"Aah..akhirnya selesai juga" gumam Sakura setelah pegawai salon yang tadi menge-blow rambutnya telah melepaskan caps dari lehernya.
Sasuke yang mendengarnya lalu segera beranjak dari sofa yang sebenarnya daritadi sudah membuatnya sangat bosan.
"Ayo kita berangkat" ajaknya hendak menggandeng Sakura.
"Tunggu Sasuke kun! aku kan belum membayar, dan bagaimana dengan Hinata chan?" tanya Sasuke lalu pandangannya tertuju pada gadis berambut hitam yang terkulai tidur di Sofa dengan majalah yang menutupi hidung serta bibirnya.
"Dia bisa pulang naik kereta"ujar Sasuke sambil membayar biaya perawatan Sakura tadi.
"Tapi tidak dalam keadaan mengantuk begitu Sasuke kun" ujar Sakura.
"Dia sudah baik hati mau mengantarku ke salon,lagipula kita masih punya waktu 15menit" tambah Sakura lagi dengan mimik wajah memelas sambil menggandeng lengan Sasuke.
"Hn.. baiklah"jawab Sasuke mengalah.
"Arigatou Sasuke kun"Sakura lalu mencium pipi Sasuke.
"Nona, maaf perawatan kuku anda tadi ada yang terlewat"ujar seorang pegawai Salon yang segera menghampiri Sakura.
"Bagaimana bisa begitu?"nada tanya Sasuke cenderung marah.
"Maaf, itu karena nona tergesa-gesa daritadi"jawab pegawai tersebut.
"Mm..baiklah, tak apa Sasuke kun, sebaiknya kamu segera mengantar Hinata kerumahnya selagi aku meneruskan manicure, rumah kediaman Hyuuga kau tahu kan?" tanya Sakura.
"Iya, sebaiknya segera kau selesaikan, aku tak mau membuat Tou-sama dan Kaa-sama menunggu"ujar Sasuke lalu membelai lembut rambut Sakura lalu segera menghampiri Hinata.
"Hinata, bangunlah.."panggil Sasuke.
Sakura tersenyum melihatnya lalu segera menuju ke ruang perawatan bersama pegawai Salon.
"Hinata san.." panggil Sasuke. Namun yang dipanggil tak kunjung terbangun sementara arloji ditangannya terus berputar.
Akhirnya Sasuke terpaksa menggendong Hinata ala bridal style ke mobil kemudian menaruh tas Hinata di jok belakang. Kasir yang melihatnya hanya bisa melongo melihat Sasuke yang tadi dicium Sakura sekarang menggendong gadis lain.
Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Hyuuga, Hinata tak kunjung bangun. Sasuke hanya menatapnya sekilas.
'Bagaimana bisa ia tertidur senyenyak ini?!'batin Sasuke.
Sesampainya di kediaman Hyuuga, Sasuke lalu menyalakan klakson dan pada saat itulah Hinata terbangun.
Ia mengusap wajahnya lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Mm? Sasuke san?"Hinata terkejut mendapati dirinya ada di mobil bersama Sasuke tanpa Sakura.
"Kau tadi tertidur, Sakura memintaku mengantarmu"jawab Sasuke.
''owh..terima kasih Sasuke san sudah mengantar ku pulang" ujar Hinata lalu turun dari mobil.
Mobil Sasuke segera pergi menjauh dari kediaman Hyuuga kembali menuju salon untuk menjemput Sakura kemudian bergegas menuju kediaman Uchiha.
Kini didepan Sakura terlihat sebuah rumah megah, bukan!Lebih tepatnya ISTANA megah kediaman keluarga Uchiha.
Dengan persiapan make up dan perawatan tak lantas membuat Sakura merasa percaya diri memasuki kediaman Uchiha untuk diperkenalkan sebagai kekasih Sasuke, yang artinya calon menantu keluarga Uchiha
"Mm..Sasuke kun, aku tidak yakin bisa..." belum sampai kata-kata Sakura terucap, Sasuke segera memeluk Sakura.
"Kau tenang saja, semuanya akan berjalan lancar" Sakura lalu menggamit lengan Sasuke kemudian mereka berjalan bersama menuju pintu utama kediaman Uchiha.
"Selamat datang Tuan muda Sasuke dan nona.."
"Sakura, Haruno Sakura" ujar Sakura sambil membungkuk ringan.
"Ya, Nona Haruno, silakan masuk, anda berdua sudah ditunggu Tuan dan Nyonya di ruang tengah" ujar pelayan paruh baya tersebut.
"Terima kasih Isogai"ujar Sasuke.
Sakura masih menggandeng lengan Sasuke yang menuntun kemana mereka akan menuju sementara jemari Sasuke sibuk menenangkan tangan Sakura dilengannya yang terasa gemetar.
Terlihat Uchiha Fugaku duduk di sofa besar didampingi istrinya Uchiha Mikoto melihat kedatangan Sasuke dan Sakura dengan tenang.
Lalu saat Sasuke dan Sakura telah sampai dihadapan mereka, Nyonya Mikoto mempersilakan mereka duduk di sofa dhadapan nya.
