The Bling Ring
Warning : Yaoi,Typo,Criminal-scene,Rape and bad languages.
Disclaimer : EXO-K & EXO-M © SMEntertainment, adopted by The Bling Ring © Sofia Copolla
Sumarry : The boys have gone wild in London.
(Sehun POV)
Ini masih pukul 3 pagi waktu setempat,kau tahu mengapa ku terbangun di pagi buta?
Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal sehingga tidurku tak nyenyak!aku hanya bisa mengacak-acak rambutku setiap 20 menit!
Aku pun melangkahkan kakiku dari kamar menuju ruang tamu untuk melihat keadaan sekitar,karena aku tidur duluan untuk menyiapkan energiku agar perjalananku mengasyikkan.
Siapa bilang aku liburan?
Aku ingin membunuh lelaki yang mengambil sahamku,secepat mungkin.
Meskipun aku yang termuda di The Luxury One,bukan aku tak kalah sadis dengan mereka.
Maaf,namun aku bukan pembunuh.
"Oh Sehun?"suara berat itu membuyarkan lamunanku,lelaki itu masih mendengar lagu Sakura Nagashi sambil menyesap Lemon Tea-nya,lelaki itu kelihatan begitu tenang. Tak ada segurat kekhawatiran ataupun kekalutan yang mendasar pada parasnya yang kuakui memang tampan.
Park Chanyeol takkan takut meskipun ia mati hari ini.
Aku pun duduk disebelahnya,dia mempersempit jarak diantara kami,seakan-akan ia tahu bahwa aku memang takut.
"Sehun,aku turut prihatin dengan kasusmu.."ucapnya pelan sambil melihat uap Lemon Tea yang semakin mengambang dan akhirnya menghilang.
"Aku tak perlu dikasihani."ketusku. Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat tingkahku yang sedikit berbeda.
"Jangan bodoh,matamu yang membuatku berspekulasi seperti itu. Hey,kau tahu?lelaki bernama Baekhyun juga meneleponku pukul 2 malam tadi dan dia juga mengambil sahamku,memang sih hanya 30 juta Pounds…"Chanyeol mengakhiri pembicaraannya sementara dengan menutup matanya dan menghayati alunan piano pada lagu yang ia putar.
Aku membelalakkan mataku. WHAT THE FUCK IS GOING ON?!
"Sepertinya kita harus membasminya,mereka berbahaya."tegasku,dadaku berdesir deras mendengar ucapannya. Bagaimanapun caranya aku harus membunuhnya.
Lebih baik kita memusnahkan manusia ketimbang menambahnya,pantas saja bumi semakin sesak,hih.
"Whoa~jangan berambisi seperti itu,justru kita harus membongkar apa motif yang ia lakukan,bukan membunuhnya."
"Bukankah itu sudah jelas?mereka membenci kita!"
"SEHUN-AH!"bentak Chanyeol.
Aku hanya bisa terdiam,mataku tak mau menatap manik hitamnya.
Aku memang ceroboh.
Chanyeol lebih ceroboh.
"Dia juga menyuruhku untuk ke Paris hari ini,seharusnya kita bekerja sama sebagai team!bukannya bertengkar tentang apa yang harus kita lakukan setelah kita mendapatkannya!kau tahu jika media mengetahui tentang apa yang terjadi kepada kita?!jawab aku!"Chanyeol menggoncangkan bahuku. Aku tersadar,bahwa aku terlalu berfikiran terlalu cepat,aku sangat takut.
"Aku hanya takut menghancurkan kita secara perlahan,aku takut."
Chanyeol merangkulku dalam pelukan yang begitu hangat,jujur aku merasa ketakutan ini semakin kuat mengingat bahwa hanya ada aku dan Chanyeol yang akan memburu kedua lelaki tersebut.
"Hyung,aku takut."isakku. Chanyeol hanya mengelus kepalaku pelan.
"Selama aku hidup,aku akan menjagamu karena kau adikku. Tidurlah,kita berangkat pukul 7 pagi."Chanyeol pun melepas pelukannya. Aku pun bangkit dan kembali ke kamarku.
Now,you caught my eyes from a mile away..
(06.00 AM,Sehun POV)
Tidur 3 jam takkan jadi masalah,kan?
