Hinata lalu berjalan perlahan kembali menuju kamar Sakura.
Ia tahu setelah ini mungkin ia akan kehilangan dirinya. Tapi, Hinata benar-benar telah jatuh cinta pada Sasuke. Meski dengan kenyataaan pahit dihadapannya.
Sasuke tengah mencium Sakura.
Cinta itu selalu mengalahkan logika bukan?
Dan kini Nona Hyuuga itu telah memantapkan langkahnya.
"Kau juga akan mencintaiku Sasuke kun"
"Hinata chan, bagaimana keadaan Sakura chan?" Tanya Tenten setelah melihat Hinata kembali ke kamar Sakura.
"Mm..maaf, tadi aku tidak jadi ke kamar mandi, aku pikir mereka akan baik-baik saja " ujar Hinata.
"Aish..Hinata chan, kenapa kau tidak jadi kesana?!" Ino lalu bangkit dari duduknya hendak menghampiri Sakura, namun Sakura sudah dipapah Sasuke sampai di pintu kamar.
"Hai minna, maaf kalau aku agak lama disana, mm,,. perutku benar-benar sakit" ujar Sakura kemudian kembali tiduran di ranjangnya.
"tidak apa-apa Sakura chan, sepertinya memang sudah saatnya kamu kembali istirahat" ujar Ino.
"Anak-anak kalian masih disana?" Tanya Ibu Sakura dari lantai bawah.
"iya oba san" jawab Tenten.
"Aku baik-baik saja kok" sanggah Sakura.
"Lebih baik kamu segera kembali istirahat Sakura chan, lagipula Bibi juga sudah pulang" ujar Tenten.
"Baiklah," jawab Sakura.
"Kami pulang dulu Sakura," pamit Sai.
"Lekas sembuh Sakura san" ucap Naruto lalu membuka pintu kamar Sakura dan keluar. Yang lainnya mengikuti Naruto hingga tersisa Sasuke.
"Kalau ada apa-apa hubungi aku" ujarnya lalu mencium kening Sakura.
"Aku tahu" jawab Sakura.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua siswa sibuk berkemas-kemas. Sementara Hinata masih termenung di bangkunya.
"Hinata chan, ayo kita pulang" ajak Tenten.
"iie, aku pulang nanti saja, kalian pulang dulu saja" jawab Hinata.
"Baiklah kalau begitu, jaa ne"
"Jaa.."
Ino dan Tenten menghampiri Neji dan Sai yang sudah menunggu mereka diluar. Kalau saja Hinata menerima cinta Kiba, pasti dia dan Sakura akan sering kencan ganda karena Kiba yang akrab dengan Sasuke. Namun kepalanya masih dipenuhi oleh pikiran tentang kejadian kemarin. Dadanya terasa sesak tiap kali mengingat hal itu. Hari ini Sakura belum masuk sekolah. Meskipun agak kejam, tapi Hinata sedikit lega karena mungkin ia akan sedikit terlihat canggung saat bertemu dengan Sakura disekolah nanti.
"Entahlah…" Hinata lalu meninggalkan bangku tempatnya duduk. Sudah saatnya untuk pulang. Langkah kakinya semakin mendekati tempat parkir disamping koridor sekolah. Hinata kembali termenung hingga tiba-tiba sebuah suara menggugahnya dari lamunan.
"Hinata"
Hinata lalu mencari sumber suara itu dan ternyata Sasuke yang memanggilnya.
"Sasuke kun" ujar Hinata dengan sedikit semburat merah diwajahnya.
"Kenapa pulang sendiri?"Tanya Sasuke masih bersandar di pintu mobilnya.
"ano..aku hanya ingin pulang sendiri saja" jawab Hinata semakin menundukkan kepalanya.
"tidak baik perempuan pulang sendirian berjalan kaki" ujar Sasuke lalu masuk ke mobilnya. Hinata masih tertegun mendengar perkataan Sasuke.
"Apa yang kau lakukan? Masuklah" ajak Sasuke namun dengan intonasi yang tegas tapi ringan.
"Mm..baiklah"Hinata lalu menuju mobil Sasuke dan duduk disampingnya.
Ini kali ketiga Hinata ada di mobil Sasuke berdua saja dengannya. Sasuke lalu segera memacu mobilnya menjauhi sekolah.
"Sakura chan…! Yokatta nee.. akhirnya kamu bisa masuk sekolah juga" ujar Ino saat melihat Sakura duduk di bangkunya. Wajah Sakura masih sedikit pucat, tapi sudah ada senyum ceria disana.
"Iya Ino chan, aku sudah merasa lebih baik" jawab Sakura. "oiyah, dimana Tenten juga Hinata?" Tanya Sakura sembari melihat ke dua bangku di seberang bangkunya.
"owh,, Tenten bilang dia akan berangkat bertiga dengan Hinata dan Neji hari ini" jawab Ino sembari mengeluarkan sebuah kaca dari dalam tasnya.
"Sou ka" gumam Sakura lalu kembali menghadap ke papan tulis. Ada banyak hal yang sedang ia pikirkan sekarang.
"Mm..Ino chan, apa hari ini Guru Kakashi terlambat lagi?" Tanya Sakura kembali menghadap Ino.
"Sepertinya begitu, memang kenapa ?"Ino balik bertanya.
"Aku ingin ke perpustakaan sebentar" jawab Sakura lalu beranjak dari kursinya.
