.
.
.
Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk saat Siwon tengah duduk dipinggir kasur sembari merapikan kamera slr-nya. Dia menoleh sekilas pada Kyuhyun, lalu kembali fokus pada peralatannya. "Kau boleh pergi dari apartementku sekarang" ucapnya datar.
Kyuhyun terdiam. Dia melirik ponselnya. Beberapa menit yang lalu Zhoumi menelponnya dan berkata kalau dia sedang dalam perjalanan ke bandara untuk menyusulnya. Jika dia pergi sendirian, -setidaknya sampai Zhoumi tiba disini malam hari. Itu sama saja seperti mencoba bernafas didalam air. Bisa – bisa dia mati di negeri orang, apalagi tanpa uang sepeserpun, terlebih sekarang masih pagi. Dan dia tidak mungkin duduk di halte sepanjang hari, menunggu kedatangan Zhoumi. Tidak mungkin.
"Kau seorang photographer?" Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan, dia duduk disamping Siwon. Pura – pura tertarik dengan kamera yang tampaknya menjadi benda kesayangan Siwon. Sementara Siwon hanya menangguk pelan, dan bergumam mengiyakan, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku juga melihat beberapa kanvas disini, Jangan bilang kau juga seorang pelukis?"
"Memang iya"
Selanjutnya yang terdengar hanyalah decakan kagum Kyuhyun, Kali ini dia benar – benar merasa kagum dengan Siwon. Jarang sekali dia melihat seorang photographer yang merangkap sebagai seorang pelukis juga, hasil karya lelaki ini pasti memiliki nilai seni yang tinggi.
"Kau tertarik padaku?"
"huh?"
Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, bingung karena baru tersadar dari lamunannya, dia bahkan tidak yakin dia mendengar dengan jelas pertanyaan Siwon barusan. Kemudian dia terkejut saat menyadari kalau Siwon kini mencondongkan tubuh padanya, -cukup dekat dengannya sembari menatapnya dengan tatapan menyelidik. Sontak Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya ke lain arah.
"Aku hanya bertanya. Memangnya tidak boleh?"
Siwon kembali pada posisi awalnya, mengedikkan bahunya santai lalu bangkit, Hendak bergegas pergi, dan membuat Kyuhyun langsung bertindak "Siwon-shi, Aku ikut denganmu" ucapnya.
Siwon menoleh kebelakang, dahinya berkerut, seolah ucapan Kyuhyun barusan adalah sesuatu hal yang aneh untuk didengar "Aku tidak suka ditemani, apalagi dengan orang asing sepertimu" balasnya ketus.
"Hanya hari ini saja, setidaknya sampai hyungku datang menjemputku"
"Kau bisa mengambil cek yang tadi aku berikan untukmu, itu jika kau tidak punya uang sepeserpun"
Kyuhyun berdecak kesal dalam hati, Kenapa lelaki ini bisa tau kalau dia sama sekali tidak mempunyai uang dan berniat memperalatnya sampai Zhoumi benar – benar datang untuk menjemputnya.
"Tidak mau, Aku tetap akan ikut denganmu"
Siwon yang sudah selesai memakai sepatu, langsung bangkit dan membuka pintu lalu berjalan begitu saja, sementara Kyuhyun langsung untuk memakai sepatunya, dan berlari mengejar Siwon.
.
.
.
Kyuhyun terus mengekor dibelakang Siwon. Tidak peduli lelaki itu mengabaikan keberadaan, yang penting dia bisa ikut jalan – jalan dan tidak mati kebosanan menunggu Zhoumi. Dari sini, Kyuhyun tau satu hal. Siwon adalah seorang photographer professional, hasil potretnya sangat bagus.
Mereka sudah mengunjungi beberapa tempat wisata yang bersejarah, serta tempat – tempat menarik di sekitar Tokyo. Sudah hampir 3 jam terus berjalan tanpa istirahat, dan itu membuat kaki Kyuhyun mati rasa, tapi Siwon tetap sibuk dengan kegiatan-memotret-hal-yang-menarik-baginya.
Kini mereka tengah berada disebuah kompleks pertokoan yang menjual barang – barang antik. Ada beberapa yang menarik perhatian Kyuhyun, tapi apa daya, dia tidak mempunyai uang sepeserpun.
Kyuhyun menghela napas panjang. Dia sudah tidak sanggup lagi berjalan. Namun Siwon tetap berjalan, tanpa mempedulikannya yang kini hanya terdiam menatap punggung Siwon yang semakin menjauh.