Aku pun melangkahkan kakiku kearah kamar mandi yang berada tak jauh dari kasurku,tak lupa aku menghidupkan lagu yang diputar Chanyeol tadi malam. Bathub yang sedari tadi kering akhirnya basah oleh air hangat yang mengalir cukup deras serta busa sabun yang semakin banyak,aku menanggalkan semua pakaikanku dan merendam hampir seluruh tubuhku,tanganku memegang erat-erat sisi bathub,sehingga hanya dadaku yang belum terlalu basah,hanya sedikit lembab.
Lagu itu memang indah,ya. Chanyeol memiliki selera music yang bagus.
Aku melepas pegangan tanganku,membiarkan tubuhku perlahan-lahan merosot kedalam bathub yang cukup besar itu. Aku menutup mataku dan merasakan sensasi yang berbeda.
Kegalauanku tak kunjung hilang.
Aku merasakan dadaku terlalu sesak mendengar teman-temanku yang emosi dan berapi-api sambil mengepalkan tangannya dan menyumpahi lelaki yang mengambil sahamnya.
Kau tahu?saham ini adalah pondasi untuk kami. Karena jika saham kami jatuh ataupun dibekukan meskipun hanya sepeserpun,itu akan berdampak besar.
Aku mengangkat kepalaku untuk mengambil nafas,dan menimbulkan kecipak air yang cukup keras.
"Haaah…"
Aku mengusap kepalaku dan kembali terdiam,dengan tangan kiriku yang masih memegang sisi bathub.
Tuhan,aku hanya ingin semuanya kembali normal. Itu saja.
Ngomong-ngomong,dimana Kris?
Aku belum menemukannya dari tadi malam,apa dia pergi untuk mengecat rambutnya lagi?hahahaha lucu sekali.
Kau tahu?adalah indah jika aku kembali ke hometownku dan menatap pohon-pohon yang rindang serta bunga-bunga yang mekar dan malu tertatap matahari,ataupun kicauan burung-burung yang mengalunkan nada yang membuat kupu-kupu berterbangan dari perutku. Hidupku berubah selama di UK.
Aku pun bangkit dari bathubku,membersihkan sisa-sisa sabun serta menggosok gigiku dan membalut badanku dengan handuk.
Biasanya,aku tak memakai handuk bila mandi dengan Kai.
Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaianku,dan memilih setelan yang pas untukku. Aku cepat-cepat memakai celana dalamku dan setelan tersebut,aku tak sempat menyisir rambutku. Aku merasa keren dengan rambut seperti ini.
Setelah mengemasi barang-barang yang akan aku bawa,berserta dengan koper kecil yang cukup berat.
Kau tahu apa isinya?
Isinya hanyalah Revolver USP Heckler & Koch,pistol semi otomatis dengan mekanis sungsang terkunci dan menggunakan modus mundur pendek operasi. Menembakkan cartridge 9X19mm Parabellum berserta pelurunya,3 buah pisau pendek dan 6 buah suntikan bius.
Ini akan jadi hari yang menarik.
Aku pun keluar dari kamarku,dan melihat Chanyeol,Kris dan Kai yang masih sarapan.
"Sehunna,ayo sarapan."sapa Kris,aku pun mendatangi mereka bertiga dan duduk disebelah Kris.
Aku mengambil sepotong sandwich dan memakannya dengan khidmat,Kris tidak suka orang berbicara ketika makan.
Dasar orang ningrat.
Chanyeol,yang telah siap memakan sandwichnya mengambil iPhonenya. Aku mengamati gerak-geriknya.
"Tunggu sebentar,kami akan berangkat sekitar 15 menit lagi. Aku membawa senjata."kemudian ia memasukkan iPhonenya ke saku celananya.
"Kami akan berangkat 15 menit lagi. Kris,kau ikut mengantar?"tanya Chanyeol,Kris hanya menggeleng.
"Nein,good luck ya."
Setelah sandwich dan susu kotakku habis,aku pun bangkit bersamaan dengan Chanyeol.
"We have to go."
"Hn,see you later."
(End of Sehun's POV)
XXXXXX
FR 214 MI/ 344 KM adalah jarak yang lumayan jauh dari London-Paris.
Sehun melihat Chanyeol yang terlelap di kursinya,sesekali ia melihat awan yang membentuk objek abstrak yang indah. Dipadukan dengan gradasi biru langit dan sinar matahari yang keemas-emasan.
