Selamat membaca :3
.
.
.
Ini adalah hari dimana aku telah menjadi istri sah dari seorang pengusaha muda kaya raya, Kaito Shion. Dan mulai hari ini juga aku akan tinggal di istana yang megah ini.
"Apa kau tidak mengantuk?" tanya nya, aku hanya menggelengkan kepala ku
"Ano…apa sesudah menikah pun aku masih bisa sekolah?" tanya ku
"Tentu saja, lagi pula aku juga masih sekolah kan" jawab nya dengan halus
"Nah ayo tidur" katanya sambil mematikan lampu
"T-tidur?" aku sedikit takut
"Kenapa?" tanya nya, aku hanya diam
"Tenang saja aku tidak akan memaksa mu untuk 'melakukannya' " Kaito membelai kepala ku
"Kalau begitu aku akan tidur di kamar sebelah ya" lanjutnya
"J-jangan…" kata ku sambil menarik lengan baju nya
Duaarrgghhh…
"Kyaaa…" aku memeluk Kaito ketika mendengar suara petir
"M-Miku?" Kaito khawatir
"Hiks..hiks.." aku menangis karena takut
"Kau takut petir ya? Kalau begitu aku akan menemani mu sampai tidur" kata Kaito
Baru kali ini akami bersentuhan dekat seperti ini. Dan tak lama kemudian aku pun tidur dalam pelukan Kaito. Rasanya hangat…hangat sekali. Sesekali Kaito juga mencium kepala ku. Mungkinkah Kaito mencintaiku dengan tulus?
Pagi harinya aku melihat Kaito yang masih tertidur. Imut sekali berbeda saat dia bangun.
"Harus ku abadikan" gumam ku sambil mengambil beberapa fotonya
"Ngh..Miku apa yang kau lakukan?" Kaito terbangun
"Eh? Jangan bangun dulu…ayo tidur lagi…" kata ku sambil menutup mata nya
"K-kenapa?" Kaito kebingungan
"Cup.." aku mencium pipi Kaito dan melepaskan tangan ku dari mata nya
"Ciuman selamat pagi..fufu" kata ku sambil berlari dari kamar
"Awas! Akan ku balas kau!" kata Kaito yang mengejar ku
Kenapa aku merasa begitu bahagia? Mungkinkah aku mulai menyukai Kaito? Mungkin iya…hihi
"Aku mendapatkan mu.." kata Kaito sambil menggendong ku
"Lepaskan aku! Ayo lepaskan!" aku berontak
"Tidak mau.." Kaito membawa ku keluar
"Lepaskan aku! Cepat lepaskan!" aku masih berontak
"Benar mau di lepaskan di sini?" tanya nya sambil melirik ke kolam renang
"Tidak! Jangan! Jangan lepaskan aku!" jawab ku
"Hahaha, kau ini benar-benar lucu" ucap Kaito sambil tertawa
"Tuan muda terlihat lebih ceria..hahaha" ucap salah satu tukang kebun
"Iya, tuan muda jauh lebih ceria sejak menikah dengan nona Miku" kata salah satu pelayan
"K-kalian ini…" wajah Kaito me-merah
"Ayo mandi nanti kita telat ke sekolah.." Kaito kembali menggendong ku
Kami berdua pun mandi di kamar mandi yang terpisah bisa di bilang kami sedang balapan siapa yang selesai lebih cepat maka dialah pemenangnya.
"Aku lah pemenangnya hahaha" ucap Kaito dengan gembira
"Tentu saja kau, aku kerepotan dengan rambut-rambut ku ini" cetus ku yang tidak terima kekalahan
"Dasar kau ini" Kaito mencubit pipi ku
"Ayo berangkat.." lanjutnya sambil menggenggam tangan ku
Padahal belum sampai 3 hari tapi kami sudah mulai akrab. Gumi benar, Kaito memang orang yang sangat baik.
Di sekolah kami menjadi pusat perhatian. Beberapa wartawan sudah siap siaga menanti kedatangan Kaito. Dan dengan ramah nya Kaito menjawab satu persatu pertanyaan dari para wartawan tanpa melepaskan tangannya dari ku. Setelah selesai, Kaito pun mengantar ku sampai ke kelas. Semua siswa melihat kea rah kami berdua namun sepertinya Kaito tidak begitu memperdulikannya.