Kyuhyun memutuskan untuk istirahat. Persetan, dengan lelaki itu. Dia bisa jalan – jalan sendiri tanpanya, lagipula 3 jam sudah berlalu, pasti Zhoumi sudah tiba di Jepang.
Kyuhyun duduk sambil meluruskan kakinya dipinggir jalan yang tampak lenggang, hanya ada beberapa orang yang sesekali lewat. Dia mencoba menghubungi Zhoumi, tapi ponsel hyungnya itu tidak bisa dihubungi. Dia berdecak, lalu menundukkan kepalanya. Aku Lapar, batinnya.
Hanya berselang beberapa saat, sesuatu yang dingin menyentuh pipinya, dia tersentak lalu mendongakkan kepalanya keatas, ternyata Siwon datang dengan sebuah kaleng minuman dingin ditangannya, lalu menyodorkannya pada Kyuhyun, Dengan senang hati Kyuhyun menerima minuman itu dan langsung meminumnya.
"Kenapa diam disini?" tanyanya, dia duduk disamping Kyuhyun.
Kyuhyun mendelik kesal "Kakiku bisa patah jika aku terus berjalan mengikutimu tanpa istirahat" Jawabnya asal, membuat Siwon tertawa pelan. "Kau kan bisa bilang padaku jika kau lelah, Kyuhyun-shi" sahut Siwon.
"Habisnya kau mengabaikan keberadaanku terus daritadi" ucap Kyuhyun cemberut.
Siwon hanya tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya dari lelaki yang kini bertingkah manis tanpa sadar dihadapannya. Menatap Kyuhyun hanya akan membuatnya lepas kendali dan mencubit pipi gempal lelaki itu tanpa sadar saking gemasnya.
Krukk.. Krukk..
Kyuhyun berdecak pelan, bergerutu pada dirinya sendiri. Ini memalukan. Perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat. Dia memang sangat lapar, tapi tidak menyangka kalau perutnya akan berbunyi sekeras ini.
Siwon bangkit dari duduknya, menarik tangan Kyuhyun untuk ikut bangkit. Kyuhyun yang masih dilanda rasa malu hanya mengikuti keinginan Siwon. Bangkit dan setelah itu hanya diam menatapnya.
"Ayo, Kita cari tempat makan sekarang" ucapnya berjalan, mengedarkan pandangan kesekeliling sambil memegang pergelangan tangan Kyuhyun, seakan takut kalau Kyuhyun akan menghilang lagi darinya.
Sementara Kyuhyun hanya terdiam, menatap tangan Siwon yang terus menarik dirinya untuk tetap mengikutinya, tanpa sadar dia pun tersenyum. Tiba – tiba perasaan aneh menguar begitu saja.
.
.
.
"Jadi selama 3 tahun kau tinggal di Paris? Woah"
Barusan itu bukan sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban sebagai balasannya, melainkan kesimpulan Kyuhyun dia ambil sendiri setelah mendengar cerita singkat Siwon padanya. Dia tak henti – hentinya berdecak kagum sambil menatap lelaki dihadapannya.
"Kau juga seorang photographer dan pelukis terkenal" ucap Kyuhyun lagi.
"Kalau begitu kita harus bertemu lagi lain kali" ucapnya untuk kesekian kalinya.
Siwon mengerutkan dahinya "Untuk?"
"Pasti sangat menyenangkan jika aku bisa dilukis diatas kanvas oleh seniman terkenal sepertimu"
Siwon tersenyum mencibir "Bayaranku tidak semurah yang kau pikirkan, Kyuhyun-shi"
Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya, seakan tidak peduli berapa besarpun biaya yang akan dia keluarkan nantinya demi dilukis oleh Siwon. "Aku punya banyak uang. Kau tidak perlu khawatir"
Siwon hanya mendengus pelan mendengarnya. Lelaki ini sangat unik, pikirnya.
"Jadi, siapa saja orang terkenal yang pernah kau lukis?" tanya Kyuhyun sambil menopang dagunya. Dia tidak pernah merasa setertarik ini dengan orang asing sebelumnya. Kyhyun merasa Siwon berbeda, seperti ada sesuatu dalam diri Siwon yang terus menariknya untuk bertanya lebih jauh tentang lelaki itu.
"Banyak. Kau tau Tara Lynn? Aku pernah melukisnya dalam keadaan telanjang"
Kedua bola mata Kyuhyun membulat seketika. "T-telanjang? Bagaimana bisa?"
