Arigatou gozaimasu, sudah me-review fanfic Nanako yang kedua ini! *membungkuk* Meskipun review-nya masih sedikit, itu sudah membuat saya seneng banget, jadi makin semangat bikin lanjutannya, deh!
Ok, karena author tidak tahu mau ngomong apa, jadi langsung baca aja deh…
Pairing: Gray F. & Lucy H.
Genre: Romance, School Life
Disclaimer: Hiro Mashima (selamanya…)
Hope you like it!
"Minna, hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan masuk," kata Cana-sensei singkat.
Murid baru yang ada di depan pintu kelas pun masuk ke dalam kelas. Ketika Lucy melihat murid baru itu, dia terperanjat. Sambil menunjuk murid baru itu dengan tangan gemetaran, Lucy bergumam,
"Di-di-di-dia... 'kaaan...!?"
"Silakan perkenalkan dirimu kepada murid-murid di kelas ini," pinta Cana-sensei dengan nada datar, jadi kedengarannya kurang ramah.
"Hai, Sensei!" sahut murid baru itu dengan semangat. "Minna, ohayo! Hajimemashite, ore no namae wa Natsu Dragneel desu, yoroshiku ne!" jelas murid baru itu dengan antusias sambil tersenyum lebar kepada murid-murid kelas 8-2.
Dia 'kan, Natsu, teman masa kecilku dulu! Kenapa dia pindah ke sini? Lucy bertanya-tanya dalam hati. Dia tidak percaya, bahwa Natsu, murid baru yang ternyata teman masa kecilnya dulu, pindah ke Fairy Gakuen.
"Kamu duduk di sebelah Lucy, gadis berambut pirang yang di belakang itu!" tunjuk Cana-sensei. Natsu mengangguk dengan semangat. "Hai, Sensei!" sahut Natsu, lalu berjalan ke arah bangku yang ditunjuk Cana-sensei, yaitu bangku sebelah Lucy.
Natsu duduk dan meletakkan tas di samping mejanya. Dia menengok ke arah Lucy yang sedari tadi memerhatikannya. Ketika Natsu menengok, Lucy langsung membuang muka. Lucy mengira, dia ketahuan memerhatikan Natsu terus. "Hei, jangan cuek begitu, dong, Luce! Masa, udah lama nggak ketemu, kamu malah cuek?" celetuk Natsu sambil nyengir.
Lucy akhirnya menatap Natsu kembali. "Kamu ngapain pindah ke sini?" tanya Lucy dengan nada agak jutek.
"Loh? Buat ketemu kamu lah! Aku kangen sama kamu, Luce… jadi aku pindah dari Lamia Gakuen ke Fairy Gakuen. Lagian, di Lamia Gakuen, anak-anaknya pada ngeselin, ngajak ribut terus! Karena nggak tahan, di Lamia Gakuen, makanya aku pindah ke sini. Untungnya, di Fairy Gakuen ini anak-anaknya juga baik-baik," jelas Natsu.
Lucy hanya ber'oh' ria. "Ternyata, kamu nggak berubah, ya. Masih cerewet," gumam Lucy sambil tertawa pelan. Natsu ikut tertawa. Di tengah-tengah mereka tertawa bersama, mereka seketika dikelilingi oleh bayangan gelap yang berasal dari depan mereka. Lucy dan Natsu pun mendongak. Ternyata, bayangan itu milik Cana-sensei!
"Kalian bisa diam? Pelajaran sudah dimulai! Kalau mau mengobrol, nanti saja mengobrolnya ketika istirahat! Mengerti?" tegur Cana-sensei.
"H-hai, Sensei…," sahut Lucy dan Natsu bersamaan sambil menunduk.
Cana-sensei tidak membalas apa-apa lagi. Beliau berjalan ke depan kelas dan melanjutkan mengajar pelajaran kembali. Natsu dan Lucy mengikuti dengan serius, tidak mengobrol lagi.
~:But, I Love You!:~
TENG! TENG! TENG!
Bel istirahat pun berbunyi. Seluruh murid Fairy Gakuen berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing. Sebagian besar dari mereka berlari ke arah kantin. Nah, kalau Lucy, Levy, Wendy, dan Laki pergi ke arah kantin. Mereka duduk-duduk di situ sambil memakan makanan kantin yang mereka pesan.
"Namanya Natsu-niisan, ya?" tanya Wendy sambil menyuapkan sesendok nasi dan ikan salmon ke mulutnya.
"Iya. Dia murid baru di sekolah ini," jawab Lucy. "Hei, Levy! Katamu, murid barunya cowok keren, tapi kenapa malah Natsu? Natsu mah, nggak ada keren-kerennya!" protes Lucy kepada Levy yang duduk di sampingnya.
"Aku juga gak tahu," sahut Levy pendek sambil meneguk milkshake-nya. Setelah meneguk milkshake-nya hingga habis, Levy berkata lagi, "Katanya sih, murid baru yang digosipkan itu berambut raven, bukan berambut pink. Yang rambut raven itu yang katanya keren, bukan Natsu."
Lucy, Wendy, dan Laki manggut-manggut. Wendy lalu melanjutkan makan makanan yang dia pesan dengan lahap, Laki membaca buku kecil yang selalu dia bawa ke mana-mana dengan serius, sedangkan Lucy hanya mengaduk-aduk jus jeruk dinginnya yang ada di depannya dengan wajah lesu.
