuat ini terlalu jauh.
Secara tidak langsung,Kai merasa bahwa ia mengkhianati sahabatnya. Dia tahu D.O mungkin akan dibunuh oleh Kris ataupun Chanyeol.
Namun dia merasa bahwa dia mulai menyayangi lelaki ini,dia tidak peduli tentang sahamnya ataupun daddynya yang akan mengebirinya sepulang dari Luxembourg.
Dia hanya ingin D.O,Do Kyungsoo.
"Kai,lanjutkan saja."ucap D.O sambil tersenyum,Kai pun mengannguk dan mulai menggerakkan kejantanannya.
Semakin cepat,semakin dalam,semakin mendesak.
"F-fasterhh~Kai-ahh!"D.O merasakan kalau dia akan keluar sebentar lagi.
"N-nee~kita akan mengeluarkannya bersama-sama,sebut namaku."ucap Kai sambil mempercepat temponya.
"KIM JONGIN!"ucap D.O sambil menggengam seprai dengan kuat,matanya sudah terkatup.
"DO KYUNGSOO!"
Cairan D.O pun keluar menghujani perut Kai,sedangkan cairan Kai membasahi hole D.O. Kai pun ambruk disamping D.O.
Tidak ada kata-kata,lenguhan maupun desahan.
Hanya ada butterflies yang berterbangan dan heart-attack yang mengalun terlalu cepat.
"Kai-ah.."ucap D.O memecahkan suasana,Kai pun bangkit dan melihat D.O.
"Wae,chagi?"
"Jika aku mati karena aku menghianati teman-temanku..apa yang akan kau lakukan?"
Air mata kembali mengalir pelan dari iris hazelnut D.O.
"Biar kan aku mati bersamamu."Kai tersenyum dan mencium pipi D.O.
"Mengapa?"
"Karena..aku juga menghianati teman-temanku."
To Be Continued
A/N: Saya yakin para readers pasti menggebuk saya dengan gayung karena saya gak update-update,soalnya film The Bling Ring kan belum disiarkan di bioskop dan saya cuman ngeliat trailer film ini dari Yahoo News,so alurnya bakalan saya rubah kok,saya hanya ngambil konflik bathin karakter sebagai pencuri aja X) . Maaf ya T-T saya sempat sibuk dengan acara-acara sekolah saya==" ALHAMDULILLAH SAYA LULUS YEY XD /dibunuh dan really sorry kalau misalnya lemon saya emang terlalu kecut,bakalan saya asah kok!getting better XDD
Review ya!
