.

.

.

"Perusahaan sedang berada dalam keadaan yang kacau. Saham perusahaan menurun drastis sejak direktur cho meninggal setahun yang lalu. Kita juga kehilangan banyak klien selama beberapa bulan terakhir"

Zhoumi memijat pelipis wajahnya sambil mengamati dengan seksama beberapa lembar dokumen perusahaan selama setahun terakhir ini. Dihadapannya, -Tuan Han terus menjelaskan lebih detail dari apa yang tercantum di dokumen – dokumen tersebut.

"Kita harus segera melibatkan Kyuhyun kedalam perusahaan dan mengisi posisi direktur utama. Jika tidak, Aku khawatir dewan direktur akan mengambil tindakan dengan mengangkat Yunho sebagai direktur utama. Otomatis jika itu terjadi, perusahaan sepenuhnya akan menjadi milik Jung Yunho, begitupun dengan seluruh harta milik keluarga Cho"

Zhoumi menghela napas pelan. Dia bersandar pada sofa, sambil terus berpiki keras. Ini tidak boleh dibiarkan. Yunho tidak boleh sampai mengambil alih perusahaan sepenuhnya. Karena dari awal pun dia tau, tujuan Yunho selama ini untuk hal itu. Untuk mendapatkan Cho Corporation.

"Apa tidak ada cara lain? Kyuhyun. anak itu tidak akan pernah siap untuk terlibat di perusahaan"

"Hm, hanya ada satu cara, Kau yang harus mengisi posisi itu untuk Kyuhyun"

Tuan Han menepuk pelan bahu Zhoumi "Setidaknya aku lebih percaya padamu, Kau tumbuh dewasa bersama Kyuhyun, Direktur juga sudah menganggapmu bagian dari keluarganya sejak kecil, dia bahkan menyerahkan Kyuhyun padamu, Kan? Kau pasti bisa mengisi posisi itu"

Zhoumi beralih menatap Tuan Han yang menatapnya dengan penuh harapan. Senyuman simpul dibibirnya yang tegas menandakan bahwa lelaki paruh baya itu menyimpan keinginan yang besar pada dirinya, namun itu membuat Zhoumi kembali menghela napasnya.

"Aku akan mencoba membujuk Kyuhyun untuk menggantikan posisi ayahnya"

Tuan Han mengangguk paham "Kalau begitu aku serahkan semuanya padamu, Zhoumi-shi" ucapnya bangkit, sedikit membungkukkan badannya, lalu beranjak pergi keluar ruangan itu.

Zhoumi membolak – balik dokumen itu, namun dia kembali terhenti, pikirannya malah terfokus pada Kyuhyun. Dari dulu dia tau kalau Kyuhyun tidak ingin menjadi penerus ayahnya diperusahaan ini. Walaupun Kyuhyun menolaknya, mau tidak mau Kyuhyun harus terlibat juga pada akhirnya, Karena dia adalah anak tunggal di keluarganya.

Pada umurnya yang sudah terbilang cukup dewasa ini, Kyuhyun bahkan masih terlihat manja dan kekanak – kanakkan. Ini yang membuat Zhoumi khawatir, jika nanti Kyuhyun dipaksa terlibat masuk kedalam perusahaan.

Suara ponselnya membuyarkan lamunannya, Nama Kyuhyun tertera disana. Dengan segera Zhoumi mengangkat panggilan tersebut. "Guixian?" ucapnya

Tidak ada balasan. Yang terdengar hanya suara isakan pelan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah, Apa yang terjadi?" ucapnya panik

"H-hyung, Apa yang harus aku lakukan sekarang? Hhh" isak Kyuhyun

.

.

.

Liburan satu minggunya di Jepang hampir saja sempurna jika taksi itu tidak membawa pergi koper, beserta semua barangnya termasuk passport dan uang. Bahkan seharusnya Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang menuju Korea, atau malah dia sudah tiba dirumahnya sekarang.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Dia tengah duduk disebuah halte bis, entah menunggu apa. Yang pasti dia tidak punya tempat tujuan, terlebih sekarang sudah malam. Yang tersisa hanyalah ponselnya dan uang beberapa yen.