Sesekali ia memainkan jarinya pada surai kelam Chanyeol yang jatuh akibat goyangan kepalanya,namun aktifitas terbarunya itu takkan bertahan lebih lama.
Ia memikirkan apa yang akan terjadi jika ia menjejakkan kaki di Aéroport Paris-Charles de Gaulle. Apakah ia dan Chanyeol akan disambut dengan tembakan-tembakan beruntun dari lelaki tidak dikenal dengan topeng yang hanya menyisakan kedua bola matanya saja?
Oh Sehun,terkenal dengan pemikiran terlalu hiperbolis yang membuatnya terlalu perfeksionis.
Ia kembali melihat kearah jendela pesawat,matanya menerawang jauh.
"Sehunna…"suara berat Chanyeol membuyarkan imajinya,Sehun pun menoleh kearah Chanyeol.
"Ada apa?"
"Berapa jam lagi kita akan sampai?"tanya Chanyeol sambil mengusap mata kanannya,Sehun hanya tersenyum tipis.
"15 menit lagi kita akan tiba,kau tidur terlalu lama."Sehun memukul bahu Chanyeol pelan,namun ia tidak perduli.
Bahkan ia menyandarkan kepalanya pada bahu Sehun. Chanyeol selalu seperti itu.
"Ladies and Gentlemen,we're just arrived in Aéroport Paris-Charles de Gaulle,please tighten your seat belt. Thank you." Pramugari tersebut akhirnya mengeluarkan kalimat yang membuat jantung Sehun berdetak dua kali lebih kencang.
Dia akan bertemu dengan lelaki brengsek bernama Luhan.
"Chanyeol,bangunlah..kita sudah sampai."Sehun mengguncang tubuh Chanyeol yang masih tertidur,akhirnya matanya pun terbuka sedikit demi sedikit.
Pesawat telah seutuhnya berada di bandara,Sehun dan Chanyeol pun mengambil koper mereka. Setelah berkutat dengan segala tetek-bengek bandara yang mengutamakan keselamatan.
Terlebih lagi,Chanyeol dan Sehun adalah penumpang yang membawa senjata tajam dan senjata api.
"Kau menyogoknya?!"tanya Sehun kepada Chanyeol yang mengambil sunglasses hitam dari saku jasnya.
"Tentu saja,lagian apakah tampang kita terlihat seperti bandit?"Chanyeol menaikkan alis kanannya.
"Bukan,kita terlihat seperti bos mafia."
Sehun hanya terkekeh pelan,ia mengikuti Chanyeol yang berjarak agak jauh darinya. Setelah keluar dari polonia,ada Roll Royce yang menunggu mereka.
"Bonjour,Tu t'appelles comment?"lelaki yang lumayan muda yang berada disisi mobil bertanya kepada mereka berdua.
"Moi j'mapelle Chanyeol."Chanyeol tersenyum kepada lelaki tersebut.
"Sehun,et toi?"tanya Sehun kepada pemuda itu,lelaki itu hanya membungkuk.
"Luis."
Namun kelihatannya,Sehun sangat senang dengan kondisi Paris yang lebih baik daripada UK.
"Bienvenue en France!"
XXXXXX
(Chanyeol POV)
Sudah tiga tahun berlalu setelah aku kembali ke London,Paris belumlah berubah.
Disinilah kami berdua,berada di apartemen The Luxury One.
DRRRT!
Ah,siapa lagi ini?
Aku pun mengambil handphoneku berada tak jauh dari tempatku berada.
Ada panggilan masuk,lelaki itu meneleponku lagi.
"Bonjour.."suara lelaki itu terkesan lembut dari telepon,cih.
"Ada apa,Baekhyun?"ketusku,lelaki itu hanya menarik nafas lesu.
"Aku ingin bertemu denganmu."
"Dan kemudian kau membunuhku disaatku lengah,arra?"
"Bukan itu maksudku,aku hanya ingin kau tahu bahwa kami tidak mempunyai maksud yang lebih jauh!"
"HA!kau berusaha menghancurkan kami dengan menggerogoti kami dengan pelan-pelan!"
"KAU SUNGGUH BODOH,CHANYEOL!KAMI HANYA SEKALI MENGAMBIL SAHAMMU DAN ITU TELAH KAMI TARGETKAN!KAMI BUKANLAH SOSOK PENJAHAT YANG SEBENARNYA!"