"Selamat datang di kediaman Uchiha nona Haruno Sakura" ucap Nyonya Uchiha dengan diusianya yang sudah tak lagi muda, Sakura masih melihat pancaran kecantikan yang anggun diwajahnya.
"Iya Nyonya, suatu kehormatan bagi saya"jawab Sakura berusaha setenang mungkin.
"Jadi ini nona Haruno?"ujar Uchiha Fugaku dengan intonasi yang dingin seperti nada bicara Sasuke pada orang yang tak dikenalnya.
"Iya Fugaku-sama,"jawab Sakura.
" karena berusaha untuk secantik ini kalian membuatku menunggu?"tanya Tuan Fugaku dengan nada bicara pelan namun marah, persis seperti Sasuke saat berbicara pada orang asing.
Mikoto hanya bisa menunduk lalu tersenyum pada Sakura. Sementara Sasuke mengeratkan genggaman tangannya pada untuk menguatkannya.
"Maafkan aku, tadi ada suatu hal yang menggangu diperjalanan" ujar Sasuke.
Sakura hanya bisa menelan ludah.
"Baiklah, aku rasa ini cukup."ujar Uchiha Fugaku lalu bangkit dari sofa dan Mikoto masih duduk di sofa kamudian ikut berdiri namun kemudian memegang pundak Sakura.
"Suasana hati Fugaku-sama hanya sedang tidak baik"ujarnya pelan pada Sakura lalu tersenyum kemudian mengikuti langkah suaminya.
Perlahan airmata Sakura mulai mengalir.
"Sasuke kun, ini tidak berjalan baik" ujarnya lalu memeluk Sasuke dengan airmata yg menganak sungai.
"Tidak, kita sudah berusaha yang terbaik, kau dengar apa yang Kaa-sama bilang kan?!"ujar Sasuke lalu membelai rambut Sakura.
"Ayo,ku antar kau pulang"ajak Sasuke.
Sakura sudah masuk kedalam sementara Sasuke masih menatap pintu rumah Sakura sendu.
Perempuan yg disayanginya itu masih tampak jelas dimatanya menangis mengiba dihadapan kedua orangtuanya tadi.
'biip..biip'ponselnya berdering. Ada sebuah pesan masuk disana
From : Kiba 0896050xxxxx
Hey, bergabunglah dengan kami ditempat biasa, kami tunggu
Sasuke terdiam.
Kali ini mungkin memang ia butuh bersama-senang sesaat untuk melupakan kejadian tadi. Sasuke lalu segera menginjak gas mobilnya melaju ke tempat dimana Kiba berada.
Sasuke berjalan sempoyongan menuju mobilnya. Lehernya terasa pegal karena tegang sedari tadi.
Pandangan matanya mulai terasa sedikit blur. Ia lalu berusaha menoleh ke kanan kiri hingga tak sengaja ia lihat sebuah tas jinjing warna hitam ada di jok belakang mobilnya.
'Itu kan...ah..knapa dia bisa begitu ceroboh?!'batin Sasuke sedikit kesal. Ia putuskan untuk segera pergi dari tempat itu meski dengan kepala yang begitu berat.
Mobilnya terus melaju ditengah cuaca yg rintik gerimis. Ia berusaha mengendalikan mobilnya sebaik mungkin meski dengan kesadaran yang terbatas. Akhirnya ia sampai dirumah yang tadi ia tuju.
Ia lalu mengetuk pintu dihadapannya perlahan dengan wajah yg menunduk karena kepala yang terasa semakin berat.
Tak lama kemudian seorang gadis membuka pintu itu.
Hati Sasuke semakin teriris melihat gadis masih saja terlihat menangis.
Sasuke lalu menghampirinya dan memeluknya. Sasuke merasa gadis ini berusaha menepis pelukannya terlalu kuat untuk ditepis oleh gadis ini.
"Aku tahu kau marah dan kecewa, maafkan aku" ujar Sasuke kemudian melepas pelukannya lalu mencium gadis ini perlahan dengan lembut.
"Maafkan aku Sakura chan" ujar Sasuke. Gadis itu lalu mendorongnya dengan kuat hingga Sasuke kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.
"Sasuke san, ini aku Hinata! Bukan Sakura chan!"ujar Hinata dengan nada bicara yang lebih tinggi dari biasanya.
Sasuke berusaha untuk lebih fokus. ia masih belum beranjak dari posisinya yang terjatuh dihadapan Hinata.
Setelah menunggu beberapa detik, kini mata Sasuke mulai fokus melihat gadis berambut hitam panjang dihadapannya. Mata Sasuke pun tercekat tak percaya.
Namun Hinata terlanjur berlari masuk kedalam rumah setelah membanting pintu rumahnya dengan keras sebelum Sasuke sempat meminta maaf.
Sasuke segera berdiri kemudian berjalan pelan menuju mobilnya. Saat ia telah duduk dibelakang kemudi dan melihat pada kaca diatasnya, barulah ia menyadari satu hal.
"Astaga, tas itu..."
to be continue...
Yaahh..sampai disini dulu.
hehe..gomen kayaknya masih banyak typoo dan makin gaje yah ^^v
Dan saya masih jg belum bisa share lebih banyak karena saya buat ff nie sambil kerja xD *dipotong gaji
Sankyuu buat yg udah review dan semua saran-sarannya, *bow