Haruskah dia tidur di Motel malam ini? bahkan sekalipun dia menginap di Motel kecil yang terbilang cukup murah, uangnya akan habis tanpa sisa.

Kyuhyun berdecak kesal. Untuk kesekian kalinya dia mengutuk dirinya sendiri karena telah bertindak bodoh. Bagaimana bisa dia menyuruh supir taksi itu menunggu lama sementara dia sendiri pergi ke festival makanan di pinggir jalan, hingga dia sendiri lupa waktu dan membuat taksi itu pergi membawa semua barangnya. Bodoh, Kau bodoh Cho Kyuhyun.

Andai saja dengan mengutuk dirinya sendiri seperti itu bisa membawanya pulang ke Korea begitu saja, lalu tidur dikasurnya yang empuk dan ruangannya yang hangat , sayangnya itu mustahil.

Kyuhyun bangkit dan berjalan tanpa arah sambil terus berpikir. Dia sudah menelpon Zhoumi dan Yunho, pasti salah satu dari mereka akan menjemputnya besok. Ya , setidaknya dia harus mencari tempat tinggal untuk malam ini. Tempat yang murah, tapi menyenangkan.

Langkahnya terhenti tepat disamping sebuah bar yang terbilang cukup kecil. Beberapa detik Kyuhyun sempat berpikir kalau ada baiknya dia bermalam ditempat ini dan minum sepuasnya. Sedetik kemudian dia berjalan masuk kedalam bar itu tanpa rasa ragu sedikitpun.

.

.

.

"hhh.. f-faster.. yunhhh"

"ughh—"

Zhoumi terdiam didepan pintu kamar Yunho. Suara desahan itu, sesaat membuatnya ingin mengurungkan niat untuk menemuinya. Dia mengepalkan kedua tangannya, berusaha menstabilkan emosinya.

Seharusnya hal ini bukan hal yang tabu lagi baginya, seharusnya dia sudah terbiasa akan hal ini. Namun rasanya dia tetap tidak bisa membiarkan lelaki itu terus berselingkuh dibelakang Kyuhyun. Ketakutan akan Kyuhyun yang tersakiti selalu menghantuinya setiap kali melihat Yunho berselingkuh secara terang – terangan dihadapan semua orang, kecuali Kyuhyun tentunya.

Dia ingin sekali memberitahu semua rahasia Yunho pada Kyuhyun. Ada banyak hal yang tidak Kyuhyun ketahui tentang lelaki bajingan itu. Namun memberitahunya akan hal itu sama saja dengan menebar paku pada jalan yang akan ditapaki Kyuhyun maupun dirinya. Hanya ada dua kemungkinan.

Yunho membuka pintu itu cukup lama dengan wajah kusut setelah Zhoumi beberapa kali mengetuk pintu kamar itu. "Zhoumi-shi, Ada apa?" tanyanya dengan nada kesal, merasa cukup terganggu.

Zhoumi menyerahkan tiket pesawat pada Yunho, namun lelaki itu hanya terdiam beberapa saat sambil menatap tiket itu tanpa mengambilnya. "Kau saja yang pergi ke Jepang. Besok aku ada meeting dengan klien" ucapnya, lebih tepatnya sebuah penolakan.

"Kau yakin?" tanya Zhoumi

"Um, Yunho-ya"

Yunho kembali melongok kedalam kamarnya seakan memberi isyarat pada lelaki –selingkuhan-nya itu untuk menunggunya sebentar. Dia menepuk pelan bahu Zhoumi. "Aku serahkan Kyuhyun sepenuhnya padamu selama di Jepang. Kalau bisa kalian berdua lanjutkan saja liburannya" ucapnya tersenyum lalu kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintunya tanpa sepatah katapun lagi.

Meninggalkan Zhoumi yang kini tersenyum penuh arti setelah mendengar kalimat itu.

.

.

.

Terjadi sedikit keributan didalam bar. Beberapa orang memaksa keluar Kyuhyun yang sudah mabuk berat, namun Kyuhyun sama sekali enggan untuk beranjak dan terus meracau tidak jelas pada mereka yang sama sekali tidak mengerti bahasa yang Kyuhyun pakai.