Aku merasakan lelaki itu hampir menangis,suaranya bergetar.
"Aku mohon,ayo kita bertemu. Aku juga mengetahui dirimu sejak lama,kau ingat mahasiswa yang mengejarmu ketika kau masih berada di Harvard?Ingatkah kau pada janji yang telah kau janjikan 5 tahun yang lalu?!"
Ucapan lelaki itu membuat hatiku ngilu.
(Flashback)
"Park Chanyeol!"lelaki muda kelihatan terengah-engah mengejar seseorang yang ia panggil dengan nama Chanyeol.
Ia kelihatan begitu terburu-buru dengan buku yang agak menggunung,sesekali bukunya terjatuh dan kacamatanya melorot.
Namun,panggilannya yang cukup keras berdampak baik pada Chanyeol,ia pun segera mendekati lelaki tersebut.
"Ada apa,Baekhyun?"tanya Chanyeol lembut,Baekhyun hanya tersipu malu.
"A…aku.."tangannya gemetar,bersamaan dengan rona merah yang semakin kelihatan dari pipi porselennya.
"Ya?"
"A-aku ingin j-j-jadi p-pacar—"
Namun,omongan Baekhyun dipotong dengan ciuman lembut di dahinya.
"Berhentilah mengucapkan kata-kata itu,tunggulah aku."Chanyeol tersenyum kearah Baekhyun yang sepertinya hampir pingsan karena ciuman mendadaknya.
"Berapa lama?"
"Aku akan melanjutkan perusahaan ayahku,sekitar 5 tahun kedepan. Percayalah,aku akan melamarmu."
Baekhyun mengeluarkan airmata yang membuat hati Chanyeol perih.
"Begitukah?sanggupkah aku untuk menunggumu?"
"Byun Baekhyun,seharusnya itu yang harus aku tanyakan kepadamu."
Baekhyun memeluk Chanyeol erat,airmatanya tak berhenti mengalir deras.
"Saranghae.."
"Nado,Baekhyun-ah."
(End of Flashback)
"Chanyeol?adakah kau disitu?"
"Ha'ah?!dimana kau sekarang,Baekhyunnie?"tanyaku tergesa-gesa.
"Aku dan Luhan berada di daerah apartemenmu,keluarlah bersama temanmu yang bernama Sehun itu."
Tak berfikir panjang,aku langsung mengambil kedua revolverku dan tak menghiraukan omelan Sehun yang kutarik paksa.
"Park Chanyeol…kau pembohong."rutukku.
(End of Chanyeol POV)
"Chanyeol,kita ingin kemana?aku belum mengganti bajuku!"protes Sehun,namun Chanyeol tetap menariknya keluar.
"Kau masih menyimpan bius,tidak?berikan itu padaku."titah Chanyeol,Sehun pun memberikannya satu buah suntikan dan satu impul bius tanpa komentar lebih jelas.
Mereka pun berlari keluar,namun tak lama kemudian suara tembakan beruntun terdengar sangatlah jelas.
DOR!
DOR!
PARK CHANYEOL KELUARLAH!
"Fuck!"maki Chanyeol sambil melihat kearah lelaki berambut ungu dan lelaki berambut merah yang berjalan mendekat kearah mereka.
Baekhyun langsung berjalan sambil mengarahkan revolvernya kearah Chanyeol bersiap untuk menembak.
"Tembak aku sekarang."Chanyeol hanya berdiri didepan Baekhyun,tanpa ada pergerakan sedikitpun. Baekhyun melangkahkan kakinya semakin cepat untuk mendekati Chanyeol.
Chanyeol menutup matanya,namun bukanlah peluru yang melesak masuk kedalam dadanya.
Pukulan telak mengenai rahang keras Chanyeol.
BUGH!
"KAU KEPARAT!"teriak Baekhyun sambil memukul pipi Chanyeol keras,sehingga ia terjungkal ketanah,Baekhyun menarik kerah Chanyeol.
"Belum puas?kenapa tidak kau tembak aku sekarang?"tanya Chanyeol sambil menyunggingkan senyum kecilnya,tampak darah mengalir dari sudut pipinya.
"Kenapa,Baekhyun-ah?kau masih mencintaiku?"tanyanya lagi.
