The Bling Ring
Warning : Yaoi,Typo,Criminal-scene,Rape and bad languages.
Disclaimer : EXO-K & EXO-M © SMEntertainment, adopted by The Bling Ring © Sofia Copolla
Sumarry : The boys have gone wild in London.
Kai membuka matanya.
Detak jantungnya mengalunkan tempo yang lebih lambat dari Allagio,namun lebih cepat dari Adagio.
Andante adalah tempo yang tepat ketika ia melihat lelaki didepannya.
"Seharusnya ini salah.."ucapnya pelan sambil mengelus pipi porselen lelaki yang masih asyik dengan dunia mimpinya. Tangannya mengelus pelan wajah rupawan tersebut,ada rasa getir yang menghantuinya tatkala ia menyentuh bibir lelaki tersebut. Kai tahu bahwa ia bukanlah seorang pengecut yang hanya bermain dibelakang. Terlebih,kectika lelaki itu mengatakan sesuatu yang mulai ia takutkan.
"Jika aku mati karena aku menghianati teman-temanku..apa yang akan kau lakukan?"
Disinilah dimana Kai bertarung mati-matian dengan fikiran dan sanubarinya,apa yang harus dia pilih sekarang?temannya ataukah lelaki rupawan yang tak beranjak dai rangkulan Kai dan khayalnya.
Do Kyungsoo.
"Kai-ah?mengapa kau menangis?"lelaki itu sudah selesai memadu kasih dengan mimpinya. Jemarinya menyubit lembut dagu lelaki tersebut.
"Sepertinya..aku harus mengantarmu pulang."
XXXXXX
"Kai-ah,sahammu akan cair malam ini. Aku sudah mengatur program cracking yang dilakukan Luhan,maa—"
"Aku hanya ingin kau kembali ke jalan yang benar."
"Tap—"
"Kau percaya pada Tuhan,kan?"
D.O terdiam,matanya yang sedari tadi menatap Kai dengan antusias kini menatap sendu kearah dashboard mobil Kai. Tatapannya kosong,seaka-akan ia merasa bahwa dirinya memang tak pantas.
Tak pantas hidup ataupun bersanding dengan Kai.
"Aku.."
"Dyo-ah,kau harus tahu bahwa aku memang mencintaimu sejak malam itu dan aku merasakan bahwa fikiranku sudah kalah dari hatiku,tapi aku tak rela jika kau dicampakkan oleh teman-temanmu karena kau akan bersama denganku nanti.."bibir Kai bergetar.
Kai hanya ingin D.O berubah,tak lebih.
Meskipun ia baru sekali melihat lelaki ini,ia seperti merindu.
"K-kau tahu siapa kami?"
"Tentu saja,kalian kan yang mencuri uang-uang dari artis-artis Hollywood."
D.O tercekat,matanya membulat bersama dengan cengkraman tangan yang semakin kuat pada celananya.
"Dari mana kau bisa memberikan keputusan seperti itu?"
"Ya,karena ketika pada saat itu agenku melihat kau dengan rekanmu yang berambut merah itu sedang melakukan proses pencarian uang dari cracking software untuk rekening-rekening tertentu. Kau ingat waiter yang memberikanmu Mocha?"
D.O merasakan bahwa langit ini menimpanya,wajahnya melukiskan penyesalan yang berlebihan dan malu yang mungkin berkepanjangan.
"Mianhae.."
"Semoga saja kau tidak melakukan ini semua hanya karena kau dan teman-temanmu dendam kepada kami."kata Kai sambil menyetir mobilnya dan berhenti didepan suatu rumah yang sangat mewah.
"Aku pulang du—hmmph!"ucapan D.O terputus ketika tangan Kai menarik keras tubuhnya dan membekapnya dengan ciuman hangat dari Kai.
Ciuman itu tak lebih dari ungkapan rasa penuh harap dan rasa kekecewaan,ciuman itu sendu.
Ciuman yang diberikan Kai adalah ciuman yang tidak sama dengan tadi malam.
D.O membenci ciuman itu. Matanya tertutup dan air matanya mengalir deras,Kai masih saja mengecup lelaki tersebut. Matanya tak secerah Kai yang semalam.
Matanya selalu mencerminkan apa yang Kai rasakan.