Hal itu cukup menarik perhatian Siwon. Dia bangkit dari tempatnya, lalu mendekati kerumunan itu.

"Aku bisa keluar sendiri" ucap Kyuhyun setelah menepis tangan beberapa orang yang memaksanya keluar. Dia berusaha berdiri namun kehilangan keseimbangan, hampir saja dia jatuh jika tangan kekar Siwon tidak sigap menopang tubuhnya, dengan posisi berpelukan.

"He is my friend" ucap Siwon sembari mengeluarkan kartu kreditnya, dan menyerahkannya pada manager bar itu.

Orang – orang pun beranjak pergi, meninggalkan Kyuhyun yang masih berada dalam pelukan Siwon, dia melepaskan tubuhnya dari dekapan lelaki asing itu, lalu memicingkan matanya kearah Siwon.

"Kau siapa?" ucapnya dengan nada yang dibuat – buat, mengingat sebelumya kalau Kyuhyun tengah mabuk berat sekarang. Siwon tidak menjawab pertanyaan itu, dia malah menarik paksa Kyuhyun untuk kembali duduk lalu hendak pergi meninggalkannya, namun Kyuhyun menahan tangannya.

"Aku tidak kenal siapa – siapa disini. temani aku….. ya?" pintanya sambil memiringkan wajahnya dan tersenyum manis pada Siwon, berusaha menggoda lelaki asing itu karena tidak ada pilihan lain, atau Kyuhyun memang sepenuhnya tidak sadar melakukan hal barusan. Entahlah.

Siwon masih belum bergeming. Sebelah alisnya naik, menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh, atau risih lebih tepatnya. Kyuhyun bangkit lalu memeluk Siwon sebentar, dia melingkarkan kedua tangannya pada leher Siwon, dan lagi – lagi tersenyum.

Wajahnya yang memerah. Ekspresinya yang menggoda. Terlebih senyumannya.

Siwon tidak munafik kalau dia cukup tergoda akan hal itu. Dia kini meraih pinggul Kyuhyun sebagai balasannya. Meskipun mereka belum kenal tapi tidak ada salahnya juga jika dia menikmati apa yang telah disajikan saat ini.

"Ummhhhh" lenguh Kyuhyun pelan saat kedua bibir mereka bertautan satu sama lain. Tidak ada sedikitpun penolakan darinya, malah bisa dibilang Kyuhyun sendiri cukup agresif membalas ciuman yang semakin memanas itu.

Tanpa segan sendikitpun Kyuhyun membuka mulutnya. Membiarkan Siwon mengeksplore bagian dalam mulutnya, tak jarang kedua lidah mereka saling menghisap ataupun menggigit satu sama lain.

Kyuhyun semakin bergairah saat kedua tangan nakal Siwon meremas bokongnya dan masuk menelusup kedalam kemeja hitamnya. Mereka melakukan ini didepan umum. Bahkan hal seperti ini bukan hal yang tabu lagi untuk dilihat. Bukan hanya mereka yang melakukan sex, bisa dibilang banyak pasangan gay yang terang – terangan melakukannya didalam bar yang memang khusus pecinta gay ini.

.

.

.

Kyuhyun menggeliat pelan dikasur. Dia sudah terbangun dari tidurnya, namun masih enggan untuk membuka kedua matanya. Sekarang pasti dia sudah berada didalam kamarnya, dia bahkan tidur dikasur yang begitu empuk sekarang, semalam pasti Zhoumi menemukannya di bar.

Bar.

Satu kata itu membuat Kyuhyun kembali teringat akan satu hal. Dia masuk kedalam bar lalu mabuk berat. Ada seorang lelaki asing menghampirinya dan mereka melakukan… sex. Itu pasti mimpi kan?

Sontak Kyuhyun langsung membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya saat dia sadar kalau ini bukanlah kamarnya maupun kamar Yunho atau Zhoumi. Kamar ini begitu asing.

Kyuhyun melihat pakaiannya berceceran dimana – mana. Dia menatap tubuhnya yang kini hanya mengenakan kemeja putih yang cukup besar ditubuhnya tanpa memakai celana.

Kyuhyun termenung. Apa yang telah dia lakukan semalam? Kenapa dia bisa ada disini?

