Title: My Family
Author: baboddang
Cast:
-Kim(Tan) Yesung
-(Tan) Zhoumi
-Liu(Tan) Xian Hua/Henry Lau(Tan)
-Tan Hangeng
-Kim(Tan)Heechul
- and other cast
Genre: Family, Angst
Length: Chapter
Summary: Kim Yesung dan orangtuanya hendak berlibur tetapi terjadi kecelakaan dan membuat kedua orang tuanya meninggal, akhirnya ia di adopsi sebuah keluarga
Disclaimer: Semua cast milik Tuahn, SM, oarangtua dan diri mereka sendiri, kecuali Kim Jongwoon yang hanya milik saya:D
Warning:OOC!Genderswitch
Usia mereka sudah dijelaskan di chapter 1
.
.
.
"Aigo, apa yang kau katakan chagi? Kau anak eomma sekarang, sama seperti Zhoumi dan Henry, mana mungkin aku menaruhmu di panti asuhan" jawab Heechul lembut setelah sadar dari shock-nya senbari mengusap-ngusap pipi chubby milik Yesung
Yesung menggeleng "Aniya ahjumma, baru seminggu disini saja aku sudah membuat Zhoumi-ssi marah, apalagi kalau selamanya?" jawab Yesung lalu menunduk
"Ani gwenchana chagiya, Zhoumi pasti mau menerimamu, bersabarlah" Heechul merasa bahunya basah "Uljima Yesungie" bisik Heechul, sementara Henry sedang menangis di pelukan Hangeng
Beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran dari kedua namja kecil itu, Hangeng membaringkan Henry di samping Yesung lalu menyelimuti mereka berdua
.
.
.
Zhoumi's Side
Zhoumi tampak menatap kosong pada tulisan yang ada di papan tulis, dari pelajaran pertama ia tidak bisa menangkap semua pelajaran dari gurunya, berkali-kali ia mendapat teguran, tapi seolah tidak mendengar Zhoumi kembali melamun
"Ya! Tan Zhoumi! Kau ini niat sekolah atau tidak hah?! Kenapa kau melamun daritadi?! Sebaiknya kau keluar dari kelasku sebelum aku darah tinggi" seru guru tua berkacamata tebal itu
Donghae-teman sebangku Zhoumi, menyenggol lengan temannya itu "Zhoumi-ah" panggil Donghae
"Ne?" sahut Zhoumi seperti orang ling-lung
"TAN ZHOUMI CEPAT KELUAR DARI KELASKU!" teriak Seo seonsaengnim murka
"Ah, ye, seonsaengnim" sahut Zhoumi lalu berjalan keluar dari kelas menuju taman belakang sekolah
Kejadian tadi pagi, itulah penyebab Zhoumi tidak fokus, dia merasa bersalah oada Yesung
'Apakah aku sudah keterlaluan sampai membuatnya murung?' batin Zhoumi
Zhoumi mendudukan dirinya di rumput dekat pohon rindang, menyenderkan punggungnya pada batang pohon
"Ya! Sedang apa kau disini? Bukankah ini masih jam pelajaran?" tanya Kibum, sahabat Zhoumi tetapi berbeda kelas
"Aku tidak boleh mengikuti pelajaran sampai istirahat" lirih Zhoumi
"Hey, kau ada masalah? Tak biasanya kau seperti ini, kau bertengkar dengan Henry?" tanya Kibum yang sekarang ikut duduk di sebelah Zhoumi
"Aniya, mana mungkin aku bertengkar dengannya" sahut Zhoumi "Lalu?" tanya Kibum
"Kibum-ah, bagaimana jika kau punya adik tiri? Kau memperlakukannya sperti apa?" tanya Zhoumi yang lebih mirip gumaman
"Mwo? Adik tiri? Kau punya adik tiri?" mata Kibum terbelalak
"Jawab saja pertanyaanku Kim Kibum" Zhoumi merasa kesal pada Kibum karena reaksinya berlebihan
"Hmmm... Kalau aku punya adik tiri, aku akan memperlakukannya sama dengan perlakuanku pada Kyuhyun, adikku" jawab Kibum "memangnya ada apa?" lanjut Kibum
"Eomma dan appa mengadopsi seorang anak sepuluh tahun" sahut Zhoumi
"Jinjja? Namja atau yeoja?" tanya Kibum tiba-tiba antusias
"Namja" jawabZhoumi lemas "appa menamainya Yesung karena suaranya merdu" lanjut Zhoumi
"Haahh... Kalau yeoja sudah ku jodohkan dengan Kyuhyun" sahut Kibum, Zhoumi menatap Kibum heran lalu dijitaknya kepala Kibum dengan manis
"Kutebak, pasti kau memperlakukannya dengan buruk" seru Kibum membuat Zhoumi tersentak dan tampak sebuah smirk di wajah Kibum
"Ya, harusnya kau memperlakukannya dengan baik, perlakukan dia seperti Henry, bagimanapun juga dia sekarang adikmu, bagaimana kalau ia menjadi dendam atau tak suka padamu karena perlakuanmu?" sahut Kibum, Zhoumi tampak berpikir
.