Mata adalah ciptaan Tuhan yang lebih jujur dari pada hati,karena mata akan merefleksikan apa yang kita rasakan,sekeras apapun kita berusaha menyembunyikan rasa tersebut.
Mata takkan berbohong.
Ciuman tersebut dilepas oleh D.O,matanya masih tertutup.
"K-kau..membenciku?"ucapnya. Kai hanya membalasnya dengan tatapan kosong.
"Aku tidak membencimu Karena aku mencintaimu,aku hanya kecewa. Kecewa kepada diriku karena dengan bodohnya aku terjerat dengan musuhku sendiri,dan aku kecewa dengan Tuhan yang menciptakan kisah hidup yang sangat ironis untukku,dimana aku harus menerima kenyataan jika kau pergi bersamaku mungkin rekan-rekanmu akan membunuh kita berdua."jelas Kai sambil menunjukkan raut sedihnya.
D.O langsung memutuskan eye-contact tersebut dan keluar dari mobil.
"S-sepertinya aku harus pergi,see you!"
Kai hanya terdiam di tempat duduknya,meratapi lelaki yang memasuki gerbang rumahnya. Dia tidak tahu mengapa rasa ini terlalu cepat untuk muncul.
"Kyungsoo…."
XXXXXX
"AKU PULAAAAANG!"
"KAU DARIMANA SAJA,BODOH?KAMI MENCARIMU KEMANA-MANA!"
"BUGH!"
Pukulan telak selamat datang mendarat dengan mulus pada rahang Kai. Lelaki itu hanya tersenyum lebar.
Kai memang tahu bagaimana cara menyembunyikan kesedihan.
"Maaf,aku lama pulang. Ada urusan yang cukup rumit dengan lelaki itu."ucapnya sambil membuka leather jacketnya,Kris dan yang lain menyilangkan alisnya.
"Urusan?"
"Yah seperti itulah,namun sahamku sudah kembali kok."Kai melenggang kearah laptop yang berada di meja nakas dekat sofa. Ketiga temannya hanya mengikuti Kai seakan-akan tak peduli.
Bukannya tidak peduli,hanya saja tidak sadar.
"Jadi…bagaimana rupanya?"tanya Chanyeol,Kai hanya mengibaskan tangan kanannya kearah Chanyeol.
"Tuan Kim,jelaskan."
Kai membenci ini.
"Dia manis,aku saja sempat mengira bahwa dia adalah anak remaja yang masih berumut 16 tahun. Namun dia sedikit agresif,makanya aku baru sampai pagi ini."
"Agresif dalam?"
"Segalanya."
Kris,aku rasa kau tidak perlu menanyakan hal tersebut lebih jauh.
"Dan satu lagi,kita jangan membocorkannya pada FBI. Kita bisa mengatasinya sendiri."jelas Kai sambil mengetik sesuatu di Macnya.
"Kenapa?bukankah kau sangat ingin beroperasi bersama FBI?NYPD?"
"Aku tak butuh itu."
Suasana kembali hening,keempat lelaki tersebut terhanyut pada lamunannya.
DRTTT~
"Ah?"Sehun merasakan handphonenya bergetar,dia pun melihat ada pesan yang masuk.
'Tuhan..'
"Ada apa?"tanya Kai yang melihat raut wajah Sehun yang berubah seketika.
"Kasusku sama dengan kasusmu,Kai."
"APA-APAAN INI?!"
"Dia mengambil 50 juta Pounds."
Chanyeol,Kris dan Kai hanya bisa membuka mulutnya.
"Cukup!aku muak dengan permainan ini!"Chanyeol menggeram.
Selalu ada kejutan di pagi hari.
"Tenangkan dirimu.."ucap Kris sambil mengusap bahu Chanyeol,Sehun hanya mendengus pelan.
"Kalian tahu,dimana aku bisa menemukannya?"
"Memangnya dimana?"tanya Kai,Sehun hanya tersenyum manis.
"Paris."
To Be Continued
A/N : Annyeong!saya galau dengan NEM saya dan saya pusing ngurus SMA saya /loh maafkan saya yah,saya sibuk nyari sekolah karena NEM saya rendah banget ==" /bakardiri btw,kayanya genre ini malah ngelantur ke Hurt/Comfort dan saya minta maaf lagi /sobbing
Review?:3