Siwon hanya mengangkat bahunya santai "Alasannya sepele, dia hanya ingin memberikan hadiah special untuk kekasihnya di hari jadi mereka yang 3 tahun" Jawabnya.
Kyuhyun mengangguk paham. Tiba – tiba dia terpikir untuk melakukan hal sama seperti di lakukan oleh model itu. Bagaimana jika dia dilukis hanya dengan kemeja putih transparan yang kebesaran, lalu berpose seksi diatas ranjang. Yunho pasti suka. Well, tidak ada satupun seme yang tidak menyukai itu.
"Hey" Siwon mengibaskan tangannya dihadapan wajah Kyuhyun saat melihat lelaki itu hanya tersenyum sendiri dengan pandangan melamun. "uh? Kau berbicara apa tadi?" balas Kyuhyun terkejut.
"Aku harus pergi sekarang. Masih ada tempat yang harus aku kunjungi" ucap Siwon seraya bangkit.
"Tunggu—" Siwon menoleh, menunggu Kyuhyun berbicara lagi. "Um, Aku ikut denganmu lagi, ya?" ucapnya hati – hati, takut mendapat penolakan. Namun Siwon hanya menatapnya heran sesaat, lalu melirik jam ditangannya. "Ini sudah hampir sore, orang yang akan menjemputmu belum tiba di Jepang juga?" tanyanya balik.
Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan polos. Dia juga tidak tau kenapa Zhoumi belum menghubunginya juga hingga saat ini. "Baiklah, Ikut aku" ucap Siwon setuju.
Kyuhyun tersenyum lebar. Dia bangkit dari duduknya dan berjalan disamping Siwon. Baru beberapa langkah,dia mendengar seseorang memanggil namanya, suara yang sangat familiar. Zhoumi. Dia menoleh kebelakang, begitupun dengan Siwon.
"Kyuhyun-ah"
Zhoumi tersenyum lega saat dia melihat Kyuhyun dalam keadaan baik – baik saja. Dia berjalan menghampirinya, tapi seseorang yang sedang bersama Kyuhyun menarik perhatiannya. Zhoumi merasa kalau mereka berdua pernah bertemu sebelumnya, tapi dia tidak cukup yakin akan hal itu.
"Zhoumi-shi, Perkenalkan. Ini adik tiriku, Choi Siwon"
"Choi Siwon imnida"
"Dia seorang pelukis dan photographer terkenal di Paris"
"Hyung, Kenapa kau bisa menemukanku disini?" tanya Kyuhyun cemberut.
Zhoumi menggubris pertanyaannya, tatapannya hanya tertuju pada Siwon. Beberapa detik kemudian dia tersenyum lalu sedikit membungkukkan badannya pada Siwon. "Ayo kita pulang" ucapnya lalu menarik bahu Kyuhyun, -sedikit memaksa untuk segera pergi dari tempat itu. Meninggalkan Siwon yang hanya terdiam menatap kepergian mereka "Sepertinya aku pernah bertemu dengan lelaki itu" gumamnya.
"Hyung, tunggu. Aku belum sempat mengucapkan terimakasih pada Siwon" protes Kyuhyun
"Kau bisa berterimakasih padanya lewat telepon" balas Zhoumi datar. Kalau boleh jujur pikirannya masih tertuju pada lelaki itu. Pasti ada sesuatu yang sedang Yunho dan adiknya rencanakan saat ini. Dia harus berhati – hati. Kyuhyun tidak boleh lepas lagi dari pengawasannya.
Kyuhyun hanya menghela napasnya, cukup kesal dengan tindakan Zhoumi, tapi masih tetap menuruti ucapan hyungnya itu, dan masuk kedalam mobil. "Bagaimana bisa kau menemukanku?"
Zhoumi mengangkat ponselnya "Aku bisa melacak keberadaanmu lewat ponsel" Jawabnya.
Kyuhyun mengangguk paham "Kyuhyun-ah, Apa kau mengenal lelaki barusan itu?"
"Tentu. Dia Choi Siwon. Photographer terkenal dari Perancis tapi dia orang Korea"
"Tidak, Maksudku selain itu"
Kyuhyun mengeryitkan dahinya. "Memangnya siapa lagi?" Dia memiringkan wajahnya sambil menatap heran Zhoumi selagi bertanya seperti itu. Sementara Zhoumi hanya tersenyum kecil. "Tidak, lupakan saja, Kyu" balasnya. Dugaan sementara, Kyuhyun memang belum tau kalau Siwon adalah adik tiri Yunho.