.
.
"Annyeong, aku pulang" seru Zhoumi setelah mengganti sepatu dengan sandal rumah
"Ah, Zhoumi-ya eoseo eoseoyo" sahut Heechul dari dapur
"Ne eomma" Zhoumi meletakkan almameter dan tasnya di sofa lalu menghampiri eommanya di dapur
"Eomma, kenapa sepi sekali?" tanya Zhoumi sambil duduk di kursi meja makan
"Hm? Ah, Henry dan Yesung sedang tidur mungkin sebentar lagi bangun, appa sedang di restauran" jawab Heechul, Zhoumi tiba-tiba beranjak dari kursi dan berlari menaiki tangga
"Ya! Zhoumi-ah! Jangan lari kau bisa jatuh!" teeiak Heechul tapi tak diindahkan Zhoumi
.
.
.
Zhoumi membuka kamar Yesung dengan perlahan, tak mau membuat kedua adiknya itu terbangun, Zhoumi menghampiri ranjang Yesung dan duduk di samping Yesung
Zhoumi mencoba mengelus rambut Yesung, kegiatan yang biasa ia lakukan pada Henry saat Henry sedang tidur, baru ia mengelusnya sekali, terdengar lenguhan dari bibir Yesung, dan kedua mata beriris coklat gelap itu pun perlahan mengerjap dan terbuka
Raut wajah Yesung menunjukkan ketakutan saat melihat Zhoumi, matanya mulai menetikkan air mata
"Ya, gwenchanayo?" tanya Zhoumi cemas, Zhoumi mencoba memegang tangan Yesung bermaksud menenangkan, namun Yesung menghindar
"AAAAA..." teriak Yesung sambil mengcengkram rambutnya kuat kuat
"Ya! Yesung-ah! Gwenchanayo?" ujar Zhoumi, Henry terbangun mungkin karena teriakan Yesung
"Omo! Eomma! Yesung hyung! Eomma palliwa!" teriak Henry panik melihat tubuh Yesung sudah basah oleh keringat dingin
Saat punggung Yesung sudah terbentur dengan headboard, Zhoumi mencoba memeluk dan menenangkan Yesung yang sudah bergetar hebat dan berkeringat
"Ly-ah cepat panggil eomma dibawah" Henry mengangguk lalu turun ke bawah memanggil Heechul, sementara tubuh Yesung terus bergetar dan berkeringat dingin membuat Zhoumi tambah panik
"Sungie-ah! Aigo aigo, Henly kau telfon appa, eomma akan menelfon uisa, Zhoumi kau jaga Yesung" seru Heechul langsung mengeluarkan handphone-nya untuk menelfon uisa
15 menit kemudian...
Uisa datang bersamaan dengan Hangeng, Hangeng menuntun Choi uisa-dokter pribadi keluarga Tan menuju kamar Yesung
Zhoumi melepaskan pelukannya pada Yesung saat melihat uisa datang dan segera bergabung dengan eomma, appa, dan adiknya yang sedang duduk di sofa di sudut ruangan kamar Yesung
Pemeriksaan selesai saat uisa memasang sebuah infus di tangan kiri Yesung, sang uisa menghela nafas
"Apa sebelumnya ia pernah mengalami kecelakaan atau semacamnya?" tanya Choi uisa
"Sebenarnya dia anak angkat kami, dia kami temukan dalam keadaan terluka parah dan di vonis mengalami amnesia" jelas Hangeng
"Mungkin itu bisa menjadi penyebabnya mengalami trauma berat, dan mungkin jangan memperlakukannya dengan kasar itu bisa memperparah traumanya, kalau begitu saya permisi" Hangeng, Heechul, dan Henry mengantar Choi uisa kebawah, sementara Zhoumi menemani Yesung yang masih di alam bawah sadarnya
Zhoumi menarik kursi dan duduk di samping ranjang Yesung, Zhoumi menggenggam tangan kanan Yesung yang bebas dari infus juga mengelus surai kecoklatan milik adiknya itu
"Yesung-ah, Gege jeongmal mianhaeyo" Zhoumi berpindah dan ikut berbaring dengan Yesung "Jaljayo nae saengie" Zhoumi ikut terlelap dengan Yesung
.
.
.