"Miku Miku Miku selamat pagiiiiiiiii" Gumi menyambut ku di depan kelas
"Miku selamat pagiiiiii" Lily memeluk ku dari belakang
"Kaito-nii selamat pagiiiiii" sapa Lily pada Kaito
"Selamat pagi semua.." sapa Kaito
"Nah sampai nanti yaaa…" Kaito mencium pipi ku
"ARRGGHHH TERLALU SO SWEEEEEEET!" teriak salah satu teman Kaito, Gakupo
"Oh, hai tuan mesum" sapa Kaito
"Siapa yang kau panggil mesum huh?" Gakupo kesal
Kaito pun pergi ke kelas nya bersama Gakupo. Hari ini rasanya benar-benar sangat menyenangkan. Sepulang sekolah nanti aku ingin mengunjungi ayah.
"Miku..Miku…" panggil Gumi
"Apa?"
"Bagaimana malam pertama mu?" Gumi mencoba menggoda ku
"E-eh?!" aku terkejut
"Iya iya bagaimana?" Lily juga mencoba menggoda ku
"K-kami belum melakukan sejauh itu" tegas ku
"Masa?" Gumi tidak percaya
"Iya…sudah jangan bahas mengenai itu" jelas ku
"Baik nona Shion" ejek mereka
"Heeeey"aku mencubit pipi mereka berdua
Setelah jam pelajaran usai aku bergegas ke kelas Kaito untuk mengajaknya makan siang bersama. Tapi tanpa sengaja aku mendengar suara Kaito dan Gakupo
"Bisa ku simpulkan kalau orang yang membangkrutkan perusahaan Hatsune adalah kau, Kaito.."
"Iya…"
Dhegh… mendengar percakapan itu rasanya menyakitkan, ternyata orang yang aku percayai adalah orang yang telah menghancurkan bisnis ayah ku. Tanpa pikir panjang aku pun masuk kedalam kelasnya.
"Apa maksud pengakuan mu tadi?" tanya ku
"M-Miku…" Kaito terkejut
"Ternyata kau bukan orang baik…kau orang jahat…jahat sekali…" kata ku sambil memukul Kaito
"T-tunggu…aku bisa jelaskan semuanya…" Kaito mencoba menahan ku
"Tidak! Kau orang jahat! Jahat sekali! Padahal aku mulai tulus mencintai mu! Kau benar-benar jahat!" ucap ku tanpa henti
"DENGARKAN AKU HATSUNE MIKU!" Kaito membentak ku, aku terdiam
"K-Kaito…hiks…" aku menangis ketakutan
"Aku melakukan semua itu demi menyelamatkan mu dan juga ayah mu…" kata nya sambil memeluk ku
"Biar aku jelaskan nona Miku, Kaito sengaja menghancurkan bisnis ayah mu karena jika ayah mu terus berjaya maka ibu mu tidak akan segan-segan untuk membunuh nya demi mendapatkan kedudukan ayah mu. Tapi rencananya gagal karena Kaito terlebih dahulu menghancurkan bisnis ayah mu." Jelas Gakupo
"Ibu ku? Tapi kenapa…" Aku kecewa
"Dia adalah penipu bahkan pernikahannya dengan ayah mu pun tidak ingin di publikasikan" ucap Gakupo
"Tapi dia selalu bersikap baik pada ku.." kata ku
"Dia baik pada mu karena tadinya dia akan menjual mu pada pemilik perusahaan lain, dan ketika mengetahui hal itu Kaito langsung bertindak dan meminta mu menikah dengannya" jelas Gakupo lagi
"Kaito…hiks…apa kau menikahi ku hanya karena ingin menyelamatkan ku? Bukan karena mencintai ku?" tanya ku dengan sesak di dada
"Aku mencintai mu makanya aku menyelamatkan mu" Kaito memeluk ku dengan lembut
"Satu hal lagi yang perlu kau ketahui Miku, semua hutang-hutang ayah mu terjadi akibat ulah ibu tiri mu. Ayah mu terlalu memanjakannya hingga akhirnya dia berbuat semena-mena. Ayah mu masuk rumah sakit pun akibat ulah ibu mu. Teman ku tanpa sengaja melihat ayah mu yang di dorong keluar rumah hingga jatuh dari teras rumah. Kemudian ibu mu ber-akting seolah-olah itu adalah perbuatan para penagih hutang" ucap Gakupo
"Jadi…yang jahat itu adalah ibu ku…hiks…maafkan aku Kaito" kata ku dengan menyesal
"Aku yang harusnya minta maaf karena tidak terus terang sejak awal" Kaito mengusap air mata ku
"Baiklah misi penangkapan penipu nasional akan segera di mulai" Gakupo bersemangat
Sepulang sekolah aku dan Kaito bergegas ke rumah ayah, sedangkan Gakupo sedang bersiap-siap bersama ayah nya dan pasukan polisi lainnya.
Rumah itu terlihat sangat sepi. Aku khawatir sesuatu yang buruk menimpa ayah.