.
.
.
Kyuhyun menatap dirinya sendiri dengan seksama pada cermin. Jari – jarinya beralih mengusap sekitar ceruk lehernya. Terdapat tanda merah disana. Dia bahkan baru menyadarinya. Jadi semalam mereka benar – benar melakukan sex tanpa sadar. Mungkin Siwon dalam keadaan sadar, tapi tidak dengan dirinya. Dan anehnya Kyuhyun tidak merasa kesal sedikitpun setelah mengingat kejadian itu. Malah dia terkesan menikmatinya dan berusaha mengingat kejadian itu sepenuhnya.
"hngghh… f-fastershhh.. ohhh fuck me more.. nghh"
Siwon memegang pinggul Kyuhyun dan terus menggenjot miliknya untuk masuk lebih dalam lagi, hingga menusuk titik kenikmatan Kyuhyun. Tubuh keduanya bergerak sesuai ritme. Peluh yang bercucuran semakin menambah gairah keduanya. Kini iwon kembali mengulum bibir Kyuhyun, sementara kedua tangan Kyuhyun bermain – main diatas dada bidang lelaki itu.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Wajahnya memanas saat kembali mengingat itu, bahkan dia bisa melihat sendiri wajahnya yang mulai memerah di cermin. Kyuhyun menarik napas panjang, dia cukup sering melakukan seks dengan Yunho, dengan Zhomi pun pernah tapi dia tidak pernah merasa berkesan seperti ini, seperti saat dia melakukannya dengan Siwon. Ini aneh, batinnya.
.
.
.
Siwon menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Dia baru saja mencetak hasil jepretannya hari ini. Dia mengeluarkan lembaran foto itu dari tasnya, melihatnya satu per satu. Siwon tertawa pelan, menertawai dirinya sendiri. Ada banyak tempat menarik yang dia kunjungi hari ini, tapi foto yang dominan dia ambil adalah foto Kyuhyun , dan tentu saja dia ambilnya secara diam – diam.
Siwon tersenyum saat melihat beberapa ekspresi kesal Kyuhyun yang sempat dia abadikan lewat kameranya. Saat Kyuhyun sedang duduk dipinggir jalan sambil meluruskan kakinya, saat makan dengan mulut yang penuh makanan, ada begitu banyak foto yang sangat menarik dan begitu menggemaskan.
Siwon meletakkan foto – foto itu diatas ranjang, lalu mengambil sebuah note yang cukup besar. Ada sebuah foto yang terselip disana, dia pun mengambilnya. Foto Yunho dan Kekasihnya. Siwon mengambil salah satu foto Kyuhyun lalu menyamakannya dengan foto tersebut. Dia tersenyum kecil.
"Ternyata aku benar, Dia adalah kekasihmu, Hyung" ucapnya pelan.
Ponselnya berbunyi, sebuah panggilan masuk dari Kyuhyun. Siwon berpikir sejenak untuk mengangat panggilan itu, tapi pada akhirnya dia mengangkat panggilan itu.
"Siwon-shi" Terdengar suara Kyuhyun dari sebrang sana.
"Ya?"
"Um, besok bisakah kita bertemu lagi?"
"Untuk?"
"Ada sesuatu yang ingin aku ucapkan padamu"
Siwon terdiam sebentar. Besok sebenarnya dia ada janji dengan seseorang, tapi ada yang ingin dia bicarakan juga dengan Kyuhyun "Baiklah, besok kita bertemu di depan taman hotel Akasaka"
"Oke"
Keduanya terdiam. Sama – sama bingung ingin mengatakan apa lagi, tapi masih enggan untuk menutup sambungan telepon mereka. Hingga akhirnya Kyuhyun mendengar suara Zhoumi yang memanggilnya, lalu memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka sampai disini.
"Sampai bertemu besok, Siwon-shi"
"Ya, Sampai bertemu besok"
.
.
.
Berbagai lembaran dokumen perusahaan berserakan diatas meja makan yang tidak seharusnya menjadi tempat dokumen – dokumen penting seperti ini. Namun tampaknya Zhoumi terlalu sibuk untuk memikirkan hal itu, dia tidak peduli, yang penting pekerjaannya bisa cepat selesai. Dia bahkan menyisihkan makanan yang sudah disediakan oleh pelayan hotel demi pekerjaan ini.