"Aaaah… hauuuss…," keluh Laki sambil meletakkan buku kecilnya di kedua lututnya dengan posisi terbalik. Tidak ada yang memedulikan keluhan Laki. Tiba-tiba, kedua mata gadis berambut ungu muda itu beralih ke jus jeruk Lucy. "Hei, Lucy! Boleh kuminum jusmu?" tanya Laki sambil menunjuk jus jeruk milik Lucy.
"Eh? Nggak boleh! Pesan sendiri, dong!" jawab Lucy ketus sambil memeluk gelas jus jeruknya untuk melindunginya agar tidak diambil Laki.
TENG! TENG! TENG!
Bel selesai istirahat pun berbunyi. Semua murid Fairy Gakuen berlari masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Wendy langsung bangkit dari kursinya. "Minna-san, aku ke kelas duluan, ya," pamit Wendy seraya berjalan ke arah kelasnya.
Lucy, Laki, dan Levy mengangguk sambil melambaikan tangannya. "Kita ke kelas juga, yuk!" ajak Laki. "Ayo, Lu-chan," ajak Levy kepada Lucy.
"Sebentar, aku menghabiskan jus jeruk ini dulu!" kata Lucy sambil meneguk jus jeruknya yang masih utuh.
"Lagian sih, daritadi nggak diminum-minum. Ayo, cepetan minum," kata Laki. "Tadi, mau kuhabiskan, kamunya nggak mau," lanjutnya sambil melipat tangannya di dadanya.
Lucy tidak menanggapi perkataan Laki. Dia terus saja meneguk jus jeruknya sampai habis. Tak lama kemudian, jus jeruk tadi sudah habis diminum Lucy sampai tak bersisa. Setelah itu, Lucy, Levy, dan Laki bergegas ke kelas mereka.
~:But, I Love You!:~
TENG! TENG! TENG!
Bel pulang berbunyi. Semua anak berlari keluar kelas (lagi…) dengan perasaan senang sekali. Mereka sangat menantikan jam pulang ini. Tetapi, Lucy, Levy, Laki, dan Natsu masih diam di kelas, tidak keluar dari kelas mereka.
"Luce, mau pulang bareng, nggak?" tawar Natsu.
"Gomen, Natsu. Hari ini… aku mau pulang sendirian saja," tolak Lucy halus seraya bangkit dari duduknya dan menjinjing tasnya. "Besok deh, kita pulang bareng. Oke?"
Natsu mengangguk. Dia sedikit kecewa, karena tidak bisa pulang bersama teman kecilnya itu. "Ya udah, deh. Aku mau pulang sama anak cowok lainnya aja. Jaa mata ashita," pamit Natsu sambil berjalan keluar kelas.
Lucy juga ikut keluar kelas, menyusul Natsu, meninggalkan Levy dan Laki yang masih ada di dalam kelas. "Jaa ne," ucap Lucy kepada dua sahabatnya itu sambil melambaikan tangannya.
Dua sahabat Lucy itu tersenyum kepada Lucy sambil membalas lambaian tangannya. Setelah berpamitan, gadis blondie itu berjalan pulang sendirian.
.
GRUYUUUKK!
Tiba-tiba saja, perut gadis pirang ini berbunyi, minta diisi. Gadis itu meraba perutnya. "Iya juga, ya? Tadi aku belum sempat makan siang. Sementara ini sudah sore," gumamnya.
Lucy menengok ke kanan dan ke kiri, mencari warung makanan di sekitar situ. Tidak ada warung di sekitar situ. Tapi, tak jauh dari Lucy berdiri, ada supermarket di situ. Tanpa pikir panjang lagi, Lucy melangkahkan kakinya menuju supermarket itu. Sampai di sana, dia membeli cokelat batangan untuk mengganjal perutnya. Selesai membeli cemilan untuk mengganjal perutnya, dia keluar dari supermarket dan berjalan menuju taman yang ada di seberang supermarket.
Gadis pecinta novel itu duduk di ayunan taman itu. Dibukanya bungkus cokelat batangan yang baru dibelinya, lalu cokelat batangan itu dia makan.
KRIT!
Lucy menghentikan aktivitasnya memakan cokelat. Dia menengok ke samping kanannya.
"Ka-kamu…"
TO BE CONTINUED
Hmmm… chapter 2-nya kayaknya lebih panjang daripada chapter 1-nya, ya? Atau... sama aja panjangnya kayak chapter 1? Iya, soalnya author lagi ada ide nih, meski idenya masih kacau… :P *maksudnya?* Gomen, author update-nya lama, soalnya author lagi sakit, nih… Uhuu… T^T #plak! Trus, kalau ada kata-kata yang Readers nggak ngerti, tolong maklumi... karena author lagi sakit... *apa hubungannya?!*
Shite itadaki arigatō gozaimasu (thanks for):
Anonymousgirl88: Arigato buat dukungannya! Author juga berpikiran sama, kayaknya rotinya Lucy enak. Jadi pengen… #plak!
Chiaki Heartfilia: Arigato, Chi-chan! Chi-chan suka NaLu kan? Mungkin, di fic author nanti akan ada adegan NaLu. Tunggu aja, ya… :D
Mako-chan: Mako-chan salah! Murid baru itu adalah Natsu Dragneel! Hyahaha- #dibekep# (sumimasen, Mako-chan…) Tapi… arigato buat dukungannya! #membungkuk#
Guest: Thanks for your support! Makasih juga karena sudah menunggu kelanjutannya.
Biar author semangat untuk bikin chapternya lagi, tolong…
REVIEW-nyaa!