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Dia mengedarkan pandangannya kesekeliling dan menemukan sesosok lelaki yang tengah duduk di balkon kecil. Dengan segera dia bangkit dan menghampiri lelaki itu.

"Kau siapa? Apa yang telah kau lakukan padaku?"

Siwon yang tengah sarapan pagi dengan secangkir kopi sambil membaca Koran itu mendongakkan kepalanya kedepan, mengalihkan pandangannya dari Koran yang dia baca pada lelaki yang kini tengah berdiri sambil menatapnya dengan tatapan curiga.

Namun bukan itu yang menarik perhatian Siwon tapi paha jenjang yang terpampang jelas didepannya. Dia berdeham pelan, lalu menatap Kyuhyun santai. "Duduklah" ucapnya.

Kyuhyun mendengus kesal, tapi tetap menuruti ucapan Siwon dan duduk dihadapannya sambil melipat kedua kakinya diatas kursi. Untuk kesekian kalinya, membuat Siwon hanya menelan ludahnya pelan.

Siwon menelpon pelayan hotel untuk membawakan sarapan pagi untuk lelaki didepannya ini. sementara Kyuhyun sendiri hanya menatapnya lekat, sambil berusaha memastikan, lebih tepatnya berusaha mengingat jelas apa yang telah mereka berdua lakukan semalam.

"Kau belum menjawab pertanyaanku ….." Kyuhyun menghentikan ucapannya, dahinya berkerut, bahkan dia tidak tau nama lelaki asing ini. Bodoh. "Choi Siwon" sahut Siwon santai sembari menyesap kopinya.

"Kau belum menjawab pertanyaanku, Choi Siwon-shi" ulang Kyuhyun.

Siwon hanya tersenyum kecil lalu meletakkan cangkirnya dimeja dan beralih menatap Kyuhyun.

"Siapa namamu?"

Kyuhyun bersumpah demi apapun. Lelaki ini benar – benar menyebalkan. Lelaki bernama Choi Siwon itu bahkan terus mengabaikan pertanyaannya barusan.

"Kenapa aku bisa bersama denganmu?" tanyanya balik.

Siwon membuka dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar cek, lalu meletakkan diatas meja. "Haruskah aku menjawab pertanyaan yang sudah kau ketahui sendiri jawabannya?" tukasnya.

"Ambilah, ini untukmu" ucapnya lagi.

Kyuhyun mendengus kesal, lalu memalingkan wajahnya dengan angkuh.

"Aku bukan pelacur" tolaknya dengan tegas.

Siwon hanya tersenyum meremehkan tanpa mengambil lembaran cek uang itu kembali.

"Jadi, Siapa namamu, manis?" goda Siwon sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya.

Pertanyaan itu bahkan terdengar sebagai cibiran secara tidak langsung bagi Kyuhyun. Dia mendelik kesal kearah lelaki itu. hampir saja dia berniat menyiram wajah itu dengan kopi dihadapanya jika saja seorang pelayan tidak datang membawa sarapan pagi yang terlihat begitu menggiurkan.

Perhatian Kyuhyun teralih, kini dia sibuk menyantap sarapan pagi itu dengan lahap, layaknya orang yang sudah tidak makan 3 hari. Mulutnya penuh dengan makanan, namun dia tetap masukkan sesendok makanan lainnya kedalam mulutnya.

Siwon hanya tersenyum gemas melihatnya. Dia pandangannya beralih menatap ponsel Kyuhyun yang sedari tadi dia pegang. Sebuah panggilan masuk. Nama Zhoumi tertera disana. Diam – diam Siwon melirik kearah Kyuhyun yang sama sekali tidak sadar kalau ponselnya ada ditangan dirinya sekarang.

.

.

.

TBC

.

.

.

P/s: FF ini Ganti judul ^^b

Thanks to

ShixieL , ermagyu , simbagyuu , Wonkyupet , miszshanty05, poppokyu , song min ah , FiWonKyu0201 , 1013 , Syifa0304 , shin min hyo , , wonkyufa , rikha-chan , NaraKim , Kayla Wonkyu , GaemGyu92 , Cho Ai Lyn , Choi Andrew , MissBabyKyu, byunniewife, sellinadrew , evil kyu .