"Apa kau ingin aku temani Sakura chan?" tawar Ino.
"Tidak perlu, kau disini saja Ino chan, nanti kalau ada Guru Kakashi sms aku un?!" ujar Sakura.
"Un,.wakatta" jawab Ino.
Sakura lalu berjalan perlahan menuju perpustakaan. Disanalah Sakura dapat menenangkan pikirannya. Sesampainya disana ia segera menuju rak buku novel klasik. Cerita disana terasa lebih nyata baginya. Dan entah kenapa, kali ini ia hendak mencari cerita yang berakhir tanpa kebahagiaan. Matanya masih fokus menatap barisan buku di hadapannya.
"Sakura san" panggil seseorang disampingnya.
"Naruto kun?" Tanya Sakura.
"Hai, kita bertemu lagi" jawab Naruto dengan sedikit menunduk.
"Iya, kau juga suka kesini?" Tanya Sakura lalu kembali menatap buku-buku.
"Iya, disini juga aku bertemu Sai, aku masih belum punya banyak teman disini, tidak seperti Sakura san" ujar naruto.
"Siapa bilang? Kau sudah punya Sai, Neji, Sasuke kun, Hinata, Ino, Tenten, juga aku kan sebagai temanmu?" jawab Sakura.
"Ah iya..kalian memang sudah kuanggap teman baikku" ujar Naruto.
"Jadi, kau bisa panggil aku Sakura saja" Sakura lalu tersenyum menatap Naruto.
"Wakatta, Sakura" jawab Naruto. Matanya masih memandang Sakura yang tengah asyik memilah-milah buku di hadapannya.
"Sakura, novel apa yang kau cari?" Tanya Naruto.
"aku tidak tahu" jawab Sakura masih menatap barisan buku-buku itu.
"Mungkin akhir yang menyedihkan" tambahnya lalu menatap Naruto. Naruto sedikit tercekat saat mata Emerald Sakura menatap sendu matanya.
"Sebenarnya Sakura, tidak ada akhir yang menyedihkan. Selalu ada hal yang lebih baik sehingga layak ditukar dengan kesedihan dalam akhir cerita" ujar Naruto lalu memberikan sebuah novel pada Sakura.
Bukan. Lebih tepatnya buku tak berjudul.
"Kalau kau bisa mengakhirinya dengan lebih baik, kenapa harus berakhir menyedihkan?" ujar Naruto dengan sedikit senyuman di wajahnya. Sakura masih tertegun dengan ucapan Naruto hingga tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada nama Ino disana.
"Moshi-moshi, ada apa Ino chan?" Tanya Sakura masih sembari menatap Naruto.
"Owh.. Guru Kakashi sudah datang? baiklah" ujar Sakura lalu menutup telfon.
"Naruto kun, aku harus segera ke kelas, jaa ne" pamit Sakura kemadian berlari kecil keluar perpustakaan.
"Jaa.."
Sesampainya di kelas, ternyata Guru Kakashi tidak ada di meja guru.
"Ino chan, kau bohong lagi yah?" ujar Sakura dengan wajah cemberutnya.
"Usojanai, Guru Kakashi tadi keluar lagi mengambil buku materi di kantor guru"
"Sou ka, hehe.. gomen ne" ujar Sakura lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Oiyah Sakura chan, apa tadi Sasuke menyusulmu di perpustakaan?" Tanya Ino.
"ehh? Tidak. Apa Sasuke mencariku?" Tanya Sakura.
"Iya, ku beritahu dia kalau kau ada di perpustakaan. Aku kira dia segera bergegas menyusulmu kesana" gumam Ino.
"Ayo anak-anak, kita lanjutkan pelajaran hari ini" ujar guru Kakashi yang telah kembali ke kelas dengan buku tebal di tangannya.
"Lalu kemana Sasuke kun..?"
_TBC _
*CURCOLCENDOL*
Siang hari yang terik dibawah pu'un Nangka depan penjual Es Cendol, ada dua sejoli beda kasta bak Pangeran dan pembantu yang sedang bercakap-cakap…
#AiTachi : "Sasuke kun, nggak haus?" *neguk Es kayak abis puasa 5abad
#Sasuke : *megangin gelas "ogah minum beginian" *ketus
#AiTachi : "Yaelaaah..songong banget nih orang" *digebukin Sasufansgirl)
#Sasuke : "Masalah buat looh?! *ala Soimah
#AiTachi : *keselekk) "Demi apa loo jadi alay gitu?!"
#Sasuke : "Sejak lo bikin galau! Sebenernya gue ni bakalnya sama siapa sih? Sakura pa Hinata?"
#AiTachi : "Emang lo maunya sama siapa?"
#Sasuke : "Ma dua-duanya ja jg boleh" *ala Sasuke versi RTN
#AiTachi : "Hadeehh..gimana klo ma gue aja?" *kedip" alay
#Sasuke : "Idiihh..ogah" *kabur
#AiTachi : "Hooeeyy…ni Es Cendol siapa yang bayar?! Nasiiiiibb….nasiiib….. -_-a "
Yaaaah..gomen ne kalo cerita ini OOC beutt *apalagi Naruto'ny xD
Arigatou buat yang udah review chaps sebelumnya,.semua saran dan kritik ditampung :3 ;)
Dan buat yang ini, skali lagi Kritik dan saran pliiiiiisssss… _ But no flame :3
Sankyuuu...