Pertahanan seorang Byun Baekhyun pun runtuh saat Chanyeol menarik lengannya sehingga ia berada diatas Chanyeol,terdekap kuat oleh rangkulannya.
"Park Cha—ah!"Baekhyun merasakan tubuhnya kaku pada saat itu juga,bertepatan dengan suntikan bius yang menancap pada bahunya.
"Tch,kau tidak fokus."pandangan Baekhyun mulai mengabur,senyuman Chanyeol pun berubah menjadi senyuman kemenangan.
"K-kau..brengsek."
(HunHan Side)
Sehun menghindar dari setiap tembakan Luhan yang membabi buta,ia cukup terdesak.
Apalagi ditambah dengan tembakan yang mengenai betisnya,namun ia tidak perduli.
"Begitukah kemampuan seorang Tuan Oh yang terkenal dengan keangkuhannya?"ejek Luhan yang berjalan mendekatinya. Sehun hanya menatapnya sinis.
'Bitch,kau itu menggunakan penyerangan jarak jauh!'
"Hahahaha,setidaknya aku mengalah dari seorang bajingan yang mengikuti tipikal penyerangan jarak jauh. Menyebalkan."ucap Sehun sarkastis,ia melihat Luhan sedikit gusar akibat omongannya.
Luhan melihat kearah revolvernya yang telah kosong.
Sialan.
Melihat kondisi Luhan yang terjepit,Sehun pun berlari kearah Luhan dengan tujuan menghajar rahangnya.
Ya,Sehun memang menyukai rahang,apalagi menghancurkannya.
"Kau—AKH!"pukulan tiba-tiba mendarat kearah rahang mulus Luhan,tubuhnya hampir ambruk.
Sehun mencoba untuk memukulnya lagi,namun kali ini Luhan dengan cepat menangkap tangan kanan Sehun.
"Kau masih kalah cepat,Sehun."ucap Luhan,Sehun hanya tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Apa itu?"
"Bukan apa-apa."
Akhirnya,Luhan bisa melihat dengan jelas apa yang Sehun keluarkan.
"Itukan…"
Jarum suntik pun menembus kulitnya.
"Selamat tidur,Xi Luhan."
(Baekhyun POV)
Aku merasakan badanku agak panas,uh.
Aku melihat kesekitarku. Dinding putih polos,wewangian Chocolate yang kuat,figura seseorang yang sangat kukenal.
Yah,dia itu Park Chanyeol. Bajingan itu.
Bajuku masih belum terganti,kepalaku sedikit pusing. Obat apa yang ia masukkan kedalam tubuhku?
Shit,pintu itu terbuka. Menampakkan sosok seseorang yang paling ku benci.
M-maksudku,seseorang yang paling ku cintai.
"Baekkie…"sapanya.
Jesus,aku sangat merindukan panggilan itu.
Aku menatapnya tajam,lelaki itu hanya menggunakan celana panjang hitamnya dan wajahnya yang masih membiru akibat 'perkelahian kecil' diantara kami.
Aku melihatnya tersenyum,entah mengapa aku merasa sedih.
Suatu kesalahan dimana aku bergabung dengan Tuan Huang untuk menjadi anak berandalan yang mencuri uang hanya untuk kesenangan kami semata. Orang tuaku tidaklah mengetahui tentang profesi yang aku kerjakan. Namun sungguh,permainan ini membuat kami semua meninggalkan diri kami yang dulu.
Baiklah,kita mulai dengan Xi Luhan. Lelaki yang mengejar parter Chanyeol.
Dia bukanlah orang yang brutal,dia hanyalah siswa pendatang dari China yang tidak mempunyai kawan. Ia selalu dikucilkan karena yah—masih ada kesenjangan antar ras. Seharusnya aku membantunya dikala itu,namun aku juga termasuk sebagai orang yang teraniaya,seperti ia. Akibat penindasannya dimasa lampau yang membuatnya berubah menjadi monster.
Aku merindukan sosoknya yang dulu.
Kemudian,temanku yang masih waras yaitu Do Kyungsoo.
Kau tak tahu?akibat Tao mengajaknya ke club-club yang berstandar tinggi di UK membuatnya menjadi hypersex?
Sudah berapa kali ia melakukan hal-hal seperti itu dengan lelaki yang tidak ia kenal,seakan-akan ia kehilangan kendali atas dirinya.