"Kau makan duluan saja, Kyu" ucap Zhoumi tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Kyuhyun yang duduk dihadapannya hanya menatap makanan itu dengan wajah yang tidak berselera.
"Tidak bisakah kau tidak mengerjakan pekerjaanmu disini? Hyung, Kita ini sedang ada di Jepang. Kau seharusnya melepas rasa penatmu dan menikmati liburanmu disini bersamaku"
"Aku tidak bisa, Kyu. Dokumen – dokumen ini harus segera diselesaikan"
Kyuhyun menghela napas panjang "Kau dan Yunho sama saja" desisnya.
Zhoumi terdiam. Jari – jari berhenti mengetik diatas keyboard, dia beralih menatap Kyuhyun, lalu melepas kacamatanya. "Dengar, Aku tidak bisa bersenang – senang disaat perusahaan ayahmu sedang di ambang kekacauan. Aku tidak ingin melihat perjuangan ayahmu untuk mempertahankan perusahaan ini berakhir dengan sia – sia. Kau seharusnya paham akan hal itu, Kyu" Jelasnya.
"Aku tau. Tapi masih ada Yunho hyung yang akan mengurusi perusahaan selagi kau bersama denganku di seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya, Hyung. Hanya ada kau dan aku"
Zhoumi hanya tersenyum kecil.
Kyuhyun benar. Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali. dan Zhoumi malah menyia – yiakannya. Tapi biarlah Zhoumi merelakan kesempatan ini demi perusahaan.
Karena Zhoumi sedang berada di Jepang, itu akan membuat Yunho dengan leluasa mengusai perusahaan, maka dari itu dia tidak ingin lepas tangan begitu saja dengan pekerjaan ini. Meski hanya beberapa hari, toh tidak akan ada yang tau apa yang akan Yunho lakukan dengan perusahaan selama dia tidak ada. "Justru karena itulah, Aku tidak ingin membiarkan Yunho memegang sendiri kendali perusahaan" balasnya.
Kyuhyun mengeryitkan dahinya, bingung. "Kenapa memangnya? Toh nanti Yunho akan menikah denganku dan otomatis nantinya dia yang akan memegang perusahaan, kan?"
"Apa yang terlihat belum tentu sama dengan apa yang tersembunyi"
"Ada banyak hal yang tidak kau ketahui tentang dunia ini, Kyu" ucapnya lagi.
"Cukup. Aku tidak mau berdebat denganmu lagi, Hyung"
Kyuhyun beranjak dari duduknya, lalu memeluk leher Zhoumi dari belakang. "Kau datang kesini untuk menemaniku, kan? Bukan untuk berdebat denganku seperti tadi" ucapnya manja.
Zhoumi mengangguk mengiyakan. Dia mengusap pelan pipi Kyuhyun, lalu menoleh kesamping, membuat kedua wajah mereka bertemu. Kyuhyun hanya tersenyum polos sebelum pada akhirnya dia mencium bibir Zhoumi sebagai permulaan.
Seakan sudah mendapat lampu hijau dari Kyuhyun. Zhoumi langsung melumat bibir Kyuhyun dengan intens, begitupun dengan Kyuhyun. Selanjutnya yang terdengar hanyalah suara decakan dari ciuman panas mereka. Kini Kyuhyun sudah duduk diatas pangkuan Zhoumi, menyisipkan jari – jarinya pada rambut Hyungnya tersebut dan terus membalas ciumannya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hello, bertemu lagi dengan sayaa~ .-.
Ada yang masih bingung? *dor*
Untuk penjelasan lebih tentang perusahaan akan di jelaskan di chapter selanjutnya. Kenapa perusahaan bisa jatuh ketangan Yunho? Apa rahasia Yunho yang diketahui Zhoumi? Apa Yunho dan Siwon akan bersekongkol demi mendapatkan harta Kyuhyun? Pokoknya nanti bakal dibahas.
Thanks to
Kayla Wonkyu, rikha-chan,
Fitri MY, NaraKim, Syifa0304,
MissBabyKyu, FiWonKyu0201,
Ermagyu, miszshanty05,
Shin min hyo, Allyna Kyuzumaki,
Simbagyuu, Amanda wu, lukymega,
GaemGyu92, evil kyu, Cupcake,
Choi Andrew, 1013, 0311,
Baekhyunniewifeu, everadit,
Cho Ai Lyn, anin arlunez,
Someone, holyshit, kyu, crossalf