Yesung mengerjapkan matanya yang agak lengket Yesung meraskan kedua tangannya berat, Yesung mendapati tangan kirinya yang diinfus serta tangan kanannya yang di pegang Zhoumi, refleks Yesung mendorong Zhoumi, walaupun tenaganya belum cukup untuk membuat Zhoumi jatuh dari tempat tidur, tetapi cukup untuk membuat Zhoumi tersentak
"Yesung-ah gwenchanayo?" tanya Zhoumi
"Kkayo! Kkayo!" teriak Yesung dengan suara paraunya
Zhoumi langsung memeluk dan mengenggam kedua tangan Yesung saat Yesung hendak mendorongnya
"Yesung-ah, gege jeongmal mianhada" ucap Zhoumi, Yesung mencoba memberontak di pelukan Zhoumi
"Yesung-ah, geumanhae, infusnya nanti bisa tertarik" Zhoumi memeluk Yesung lebih erat lagi
Tak lama terdengar suara dengkuran dari mulut Yesung, membuat Zhoumi menghela nafas lega
"Jalja nae dongsaengie" Zhoumi menidurkan Yesung dan membenarkan selimut Yesung lalu turun kebawah
Zhoumi membuka kulkas, memeriksa makanan atau minuman
"Mimi-ah, kau mencari apa?" tanya Hangeng
"Ah, aniyo appa, nan baegoppa" sahut Zhoumi
"Eomma meninggalkanmu makanan di microwave, tadi sudah appa hangatkan, appa akan kembali ke restoran, kasihan jika hanya Luhan dan Tao yang melayani pelanggan" ujar Hangeng
"Appa, eomma dan Henry eodigayo?" tanya Zhoumi
"Ah, eomma dan Henry, mereka sedang membeli bahan makanan di supermarket sekitar sini" jawab Hangeng, Zhoumi mengangguk tanda mengerti
"Baiklah appa berangkat dulu ne?" ujar Hangeng
"Eung, annyeonghikaseyo" sahut Zhoumi
Zhoumi kembali ke atas dan duduk di balkon dengan i-pod dan Nintendo-nya, sementara Yesung yang baru terbangun di kamarnya terlihat bingung karena merasa rumahnya sepi
"Eomma? Appa? Henry? Eodiya?" Yesung bergumam memanggil keluarganya kecuali Zhoumi tentunya, dia mengelilingi lantai dua dengan tangan kanannya yang mendorong tiang infus dan tangan kirinya yang masih tertusuk infus
Yesung mendengar suara Zhoumi dari balkon bergumam menyanyikan lagu yang ia kenal 'Goodbye My Love - Super Junior M' dengan takut - takut Yesung mencoba mengintip Zhoumi dari sekat antara lorong antara kamarnya dan Henry
Tanpa sadar Yesung mengikuti nyanyian Zhoumi sehingga Zhoumi menoleh kearahnya, menangkap basah Yesung yang sedang mengintipnya
"Ah, Yesung-ah" panggil Zhoumi, Yesung terlihat takut, Zhoumi tersenyum "Gwenchana" lanjutnya memanggil Yesung agar mupau dekat dengannya tetapi Yesung hanya mematung menatap Zhoumi
Zhoumi berjalan kearah Yesung mengangkat tubuh kurus anak sepuluh tahun itu juga mendorong tiang infusnya, Yesung mencoba melingkarkan tangannya di leher Zhoumi, Zhoumi kembali duduk dengan Yesung di pangkuannya
"Baegoppa?" tanya Zhoumi pada Yesung, Yesung masih menatapnya takut walaupun tangannya sudah melingkar di leher Zhoumi, membuat Zhoumi gemas terhadap Yesung
"Ya, aku bicara padamu Sung-ah, kau lapar atau tidak?" tanya Zhoumi, Yesung mengangguk kaku, Zhoumi mem-poutkan bibirnya
"Ck! Kau ini pilih kasih! Jika dengan Henry, eomma, maupun appa, kau bisa merengek dan manja, jika denganku kenapa kaku begini?" protes Zhoumi
"Mi-mianhae Zhoumi-eung g-ge" ucap Yesung lalu menunduk
"Ya! Wae? Panggil aku denga benar! Aku ini gegemu! Kenapa kau tidak soapan hah?! Kau harus di hukum! Bersiaplah Tan Yesung!" Zhoumi mengitik-itik perut Yesung memebuatnya kegelian dan tertawa lepas
"A-ah Gege geumanhae! Aah! Geli! Ahahahaha! Gege stop!" seru Yesung memberontak tak sengaja membuat infusnya sedikit tertarik dan darahnya menjadi naik
"Akh!" teriak Yesung, sontak Zhoumi berhenti dan melihat darah yang naik dari infus Yesung
"Omo!" Zhoumi panik "Appo?" tanyanya
"Ani, hanya agak ngilu" Zhoumi tersenyum lega, lalu mengelus rambut Yesung, tiba-tiba perut Yesung berbunyi, membuat Zhoumi tertawa dan Yesung tersenyum malu, mereka tidak sadar jika daritadi Heechul dan Henry memperhatikan mereka
"Ah, akhirnya mereka bisa bersatu" seru Heechul sambil tersenyum
.
.
.
TBC
Mianhae telat update ㅠㅠauthornya lagi sakit mulu:-( ini aja update sambil lemes-lemesan sekali lagi mianhae *deep bow bareng Zhoumi dan Yesung*