Namun aku bersyukur sekarang,akibat korbannya ia berubah seperti Kyungsoo yang dulu.
Ah,mungkin aku harus memeluk lelaki yang bernama Kai itu karena telah merubah sahabatku seperti semula.
"Baekkie,aku minta maaf atas kelancanganku untuk membiusmu tadi.."ucap Chanyeol yang sekarang sedang duduk di tepi tempat tidurnya,lengannya mengusap tangan kananku.
Dia masih belum berubah,dan semoga saja takkan berubah sampai nanti.
"Hn…"ucapku. Namun kali ini matanya sendu,hey maafkan aku! Aku hanya terlalu pusing.
Chanyeol mendekatkan wajahnya kepadaku,bisa kurasakan hembusan nafasnya yang tenang dan tatapannya yang seakan-akan menjebakku.
"Baekkie,adakah hal yang harus aku lakukan untukmu?"
Aku mengangguk pelan,tanganku pun menyentuh dagunya.
"Sentuh aku,sekarang."
(End of Baekhyun POV)
(Baekyeol's Side)
Chanyeol,sebagai sang pendominasi malam ini menggunakan seluruh kelembutannya untuk menyentuh lelaki dihadapannya.
Ia merasa Baekhyun masih terlalu indah.
Ia mengecup kedua mata Baekhyun yang tertutup,mata yang mengeluarkan airmata kesedihan disaat ia merelakan Chanyeol untuk pergi.
Ia mulai menjilati telinga Baekhyun yang membuat si empunya sedikit mendesah,namun ia tidak memperdulikannya. Chanyeol terus saja menciumi setiap bagian dari tubuh Baekhyun.
Chanyeol pun mencium bibir tipis Baekhyun,menciumnya lembut tanpa ada pergerakan yang tergesa-gesa. Namun kemudian ciuman itu berubah lebih ganas,lidah mereka bersatu untuk saling memenangkan satu sama lain,saliva tipis Baekhyun pun mulai keluar dari sudut bibirnya. Tetap saja Chanyeol selalu keluar sebagai pemimpin.
Wajahnya pun mulai turun kearah leher putih Baekhyun,ia membuka kemeja biru yang Baekhyun kenakan.
Dan tersingkaplah setiap inchi dari ciptaan Tuhan yang sempurna.
"Yeollie…"ucap Baekhyun pelan saat Baekhyun menggigiti leher Baekhyun lembut,menimbulkan bercak merah kebiruan. Kissmark.
Baekhyun menikmati setiap sentuhan-sentuhan Chanyeol yang lembut dan hangat. Ciuman kecil pada bahu Baekhyun berdampak agak besar pada dirinya.
Kupu-kupu berterbangan diperutnya ketika Chanyeol bermain dengan nipple Baekhyun yang mulai mengeras.
"Ahh~yeollie~"
"Kau..selalu memanggil namaku."
Chanyeol mengisapnya,kemudian memainkannya lagi.
"Umh~"
Selalu seperti itu.
Tangannya pun bermain lincah untuk menarik resleting celana panjang Baekhyun,melorotkannya kebawah sehingga tubuhnya tak terbingkai oleh sehelai kainpun.
"Kau licik,kau masih memakai celanamu!"protes Baekhyun,namun Chanyeol hanya tersenyum seduktif.
"Aku memang licik,namun mengapa kau masih mencintai seseorang yang licik seperti aku?"
Baekhyun pun terdiam.
Jemari Chanyeol terlihat lihai memainkan kepunyaan Baekhyun,mengelusnya namun mengocoknya secara perlahan yang membuat Baekhyun seakan-akan melambung ke udara.
"Ahnn~did you notice me looking at you~uh~Chanyeol~"
"Ah really?"Chanyeol menjilati kepunyaan Baekhyun yang sedari tadi menegang dan mengeluarkan bebutiran cairan precum.
"Chanyeol~hh~stop it~"
"Then~"Chanyeol mengulumnya seperti permen kesukaannya,yang membuat Baekhyun tak bisa berbicara dengan jelas.
"Say my name."
"Cha—ah~!"Baekhyun mengeratkan genggamannya pada seprai,matanya yang sedari tadi sayu mulai tertutup dengan sempurna.
"Scream my name!"
"PARK CHANYEOL!"
CROT!