"Uh..Gakupo sudah mengirimkan sinyal, ayo masuk…" kata Kaito, aku hanya menganggukan kepala
BRAAKKK! Kaito mendobrak pintu masuk rumah dan terlihatlah ayah yang sedang di ikat di kursi.
"Ayah!" aku histeris
Kaito segera membuka ikatan dan kain yang menutupi mulut ayah ku. Setelah ayah terbebas aku pun memapah nya perlahan. Dan tiba-tiba ibu muncul dan mendorong Kaito hingga terjatuh.
"Gara-gara kau aku kehilangan semua nya! Enyah kau generasi terakhir clan Shion!" ucap Ibu yang hendak menusukan pisau pada dada Kaito
"Kaitooooo!" aku berteriak
Dor! Suara tembakan yang keras hampir merusak pendengaran ku.
"Kau lah yang seharusnya enyah dari sini, Meiko!" ucap Gakupo
Aku pun berlari ke arah Kaito dan meninggalkan ayah di dalam mobil. Kaito segera bangun dan menendang tubuh ibu dengan cukup keras.
"Awas kau!" ibu segera bangkit dan mencoba menusuk Kaito
Dor! Dor! Dor! Gakupo dan ayah nya menembak ibu sebanyak tiga kali.
"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua! Arrrghhh" ucap Ibu sambil berusaha berjalan di tengah kaki yang tertembut peluru
"Gakupo, pinjam itu sebentar" Kaito meminjam pistol milik Gakupo
Kaito mendekati ibu dan mengarahkan pistol pada kepalanya. Aku hanya melihatnya dari jarak cukup jauh berharap Kaito tidak akan apa-apa.
"Sayonara….Okaa-san"
Dor! Kaito pun menembak kepala ibu dan dengan seketika ibu pun tewas di tempat. Tapi kata-kata terakhir Kaito…itu…maksudnya apa?
"Kaito…hiks" aku berlari dan langsung memeluknya
"Miku! Kau tidak terluka kan?" tanya Kaito dengan panik
"iya.. aku dan ayah tidak apa-apa, kau sendiri tidak apa-apa kan?" aku khawatir
"Syukurlah…" Kaito lega
"Mati di tangan anak kandungnya sendiri, pasti sangat menyakitkan.." ucap Gakupo
"Anak kandung?" tanya ku
"Ibu tiri mu adalah Ibu kandung ku, dulu ketika ayah dan aku belum se-sukses sekarang dia pergi meninggalkan ku dan lebih memilih pria lain. Kabar yang ku dengar dia sudah menikahi 8 pengusaha yang berbeda, dan ayah mu lah yang terakhir. Dan sejak mengetahui dia menjadi ibu tiri mu, aku jadi sering memperhatikan mu dan lama-lama tertarik pada mu. Yah syukurlah sekarang dia sudah tidak ada…sekarang kita bisa tenang" ucap Kaito sedikit sedih
"Itu kah sebabnya ayah mu tak datang saat pernikahan kita?" tanya ku
"Iya, ayah tidak ingin melihat wajahnya lagi dan lebih memilih menikmati masa tua nya di Hokkaido. Hari minggu nanti aku akan mengajak mu menemuinya" jawab nya
"Hm.." aku kembali memeluknya
"Mari pulang, biarkan mayatnya Gakupo saja yang urus" kata Kaito sambil beranjak naik ke dalam mobil
"Heeey!" Gakupo hendak protes
5 hari setelah kejadian tersebut. Aku, Kaito, dan Ayah berangkat ke Hokkaido. Dan kabar mengenai tewasnya Meiko telah tersebar ke seluruh penjuru Jepang.
"Kita sudah sampai.." kata Kaito
"Hohoho, Hatsune tidak ku sangka kita menjadi besan ya?" kata ayah Kaito
"Shion kau masih sehat rupanya? Hahahaha" ucap Ayah ku
Ternyata ayah sudah mengenal ayahnya Kaito. Syukurlah… sementara mereka berdua asyik mengobrol, aku akan menemui Kaito di halaman belakang.
"Kaiiiitoooo!" aku melompat ke arahnya
"H-hey" Kaito terkejut
Aku memeluk Kaito dengan erat, begitu juga dengan Kaito. Sekarang aku benar-benar bersyukur menjadi istrinya.
"Miku, apa kau tulus mencintai ku?" tanya nya, aku menganggukan kepala ku
'Iya, Aku Mencintai Mu Dengan Tulus'
.
.
.
.
~ Tamat ~
fufu 8'D
Maaf ceritanya gaje, soalnya saya kehilangan (?) ide #plakked
Makasih yang udah mau baca X'D *kasih bunga (?) satu"*