Cairan Baekhyun pun keluar membasahi mulut hingga ke dada Chanyeol,ia tersenyum kepada Baekhyun yang masih terengah-engah.
"Chanyeol I just wanna re—AH WHAT THE HELL IS THAT?!"Baekhyun kembali berteriak saat kedua jemari Chanyeol melesak masuk kedalam holenya,terciprat darah keluar dan mengenai seprai.
"Stop it,Chanyeol…"isak Baekhyun,Chanyeol pun mencium pelipis Baekhyun untuk menyamankannya.
"Shh..it'll be okay.."
Jemarinya terus melesak masuk,mencari titik yang benar-benar pas.
"Ah~disitu~mmmh~"
Jemari Chanyeol kembali menyentuh titik tersebut,dan hanya dibalas dengan lenguhan dari sang kekasih. Merasa sudah siap,Chanyeol pun memasukkan kepunyaannya kedalam hole Baekhyun yang membuatnya kembali berteriak memanggil namanya.
Chanyeol tetap memaju-mundurkan secara perlahan kepunyaannya untuk menghujam rectum Baekhyun.
"Fasterhh~"igau Baekhyun,Chnayeol pun memaju-mundurkan kepunyaannya sambil mendesah berat. Pandangannya memutih seperti Baekhyun.
"AAAAAH I'M ALREADY CUM BAEKKIE~!"
"YEOLLIE~~AHHM CUMMING!"
CROT!CROT!
Cairan Baekhyun pun membasahi perut Chanyeol,sedangkan cairan Chanyeol membasahi hole Baekhyun. Chanyeol pun mengeluarkan kepunyaannya dan tidur disebelah Baekhyun.
"Yeollie?"tanya Baekhyun ketika melihat Chanyeol menutup matanya sambil memeluk pinggang Baekhyun.
"Sialan,dia ketiduran."
(HunHan's Side)
Luhan mengerjapkan kedua matanya.
Gelap
"Kenapa dingin…EH!" Luhan merasakan sesuatu memegang dagunya.
Tubuh yang tak tertutupi sehelai benangpun,dengan tangan yang terikat oleh perban.
"Hai,Xi Luhan.."ucap lelaki itu sambil membuka blindfolded Luhan,ia pun meludah kearah lelaki yang menyentuh dagunya.
"Kau!"
"Diamlah.."ucap lelaki itu sambil meremas kepunyaan Luhannyang membuatnya mengaduh keras.
"APA-APAAN KAU MEMEGANG KEPUNYAANKU?!HANYA AKU YANG MEMPUNYAI HAK UNTUK MENYENTUH PENISKU!"teriak Luhan,namun lelaki itu malah mengarahkan kepalanya untuk melihat lebih dekat.
"Punyamu kecil."
"BRENGSEK-AAAAAH~SEHUN BAJINGAAN!"
Sehun,lelaki yang dimaki-maki Luhan sibuk dengan kepunyaan Luhan,di hisapnya seperti anak kecil yang menyukai lollipop favoritenya.
"Sehun-aaah~"
CROT!
Sehun meneguk cairan Luhan hingga tak bersisa,dilihatnya Luhan yang agak susah mengatur nafasnya.
"Heh?baru permulaan kau langsung keluar?kau terlalu banyak onani ya?" ejek Sehun,Luhan hanya tersenyum malu.
"Habisnya,aku tidak pernah making-out,sih."jelas Luhan,sontak saja Sehun terkejut karena ucapannya.
"Kenapa?"
"Akukan jelek,siapa yang mau denganku?"kata Luhan sambil mengibaskan rambutnya yang sedikit lepek. Sehun terdiam mendengar pengakuan Luhan yang bisa dikatakan agak—ironis.
"Aku ingin making-out denganmu,Luhan."ucap Sehun tegas,Luhan yang sedari tadi melihat kepunyaannya yang mulai hard membelalakkan matanya.
"Kau serius?" Sehun pun mulai menggerayangi Luhan sehingga ia berada diatasnya.
"Apakah aku terlihat main-main?"bisik Sehun seduktif di telinga Luhan kemudian menjilatnya,sehingga Luhan merasakan hal yang aneh.
"Tid—hmmph!"bibir Luhan pun terkunci dengan ciuman ganas dari Sehun,seakan saling bertarung menunjukkan siapa yang lebih jantan. Sehun pun menjilat langit-langit mulut Luhan,tak lupa untuk mengabsen giginya.
"Hmmph~aaaaa~"Luhan merasakan kepunyaannya semakin menegang,ternyata Sehun juga bermain-main dengan kepunyaan Luhan,dilepaskannya ciuman tersebut dan ia pun kembali pada posisi awalnya yaitu berhadapan dengan kepunyaan Luhan
"Hentikaaaaaan~hh~s-sehunnaa~"rintih Luhan,namun Sehun masih belum puas,mulutnya pun bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Luhan pun merintih lebih keras.
"Can~you stahp ittt~aaaah!"Luhan merasakan tubuhnya takkan kuat untuk menahan cairan yang akan keluar,tubuhnya pun seakan-akan melayang karena sensasi menakjubkan dari Sehun.
"Panggilah namaku,Luhan."
Sehun pun mulai mempercepat temponya,Luhan pun terus meneriakkan namanya.
"SEHUN!"
CROT!
Cairan Luhan keluar lebih banyak dari sebelumnya,sehingga mulut Sehun tidak mampu untuk menampung seluruhnya.
"Haah~haah~APA ITU?"Luhan berjengit saat melihat kepunyaan Sehun yang lebih besar bersiap memasuki holenya.
"Aku tak ingin kau terlalu lelah,lebih baik ini cepat diselesaikan."Sehun pun meludahi ketiga jarinya dan mulai memasuki hole Luhan yang kemerahan.
"Bodoh aku akan ma—SEHUN PELAN PELAN!"teriak Luhan saat merasakan seseuatu melesak paksa kedalam holenya,matanya berair,rasa terbakar dan perih adalah yang ia rasakan saat ini.
"ini memang sedikit sakit,tahanlah."jemari Sehun pun mulai mencari titik tersensitif Luhan.
"Terseraaaah~disituuuu~"desah Luhan saat merasakan jemari Sehun tepat menghujam titik privasinya,namun Sehun berpura-pura untuk tidak mendengarnya.
"Disinikah?"goda Sehun sambil menghujam kembali rectum Luhan sehingga ia kembali menutup matanya.
"Haah~masih untung tanganku terikaaat~jika tidak~cepatlaaah~"mohon Luhan,badannya telah lembab oleh keringat dan dihiasi oleh kissmark.
Sehun pun mengeluarkan jari-jarinya,dan mulai memasukkan kepunyaannya secara perlahan.
"AKH!"teriak Luhan,kali ini dia benar-benar merasa kesakitan. Sehun pun mendiamkan dirinya dan menunggu isakan Luhan agak reda,dikecupnya pipi kanan lelaki China tersebut.
"Jika kau tidak tahan,aku takkan memaksamu.."ucap Sehun sambil mengelus pipi kanan Luhan yang dibasahi oleh airmata.
"Akan lebih tersiksa jika ini dihentikan,bergeraklah."kata Luhan,Sehun pun mengangguk dan mulai menggerakkan kepunyaannya.
"Faster~"igau Luhan,Sehun pun mengerakkannya lebih cepat dan diselingi oleh desahan pelan dari Sehun sendiri.
Malam itu terasa hangat,terlebih dengan keadaan seperti ini.
"Cepatlaaaah~a-aku sudah tidak t-tahaaan~"Luhan tetap mencengkram seprai tempat tidur Sehun.
Sehun pun mulai merasakan ia hampir keluar,ia pun makin mempercepat temponya,suara berkecipak keras pun terdengar hingga kepenjuru kamar.
"Luhaaaaaan~"
"Sehun-ah!"
CROT!
CORT!
Sehun pun mencabut kepunyaannya dan terjatuh lemas di samping Luhan,desir nafasnya sangatlah cepat.
"Sehun?"tanya Luhan kepada Sehun yang menutup matanya.
"Hmm?"
"Bisakah kau buka ikatan pada tanganku?sakit."
To Be Continued
A/N : HALO HAHAHAHAHAHA /ngakak /ditimpuk saya kembali lagi setelah semi-hiatus XDDD dan sepertinya saya bakalan mengupdate OTP jahanam yang melukai hati saya(?) yaitu Taoris! XDD btw saya memang loser dibidang perlemonan,saya masih polos ; A; oiya,makasih banget buat respon positive dari reviews,I'm impressed so I'll do my best for ya 8) /sokinggris /kok
Review?:3
